Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Alex Mabuk Berat


__ADS_3

"Mayu! Mayu!" panggil Naura terburu-buru.


"Sebentar Kak." ujar Mayu dan beralih pada Naura tanpa menutup sambungan teleponnya.


"Kenapa Nau?" tanya Mayu.


"Gawat Mayu! Ini benar-benar gawat!" ujar Naura dengan wajah paniknya.


"Gawat kenapa?" bingung Mayu.


"Nanti gue jelaskan, pokoknya sekarang lo temani gue dulu!" ujar Naura dan langsung menarik tangan Mayu tanpa persetujuan Mayu.


"I-iya Naura," ujar Mayu jadi ikutan panik.


"Cepat buka pintunya Mayu!" seru Naura lagi sambil mengambil kunci mobil Mayu.


"Iya Naura," ujar Mayu dan buru-buru membuka pintu garasi rumahnya.


Sementara itu Alga yang samar-samar mendengar pembicaraannya Mayu dan Naura, tampak bingung di wajahnya.


"Hallo Ay, Naura kenapa Ay?" seru Alga.


"Ay!" seru Alga lagi saat Mayu tidak kunjung menjawab panggilannya.


Alga jadi ikutan panik, ada apa dengan Naura? Sedangkan Naura, dia memutar cepat mobil Mayu dan tidak lupa juga membuka pintu mobil untuk Mayu.


"Nau sebentar, gue pamit dulu sama Nenek." seru Mayu dan Naura menganggukkan kepalanya.


Tidak perlu menunggu lama, Mayu kembali menghampiri Naura dan tidak lupa mengunci pintu rumahnya.


Begitu Mayu masuk mobil, Naura langsung tancap gas.


Mayu tidak langsung mengintrogasi Naura, meski dia sangat penasaran. Mayu memilih menyudahi pembicaraannya dengan Alga.


"Hallo Kak," ujar Mayu.


"Iya hallo Ay, Naura kenapa Ay?" tanya Alga cepat.


"Aku juga belum tahu ini Kak. Ini aku baru mau menanyakan dia. Kak, udahan dulu ya, nanti Mayu hubungi lagi kalau kami sudah pulang."


"Iya Ay, hati-hati. Misal terjadi sesuatu langsung hubungi Rangga atau Yudha saja!" suruh Alga.


"Iya Kak, bye Kak, love you."


"Love you too Ay."

__ADS_1


Mayu mematikan sambungan teleponnya dan beralih pada Naura yang sedang fokus pada setirannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi Nau?" tanya Mayu.


"Gue juga juga belum tahu pastinya May. Hanya saja karena mas Alex tak kunjung menghubungi gue dan saat gue hubungi pun dia tidak menjawab, gue coba tanyakan pada mbak Queen skretarisnya. Kata mbak Queen, mas Alex memang sempat lembur, tapi dia sudah pulang dari jam 9 yang lalu dan dia pulangnya sama mas Frans, sepupunya itu. Mbak Queen juga bilang kalau dua sempat mendengar Frans menyebut club A dan minum gitu. Makanya gue khawatir dia mengajak mas Alex mabuk dan merencanakan yang tidak-tidak padanya. Firasat gue enggak enak May." jelas Naura.


Mayu menatap Naura dan mengusap pelan lengan Naura. Dia juga merasakan hal yang sama. Dari yang Mayu tahu, Alex memang suka minum-minuman beralkohol sama dangan daddynya, dan dia juga tidak segampang itu Mabuk, tapi kalau misalkan sepupunya memasukkan sesuatu ke dalam minumannya bukankah itu sangat bahaya? Jika sudah menyangkut club, Mayu jadi sulit berpikir positif.


"Nau gue juga sama khawatirnya, tapi bagaimana kalau kita ajak kak Rangga juga buat jaga-jaga? Kita hanya cewek berdua dan gue takut saja mas Alex mabuk berat. Kita pasti kesulitan membawanya pulang." ujar Mayu yang sebenarnya mengkhawatirkan hal yang lainnya dan tidak hanya soal mabuk saja.


"Boleh May. Lo tolong telepon dia ya!" pinta Naura dan diangguki mantap Mayu.


Mayu merasa lega karena Rangga juga masih di rumah Lora. Dia belum pulang dari menghantar kekasihnya pulang, dan dari rumah Lora tidak begitu jauh ke club yang mereka tuju. Rangga juga dengan senang hati membantu mereka.


***


"Kita langsung masuk saja Nau, gue sudah kirim pesan pada kak Rangga dan dia juga sudah mau sampai katanya." ujar Mayu begitu mereka sampai.


Naura mengangguk dan mengulurkan tangannya padanya Mayu. Mereka berdua kemudian masuk club terburu-buru dan saling berpegangan tangan.


