Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Alga Normal Kan?


__ADS_3

"Loh Kak, kita mau kemana?" tanya Mayu bingung. Alga bukan membawanya ke kamar tapi malah keluar rumah.


Mayu juga bukannya tidak sabar ingin melakukan ritual malam pertama mereka, tapi Mayu mau membereskan barang-barangnya. Semua baju-baju Mayu, sepatu dan yang lainnya sudah dibawa ke rumah Alga dan Mayu tidak mungkin membiarkannya begitu saja.


"Kita ke rumah mommy dulu Ay. Naura dan yang lainnya, ingin bertemu kita katanya. Jadi kita harus bantu mereka." ujar Alga dan Mayu tidak mungkin menolak. Dia juga mau melihat Naura. Naura sedang dipingit karena itu dia tidak ikut menjemput nenek Iroh.


"Ok," ujar Mayu dan mereka melalangkah bersama ke rumah depan.


"Mayu, akhirnya you pulang juga, come here darling!" ujar salah satu aunty Mayu sepupu daddynya. Dia sudah pintar bahasa Indonesia tapi masih suka campur-campur dan sedikit aneh kedengarannya.


Mayu tersenyum dan langsung menghampiri Anuntynya. Mayu memberi pelukan hangatnya kangen dia pada auntynya. Tidak hanya auntynya unclenya dan yang lainnya juga dia peluk satu persatu. Rombongan keluarga David memang ada sekitar 20 orang dan hampir semuanya tinggal di rumah David selama mereka di Indonesia. Mereka bukan tidak mampu bayar hotel, tapi mereka benar-benar ingin menikmati kebersamaan selama di Indonesia. Jarang-jarang mereka bisa kumpul bersama.


Mayu ngobrol dulu dengan mereka dan Alga juga ikutan tentunya.


Tidak jarang juga terdengar suara tawa diantara mereka karena para om dan tante Mayu suka sekali menggoda pengantin baru itu. Walau begitu mereka juga tidak sungkan memberi pujiannya pada Alga. Mereka salut pada Alga yang benar-benar jauh dari kata egois dan selalu lebih mengutamakan kepentingannya istrinya dari pada kepentingannya pribadi.


"Mayu, lo ditungguin juga malah asik gosip." ujar Naura dari lantai 2.


Mayu dan yang lainnya menoleh.


"Maaf Nau." ujar Mayu tersenyum lebar dan karena tidak ingin si calon pengantin ngambek, dia memilh undur diri dan menghampiri Naura.


Di kamar Naura, mereka kembali banyak cerita selain itu Naura juga minta pendapat Mayu untuk beberapa hal dan Mayu dengan senang hati mengutarakan pendapatnya pada Naura karena Naura juga biasanya sama, selalu siap sedia saat Mayu minta pendapatnya.


Setelah selesai Naura mengajak Mayu luluran dan Mayu langsung semangat 45. Mayu butuh luluran. Selama di rumah sakit dia enggak pernah melakukannya dan tidak mungkin juga dia melakukannya.


"Eh May!" panggil Naura sambil menggosok punggung Mayu dan mereka sedang berada di buthup kamar mandi kamar Naura. Mereka sudah sering melakukan itu jadi mereka sudah biasa.


"Kenapa?" tanya Mayu sambil memainkan gelembung sabun.


"Lo sudah pernah melakukan ini dengan kak Alga belum? Gimana rasanya, pasti asik banget ya May?" tanya Naura membuat Mayu seketika menghentikan kegiatannya.


"Kok lo diam May? Enggak usah malu sama gue, biasa saja kali May. Santai May santai." ujar Naura lagi.


"Gue enggak malu Naura, tapi kan lo tahu sendiri gue dan kak Alga di rumah sakit dan enggak pulang-pulang. Dimana kami melakukannya." ujar Mayu apa adanya dan itu berhasil membuat Naura syok.


"Berarti kalian belum melakukan itu May? Serius May?" tanya Naura seakan tidak percaya.


Mayu menggelengkan kepalanya membuat Naura semakin syok.


"OMG Kak Alga kuat sekali. Gue jadi bingung May, apakah gue harus memujinya atau malah meragukannya?" ujar Naura membuat Mayu seketika menatap bingung padanya.


"Maksud lo?" tanya Mayu.


"Ya secara gitu May, kalian nikahnya sudah seminggu. Ya walaupun kalian di rumah sakit tapi kan tidurnya seranjang dan yang menjaga nenek juga hanya kalian berdua saja. Masak iya kalian enggak bisa melakukan itu. Apa kak Alga juga enggak pernah memintanya?" ujar Naura lagi.


