Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Rumah Alga


__ADS_3

Mayu buru-buru menurunkan kaca mobil Alga saat mereka akan melewati post satpam. Alga sampai menatap heran padanya tapi Mayu memilih cuek saja. Ini karena Mayu sedang menjalankan rencananya.


"Selamat malam Pak satpam," ujar Mayu ramah sambil memperlihatkan jelas wajahnya. Ini bukan maksud Mayu mau pamer, tapi supaya satpamnya kenal padanya. Agar lain kali saat Mayu datang, dia sudah dikenali dan diperbolehkan Masuk.


Tidak hanya Alga yang menatap heran padanya, satpamnya juga ikutan menatap heran. Tumbenan sekali ada tamu cantik yang sangat ramah pada satpam.


"Iya selamat malam juga." balas satpamnya tersenyum ramah.


"Salam kenal ya Pak, ini Mayu ya Pak, Mayu." ujar Mayu lagi tanpa ditanya dan sambil melambaikan tangannya.


Alga lagi-lagi menatap Mayu, dan tampak raut tidak suka di wajahnya. Alga bahkan sampai mempercepat jalan mobilnya.


"Jadi selera kamu satpam?" tanya Alga dengan nada juteknya. Alga benar-benar tidak suka melihat Mayu kecentilan pada satpam itu.


Mayu refleks menoleh padanya.


"Ya enggaklah Kak Alga. Selera Mayu itu enggak pandang profesi, yang penting pekerja keras, agamanya bagus, baik, sayang Mayu dan nenek Iroh juga terima Mayu apa adanya, itu saja. Tapi satpam yang jaga, ganteng juga ya Kak, boleh lah." ujar Mayu dengan santainya tidak sadar sama sekali dengan raut wajah Alga yang jelas-jelas menahan rasa kesalnya saat Mayu memuji itu satpam.


"Ganteng mana sama saya?" tanya Alga cepat.


"Ya ganteng Kak Alga lah. Mau dilihat dari lubang tikus sekali pun tetap ganteng Kak Alga, itu menurut Mayu ya." ujar Mayu tidak kalah cepatnya dan tanpa mikir.


Raut wajah Alga yang tadinya jutek seketika tersenyum. Dia tidak jadi kesal pada pada Mayu.


"Yakin, kamu tidak bohong kan?" tanya Alga lagi.


"Sangat yakin dong Kak. Bahkan untuk saat ini, menurut Mayu, laki-laki yang paling ganteng di dunia adalah Kak Alga. Bahkan bila dibandingkan dengan aa lee Minho sekali pun, tentu lebih ganteng Kak Alga. Kak Alga tahu kenapa?"


"Enggak, kenapa?" tanya Alga menatap pada Mayu.


"Ya karena yang ada di samping saya ya Kak Alga. Coba yang ada di samping saya aa lee Minho, tentu lebih ganteng dia lah." ujar Mayu tanpa dosa.


Tatapan Alga kembali kesal tapi masih ada senyumnya.


"Kamu ini!" serunya.


"Hehe ... pis Kak Alga ganteng. Ah iya Kak, katanya rumah Naura juga ada di perumahan sini, dimana rumahnya Kak?" tanya Mayu mulai menjalankan rencananya.


"Itu yang baru saja kita lewati," ujar Alga menoleh ke kiri.


Mayu refleks ikut menoleh ke kiri.


"Yang lantai 3 itu Kak, yang terlihat lebih mewah dan yang lebih besar dari rumah kiri kanannya?" tanya Mayu tanpa kedip. Rumah ayah kandungnya benar-benar mewah dan besar.


"Iya, rumahnya itu 3 rumah di jadikan 1 maka seperti itu lah hasilnya." jawab Alga tanpa ada rasa curiga sama sekali.

