
"Kami pergi dulu ya May dan doakan saja semoga usaha kami berhasil." ujar Naura pamitan pada Mayu.
Malam ini Naura dan Alex akan menghadiri acara keluarga besar Alex untuk pertama kalinya. Naura memang sudah kenal dekat orang tua Alex dan Naura juga beberapa kali datang ke rumah Alex, hanya saja Naura jarang ikut di acara keluarga Alex dan itu karena ke kesibukannya. Baru akhir-akhir ini saja Naura mulai santai dan itu karena kuliahnya sudah selesai dan tinggal menunggu wisudanya saja.
Walau Naura belum pernah kumpul di acara keluarga besar Alex, tapi hampir semua keluarga Alex sudah tahu Alex pacaran dengannya dan itu karena calon mertuanya tentunya. Calon mertuanya yang selalu bangga menceritakan tentang dia pada keluarganya.
"Itu sudah pasti Naura dan semoga semuanya berjalan lancar. Kalian hati-hati!" ujar Mayu.
"Iya May,"
"Kami pergi May," ujar Alex.
"Iya Mas dan pastikan Naura kembali ke rumah dan keadaan tidak kurang suatu apapun!"
"Beres, kamu enggak perlu khawatir soal itu. Assalamualaikum,"
"Waalaikumsakam," balas Mayu.
Mayu masih menatap Naura dan Alex hingga mereka masuk mobil. Tanpa sadar Mayu tersenyum melihat sikap romantis Alex dan yang tidak pernah lupa membukakan pintu mobil untuk kekasihnya. Mayu jadi teringat pada kekasihnya dan sedang apakah dia gerangan?
Sementara itu Alex sudah menjalankan mobilnya. Perlahan tapi pasti mobil itu semakin jauh meninggalkan rumah Mayu.
"Apa kamu deg-degan By?" tanya Alex melirik sebentar pada kekasihnya dan kembali fokus pada setirannya.
Naura menggelengkan kepalanya.
"Kenapa aku deg-degan? Justru aku senang bisa pergi sama Mas Alex." ujar Naura balas bertanya.
"Aku tahu By, tapi kan ini pertama kalinya kamu ikut di acara keluarga besarku. Keluarga besarku itu sangat ramai loh By, lebih ramai dari keluarga besar kamu atau keluarga besar Alga." ujar Alex. Walau Naura belum pernah ikut acara keluarga besarnya tapi Alex sudah sering ikut acara keluarga besar Naura, tidak hanya itu, di acara keluarga besar Alga juga dia sering ikut karena hubungan orang tua Naura dan Alga memang sudah seperti keluarga.
"Seramai apa?" tanya Naura.
"Ramai banget lah pokoknya. Ayahku itu 7 bersaudara loh 3 cowok dan cewek, Papa itu anak nomor 4. Sepupuku ada 15 orang tambah satu mbakku dan satu adik cewekku. Belum lagi para keponakan. Keponakanku memang baru satu tapi keponakan dari sepupuku yang lain ada 9 dan itu pasti akan bertambah lagi. Belum lagi dari keluarga Bunda. Bunda juga 6 bersaudara dan sepupuku juga banyak dari keluarga Bunda. Hanya saja dari keluarga Bunda itu jarang ada acara keluarga kecuali kalau ada nikahan atau lebaran saja. Keluarga bunda tidak sesukses keluarga ayah." jelas Alex.
"Berarti ramai banget dong ya Mas, seru pastinya. Aku jadi enggak sabar ingin bertemu dengan mereka." ujar Naura antusias.
"Yakin enggak sabar? Jangan sampai nanti nyesal loh. Aku tidak bermaksud menjelekkan keluargaku tapi yang namanya banyak orang itu pasti bermacam-macam juga pemikirannya, dan pastinya ada yang baik dan ada yang julit juga. Apalagi mbaknya Frans tuh, julitnya bukan main dan suka meninggi lagi, tapi enggak semuanya kok, dan bisa dibilang lebih banyak yang baiknya. Apalagi aunty bontotku, dia sangat baik dan ramah orangnya." jelas Alex lagi.
