
"Daddy sudah bisa ceritakan semuanya, Mayu siap mendengarkannya Dad." ujar Mayu mantap.
David menganggukkan kepalanya.
"Jadi begini Mayu, Daddy bertemu dengan mendiang Marisa ibu kamu, saat bekerja sebagai manager di perusahaan Pratama. Dia berhasil menarik perhatian Daddy dari pertama kali kami bertemu. Daddy yang tidak bisa menahan perasaan Daddy akhirnya menyuruh seseorang untuk mencari tahu soal dia. Setelah Daddy tahu semua tentang dia, dan ternyata dia masih sendirian, Daddy langsung melakukan pendekatan dengannya. Masa pendekatan kami cukup singkat dan itu hanya 2 minggu saja. Setelah itu kami jadian. Awalnya hubungan kami baik-baik saja dan kami juga sangat bahagia, tapi sejak pertemuan Daddy dengan Sindi di ulang tahun perusahaan, keadaan mulai berubah dan itu karena Sindi suka sama Daddy dan dia gencar sekali mendekati Daddy. Ditambah lagi mbak Dira juga sangat mendukungnya." ujar David kemudian berhenti untuk sejenak.
Mayu tetap diam, tapi dalam hatinya cukup senang mendengarnya. Ternyata ibunya bukanlah seorang pelakor.
"Suatu hari Sindi mengatakan perasaannya pada Daddy. Daddy ingin menolaknya, tapi karena Daddy tidak ingin posisi Daddy sebagai manager terancam, Daddy terpaksa menerimanya. Jadilah saat ini Daddy pacaran dengan 2 orang sekaligus. Walau begitu cinta Daddy hanya untuk Marisa. Suatu hari Sindi tahu kalau Daddy habis pergi liburan dengan Marisa. Saat itu Sindi sangat marah, dan minta Daddy memutuskan Marisa. Daddy tidak mau, justru Daddy meminta supaya Sindi saja yang menyerah, karena sebenarnya Sindi lah yang jadi orang ketiga, dalam hubungan kami. Sindi tidak terima. Dia tidak mau putus dengan Daddy. Hingga suatu malam, Sindi menjebak Daddy, Sindi memasukkan obat perangs*ng dalam minuman Daddy. Hingga terjadilah malam panas antara kami." ujar David dan kembali berhenti untuk sejenak. Dia kembali teringat dengan kebodohannya di masa lalu.
"Sejak saat itu, Sindi meminta Daddy untuk menikahinya. Dia bahkan menawarkan Daddy akan diangkat menjadi direktur jika Daddy mau menikahinya, tapi kalau Daddy tidak mau menikahinya makan video panas kami akan disebarkan di web perusahaan. Jika itu disebarkan otomatis posisi Daddy sebagai manager akan terancam. Untuk saat itu Daddy tidak ingin kehilangan karir Daddy. Daddy akhirnya memutuskan ingin mengakhiri hubungan Daddy dengan Marisa saja. Saat Daddy ingin mengakhiri hubungan Daddy dengan Marisa, Marisa justru mengatakan kalau dia sedang hamil. Daddy kembali galau berat saat itu. Daddy benar-benar bingung harus memilih karir atau Marisa karena Daddy tidak ingin kehilangan anak Daddy juga Marisa." ujar David dan kembali berhenti bercerita.
David sampai menghembuskan nafas cepat karena teringat dengan Marisa. David benar-benar merasa bersalah padanya.
Mayu tetap memilih diam.
