Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
SIndi Mulai Sadar


__ADS_3

"David!" teriak Sindi begitu dia masuk rumah. Sindi melangkahkan cepat kakinya dan wajahnya terlihat sangat marah.


Davin yang baru sampai di meja makan hanya menoleh sekilas dan terlihat santai saja. Seingat David dia tidak ada melakukan kesalahan akhir-akhir ini kecuali makan siang bersama Mayu dan Naura. Menurut David itu bukan kesalahan. Jadi dia santai saja.


Sedangkan Naura yang baru sampai ruang makan buru-buru menghampiri daddynya begitu mendengar teriakan mommynya.


"Dad, Mommy kenapa teriak?" tanya Naura cepat.


"Mungkin mommy kamu lupa minum obatnya Naura." ujar David santai sambil membalikkan piring makannya.


"Ih Daddy, Naura serius Dad. Tega banget Daddy!" protes Naura tidak setuju dengan ucapan daddynya. Walau Naura akhir-akhir ini jarang menghabiskan waktu dengan mommynya tapi perkataan deddynya sungguh kejam sekali. Mommynya sangat sehat dan dia tidak perlu minum obat.


David hanya tersenyum tipis mendengar protesan anaknya.


"David!" teriak Sindi lagi begitu dia sampai di meja makan. Wajahnya sampai merah padam karena amarahnya.


David masih bersikap santai, beda halnya dengan Naura yang sangat bingung melihat amarah di wajah mommynya. Seumur hidupnya baru kali ini dia melihat Sindi semarah itu.


"David!" seru Sindi lagi dan berdiri di dekat David sambil berkacak pinggang. Nafasnya juga terdengar cepat dan tatapannya sangat marah pada David.


"Ada apa Sindi?" ujar David sangat santai dan hanya menatap Sindi sekilas saja.

__ADS_1


"Ada apa kamu bilang? Apa maksud kamu mau membelikan Mayu rumah seharga 5 miliyar hah? Aku tahu David, kamu punya banyak uang, tapi kamu enggak berhak membelikan Mayu rumah semahal itu. Lima milyar itu sangat banyak David. Apa masih kurang juga semua uang yang sudah kamu berikan padanya selama ini? Ingat David anak kamu itu enggak hanya Mayu saja tapi ada Naura juga. Naura saja tidak pernah kamu berikan uang sebanyak lima milyar. Jangankan 5 milyar, 1 milyar saja tidak pernah. Kamu itu jangan pilih kasih dong David! Lagian Naura adalah anak kamu yang sah secara hukum dan negara dan dialah yang paling berhak mendapatkan uang kamu!" marah Sindi.


David kembali melirik Sindi, jadi karena itu Sindi marah padanya. Sindi memang enggak pernah berubah, tanduknya langsung keluar kalau menyangkut uang. Untunglah Naura sudah berhasil diselamatkan.


David beralih menatap Naura. Naura yang sebelumnya terlihat bingung hanya hanya menggelengkan kepalanya karena dia sangat tahu uang 5 miliar yang dimaksud mommynya. Pasti Rahel sudah mengadu pada Dira dan Dira mengadu pada mommynya.


"David kenapa kamu diam saja, jawab David! Jangan sampai ya aku bakar semua uang kamu itu. Aku lebih baik uangnya dibakar saja dari pada diberikan pada anak tidak tahu diri itu." marah Sindi lagi.


"Silahkan saja kalau kamu mau bakar, maka kamu sendiri yang akan menyesal nantinya." ujat David akhirnya dan kembali menatap Sindi. Sikap David masih tetap santai seperti sebelumnya


"Enggak, aku enggak akan menyesal!" balas Dira.


"Yakin kamu? Sindi dengarkan aku baik-baik, aku sama sekali tidak pernah membeda-bedakan kedua anakku. Satu lagi Mayu juga cukup tahu diri anaknya, jangankan uang 5 milyar, kartu kredit pemberianku saja dia tolak mentah-mentah. Padahal kamu tahu sendiri, Naura dari dulu sudah aku bekali kartu kredit. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan pada Naura. Ada Naura juga yang jadi saksinya." ujar David menunjuk anak bungsunya.


"Daddy benar Mom, Mayu enggak mau menerima kartu kredit pemberian Daddy. Dia juga menolak uang bulanan dari Daddy, katanya penghasilannya sudah lebih dari cukup dan memang cukup, mengingat Mayu yang shoping saja enggak mengerti. Begitu juga dengan uang 5 milyar itu, memang benar Daddy mau membelikan rumah ruko seharga 5 milyar atau lebih, tapi itu untuk Naura dan Mayu, Mom. Kami mau buka usaha bersama. Selain itu Naura juga mau membuat produk kecantikan atau Maga beauty. Maga beauty itu, Naura yang akan jadi ownernya dan Mayu tentunya sangat siap membantu soal produksi, pemasaran dan yang lainnya. Harusnya Mommy berterima kasih pada Mayu dan bukannya malah marah-marah enggak jelas. Ingat Mom, berkat Mayu, Naura jadi tahu tujuan hidup Naura dan berkat Mayu juga hobby Naura jadi tersalurkan dengan baik. Coba kalau enggak ada Mayu, mungkin sampai detik ini kerjaan Naura hanya keluyuran enggak jelas dan jalan-jalan menghabiskan uang saja." jelas Naura membuat Sindi terdiam.