"Dijamin tidak akan nyesal Mas. Lagian aku tidak masalah menghadapi orang julit, karena aku juga mantan si julit dan si sombong." ujar Naura dengan bangganya membuat Alex menggelengkan kepalanya.
"Dan kamu bangga gitu pernah jadi orang julit dan sombong?"
"Bisa iya bisa enggak dong Mas, tapi lebih banyak bangganya sih hehe ...." ujar Naura dan diakhiri dengan tawa kecilnya membuat Alex kembali menggelengkan kepalanya. Ada-ada saja memang ini kekasihnya, tapi Alex juga tidak bisa membohongi dirinya kalau dia bangga pada Naura. Naura yang akhirnya bisa berubah lebih baik lagi setelah memiliki seorang kakak.
***
Alex mematikan mesin mobilnya begitu mereka sampai di rumah tante tuanya. Rumahnya sama mewahnya dengan rumah Alga, kerena bisa dibilang dari keluarga papanya Alex, kakak tertuanya lah yang paling sukses. Dia menikah dengan anak pengusaha properti kaya raya dan suaminya adalah pewaris utamanya sama seperti Alga.
__ADS_1
Alex turun dari mobilnya terlebih dulu dan tidak lupa membukakan pintu untuk kekasihnya.
"Ayo!" ujar Alex sambil mengulurkan tangannya pada Naura.
Naura mengangguk dan menyambut hangat uluran tangan kekasihnya.
Mereka kemudian melangkah bersama ke rumah mewah itu. Naura cukup maklum begitu mereka melewati mobil banyak mewah. Naura sudah tidak heran, namanya juga orang kaya.
"Yakin ini, kamu tidak gugup?" tanya Alex lagi memastikan kekasihnya.
Naura menoleh.
"Sedikit gugup sih Mas?" ujar Naura akhirnya mengakuinya juga. Biar bagaimana pun ini pertama kalinya Naura bertemu dengan keluarga besar suaminya, wajar saja kalau dia ada perasaan gugup.
Alex tersenyum tipis mendengar kejujuran kekasihnya.
"Genggam erat tanganku By kalau kamu merasa gugup dan kamu juga harus selalu mengingat kalau aku sangat mencintai kamu." ujar Alex membuat Naura tersenyum.
"Apaan sih Mas?"
Alex hanya balas tersenyum dan jangan lupakan tangannya yang semakin menggenggam erat tangan Naura. Alex tentunya ingin kekasihnya tetap merasa nyaman berada di tengah-tengah keluarganya karena mereka semua kelak akan jadi keluarga Naura juga.
Naura dan Alex refleks saling menatap begitu mereka mendengar suara ribut dan itu mayoritas suara anak kecil.
Naura tanpa sadar semakin mengeratkan genggamannya begitu rasa gugup itu semakin menyerang. Dia benar-benar penasaran seperti apa sambutan keluarga besar Alex. Apakah sehangat sambutan orang tua Alex dulu atau mereka cuek saja?
Hampir semua orang di rumah itu menoleh.
"Waalaikumsalam," kompak mereka.
Naura bisa melihat raut wajah mereka berbeda-beda menyambut kedatangannya. Ada yang tersenyum hangat, ada cuek saja bahkan ada yang jutek dan ada juga yang terkejut. Frans adalah orang yang paling terkejut melihat kedatangan Alex bersama Naura. Walau Alex belum pernah mengenalkan Naura padanya, tapi Frans sangat tahu Naura.
"Bagaimana mungkin mereka masih bersama setelah apa yang terjadi di malam itu?" monolog Frans. Setahu Frans, Naura adalah cewek baik-baik dan berkelas. Cewek baik-baik dan berkelas itu, pastinya tidak akan mau menerima cowoknya yang hampir melakukan hubungan se*sual dengan perempuan lain. Itu ceweknya bodoh atau gimana?