"Selama beberapa hari Daddy memikirkan semuanya, hingga akhirnya Daddy memutuskan mau memilih Marisa saja. Daddy ingin hidup bahagia dengan Marisa walau harus hidup sederhana. Tapi saat Daddy ingin menemui Marisa, Daddy dapat ancaman dari Sindi kalau dia akan membuat hidup Marisa hancur, bila perlu dia akan memb*uh Marisa jika Daddy tetap memilih Marisa. Sindi juga mengatakan kalau dia sudah telat datang bulan dan kemungkinan dia juga sedang hamil anak Daddy. Daddy kembali bingung saat itu, dan Sindi semakin melancarkan ancamannya. Dia juga minta Daddy supaya Daddy menyuruh Marisa menggug*rkan kandungannya, karena kalau tidak dia sendiri yang akan melakukannya. Daddy yang tidak ingin nyawa Marisa juga ikut terancam, terpaksa menyuruh Marisa menggug*rkan kandungannya. Daddy juga mengakhiri hubungan kami saat itu. Setelah saat itu Daddy benar-benar memutuskan komunikasi dengan Marisa dan tidak mau tahu apa pun lagi tentang dia. Daddy terpaksa melakukannya karena Daddy tidak ingin, Sindi benar-benar melakukan ancamannya. Begitulah ceritanya Mayu, makanya Daddy tidak pernah berusaha mencari tahu tentang kamu, meski Daddy ingin sekali melakukannya. Hingga di malam kamu datang ke rumah Alga, Daddy seperti merasa melihat Marisa kembali. Hingga diam-diam Daddy mencari tahu tentang kamu. Beruntungnya kamu pernah terdaftar jadi penerima beasiswa dari perusahaan Pratama. Jadi itu semakin memudahkan Daddy mencari tahu tentang kamu, walau gerakan Daddy sangat terbatas karena selalu diawasi." ujar David mengakhiri ceritanya.
David merasa lega karena sudah menceritakan semuanya pada Mayu. Rasanya sebagian bebannya sudah terangkat.
Mayu menatap haru pada Daddynya. Mayu lagi-lagi merasa lega juga senang setelah mengetahui faktanya. Ternyata Daddy memang menginginkannya dan terpaksa meninggalkannya. Ditambah lagi daddynya juga ternyata sangat mencintai ibunya, tentu saja itu menjadi penambah kebahagiaan Mayu.
"Terima kasih Dad sudah mau menceritakan semuanya pada Mayu. Mayu sangat senang, setelah mengetahui faktanya, dan maafkan Mayu yang baru datang sekarang. Sebenarnya Mayu tahu tentang Daddy juga belum lama, tapi Allah ternyata sangat sayang pada Mayu, dan dia menujukkan jalan melalui Kak Alga. Hingga akhirnya sekarang kita bisa bertemu di tempat ini." ujar Mayu apa adanya.
"Kamu tidak perlu minta maaf Mayu, Daddy sangat mengerti. Justru Daddy yang harusnya minta maaf karena tidak bisa berbuat apa-apa." ujar David.
__ADS_1
"Daddy juga tidak perlu minta maaf, Mayu juga tidak apa-apa Dad. Justru Mayu sangat senang bisa bertemu dengan Daddy dan mendengar cerita Daddy walau harus melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi."
"Iya Mayu, dan Daddy juga sangat senang, akhirnya bisa menghabiskan waktu dengan kamu. Kamu yang sabar ya Mayu, Daddy janji suatu saat nanti, kita akan bebas bertemu di mana saja dan tanpa takut ketahuan lagi. Daddy juga ingin mengumumkan pada semuanya kalau kamu itu adalah anak Daddy." janji Davin.
Mayu menggelengkan cepat kepalanya.
"Enggak usah Dad, Daddy enggak usah umumkan pada semuanya kalau Mayu adalah anak Daddy. Mayu tidak mau posisi Daddy jadi terancam dan Mayu juga tidak mau hidup Mayu dan Nenek jadi tidak tenang." ujar Mayu cepat.
Mayu tentu tidak mau kalau Sindi kembali melakukan seperti apa yang dilakukannya pada mendiang ibunya.
"Posisi Daddy tidak akan terancam Mayu, tidak ada yang bisa menggantikan Daddy kecuali Vivi atau Alga. Dan Vivi tidak mungkin karena dia memang tidak tertarik dan satu-satunya yang bisa menggantikan Daddy itu adalah Alga. Sementara Alga juga masih harus menunggu hingga beberapa tahun lagi. Hanya saja yang Daddy khawatirkan di sini adalah kamu. Makanya Daddy sudah merencanakan banyak hal untuk kamu, dan Daddy juga ingin memantaskan diri kamu supaya kamu layak untuk Alga. Daddy tidak ingin apa yang Daddy alami dengan Marisa terjadi juga pada kamu dengan Alga. Daddy bisa melihat bagaimana tulusnya cinta Alga pada kamu karena itu Daddy ingin Algalah yang kelak menjadi pelindung kamu sampai akhir." jelas David.
