Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Permintaan Maaf Diterima


__ADS_3

"By!" ujar Alex kembali melangkahkan kakinya dan langsung membawa Naura ke dalam pelukannya dan memeluk Naura erat.


"Maafkan aku By, aku benar-benar tidak sadar melakukan itu semua, aku sangat menyesal By." ujar Alex dalam pelukan kekasihnya.


Naura membalas pelukan kekasihnya dan mengangguk dalam pelukan Alex.


"Iya Mas, aku maafkan tapi awas saja kalau kalau Mas Alex melakukan hal yang sama. Aku tidak akan mau bertemu dengan Mas Alex lagi. Mas Alex juga harus berjanji kalau ada masalah apapun itu, harus cerita pada Naura. Aku juga ingin menjadi tempat Mas berbagi duka dan bukan berbagi suka saja." pinta Naura.


"Itu sudah pasti Sayang, setelah ini aku pasti akan cerita pada kamu apapun itu. Aku benar-benar tidak mau kehilangan kamu By, sehari tanpa kamu saja, aku kehilangan semangatku dan hidupku hampa tanpa kamu." ujar Alex mengeratkan pelukannya.


"Sama aku juga Mas." balas Naura.


Alex tersenyum lega mendengarnya. Alex kemudian melepas pelukannya dan mengecup dalam kening Naura. Dia kemudian menyatukan keningnya dan kening Naura.


"I love you By," ujar Alex mesra.


"I love you too Mas." balas Naura dan mereka sama-sama tersenyum. Mereka sama-sama merasa senang dan lega karena masalah mereka selesai juga dan tidak perlu berlarut-larut dalam kegalauan mereka.


Alex kemudian menarik pelan tangan Naura dan membawanya ke bibirnya.


Alex mengecup dalam tangan Naura. Sehari saja tidak bertemu Naura rasa rindunya begitu besar pada Naura.


"By!" panggil Alex pelan dan menatap dalam kekasihnya.


"Kenapa Mas?' tanya Naura.


"Kamu enggak ada keinginan menghapus jejak perempuan itu di bibirku?" tanya Alex dan langsung mendapat tatapan tidak suka dari Naura karena lagi-lagi dia teringat dengan kejadian semalam. Kejadian yang menyakiti hatinya.


"Enggak dan enggak ada lagi itu jatah kiss!" ujar Naura jutek dan kembali duduk di kursi rotannya. Gaya pacaran Naura dan Alex memang berbeda dengan Mayu, bagi mereka kiss bibir sudah biasa saja. Hanya saja mereka tidak pernah melakukan lebih dari itu dan itu karena permintaan David tentunya. David tidak mau apa yang dia alami terjadi pada anaknya dan beruntung Alex juga tidak mempermasalahkannya karena tujuan Alex memacari Naura bukan tempat melampiaskan n*fsunya, tapi karena cintanya tulus pada Naura dan dia sangat sabar menunggu sampai tiba waktunya. Toh tujuannya pacaran dengan Naura juga ingin menikahi Naura dan bukan sekedar pacaran saja.


"Kok gitu sih By, ayolah By, sekali saja!" pinta Alex dan ikut duduk di samping kekasihnya. Ini bukan karena dia mau modus pada Naura tapi dia memang benar-benar ingin menghapus jejak perempuan yang tidak dikenalnya itu. Alex juga tidak suka tubuhnya disentuh oleh sembarangan perempuan karena dia bukan tipekal laki-laki pengangut **** bebas. Prinsipnya tidak jauh beda dengan Alga.


"Modus saja!" Setu Naura dan tatapannya masih jutek.


"Aku tidak modus Sayang, aku serius, aku memang ingin menggapus jejak perempuan itu By. Aku enggak ingin teringat dengan kejadian memalukan itu lagi By. Aku maunya teringat dengan kamu saja." ujar Alex serius. Alex sudah melihat dari CCTV apa yang dia lakukan semalam dan itu enggak banget menurut Alex. Kalakuannya benar-benar sudah seperti setan m*sum.


Naura hanya diam, dia tidak bisa membohongi dirinya kalau dia mau menghapus jejak perempuan itu tapi di sisi yang lain, hatinya merasa sakit mengingat p*lecehan yang dilakukan Alex.


"Kamu enggak mau, ya By? Ya sudah aku tidak akan memaksa. Aku mengerti By, aku memang laki-laki yang tidak tahu diri, yang sudah dengan teganya me-"


Ucapan Alex seketika terhenti begtu Naura menyatukan bibir mereka dan mengecupnya dalam. Alex tentu saja tidak menyia-nyiakannya karena memang ini yang diinginkannya. Alex balas menyesap dalam bibir kekasihnya.


Naura mulai memejamkan matanya dan Alex menarik pelan dagu kekasihnya dan memperdalam tautan bibir kekasihnya. Naura juga tidak mau kalah dan Naura ingin menghapus semua perempuan itu.