Naura benar-benar tidak bisa tenang dan hatinya semakin tidak karuan rasanya begitu melihat ramainya pungunjung club. Ada sudah mabuk berat dan ada juga yang sibuk bergoyang karena pengaruh obat.


Naura dan Mayu sama-sama mengeratkan pegangan mereka begitu melihat para laki-laki hidung belang yang menatap lapar pada mereka. Bahkan ada yang sengaja mencolek Mayu membuat Mayu merasa tidak nyaman. Hanya saja Mayu berusaha mengabaikan rasa tidak nyamannya karena yang terpenting saat ini adalah Alex.


"Mayu kita ke arah sofa saja!" seru Naura sekeras mungkin di telinga Mayu. Kerasnya suara musik membuat suaranya tidak terdengar.


Mayu sampai begidik ngeri begitu melihat sepasang laki-laki dan perempuan yang tengah melakukan c*uman panas di sofa. Tangan mereka juga sudah sudah kemana-mana. Benar-benar tidak tahu tempat menurut Mayu dan parahnya lagi, orang-orang sekitarnya juga cuek saja, seoalah hal itu memang sudah biasa saja bagi mereka.


Lain Mayu lain juga dengan Naura. Naura yang juga melihat apa yang dilihat Mayu membuat perasaannya semakin tidak tenang. Dia benar-benar takut Alex juga melakukan hal yang sama dan ketakutan Naura tampak terpampang dengan nyata. Langkah Naura seketika terhenti begitu melihat laki-laki yang sangat dia cintai dan yang sangat dia kenal tengah melakukan hal yang tidak pantas dan parahnya lagi apa yang dilakukan Alex lebih parah dari yang mereka lihat seblumnya, yang mana seorang perempuan sudah duduk di pangkuan dan menghadap padanya. Kancing baju Alex juga sudah terbuka banyak dan penampilan perempuan itu juga terlihat sangat acak-acakan.


Kedatangan Naura juga sana sekali tidak diperdulikan olehnya. Dia begitu asik dengan kegiatannya.


Naura tanpa sadar meneteskan air matanya, apa yang dia lihat terlalu menyakitkan untuknya.


Sementara itu Mayu yang melihat Naura terdiam ikut terdiam dan mengikuti arah pandang Naura.


Mata Mayu seketika melotot begitu melihat apa yang tersaji di depannya. Walau suasananya remang-remang, Mayu masih bisa mengenali laki-laki itu dan dia itu adalah Alex, kekasih Naura.


Lain dengan Naura lain juga dengan seseorang laki-laki yang sedang berdiri tidak jauh dari Alex. Tampak senyum penuh kemenangan terbit di wajah laki-laki itu. Sepertinya jalannya benar-benar dipermudah kali ini, tanpa perlu repot-repot memberi bukti perbuatan tidak benar Alex pada kekasihnya, tapi kekasihnya sendiri yang datang dan melihat secara langsung perbuatan tidak benar Alex. Dia benar-benar tidak sabar melihat Alex diputuskan. Dia juga tidak sabar melihat Alex hancur.


'Selamat menikmati kehancuran lo Alex.' batinnya kemudian pergi menjauh dari Alex. Dia juga harus secepatnya pergi karena tidak mau meninggalkan bukti. Dia harus cari aman.


Naura tampak tersentak begitu Mayu menarik kuat tangannya setelah Mayu sadar akan keterkejutannya.


"Jangan diam saja, ayo kita pisahkan mereka!" ujar Mayu yang tentunya tidak ingin mereka melakukan hal yang lebih jauh lagi. Walau Mayu juga ingin marah melihat apa yang Alex lakukan, tapi kali ini dia harus menahan amarahnya. Mayu harus tetap berpikir waras. Takutnya Alex sedang mabuk berat hingga tidak sadar dengan apa yang dia lakukan.

__ADS_1


"Iya," ujar Naura. Meski Naura tidak mendengar jelas apa yang Mayu katakan tapi dia juga ingin secepatnya menjauhkan perempuan itu dari tubuh kekasihnya.


Mayu dan Naura kemudian melangkah cepat mendekat sepasang anak muda itu dan tanpa bicara apa-apa Mayu dan Naura menarik kuat tubuh peremuan itu dari atas tubuh Alex hingga dia jatuh dari pangkuan Alex.


"Hei, jangan kurang ajar ya kalian!" marah perempuan itu.dan kembali berusaha naik kepangkuan Alex. Sedangkan Alex dia tidak bicara apa-apa. Tatapan matanya terlihat penuh ga*rah dan menatap penuh ha*rat pada perempuan itu. Dia bahkan tidak perduli dengan kehadiran Naura. Sepertinya Alex tengah mabuk berat dan sedang tegangan tinggi dan yang ingin dia lakukan saat ini hanya ingin melampiaskan ha*ratnya.


