
"Hikss ... hikss ...." Naura menangis dalam pelukan Mayu. Naura benar-benar merasa sedih dan kecewa pada Alex. Walau Alex belum tentu sepenuhnya bersalah, tapi tetap saja Naura merasa kecewa padanya. Harusnya Alex bisa menjaga dirinya.
Naura benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana kalau dia telat datang. Alex pasti sudah melakukan lebih dari apa yang dia lihat. Jika sampai itu terjadi maka tidak hanya Naura saja yang kecewa tapi orang tuanya juga pasti kecewa pada Alex, terutama David.
"Nau udah ya Nau, gue tahu lo kecewa. Gue juga sebenarnya kecewa tapi semua sudah terjadi dan waktu juga tidak mungkin bisa diputar kembali. Seenggak kita sudah berhasil membawa mas Alex pulang dan besok kita akan tanyakan dia, apa yang terjadi sebenarnya. Gue yakin banget pasti ada seseorang yang sengaja berbuat jahat padanya." ujar Mayu sambil mengusap punggung Naura.
Naura menggelengkan kepalanya.
"Enggak May, setelah apa yang dia lakukan pada gue. Untuk sementara ini gue enggak ingin bertemu dengannya. Gue belum siap May, gue benar-benar kecewa padanya, gue butuh waktu May. Perbuatanya sangat keterlaluan May." lirih Naura.
Untuk kali ini Naura tidak akan memaafkannya begitu saja. Perbuatan Alex sungguh keterlaluan dan Naura mau Alex merenungkan kesalahannya supaya dia tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Ini mumpung semuanya belum terlambat.
"Baiklah kalau lo inginnya begitu, gue juga tidak akan memaksa, dan gue juga berharap lo ambil waktu untuk berpikir dengan tenang. Gue enggak ingin lo salah dalam mengambil keputusan nantinya. Mas Alex memang salah, tapi sangat berhak mendapat maaf dari lo." ujar Mayu.
Mayu pastinya akan menghargai keputusan Naura karena ini adalah hidupnya Naura dan yang tahu baik buruknya Alex juga Naura.
"Iya May. Terima kasih lo selalu ada buat gue dan selalu berusaha jadi kakak yang baik buat gue."
"Iya sama-sama."
Sementara itu Alex yang mereka bicarakan tengah Rangga kurung di dalam kamar mandi sebuah penginapan. Rangga sampai setega itu karena Alex terus berkata panas dan dia bahkan sudah membuka pakaiannya. Rangga tentu saja tidak mau jadi bahan pelampiasan Alex, apa kata orang nanti. Bisa hancur masa depannya dan masa depan Alex. Lagian efek obat itu juga tidak akan sampai berhari-hari, paling hanya sampai 5 jam saja.
***
Pagi hari tiba, setelah mengantar Naura pulang, Mayu memutuskan mendatangi penginapan Alex. Mayu butuh penjelasan dari Alex dan ini sebagai bentuk rasa perdulinya pada adiknya.
Tok tok tok
Mayu mengetuk perlahan pintu penginapan itu.
"Sebentar!" ujar Rangga dan tidak lama setelah itu pintunya dibuka.
"Eh May, kamu sudah datang." ujar Rangga.
"Iya Kak. Ini Kak saya bawa bubur ayam, sarapan untuk Kak Rangga dan Mas Alex." ujar Mayu sambil memberikan sarapannya.
"Terima kasih May," ujar Rangga menerima sarapannya.
"Sama-sama Kak. Kak, apa Mas Alex sudah sadar?" tanya Mayu.
"Iya sudah May, dia sedang mandi. Sebaiknya kita tunggu dia di luar saja." ujar Rangga yang sangat tahu batasannya dalam memperlakukan Mayu dan dia tidak mungkin menyuruh Mayu masuk ke dalam kamarnya. Terlalu beresiko.
"Iya Kak," nurut Mayu kemudian duduk di kursi santai yang disediakan oleh pihak penginapan.
Rangga juga melakukan hal yang sama. Dia juga tidak lupa meletakkan sarapan yang dibawa Mayu dan mengeluarkan isinya.
"Apa Kak Rangga sudah ada bicara dengan dengan mas Alex?" tanya Mayu memulai pembicaraan mereka.
__ADS_1
Rangga menggelengkan kepalanya.
"Saya belum ada bicara dengan Alex. Setelah sadar Alex terlihat kesakitan dan wajahnya juga terlihat pucat. Mungkin itu efek dari mabuk semalam, saya jadi tidak tega padanya." ujar Rangga apa adanya.