Tanpa sadar Naura meneteskan air matanya karena lagi-lagi teringat dengan kejadian menyakitkan itu. Hanya saja Naura ingin melawannya karena Naura juga tidak bisa memungkiri kalau tubuhnya tidak membenci apa yang dilakukan Alex padanya. Alex adalah laki-laki yang sangat dicintainya dan seuatu saat nanti, Alex juga pasti akan melakukan itu padanya tapi dengan catatan status mereka sudah sah tentunya.


Alex bisa merasakan air mata Naura yang jatuh membasahi pipinya. Alex buru-buru melepaskan tautan bibir mereka dan membawa Naura ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Maaf Sayang, aku benar-benar minta maaf." ujar Alex merasa bersalah. Tidak seharusnya dia memaksa kekasihnya, walau begitu dia juga tidak sepenuhnya menyesal karena sudah berhasil menghapus jejak perempuan itu.


"Tidak apa-apa Mas. Mas tidak perlu minta maaf. Aku justru merasa senang karena sudah berhasil menghapus jejak wanita itu, tapi ingat ya Mas, jangan sampai itu terjadi lagi." seru Naura.


"Iya Sayang, aku juga tidak mau kalau hal itu sampai terjadi lagi karena tidak hanya hatiku ini yang selalu memanggil namamu, tapi bibirku ini juga hanya menginginkan bibir kamu." ujar Alex dan langsung mendapat pukulan dan Naura.


"Apaan sih Mas!" seru Naura.


"Aku jujur Sayang dan aku bukan orang yang munafik. Aku memang suka bibir kamu, rasanya sangat manis." ujar Alex lagi dan kembali mendapat pukulan dari Naura. Naura malu tapi dia juga tidak bisa memungkiri kalau dia juga suka saat Alex mengecup dalam bibirnya.


Sementara itu Mayu yang dari tadi menguping pembicaraan Naura dan Alex tampak menutup mulutnya begitu melihat adegan live itu. Biasanya adegan itu hanya dia lihat diayar kaca tapi kali ini secara nyata dan rasanya susah digambarkan dengan kata-kata.


Mayu sampai terkejut begitu mendengar ponselnya berbunyi. Mayu buru-buru mengambilnya dan segera pergi dari persembunyianya. Bisa mati gaya dia kalau ketahuan mengintip.


Alex dan Naura sama-sama menoleh begitu mendengar suara ponsel itu. Mereka kemudian saling menatap dan sama-sama tersenyum.


"Sepertinya Mayu melihat kita kiss Mas," ujar Naura dan Alex menanggapinya santai saja.


"Biarkan saja sayang, dia juga sudah dewasa ini dan dia juga pasti sudah sering melakukannya." ujar Alex santai saja. Kalau hanya Mayu yang melihat itu bukan masalah baginya kecuali kalau David atau Sindi.


Naura menggelengkan kepalanya.


"Mayu tidak pernah melakukan itu Mas," ujar Naura membuat Alex menatap tidak percaya padanya.


"Seriusan By, kok bisa? Alga normal kan?" ujar Alex seakan tidak percaya dan kembali mendapat pelukan dari Naura.


"Ya normal lah Mas, tapi itu memang kemauan Mayu dan kak Alga setuju saja." ujar Naura, apa adanya. Naura sangat tahu itu karena Mayu yang cerita padanya.


"Ya begitulah Mas. Mayu itu benar-benar menjaga dirinya. Dia juga tidak mau mengalami kejadian serupa dengan mendiang mamanya dan merutuku kak Alga itu memang sudah ditakdirkan untuknya, hingga dia dengan mudahnya menuruti keinginan Mayu. Secara ya kan, hari gini mana ada laki-laki yang kuat tanpa kiss bibir. Mas saja langsung nyosor waktu itu." ujar Naura


"Tapi kamu juga mau kan? Ketagihan lagi." goda Alex dan kembali mendapat pukulan dari Naura karena itu memang benar adanya.


***


Di gajebo halaman belakang Mayu yang mereka bicarakan tengah asik pacaran. Hanya saja Mayu tidak mungkin membuat tontonan live karana pacarannya juga via telepon saja.


"Gimana Naura dan Alex, apa mereka sudah baikan Ay?" tanya Alga.


"Iya sudah Kak, mereka juga sudah kiss-kissan, mana aku nonton lagi." cerita Mayu.


"Dan jangan bilang kamu jadi menginginkannya. Tahan ya Ay, tunggu aku pulang!" ujar Alga dan maklum saja dengan apa yang dilakukan Naura.


"Apaan sih Kak, bukan nunggu Kak Alga pulang, tapi tunggu sah dulu dong, gimana sih Kak Alga?" protes Mayu.


"Iya Ay iya dan aku pasti sabar kok, tinggal beberapa bulan ini saja." ujar Alga mantap dan langsung disambut senyum Mayu.


"Nah gitu dong."

