Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Penolong Mayu


__ADS_3

"Yang mau pesan kol*r dan bhnya boleh banget kakak-kakak. Masih tersedia semua ukuran dan warna. Bahannya dijamin lembut dan nyaman, karetnya awet dan tidak mudah kendor. Kita jual murah saja ya kakak-kakak, harga bersahabat dan ramah di kantong. Bagi yang beli 3, akan kita beri diskon 5 ribu dan yang beli 6 kita beri diskon 10 ribu. Udah harganya murah, masih ada diskon lagi. Baik banget kan saya. Ini yang saya pegang untuk kolor yang di rak satu ya kakak-kakak. Kalian bisa lihat contohnya. Ada yang polos dan ada juga yang bergambar. Gambarnya juga lucu-lucu kakak-kakak dan ini tersedia untuk yang dewasa muda juga anak-anak. Bagi yang ... ahh!"


Mayu yang sedang sibuk promo jualannya di tiktok seketika menghentikan promonya begitu melihat penontonnya yang cuma sebiji menghilang begitu saja.


Mayu menatap lemas layar ponselnya. Sungguh jualan di tiktok juga hari ini hanya membuatnya drop saja. Padahal awal live, penontonya ada 10 orang, jika biasanya penontonnya akan terus bertambah ini malah semakin berkurang dan berkurang. Bahkan saat ada penonton baru, mereka hanya bertahan beberapa menit saja dan setelah itu langsung menghilang dan sekarang penontonnya benar-benar nol. Jika tidak ada yang menonton maka percuma saja Mayu promo ini dan itu kalau tidak ada yang mendengar.


Padahal harapan Mayu saat ini hanya jualan di tiktok saja dan itu pun tidak membuahkan hasil sama sekali.


'Kenapa semuanya jadi begini ya Allah, apa orang itu juga mempengaruhi pembeli onlineku?' batin Mayu.


Baru kali ini Mayu live tanpa penonton sama sekali dan itu benar-benar membuat samangat Mayu menurun drastis.


Mayu terus menatap layar ponselnya. Mayu belum mau menyerah, selama masih ada baterai ponselnya, Mayu akan terus bertahan. Kalau kuota, Mayu tidak perlu khawatir karena Mayu numpang wifi sama tetangganya dan Mayu akan bayar 50 ribu tiap bulannya.


Mayu seketika menegapkan tubuhnya begitu melihat ada penonton baru.


'Semoga penontonya bertahan dan tidak kabur lagi sebelum pesan barang, ya Allah.' batin Mayu.


"Hallo kakak APP yang ada di sana. Selamat malam dan selamat datang di toko Mayu." ujar Mayu berusaha seceria mungkin. Walau penontonnya hanya satu biji Mayu akan tetap promo semaksimal mungkin.


Mayu mulai menjelaskan barang dagangannya satu persatu dan mulai dari rak satu ke rak uang lain.


"Gimana kakak APP, apa sudah tertarik untuk memesan? Kualitas barangnya dijamin ok Kakak APP. Sangat adem saat dipakai. Apalagi ini barang yang di rak 2, ya Kak APP. Ini adalah barang best seller saya. Saya dan teman-teman saya saja, pakai yang ini kak APP, dan ini karetnya memang benar-benar awet, tahan sampai beberapa tahun. Ini tidak bohong Kak APP. Bohong itu dosa Kak APP hehe ...." ujar Mayu lagi menawarkan barangnya.


Tidak ada jawaban dari pemilik akun itu, jangankan untuk memesan barang, bertanya saja dia tidak ada sama sekali.

__ADS_1


Mayu kembali menatap layar ponselnya. Dia bingung harus berkata apalagi. Haruskan dia promo kembali dari awal?


Mayu yang belum ingin mengakhiri livenya kembali memperomosikan barangnya dari awal. Terserah orang itu mau beli atau tidak, yang penting Mayu sudah berusaha semaksimal mungkin.


"Untuk Kakak APP yang ada di sana, haruskah saya goyang dangdut dulu supaya mau jawab pertanyaan saya? Jangan diam terus dong Kakak, didiamkan itu rasanya sangat sakit loh, dan sakitnya itu sampai ke ulu hati." ujar Mayu lagi sedikit lebay.


Pemilik akun tetap saja tidak komentar apa-apa. Mayu sampai menggaruk kepalanya yang tidak tidak gatal.