Dugaan Sindi ternyata salah besar.


Melihat mommy terdiam, Naura beralih menatap David dan David hanya memberi kode pada Naura supaya terus bicara, karena saat ini satu-satunya orang yang Sindi percaya hanya Naura anaknya.


"Satu lagi Mom, Mayu itu enggak ada salah apa-apa loh pada Mommy dan Mommy harusnya enggak membenci Mayu sebesar itu! Ok beberapa waktu lalu mungkin Mommy membenci Mayu, gara-gara dia merebut kak Alga dari Naura, tapi sekarang kan Naura sudah ikhlas dan Naura juga tidak lagi membenci Mayu karena Naura sadar kebahagiaan Kak Alga itu adalah bersama Mayu, begitu juga sebaliknya. Jika Naura saja sudah ikhlas lalu untuk apalagi Mommy membenci Mayu? Mommy juga enggak perlu lah ikut-ikutan tante Dira. Satu lagi yang terpenting nih Mom, dan Naura harap, Mommy pikirkan baik-baik apa yang Naura katakan kali ini." ujar Naura dan sengaja berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

__ADS_1


"Begini Mom, misalkan nih ya Mayu enggak jadi menikah dengan kak Alga, lalu dia dapat suami yang ekonomi pas-pasan, bukankah itu sangat bahaya untuk kita. Bagaimana kalau dia minta harta warisan yang banyak dan morotin uang keluarga kita? Lain cerita kalau Mayu dapat suami kak Alga. Kak Alga jelas enggak akan perduli sama harta kita karena hartanya lebih banyak. Selain itu baik Mayu atau kak Alga pasti akan dengan senang hati membantu Naura misalkan Naura butuh bantuan mareka. Sampai di sini Mommy harusnya paham, apa maksud Naura." jelas Naura lagi dan berusaha menjelaskan dengan kalimat yang bisa masuk di akal mommnya.


Sindi kembali menatap anaknya. Setelah dia pikirkan apa kata Naura, memang ada benarnya juga. Apa lagi untuk penjelasan Naura yang terakhir. Seenggaknya kalau Mayu menikah dengan Alga, hartanya tetap aman. Kenapa dia baru kepikiran itu sekarang? Harusnya dia membantu Alga dan Mayu untuk bisa bersatu, bukannya malah ikut-ikutan mendukung Rahel. Lagian kalau pun Rahel jadi dengan Alga, apa untungnya buat dia? Dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Rahel.


Sindi menarik nafas pelan. Wajah marahnya yang sebelumnya sempat singgah perlahan mulai memudar.


"Kamu benar Naura, mommy harusnya mendukung Mayu dan bukan mendukung Rahel, tapi kamu benaran sudah mengikhlaskan Alga pada Mayu?" ujar Sindi akhirnya bersuara juga.


"Iya Mom, Naura benar-benar sudah ikhlas kalau kak Alga memilih Mayu. Lagian Naura juga sudah sadar kalau apa yang Naura rasakan pada Kak Alga, bukan perasaan cinta yang tulus, tapi karena obsesi saja, dan itu jelas salah. Selain itu Naura juga belajar banyak dari Mayu, kalau sebagai perempuan itu, lebih baik dia yang lebih dicintai dari pada dia yang lebih mencintai. Naura juga ingin seperti Mayu, Naura mau Naura lebih dicintai sama pasangan Naura dan itu rasanya pasti lebih membahagiakan." ujar Naura lagi membuat Sindi menatap takjub pada Naura sekaligus merasa tersindir karena dia ada di posisi lebih mencintai saat itu. Hingga akhirnya dia rela melakukan apa saja demi mendapatkan David. Dan sedihnya tubuh David memang berhasil dia dapatkan tapi tidak dengan hatinya David.


"Kamu benar-benar sudah berubah Naura, kamu semakin dewasa cara berpikirnya. Mommy jadi merasa malu pada kamu." ujar Sindi lagi. Kali ini Sindi sudah sepantasnya berterima kasih pada Mayu karena berkat Mayu, anaknya akhirnya tidak terjerumus ke jalan yang salah, seperti apa yang dia lakukan.


"Tentu saja, dan lagi-lagi ini berkat Mayu loh Mom. Mayu itu benar-benar sudah mengajarkan banyak hal pada Naura dan Naura sangat senang punya kakak seperti Mayu. Naura juga semakin hari semakin sayang padanya. Makanya mommy juga jangan lagi benci pada Mayu ya Mom! ini demi Naura dan demi daddy juga. Naura dan Daddy pasti akan sangat senang, kalau Mommy bersikap baik pada Mayu." pinta Naura.


"Iya Naura, Mommy akan belajar menerima Mayu dan tidak lagi membenci Mayu." putus Sindi dan kali ini dia beneran serius.


"Beneran Mom? Ini Mommy tidak bohong kan?" tanya Naura antusias.


"Iya Naura beneran," jawab Sindi lagi membuat senyum Naura mengembang.


Sama halnya dengan David, dia juga senang mendengar keputusan Sindi.

__ADS_1


"Terima kasih Mom, Naura sayang Mommy." ujar Naura dan beralih memeluk Sindi.


"Iya Naura, Mommy juga sayang kamu." balas Sindi.


__ADS_2