
Acara demi acara terus berlangsung. Acara pernikahan Mayu dan Alga benar-benar meriah. Hampir semuanya tamu undangan mereka hadir dan mereka juga menyediakan hiburan yang meriah untuk para tamu undangan mereka.
Selain mengundang beberapa penyanyi papan atas ternama seperti Lyodra Ginting, Judika dan yang lainnya. Mayu dan Alga juga mengundang para makasiswa UI yang memiliki band dan itu sebagai ungkapan terima kasih mereka pada kampus tercinta mereka itu. Selain itu, ada jaga tari-tarian atau dance. Bahkan para bridesmaid dan groomsmen mereka menyiapkan satu tarian khusus untuk Alga dan Mayu. Pihak keluarga mereka bahkan dengan senang hati memberi sawerannya membuat Rangga dan yang lainnya tersenyum senang.
Alga dan Mayu benar-benar tidak bisa menyembunyikan senyum bahagia mereka. Semua berjalan sesuai dengan yang mereka rencanakan. Apalagi saat acara dansa dilangsungkan. Suasana romantis seketika terlihat begitu nyata.
Alga dan Mayu yang memang sudah belajar dansa khusus untuk hari pernikahan mereka, tampak berdansa dengan semangatnya dan jangan lupakan senyum bahagia yang tidak pernah hilang dari wajah mereka. Para tamu undangan bahkan ikutan bersorak untuk pengantin baru itu, beberapa bahkan ada yang mengambil video. Mereka seakan bisa ikut merasakan kebahagiaan pengantin baru itu. Sampai akhirnya Alga dan Mayu mengakhiri dansa mereka dengan dansa romantis.
Alga dan Mayu saling menatap penuh cinta, membuat para tamu undangan juga tanpa sadar tersenyum.
"Kiss Ay!" pinta Alga sambil menggerakkan badannya seiring dengan musiknya.
Mayu mengangguk dan mereka kemudian mendekatkan wajah mereka dengan perlahan.
Perlahan tapi pasti bibir mereka saling menempel.
"Suit ... suitt!" terdengar sorakan meriah dari para tamu undangan mereka. Mayu dan Alga hanya tersenyum saja mendengarnya.
Setelah selesai berdansa, Alga kemudian menyanyikan satu lagu spesial untuk istri tercintanya. Walau suara Alga terbilang pas-pasan tapi itu berhasil membuat Mayu tersenyum haru.
Mayu sampai merangkul erat neneknya dari samping dan nenek Iroh juga tersenyum haru melihat usaha cucu menantunya. Alga benar-benar mengerahkan semua kemampuannya di hari pernikahannya dan menjadikan Mayu ratu sesunguhnya di hari bahagianya.
Senyum Mayu mengembang saat Alga berjalan menghampirinya kemudian berlutut di depan Mayu dan mengulurkan tangannya.
Mayu tidak langsung menyambutnya. Mayu menoleh pada neneknya dan nenek Iroh mengangguk mantap.
Mayu tersenyum kemudian menyambut uluran tangan Alga.
Alga balas tersenyum dan membawa Mayu ke ke atas panggung. Mayu menemani suaminya bernyanyi dari atas panggung.
Selesai bernyanyi Alga dan Mayu kembali ke kursi penganti mereka dan menyalami tamu-tamu mereka. Tidak hanya orang tua Alga dan Mayu saja yang menemani mereka menyalami para tamu tapi sesekali Nenek Iroh juga ikut menemani dan itu karena permintaan Alga dan Mayu. Hanya saja nenek Iroh lebih sering turun dari kursi pelaminan dan itu karena dia tidak kuat berdiri terlalu lama.
***
"Ayo ... Ayo bagi yang merasa dirinya jomblo dan ingin segera bertemu dengan jodohnya. Silahkan berdiri di depan! Bagi yang janda atau duda juga silahkan saja! Sebentar lagi pengantin kita akan melemparkan bunga mereka." ujar MC.
Alga dan Mayu mengacungkan jempol mereka dan tampak senyum di wajah mereja melihat antusias teman-temannya. Teman mereka yang hadir memang cukup banyak. Teman-teman kuliah mereka dulu, beberapa teman SMA serta banyak juga karyawan Maga Wear yang memang kebanyakan masih muda.
"Wow yang butuh jodoh ternyata banyak sekali. Ini beneran semuanya masih pada sendiri ini?" ujar MCnya.
"Benar dong!" kompak mereka. Alga dan Mayu adalah yang pertama menikah diantara mereka tentu teman-temannya kebanyakan masih lajang.
"Bagus ... bagus." ujarnya dan kembali menghampiri Alga dan Mayu.
"Apa pengantinnya sudah siap?"
"Sudah." kompak Alga dan Mayu.
"Baiklah acara lempar bunganya akan segera kita laksanakan. Kedua pengantin dipersilahkan balik badan!" ujarnya lagi.