Mayu refleks menghentikan garukannya saat penontonya tambah satu orang lagi. Mayu kembali promo dengan semangatnya. Semangat Mayu semakin membara begitu yang nonton tambah 1 lagi, jadi penoton Mayu ada 3. Hanya saja belum sampai 5 menit, penonton yang 2 kembali menghilang. Mayu sampai menghela nafas tapi Mayu memutuskan untuk tetap promo, dia masih ada satu penonton setia ini. Walau cuma satu tapi itu sangat berharga untuk Mayu saat ini, setidanya dia tidak seperti orang gila yang bicara sendirian tanpa ada yang menontonnya.


"Ok Kakak APP yang ada di sana, kalau mau pesan, silahkan dari sekarang saja ya Kakak. Tiga puluh menit lagi live saya akan berakhir." ujar Mayu. Ini bukan karena Mayu sudah menyerah tapi karena dia sudah live selama 1 jam setengah tapi hasilnya masih nihil. Biasanya juga kalau Mayu live jualan, sekitar 2 sampai 3 jam saja.


Sementara itu pemilik akun APP atau lebih tepatnya Alga Putra Pratama, hanya diam dan menatap kasihan pada Mayu. Dia benar-benar tidak tega melihat Mayu bicara sendirian dan itu tanpa membuahkan hasil apa-apa. Ditambah lagi penonton Mayu hanya dia yang bertahan.


"Gimana Rangga, apa orangnya sudah mau mengaku?" tanya Alga.


Rangga menggelengkan kepalanya.


"Enggak Al dan datanya juga data palsu. Hanya orang yang benar-benar ahli yang bisa menyelidiki pemilik akun ini. Apa lo mau kita bawa akun ini ke pihak yang berwajib saja? Ini jelas-jelas adalah perbuatan kejahatan dan kita sudah punya beberapa bukti." ujar Rangga.


Alga menarik nafas pelan.


"Tidak usah saja Ngga. Gue takut masalahnya akan semakin besar kalau kita melaporkan orang itu ke pihak yang berwajib. Lebih baik besok kita tanyakan pada Mayu saja, siapa tahu ada orang yang dia curigai." ujar Alga.


"Baiklah Al kalau lo maunya begitu. Terus itu Mayu, lo mau diamin saja Al? Seenggaknya pesanlah beberapa dagangannya Al, supaya dia tidak terlalu sedih. Lihat saja itu wajahnya, dia sedang berusaha keras agar terlihat ceria. Gue saja sangat kasihan padanya Al, tega banget itu orang yang sudah berbuat jahat padanya. Menurut gue dia benar-benar tidak punya hati. Tidak tahu kah dia kalau hidup Mayu itu sudah susah, sekarang malah dibuat tambah susah." ujar Rangga yang juga tidak tega pada Mayu.

__ADS_1


"Iya ini gue juga mau pesan beberapa barang, hanya saja gue bingung barangnya mau dipesan atas nama siapa dan mau dikirim ke mana?" ujar Alga apa adanya. Itu juga yang dipikirkan Alga dari tadi. Dia tidak mungkin membeli barang atas namanya dan dikirim ke alamat rumahnya. Alga jelas tidak mau, Mayu tahu siapa APP itu.


Rangga ikut berpikir.


"Ah Iya Al, kirim ke panti saja. Anak-anak panti pasti akan sangat membutuhkan barang-barang itu. Pesan atas nama ibu panti saja, biar besok gue yang akan menelepon ibu panti." ujar Rangga.


"Ide lo boleh juga baiklah gue pesan atas nama ibu panti saja." putus Alga.


"Mantap Al, dan berhubung ini buat anak panti pesannya lebih banyak untuk anak kecil saja Al, biar semuanya kebagian." saran Rangga.


"Iya gue tahu." ujar Alga dan mulai mengetik sesuatu di ponselnya.


Alga refleks tersenyum melihat Mayu tersenyum kemudian melompat kegirangan begitu Alga pesan kolor sebanyak 5 lusin.


"Ini serius, Kak APP serius mau pesan kolor 5 lusin?" tanya Mayu antusias dan seakan tidak percaya.


[Sangat serius. Kirim nomor rekening kamu, uangnya akan segera ditranfer!] ketik Alga.


"Baik Kakak APP, Mayu akan segera siapkan barangnya. Terima kasih ya Allah, terima kasih Kak APP hihi ...." ujar Mayu melompat kegirangan.


Perjuangan Mayu hari ini akhirnya berbuah manis juga. Tidak sia-sia Mayu terus bicara selama 2 jam, endingnya benar-benar membuat Mayu bahagia.


Alga masih terus tersenyum menatap Mayu. Dia suka melihat senyum itu, senyum yang diam-diam selalu dirindukannya.


'Teruslah tersenyum seperti itu Mayu! Kamu cantik saat tersenyum.' batin Alga.

__ADS_1


__ADS_2