Mayu tampak menghela nafas mendengarnya. Dia juga jadi kasihan pada Alex. Dari yang dia tahu, Alex memang suka minum tapi dia bukanlah tipekal laki-laki pemabuk. Hanya disaat-saat tertentu saja dia suka mabuk.
"May, saya sambil sarapan ya," ujar Rangga lagi.
"Silahkan saja Kak! Santai saja!" ujar Mayu.
Rangga mengangguk dan memakan sarapannya.
"May, apa Naura dan Alex memang ada masalah? Saya baru kali ini loh melihat Alex sekacau ini. Saya tahu apa yang dia lakukan semalam memang pengaruh obat dan minuman, tapi saya sangat yakin, Alex tidak akan sembarangan minum obat, apalagi sampai mabuk-mabukan kalau bukan karena ada masalah." ujar Rangga sambil memakan sarapannya.
"Dari cerita Naura sih tidak ada Kak. Kemungkinan mas Alex ada masalah di kantornya atau bisa jadi juga dia dijebak karena ada yang merasa iri padanya." jelas Mayu.
"Benar juga dan menurut saya kemungkin besar dia memang dijebak karena tidak mungkin saja rasanya dia sampai minum obat perangs*ang dengan dosis tinggi dan itu di club lagi. Itu kan sangat berbahaya. Belum lagi minumannya juga kadar alkoholnya sangat tinggi. Itu jelas-jelas hanya cari penyakit saja namanya." balas Rangga.
"Itu dia Kak, makanya Mayu juga semakin yakin kalau ada yang sengaja berbuat jahat padanya. Mayu kasihan padanya dan Mayu juga kasihan pada Naura. Mereka berdua hanya korban dari orang jahat itu."
Sementara itu Alex yang sedang mereka bicarakan keluar perlahan dari kamar mandi dan merebahkan tubuhnya kembali di sofa. Kepalanya sangat sakit dan matanya juga sangat berat. Dia juga belum bisa berpikir dengan jernih karena efek mabuknya yang belum sepenuhnya hilang.
Alex tidak tahan akhirnya memilih memejamkan matanya kembali.
***
"Ackh!" Alax lagi-lagi mengaduh kesakitan dan memegang kepalanya karena terasa sakit. Alex menatap sekelilingnya kembali. Dimana ini?
Alex mencoba mengingat-ingat.
"Ah Rangga!" serunya tiba-tiba begitu di sadar kalau dia sempat bicara dengan Rangga dan dalam hitungan detik di tiba-tiba melotot begitu teringat kalau dia sebelumnya pergi ke club bersama Frans sepupunya.
Jika dia pergi ke club bersama Frans lalu kenapa dia bisa bertemu dengan Rangga di tempat ini? Apa Rangga yang membawanya ke sini? Tapi bagaimana bisa itu terjadi? Rangga bukan sosok yang suka pergi ke club malam.
Alex sangat tahu seperti apa pergaulan Rangga. Rangga adalah anak yang baik dan sangat fokus mengengejar cita-citanya. Jangankan minum minuman beralkohol, merokok saja dia tidak mau, begitu juga dengan Yudha. Makanya tidak heran Alga juga ikut positif pergaluannya karena sahabat terdekatnya juga hanya kedua anak pembantunya itu.
"Aku harus bertemu dengan Rangga," gumam Alex kemudian bangun dari kasurnya. Alex benar-benar tidak ingat sediki pun atas apa yang dia lakukan pada Naura dan begitu juga dengan Mayu yang sampai menarik kasar rambutnya.
"Akhirnya lo bangun juga," ujar Yudha yang baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Alex sudah berdiri dari kasur.
Alex menoleh dan dia kembali bingung begitu melihat Yudha. Seingatnya Rangga yang sebelumnya sempat bicara dengannya, lalu kenapa sekarang jadi Yudha? Dia salah melihat atau bagaimana?
Alex memegangi kepalanya, rasa sakit di kepalanya kembali menyerang.
"Enggak usah bengong begitu. Sebaiknya lo sarapan dulu. Itu ada sarapan lo di atas meja. Ada air mineral juga. Sebaiknya lo minum yang banyak biar efek mabuknya cepat hilang!" suruh Yudha.
Berubung Alex tidak bangun juga, Rangga dan Mayu memilih pulang dan menyuruh Yudha gantian menjaganya.
__ADS_1
"I-iya," ujar Alex. Walau dia masih dilanda kebingungan tapi dia juga butuh makan.
Setelah minum Alex memakan perlahan sarapannya, sedangkan Yudha, dia memilih duduk di kasus sambil memainkan ponselnya. Dia mau mengabari Mayu kalau Alex sudah bangun.