__ADS_1
Alga dan Mayu mengangguk dan sebelum balik badan mereka melambaikan tangan pada teman-teman mereka.
Suasana meriah kembali tercipta diantara mereka sementara para orang tua hanya senyum-senyum saja.
Mayu dan Alga saling menatap begitu mereka balik badan. Mereka juga memegang bersama bunga yang akan mereka lempar.
"Siap-siap ya! Kita tunggu dalam hitungan ke tiga maka bunganya akan dilempar. Satu, dua, ti-ga!" seru MC lagi.
Alga dan Mayu saling tersenyum kemudian melempar kuat bunga mereka ke belakang.
Rangga dan yang lainnya tampak mengangkat tangan dengan semangat dan berusaha mengambil bunga itu. Hingga akhirnya bunga itu berhasil diambil oleh 2 tangan. Pemilik kedua tangan itu ingin berebut tapi akhirnya saling tersenyum begitu sadar siapa dari pemilik tangan itu.
Frans pemilik tangan pertama memberikan bunganya pada Rani sang pemilik tangan kedua.
"Buat kamu saja!" ujar Frans.
"Enggak buat kamu saja!" balas Rani dan memberikan bunganya pada Frans.
"Siapa yang dapat bunganya, silahkan naik ke pelaminan!" seru MC lagi.
Frans dan Rani saling menatap dan mereka saling tersenyum.
"Bagaimana kalau maju berdua saja?" ujar Frans dan disambut anggukan dari Rani.
"Cie cie, bakal ada yang nyusul nih!" goda Alex senang. Dia senang sepupunya kini sudah menemukan tambatan hati dan yang bisa membawanya ke arah yang lebih baik lagi.
Frans hanya mengacungkan jempolnya membuat senyum Alex makin mengembang lagi.
Frans dan Rani tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Alga dan Mayu juga tersenyum melihatnya.
"Ya kami berdua adalah pasangan kekasih dan kami bisa bersama juga karena dikenalkan oleh Mayu." ujar Frans mantap.
"Wow ini berita bagus sekali. Ternyata pengantin kita tidak hanya sukses dalam meraih cintanya tapi sukses juga jadi mak comblang. Untuk kalian berdua, apa ada yang mau di sampaikan pada Mayu?" ujar MC lagi.
Baik Frans dan Rani sama-sama menganggukkan kepalanya.
"Saya mau mengucapkan terima kasih untuk Mayu. Terima kasih sudah mau berbagi pengalaman dengan saya dan selalu berbuat baik pada saya. Satu pinta saya tetaplah jadi orang baik. Terima kasih juga sudah mempertemukan saya dengan sosok seseorang yang bisa mengerti saya serta membuat hidup saya jauh lebih bahagia. Kamu memang wanita yang baik Mayu dan kamu pantas mendapat laki-laki terbaik dan itu adalah Alga. Kalian memang pasangan yang serasi. Di kesempatan ini juga saya mau mengucapkan selamat atas pernikahan kalian. Semoga pernikahan kalian langgeng selamanya, dilancarkan rejekinya dan secepatnya mendapat momongan. Satu lagi, semoga kehidupan rumah tangga kalian juga selalu dipenuhi kebahagiaan." ujar Frans kemudian memeluk Mayu juga Alga.
"Terima kasih Mas Frans, kapan nyusul?" seru Mayu dan langsung mendapat sorakan meriah dari teman-teman mereka.
"Lamar! Lamar!" kompak mereka dan mendapat acungan jempol dari Alga dan Mayu.
"Waduh teman-temannya minta dilamar itu. Pengantinnya apa mau ikutan juga?" ujar MC.
"Iya. Lamar! Lamar!" kompak Alga dan Mayu membuat Frans menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan Rani hanya tersenyum malu.
"Semuanya minta dilamar a-"
Ucapan MC terpotong begitu Frans sudah berlutut di depan Rani sambil mengangkat bunga yang mereka dapatkan. Frans sebenarnya tidak masalah kalau harus melamar Rani. Bahkan bisa dibilang, dia juga sudah pernah memikirkan itu. Hanya saja dia tidak membawa cincinnya dan kejadiannya begitu dadakan. Walau suasananya sangat mendukung tapi tetap saja lamarannya kurang afdol kalau tidak memakai cincin.
__ADS_1
Sorakan meriah kembali terdengar dan tidak hanya dari para lajang saja tapi dari para orang tua juga. Mereka ikut senang melihat anak muda yang sudah menemukan tambatan hatinya itu. Apalagi untuk Frans dan Rani sudah terbilang dewasa.
Orang tua Alex yang kebutulan sudah datang juga ikutan bertepuk tangan dan tersenyum senang. Senang mereka melihat keponakan mereka sudah menemukan gadis yang tepat untuknya. Frans dan Rani memang belum terlalu lama menjalin hubungan, tapi mereka bisa melihat perubahan Frans yang semakin baik setelah dia pacaran dengan Rani. Semangat kerjanya juga semakin bertambah. Setelah melihat itu semua tentu mereka juga memberi restunya.