Mayu lagi-lagi merasa terharu mendengarnya.
"Terima kasih Dad sudah memikirkan Mayu dan Kak Alga, tapi Mayu sedih Dad gara-gara Mayu Kak Alga harus hidup menderita."
"Enggak kok Dad, Mayu juga belum berani mengatakan soal Daddy. Hanya saja Mayu sudah jujur padanya Kalau Mayu punya daddy yang kaya raya. Mayu juga menceritakan soal uang yang Daddy berikan. Mayu tidak mau kak Alga jadi salah paham."
"Bagus kalau begitu, masalah uang itu memang sudah sepantasnya kamu ceritakan padanya, selain biar tidak salah paham, uang itu juga bisa kalian guakan untuk modal."
"Beneran uangnya kami bisa gunakan untuk modal Dad?" tanya Mayu memastikan.
"Tentu saja benar, dan di sini Daddy juga mau menambah modal kamu lagi. Berikan tas kamu!"
"Mau ditambah lagi Dad?" tanya Mayu seakan tidak percaya. Uang kemarin saja masih sisa banyak, ini mau ditambah lagi.
__ADS_1
"Iya Mayu, Daddy kan sudah bilang kalau Daddy mau memantas diri kamu untuk Alga. Hanya saja Daddy harus melakukannya dengan perlahan, biar tidak ketahuan. Cepat berikan tas kamu!"
"Baiklah Dad." ujar Mayu kemudian membuka tas ranselnya dan David membuka tas laptopnya.
Mayu sampai melotot begitu melihat tas laptop itu penuh dengan uang 100 ribuan. Seumur hidup Mayu baru kali ini Mayu melihat uang sebanyak itu.
"Bantu Daddy Mayu, biar cepat!" ujar David sambil memindahkan uang itu ke dalam tas Mayu.
"Ini untuk Mayi semua Dad?" tanya Mayu masih ragu menyentuh uang itu.
"Tentu saja. Uang ini jumblahnya sekitar 230 juta. Sebenarnya Daddy masih ada simpanan di kantor, hanya saja tasnya sudah tidak muat, jadi Daddy putuskan bawa ini saja. Nanti jika kita bertemu lagi Daddy akan bawa uangnya lagi. Ini juga ada cek sejumblah 400 juta. Cek ini hasil penjualan jam tangan Daddy. Ini juga ada perhiasan bvlgari dan boucheron, hadiah dari rekan kerja Daddy. Kamu bisa minta bantuan Alga untuk menjualnya." jelas David sambil memberikan perhiasannya pada Mayu.
Tangan Mayu sampai dingin. Ini semua beneran diberikan padanya?
"Da-dad apa ini tidak berlebihan Dad?" tanya Mayu.
"Tentu saja tidak berlebihan sama sekali Mayu. Itu semua bahkan tidak apanya dengan dengan yang Daddy berikan pada Naura. Begitu juga dengan uangnya, uang itu memang daddy sengaja kumpulkan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun, karena Daddy memang menyiapkannya untuk kamu. Jadi kamu engak perlu merasa tidak enak pada Daddy, justru Daddy yang merasa tidak enak karena hanya bisa memberikan sedikit. Padahal harta Daddy pribadi jumblahnya milyaran." ujar David.
"Iya Dad, tapi Mayu bingung uangnya mau digunakan untuk apa Dad, ini terlalu mengejutkan untuk Mayu."
"Mungkin untuk pertama kamu bisa cari rumah dulu. Usahakan cari rumah yang pinggir jalan, dan kalau bisa ukurannya jangan terlalu kecil. Seenggaknya masih bisa untuk kamu buka usaha. Kamu bisa minta tolong Alga mencarikan rumahnya dan mengurus proses jual belinya. Jika uangnya masih kurang, nanti Daddy akan tambah lagi."
"Iya Dad, Mayu mengerti terima kasih banyak ya Dad. Dad, Mayu bisa peluk lagi enggak?"
"Tentu saja bisa Mayu, sini Daddy peluk!"
__ADS_1
Mayu meluk erat daddynya.
"Mayu benar-benar bahagia Dad, akhir Mayu merasakan perhatian dari seorang papa. Ini semua jauh lebih indah dari apa yang Mayu impikan selama ini." lirih Mayu.