__ADS_1


"Pantas saja." ujar Mayu. Pikiran Mayu mulai jauh. Rumahnya saja sebesar itu dan pagarnya juga terbuat dari tembok dan itu lebih tinggi dari Mayu. Bagaimana cara Mayu untuk bisa masuk rumah besar itu? Pasti akan sangat sulit.


"Mayu! Hei Mayu, kenapa diam saja, ayo turun!" ujar Alga.


"Eh kita udah sampai ya Kak?" ujar Mayu baru sadar kalau Alga sudah mematikan mesin mobilnya.


"Iya sudah, ayo turun!"


"Iya Kak," ujar Mayu kemudian melepas sabuk pengamannya.


"Mayu tunggu! Ingat ya, jangan bersikap norak, harus tetap elegan. Jangan mau kalah dengan penampilan kamu yang elegan. Jangan perlihatkan muka sedih atau mau menangis kamu juga depan mami saya, karena kalau kamu memperlihatkannya, dia bukannya kasihan, tapi dia akan semakin menjadi mengatai kamu. Harus tetap bersikap tenang dan bila perlu harus terap tersenyum, sekali pun kamu mendengar kata-kata menyakitkan! Harus tetap tenang dan fokus juga." ujar Alga mengingatkan.


"Iya Kak, Mayu pasti akan ingat kata-kata Kak Alga." ujar Mayu mantap.


"Bagus, ayo kita turun!"


"Iya Kak."


Mayu dan Alga sama-sama turun dari mobil. Alga menutup cepat pintu mobilnya dan berlari kecil menghampiri Mayu.


Sedangkan Mayu, dia sampai terdiam begitu sadar dengan rumah mewah Alga. Kalau bukan karena Alga, mungkin menginjakkan kaki di terasnya saja Mayu tidak berani. Rumah Alga benar-benar jauh lebih mewah dari apa yang dipikirkannya. Pantas saja banyak perempuan yang ingin bersama Alga. Alga sekaya itu ternyata.


"Mayu ingat Mayu, bisa saja!" ujar Alga pelan lagi-lagi mengingatkan Mayu.


"Ah iya Kak." ujar Mayu berusaha fokos kembali meski sedikit sulit. Rumah Alga terlalu enak buat dipandang, jadi rasanya susah untuk bersikap cuek saja.


"Iya Kak." ujar Mayu langsung menegapkan badannya dan menatap lurus ke depan.


"Iya seperti itu, dan tetap pertahankan posisi seperti itu. Ingat kedatangan kamu ke sini sebagai kekasih saya, bukan pembantu atau pekerja rumah ini!" ujar Alga lagi-lagi mengingatkan.


"Iya Kak," ujar Mayu mantap.


"Good. Sini tangan kamu!" ujar Alga sambil memberikan lengannya.


Mayu menatap bingung.


"Untuk apa Kak?"


"Gandeng saya Mayu, ingat kamu itu kekasih saya!" ujar Alga dengan suara tertahan.


"Ah iya, Mayu sampai lupa. Perlu kiss juga enggak Kak?" tanya Mayu mulai bercanda seperti biasa dan langsung menggandeng tangan Alga.


"Enggak usah!" jawab Alga cepat tapi ada senyum di wajahnya.


"Ayo kita jalan!" ujar Alga lagi.

__ADS_1


"Iya Kak," nurut Mayu.


Dua anak manusia itu tampak melangkah dengan mesra dan terlihat seperti sepasang kekasih yang sesungguhnya bukan kekasih bayaran.


Deg deg deg


Baik jantung Alga dan Mayu sama-sama berdebar cepat. Alga berdebar menunggu reaksi maminya, sedangkan Mayu berdebar tanpa alasan yang tidak Mayu mengerti.


"Langsung masuk saja!" ujar Alga begitu mereka sampai di pintu dan pintu rumah Alga terbuka lebar.


"Iya Kak," nurut Mayu.


Alga membawa Mayu ke arah ruang tamu, tempat dimana kini orang tuanya berada. Mayu berusaha agar tetap fokus, meski matanya tergoda melirik isi rumah Alga yang semuanya serba mewah.