__ADS_1


"Iya Ayang. Terus itu Naura dan Alex gimana keputusan mereka. Apa yang akan mereka lakukan untuk melawan sepupunya Alex itu?" tanya Alga lagi.


"Aku juga belum tahu Kak, aku belum ada bicara dengan mereka. Nanti deh aku tanyakan lagi, yang penting sekarang mereka udah baikan dan enggak perlu bergalau ria lagi."


"Benar juga dan berhubung masalah mereka sudah selesai, lebih baik kita bahas tentang kita saja."


"Nah itu lebih baik."


"Iya Ayang. Ah iya, soal fotografer untuk prewed kita nanti aku sudah menemukan orangnya. Aku juga sudah melihat hasil foto dan videonya dan hasilnya keren-keren sekali. Satu lagi yang terpenting dia keturunan Indo dan tahu banyak soal Indonesia. Jadi pasti lebih enak membicarakan soal konsepnya nanti." ujar Alga lagi.


"Bagus dong kalau begitu. Terus Kak Alga sudah ada bahas soal konsep dengan dia?"


"Belum Ay. Rencananya mau bahas konsep dengan kamu juga, jadi kamu juga bisa mengutarakan secara langsung konsep yang kamu inginkan. Mamangnya kamu inginnya konsep yang seperti apa Ay?"


"Untuk yang Di London, aku ngikut Kak Alga saja, aku pasti suka kalau Kak Alga suka." ujar Mayu mantap.


"Ya enggak bisa ngikut saja dong Ay karena aku juga enggak ada konsep sama sekali dan inginnya ngikut kamu saja." jujur Alga membuat Mayu tersenyum.


"Kita memang selalu sehati ya Kak," ujar Mayu.


"Namanya juga jodoh Ay, pasti sehati lah." ujar Alga dan kali ini mereka berdua saling tersenyum.


"Benar juga. Kalau begitu Kak Alga tanyakan dulu saja pada fotografernya. Dia sudah berpengalaman dan pastinya punya banyak foto yang bisa dijadikan bahan refrensi." ujar Mayu.


"Ok Ay, nanti aku tanyakan padanya dan aku akan kirimkan konsep yang aku suka pada kamu." putus Alga.


"Siap Kak Alga," ujar Mayu.


Mereka masih terus membahas soal persiapan pernikahan mereka. Walau ada jarak yang begitu jauh yang memisahkan mereka, tapi itu bukanlah menjadi halangan bagi mereka.


Sementara itu di dalam rumah, Naura dan Alex juga sedang berdiskusi masalah Frans.


Alex ingin sekali membalas apa yang dilakukan oleh sepupunya, sedangkan Naura tidak setuju dengan idenya. Naura sudah pernah di posisi itu dan ada ketakutan tersendiri dihatinya jika Alex dibalas bukannya tobat tapi malah semakin menjadi. Tentu Naura tidak ingin itu terjadi dan dia juga sangat berharap sekali Frans bisa berubah baik seperti halnya dia dan mommynya.


Alex tampak menghembuskan nafasnya dalam begitu Naura mengutarakan keinginannya yang ingin merubah Alex jadi lebih baik.


"Jujur By, aku juga ingin dia berubah jadi lebih baik, tapi itu kayaknya mustahil karena bukan sekali ini saja dia berbuat licik, dari kami kecil juga kami memang jarang sekali akur. Frans juga tidak pernah mau mengalah padaku, padahal dia itu lebih tua 2 tahun dariku. Selain itu dia juga selalu menginginkan milikiku entah itu mainan dan lain sebagainya. Bahkan gadis yang pernah naksir padaku saja direbut sama dia. Parahnya lagi tanteku, mamanya Frans selalu membela Frans. Mau Frans salah atau benar, dia selalu membela Frans. Harusnya kan tidak begitu, mamaku tidak begitu. Misal aku salah mamaku pasti menyalahkanku dan menyuruhku minta maaf." ujar Alex.


"Iya Mas aku mengerti karena aku juga sudah pernah di posisi mas Frans. Hanya saja tidak ada salahnya kita mencoba kan? Siapa tahu saja berhasil dan kalau pun tidak berhasil ya kita juga bisa berjaga-jaga." balas Naura.


"Benar juga ya By, baiklah aku setuju dengan kamu dan aku juga sangat berharap kamu tidak akan berubah pikiran setelah bertemu dengannya. Dia itu sangat menyebalkan By."


"Aku juga dulu tidak kalah menyebalkan Mas. Jangan-jangan kami jodoh lagi." ujar Naura menggoda kekasihnya dan langsung mendapat serangan dari Alex.


Alex mengecup dalam bibir kekasihnya.


"Berani By berkata seperti itu lagi, aku buat bibir By bengkak." ujar Alex.

__ADS_1


"Uu takut!" ujar Naura tapi ada senyum di wajahnya.


Alex juga ikut tersenyum. Dia sangat senang hubungannya dengan Naura sudah kembali seperti sebelumnya.


__ADS_2