Jangankan Naura yang anak CEO, mantan Frans yang hanya anak manager saja, langsung minta putus begitu dia memergoki Frans bermesraan dengan cewek di club malam.
Frans tidak bisa terima ini, apa yang terlihat di depan matanya sangat jauh dengan apa yang sudah dibayangkannya.
Sedangkan Alex, dia sudah tersenyum lebar pada keluarganya, akhirnya setelah sekian lama dia bisa memamerikan kekasihnya pada keluarga besarnya. Alex juga tidak perlu lagi menerima pertanyaan yang membuat kupingnya panas.
"Alex, akhirnya kamu datang juga, sini kamu!" ujar tante tua Alex.
"Iya Tante," ujar Alex salim pada omnya dan tidak lupa juga mengenalkan Naura. Naura juga ikut salim pada mereka satu persatu termasuk orang tua Alex. Tere bundanya Alex bahkan memberi pelukan hangat pada calon menantunya. Dia meresa senang Alex akhirnya mengajak calon menantunya.
Naura yang sebelumnya sempat gugup seketika gugupnya hilang karena sambutan hangat mereka, walau ada satu dua yang menatap jutek padanya terutama Frans dan mamanya.
"Jadi ini calon Alex yang kalian bangga-banggakan itu, perasaan biasa saja. Wajahnya juga sangat pasaran." ujar Mawar ibunya Frans.
__ADS_1
Naura yang baru saja duduk seketika menoleh padanya dan Alex juga langsung memberikan tatapan tidak sukanya. Baru juga duduk sudah beraksi saja itu tantenya. Menjengkelkan sekali, enggak jauh beda dengan anaknya.
"Ya ampun Mawar, ini Naura baru duduk loh, bukannya ditawari minum dulu malah langsung disuguhkan dengan kata-kata tidak baik." tegur tante kedua Alex. Walau dia bukan tuan rumah tapi dia tidak ingin saja tamu mereka jadi tidak nyaman karena ulah adik iparnya. Terlebih lagi udah dari lama dia ingin bertemu dengan calon istri keponakannya yang katanya punya bisnis Maga Beauty.
"Tahu ini mbak Mawar, kata-katanya persis seperti namanya, berduri." ujar tante bontot Alex dan seketika membuahkan tawa di ruangan itu. Walau tantenya Alex yang satu itu sangat julit, para om dan tante Alex biasa saja dan maklum saja, karena tidak bisa dipungkiri juga berkat orang-orang seperti dia, kehidupan keluarga mereka jadi lebih berwarna.
Naura juga diam-diam tersenyum dan merasa lucu dengan keluarga Alex. Ternyata keluarga Alex tidak sekaku yang dibayangkannya.
"Naura, kamu jangan kaget ya Naura, di keluarga ini memang sudah biasa seperti ini dan ini adalah obat bagi kami jika sudah lelah bekerja." ujar Ahmad papanya Alex.
"Iya Om, tidak apa-apa Naura sangat mengerti." ujar Naura apa adanya.
"Yakin mengerti, tapi kenapa itu raut wajahnya terlihat terpaksa sekali?" ujar Melati tante keempat Alex.
"Melati kamu ini ya, ikut-ikutan si Mawar saja, kalian memang cocok jadi saudara kembar." tegur tante pertama Alex dan lagi-lagi membuahkan tawa di ruangan itu.
"Udah ... kasihan Naura. Dia bisa jadi tidak nyaman gara-gara kita. Naura apa yang mereka katakan jangan diambil hati! Mereka memang suka bercanda." ujar Om tertua Alex, suami dari tante tuanya.
"Enggak apa-apa Om. Naura sudah biasa, di lingkungan kerja Naura juga sudah biasa seperti ini." ujar Naura apa adanya dan jujur saja walau baru sebentar bersama mereka, Naura merasa nyaman.
"Baguslah kalau begitu. Ah iya gimana kabar orang tua kamu, apa mereka baik?"
"Sangat baik Om. Om kenal pada orang tua saya?" tanya Naura.