"Selamat malam semua," ujar Alga menyapa semua orang yang ada di ruang tamu.


"Selamat malam." jawab mereka dan menatap pada Alga dan Mayu.


Deg deg deg


Detak jantung Mayu semakin berdebar dengan cepatnya, dan ini bukan karena orang tua Alga, tapi karena sosok yang dikenalnya, yang belakangan ini sering menghiasi pikirannya dan siapa lagi kalau bukan David Antonius, ayah kandungnya.


Mayu yang semula berusaha fokus seketika tidak lagi bisa menguasai dirinya. Badannya juga tidak lagi tegap dan tatapannya langsung tertuju pada Davin Antonius. Mayu benar-benar tidak menyangka, dia kembali bertemu dengan papa kandungnya. Padahal Mayu sudah menyusun banyak rencana, tapi pada kenyataannya jalannya begitu dipermudah. Mayu sampai tidak bisa berkata-kata lagi, satu yang pasti dia sangat senang, akhirnya bisa melihat papanya dengan jarak dekat.


Sedangkan David Antonius hanya menatap bingung pada Mayu. David Antonius memang sudah biasa ditatap dengan pandangan tidak biasa oleh para gadis seusia Mayu, tapi pandangan Mayu terlihat berbeda dari yang lain dan tatapan mata itu mengingatkan David Antonis pada tatapan seseorang. Seseorang yang pernah singgah dalam hidupnya, dan yang selalu menatapnya penuh kerinduan.


Tidak hanya David yang menatap bingung, tapi Naura yang sedari tadi duduk di samping daddynya juga sampai menatap heran pada Mayu, dan Naura tidak suka melihat Mayu menatap daddynya dengan pandangan seperti itu.


Sementara Dira maminya Alga dan Sindi mommynya Naura menatap remeh pada Mayu. Hanya Pratama yang terlihat biasa saja. Pratama memang tidak pernah terlalu ikut campur urusan anaknya. Baginya yang penting anaknya tidak membuat ulah dan tetap rajin belajar, itu sudah cukup.


Melihat suasananya yang jadi diam, Alga segera mengambil tindakan.


"Mi, kenalkan ini Mayu pacarku. Sayang, beri salam pada Mami!" ujar Alga sengaja mengganti panggilannya.


Mayu yang semula sibuk memikirkan papa kandungnya, sampai refleks menatap Alga. Dia tidak salah dengarkan, Alga memanggilnya sayang? Haruskah dia panggil sayang Alga juga?


Jika Mayu refleks menatap Alga, David justru refleks menajamkan pengelihatannya pada Mayu.


'Apa benar pacar Alga namanya Mayu? Apa jangan-jangan nama panjangnya Mayuki?" batinnya.


Jantung David tiba-tiba berdebar dengan cepat dan menatap dalam Mayu. Jika diperhatikan lebih dalam. Dia dan pacar Alga memang ada kemiiripan dan yang paling mirip itu adalah warna kulit dan dagu belah mereka. Perasaan David tiba-tiba gelisah, dia jadi teringat dengan masa lalunya.


"Hallo Tante saya Mayu," ujar Mayu sebisa mungkin bersikap biasa dan mengulurkan tangannya pada Dira. Untuk saat ini Mayu mau fokus pada maminya Alga dulu. Mayu tidak mau membuat Alga kecewa.


"Iya," ujar Dira dan menyambut malas uluran tangan Mayu.

__ADS_1


"Wah, ternyata tangan kamu sangat kasar, bahkan lebih kasar dari tangan pembantu saya, tapi kenapa wajah kamu bisa mulus?" ujar Dira tak berperasaan.


Alga sampai menatap pada maminya. Inilah yang ditakutkannya. Baru juga Mayu datang, tapi maminya sudah mengeluarkan kata-kata hinaannya.


__ADS_2