Alex makan dalam diam dan Yudha juga tidak bicara apa-apa. Yudha tidak tahu seperti apa kejadiannya dan dia ditugaskan hanya untuk menjaga Alex saja.
Alex memutar badannya dan menatap Yudha begitu dia selesai sarapan. Alex merasa lebih baik setelah dia sarapan.
"Apa sudah enakan?" tanya Yudha perhatian.
"Iya Yud, terima kasih."
"Sama-sama. Apa kita sudah bisa pergi sekarang? Mayu ingin bicara dengan lo." ujar Yudha lagi membuat Alex tambah bingung. Kenapa Mayu ingin bicara dengannya?
Alex refleks menatap Yudha, jangan-jangan dia sempat melakukan sesuatu saat dia mabuk dan kehilangan kesadarannya?
"Jangan tatap gue seperti itu Alex! Gue tidak tahu apa-apa, yang gue tahu lo dibawa ke sini sama Mayu, Naura dan Rangga. Lo lagi dalam keadaan mabuk dan tegangan tinggi. Gue saja sampai bingung, apa yang merasuki lo, sampai-sampai lo mau minum obat per*ngsang?" ujar Yudha.
Alex lagi-lagi melotot dan kepalanya mau pecah rasanya. Naura melihatnya dalam keadaan mabuk juga tegangan tinggi. Ini benar-benar perbuatan yang sangat memalukan.
Alex lagi-lagi memegangi kealanya yang sakitnya semakin menjadi. Jangan-jangan Naura melihatnya melakukan sesuatu yang tidak pantas.
"Gue harus bertemu dengan Naura!" ujarnya tiba-tiba dan melangkah ke arah pintu. Dia harus bicara pada kekasihnya, Alex tidak mau Naura marah padanya. Alex sangat mencintai kekasinya dan dia tidak mau kehilangan Naura.
"Tunggu Alex, lo harus bertemu dengan Mayu terlebih dulu. Mayu mau bicara dengan lo. Saat ini Naura juga tidak mau bertemu dengan lo. Sepertinya dia sangat kecewa pada lo." jelas Yudha membuat Alex menarik kuat rambutnya. Sebenarnya apa yang sudah dia perbuat?
***
Mayu menatap Alex yang tengah menundukkan kepalanya. Saat ini mereka lagi di atap rumah Mayu.
"Mas, sebaiknya minum dulu kalau kepalanya memang masih sakit!" ujar Mayu. Ada perasaan tidak tega di hatinya melihat penampilan Alex yang terlihat sangat kacau pagi ini. Selama dia kanal Alex, baru kali ini dia melihat Alex sekacau ini.
Alex menggelengkan kepalanya dan menatap perlahan pada Mayu.
"Tidak Mayu, saya tidak butuh minum yang saya butuhkan hanya Naura. Sebenarnya apa yang terjadi tadi malam? Saya benar-benar tidak ingat sama sekali apa yang sudah saya lakukan." tanya Alex.
Mayu balas menatap Alex dan menari nafas pelan.
"Saya dan Naura juga tidak tahu apa yang terjadi Mas, yang saya tahu begitu Naura mendapat kabar kalau mas Alex pergi ke club, kami berdia langsung buru-buru datang ke sana. Kami juga sengaja minta bantuan kak Rangga. Begitu sampai club saya dan Naura benar-benar terkejut atas apa yang Mas Alex lakukan. Mas Alex sedang ber*umbu dengan seorang gadis. Mas Alex juga sedang mabuk berat dan kelakuannya itu sudah seperti setan m*sum. Mas Alex juga sempat menarik Naura dan melakukan hal tidak pantas pada Naura karena itu Naura sangat kecewa dan marah pada Mas Alex." cerita Mayu.
Alex lagi-lagi menundukkan kepalanya dan menggaruk kasar rambutnya. Apa yang sudah dialakukan? Pantas saja kekasihnya marah padanya dan tidak mau bertemu dengannya. Laki-laki macam apa dia yang tega-teganya mele*ehkan gadisnya sendiri. Naura pasti sangat kecewa padanya.
Mayu lagi-lagi menarik nafas pelan. Dia bisa melihat penyesalan pada diri Alex.
"Sebenarnya apa yang terjadi Mas, kenapa mas Alex bisa sampai mabuk dan minum obat p*rangsang itu? Mas tidak sengaja melakukannya kan Mas? Tolong jawab jujur Mas!" tanya Mayu.
Alex kembali mengangkat kepalanya dan menatap Mayu. Tentu saja dia tidak mungkin sengaja melakukan semua itu. Dia bukan laki-laki sebodoh itu.
__ADS_1