"Lepas dan jauh-jauh dari kekasih saya!" Naura balas marah dan berusaha menarik perempuan itu lagi. Mayu juga tidak tinggal diam saja. Dia mengerahkan semua kemampuanya untuk menarik perempuan itu jauh-jauh dari Alex. Tidak hanya Alex yang mabuk, tapi perempuan juga sama mbuk dan tapapannya juga tidak kalah berga*rahnya.


Mayu tampak lega saat dua berhasil menjauhkan perempuan itu, tapi beda halnya dengan Naura yang kini sudah berhasil ditarik Alex dan mendudukannya di pangkuannya


Pemberontakan dari Naura juga tidak diperdulikan oleh Alex dan jangan lupakan tenaganya yang lebih kuat dari Naura membuat Naura tidak bisa melepaskan dirinya dari Alex.


Naura kembali menangis saat dia dilec*hkan oleh Alex. Apalagi saat Alex meremas gunung kembarnya penuh naf*su dan berusaha men*iumnya kasar, membuat tangis Naura semakin pecah. Rasanya sangat sakit dilec*hkan oleh pacar sendiri.


Mayu yang melihat itu buru-buru menghampiri mereka. Mayu yang tidak suka melihat perbuatan tidak pantas Alex sampai menarik kuat rambut kepala Alex. Mayu tidak perduli kalau Alex sampai kesakitan, biarkan saja ini memang pantas untuk Alex, walau dia, melakukannya dalam keadaan tidak sadar.


"Ackh!" Alex tampak mengaduh kesalitan dan beralih ingin melepaskan tarikan Mayu, saat itulah Naura buru-buru menjauh dari Alex dan membantu Mayu melepaskan tangan Alex yang berusaha menariknya.


"Lepas saya!" seru Alex tidak jelas.


"Cepat! Layani saya! Saya butuh kamu! Ini sangat panas." seru Alex lagi dan tatapannya antar marah dan penuh dengan gai*rah. Naura dan Mayu sangat yakin kalau Alex diberi minuman obat perangs*ng yang banyak.


"Tarik lebih kuat lagi saja May, biar cepat sadar!" seru Naura yang tidak lagi punya rasa kasihan pada pacar. Naura masih sangat kesal juga kecewa atas apa yang Alex lakukan padanya dan Alex harus dapat pembalasan yang setimpal.


Mayu mengangkuk dan melakukan sesuai perintah Naura.


Terjadi adegan tarik menarik diantara mereka dan harus Mayu dan Naura akui tenaga Alex kalau tenaga Alex semakin kuat saja dan tidak mau mengalah sama sekali. Padahal tarikan Mayu itu sangat kuat, tapi apalah daya kalau naf*unya juga tidak kalah besarnya.


Mayu dan Naura sudah mulai kewalahan menghadapi tarikan Alex dan Naura juga hampir saja jatuh ke pangkuan Alex kembali. Untungnya Rangga datang dan langsung membantu Naura.


"Arght lepas!" seru Alex lagi dan berusaha melepaskan diri dari tarikan Rangga. Alex benar-benar tidak sadar apa yang menimpanya, yang jelas dia hanya butuh tempat pelampiasan na*sunya. Tubuhnya benar-benar panas.


"Kak ini gimana, kita tidak mungkin hanya menahannya saja, kita harus membawanya pulang!" seru Mayu dengan suara keras. Alex tak lagi bisa melawan karena gerakannya sudah dikuci oleh Rangga.


Rangga menatap wajah Alex. Benar kata Mayu, mau sampai kapan mereka menahan Alex? Mereka juga tidak mungkin membiarkan Alex di club, bisa-bisa dia mencari mangsa lain untuk melepaskan ga*rahnya.


"Kamu tahan tangannya!" suruh Rangga dan Nayu menurutinya.


Rangga kemudian melepaskan jaketnya dan dia terpaksa mengikat Alex agar tidak lagi memberontak.


***


Mayu, Naura dan Rangga tampak bernafas lega begitu mereka berhasil membawa Alex ke dalam mobil. Alex juga sudah mulai terlihat tenang meski mulutnya terus berucap kata-kata panas.


Mayu menatap kasihan pada Alex. Pasti Alex benar-benar tersiksa atas apa yang dialaminya. Tega sekali orang yang sudah memberinya obat perangs*ng itu.

__ADS_1


"Kita bawa mas Alex kemana Kak?" ujar Mayu kembali bingung dan mereka tidak mungkin membawa Alex pulang ke rumahnya atau ke rumah Alex sendiri.


__ADS_2