"Wah sepertinya bakalan ada yang mau melamar nih, silahkan!" seru MC lagi sambil mendekatkan mikrofonnya pada Frans.
Frans tampak menelan ludahnya gugup. Inilah kalau belum ada persiapan sama sekali. Frans bingung harus memulai dari mana.
Frans kemudian menghembuskan nafas kasar. Dia harus bisa. Walau hanya kata sederhana yang terucap yang terpenting itu tulus dari dalam hatinya.
"Ra-!"
"Tunggu!" seru Tere tiba-tiba kemudian jalan cepat ke arah mereka.
Alga dan yang lainnya tampak menoleh padanya dan pikiran mereka langsung campur aduk terutama Alex dan Naura juga Frans dan Rani.
Rani kenal dengan Tere dan dia tahu Tere adalah tantenya Frans. Apa Tere ingin mencegah Frans yang ingin melamarnya? Pikiran yang sama juga dirasakan oleh Naura. Naura sampai menggenggam tangan Alex. Dia takut calon mertuanya menghalangi Frans yang ingin melamar Rani.
Sementara itu Tere sudah naik ke atas pelaminan. Dia tersenyum pada Frans juga Rani. Dia kemudian membuka salah satu cincinnya dan memberikannya pada Frans.
"Pakai ini, cincin ini untuk kamu! Anggap ini sebagai restu dari Tante dan keluarga kita untuk kalian berdua. Doa Tante menyertai kalian dan semoga kalian selalu bahagia." ujar Tere tulus membuat Frans tersenyum haru dan langsung memeluk erat tantenya. Tantenya memang sangat baik dan tidak pernah sekali pun membalas kejahatan yang pernah Frans perbuat.
Tidak hanya Frans yang merasa terharu tapi Mayu, Alex dan Naura juga. Mereka ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Frans dan Frans memang layak mendapat restu itu.
"Terima kasih banyak Tante dan maafkan Frans atas keegoisan Frans selama ini." ujar Frans.
"Iya sama-sama dan tidak ada yang perlu dimaafkan. Tante sangat memakluminya namanya juga masih labil dan kekanakan. Hanya saja kalau boleh Tante meminta, mulai saat ini cara berpikirnya harus lebih dewasa lagi dan tinggalkan semua perbuatan tidak baik kamu." pinta Tere.
"Iya Tante sekali lagi terima kasih Tante," ujar Frans mantap.
"Sama-sama. Sukses untuk kamu!" ujar Tere. Dia menepuk pelan lengan keponakannya dan mengusap sayang pipi Rani. Setelah itu dia kembali ke tempatnya semula.
Sembari jalan Tere bisa melihat kalau Alex dan Naura mengacungkan jempol kepadanya. Mereka ikut bangga dan bahagia atas apa yang dilakukan Tere.
Kembali ke Frans. Frans yang sebelumnya masih bingung kini sudah mantap hatinya. Cincin sudah ada di tangannya. Cincin berlian bermata satu yang terlihat simple tapi harganya tidak lah sesimple itu karena Tere sudah pasti pakai barang asli dan bukan imitasi. Hanya saja itu bukanlah apa-apa baginya bila dibandingkan dengan kebahagiaan keponakannya.
Frans kembali berlutut di depan Rani dan kali ini mengangkat cincinnya bukan lagi bunga.
"Rani!" ujar Frans lembut.
Rani mengangguk dan menatap penuh cinta pada kekasihnya.
"Kebersamaan kita memang belum terlalu lama tapi satu hal yang harus kamu tahu, dari awal aku melihat kamu, aku sudah tertarik pada kami dan alangkah senangnya hatiku begitu tahu kalau gadis yang ingin dikenalkan Mayu padaku adalah kamu. Sejak saat itu tiada hari tanpa memikirkan kamu dan aku juga berusaha lebih baik lagi agar layak untuk kamu. Aku sangat bahagia setiap kali berada dekat kamu dan aku lebih bahagia lagi begitu tahu kalau kamu juga punya rasa yang sama. Untuk itu aku ingin sekali meresmikan cinta kita. Rani Wijaya, maukah kamu hidup bersamaku dan menjadi ibu bagi anak-anakku? Rani Wijaya maukah kamu menikah denganku?" ujar Frans serius dan dengan jantung yang berdebar cepat. Sungguh dia cukup gugup mendengar jawaban dari Rani mengingat lamaran ini begitu tiba-tiba.
Rani menatap kekasihnya. Perasaannya sungguh campur aduk dan dia benar-benar tidak menangka akan dilamar secepat ini.
"Terima! Terima! Terima!" teriak Naura dan yang lainnya.
Alga dan Mayu juga ikutan, bahkan para keluarga dari Alga dan Mayu juga ikutan.
__ADS_1
"Terima! Terima!" kompak mereka membuat Rani tidak bisa menyembunyikan senyum harunya.