"Kenal Naura. Hanya saja Om tidak begitu dekat dengannya. Om lebih dekat dengan Pratama tapi itu dulu saat Om masih aktif mengurus perusahaan Om. Dan Om benar-benar tidak menyangka akan besanan dengan bagian keluarga pratama. Pintar memang ini Alex cari jodohnya." ujarnya lagi membuat Naura dan Alex diam-diam tersenyum senang. Senang mereka dapat dukungan dari om tertua Alex.
Sangat berbeda dengan Frans yang diam-diam makin kesal mendengarnya. Dia benar-benar tidak suka mendengar om tertuanya memberi pujian pada Alex karena tidak bisa dipungkiri, selain om tertuanya paling sukses diantara mereka. Dia juga sangat disegani.
"Iya dong Om, Alex gitu. Berarti ini calonnya Alex bukan biasa saja kan Om dan bukan pasaran juga." ujar Alex sengaja biar itu tantenya tidak seenaknya saja bicara soal kekasihnya.
"Tentu saja tidak biasa. Apa lagi Naura juga sudah punya bisnis sendiri kan katanya?" ujarnya lagi.
"Iya Om sudah, namanya Maga Beauty masih satu perusahaan dengan Maga Wear." jawab Naura.
"Nah bagus itu. Udah cocok memang sama Alex. Om yakin jika kalian bersatu, di masa depan kalian pasti bisa membuat bisnis lebih hebat lagi." ujarnya kemudian beralih pada Frans.
"Ini nih Frans yang harus kamu contoh dari sepupu kamu. Kalau cari pasangan itu yang benar, yang sama-sama ingin sukses bersama. Bukan yang ingin menghabiskan uang kamu saja. Percuma dia cantik kalau hanya bawa pengaruh buruk saja pada kamu. Tidak hanya pergaulan kamu yang semakin tidak benar, tapi kenerja kamu juga semakin menurun." ujarnya lagi.
"Gimana tidak semakin menurun Mas, kalian tidak memberinya kesempatan. Harusnya Frans loh yang CEO utama tapi kenapa kalian malah memilih Alex. Ini benar-benar tidak adil buat Frans. Kalian semua pilih kasih." ujar Mawar yang tidak akan terima anaknya disalahkan.
"Kami bukan pilih kasih Mawar. Kami sayang Frans dan sayang Alex. Mereka berdua adalah kandidat terbaik di keluarga kita, tapi alasan kami memilih Alex, itu karena Alex lebih bertanggung jawab. Selain itu dia juga sudah mau menikah, yang mana dia pastinya akan lebih bertanggung jawab lagi. Sedangkan Frans, hari-harinya hanya dia habiskan di club malam. Belum lagi dia yang suka gonta ganti cewek, dan yang lebih parahnya lagi, dia bahkan pernah memacari sekretarisnya sendiri. Itu bukan calon peminpin yang baik Mawar." ujar Om kedua Alex.
"Namanya juga masih anak muda, wajar kan kalau dia gonta ganti cewek. Frans tentu ingin mencari yang terbaik untuknya. Kalian semua kayak enggak pernah muda saja. Lagian selama kinerja Frans masih bagus, tidak sepantasnya kalian mencari-cari kesalahannya." ujar Mawar lagi.
"Kami tidak mencari-cari kesalahannya Mawar. Hanya saja kalau ada yang lebih pantas dari dia, ya jangan salahkan kami kalau kami memilih yang lebih pantas karena baik itu Alex atau Frans memiliki kesempatan yang sama. Lagian kalau pun posisi Frans harus di bawah Alex, bukanlah suatu masalah. Aku juga dari dulu selalu di bawah Ahmad, begitu juga dengan Toni suami kamu, tapi kami tidak pernah mempermasalahkannya karena tujuan kami sama dan itu memajukan perusahaan." ujar Om kedua Alex lagi.
"Alasan saja, bilang saja karena kalian memang lebih sayang Alex dari pada anak saya." ujarnya lagi membuat para om Alex menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1