Naura teringat pada Alex calonnya, jika mereka bersama entah sudah beberapa kali mereka hampir kebablasan dan Naura cukup memaklumi itu, namanya cowok suka on, apalagi kalau tempatnya juga sangat mendukung. Makanya enggak heran zaman sekarang ini, sudah banyak melakukan itu sebelum nikah. Naura juga karena Mayu dan daddynya saja, kalau bukan karena nasihat mereka yang selalu teringat dalam benak Naura, dia juga pasti sudah melakukan itu.

__ADS_1


Mayu kembali terdiam begitu mendengar pertanyaan Naura. Seingat Mayu sejak mereka di rumah sakit tidak pernah Alga memintanya. Alga juga tidak pernah lagi menyinggungnya. Alga hanya akan minta dic*um sampai dia puas. Setelah itu dia akan memeluk Mayu seerat mungkin seolah takut Mayu pergi meninggalkannya.


"May kenapa lo lagi-lagi diam May? Jangan bilang kak Alga memang tidak pernah memintanya May?" ujar Naura lagi.


Mayu menghembuskan nafasnya kasar


"Dia memang tidak pernah memintanya Nau, tapi soal malam pertama gitu dia cukup sering kok menggoda gue." ujar Mayu apa adanya.


"Hanya menggoda gitu tapi tidak didukung dengan perlakuannya? Misalnya minta ny*su gitu?" ujar Naura yang rasa keponya semakin menjadi saja. Habisnya dia masih tidak menyangka kalau hubungan Alga dan Mayu masih selayaknya pacaran saja. Padahal jika sudah menikah, melakukan itu adalah salah satu hal terpenting terutama untuk laki-laki. Makanya enggak heran banyak laki-laki yang selingkuh karena kurangnya mendapat ke*uasan.


"Ya-iya, dia tidak pernah minta ny*su sekali pun." ujar Mayu lagi karena memang begitu adanya.


"Ya ampun May, kok gue jadi takut sih May." ujar Naura menatap kasihan pada kakaknya.


"Takut kenapa?" tanya Mayu bungung.


"Ya takut enggak normal lah May. Secara ya kan, lo ini istrinya tapi bisa-bisanya enggak on gitu."


"Enggak mungkin lah Naura, lo jangan buat gue takut dong." ujar Mayu. Mayu tentu saja tidak ingin suaminya tidak normal. Mau sesempurna apapun dia, percuma saja.


"Semoga saja sih enggak May tapi kalau misalkan sampai beberapa hari ke depan dia tidak meminta itu juga, tidak ada salahnya kok May lo tanya dia atau meminta duluan juga tidak apa-apa. Ini semua demi kelangsungan rumah tangga lo May." saran Naura.


Naura sayang pada Mayu dan tentu saja dia juga inginnya Mayu mendapatkan laki-laki yang normal. Percuma kaya tujuh turunan kalau tidak normal. Buat apa kekayaan itu? Kekayaan tidak akan dibawa mati.


Mayu tampak berpikir, ada benarnya memang apa kata Naura. Masalah itu masalah penting dan Mayu harus tahu.


Terlebih untuk hari ini. Mayu bahkan sempat berpikir kalau Alga akan langsung membawanya ke kamar begitu mereka sampai di rumah, tapi faktanya Alga malah membawanya ke rumah Naura.


***


"Wow, istriku sudah mandi dan kelihatan segar sekali. Cantiknya." ujar Alga begitu dia masuk kamar Mayu yang di rumah Naura.


Mayu yang sedang memakai pelembab di wajahnya tampak menoleh dan tersenyum pada Alga. Walau percakapannya dengan Naura cukup mengganggu pikirannya, Mayu akan tetap berusaha bersikap biasa di depan Alga. Mayu tidak mau suaminya jadi curiga.


"Senyum-senyum saja kamu Ay, cup." ujar Alga kemudian mengecup pipi istrinya. Memainkan hidungnya sebentar di pipi Mayu dan kembali mengecup pipi Mayu sebelum dia beranjak ke arah kamar mandi.


"Ay aku juga mau mandi di sini saja. Bajuku masih ada di sini kan Ay, tolong disiapkan ya Ay!" ujar Alga kemudian masuk kamar mandi.


"Iya," ujar Mayu dan menatap Alga yang sudah menghilang dari pandangannya dan itu karena pintunya sudah ditutup oleh Alga.


Mayu lagi-lagi berpikir karenanya. Sikap Alga tentu biasa saja menurutnya tapi kalau dipikir lebih dalam lagi, mengingat status mereka yang baru saja menikah dan belum pernah melakukan itu, sikap Alga memang patut sekali untuk dipertanyakan.


Bahkan kalau Alga menyerangnya saat ini juga dan mengajaknya melakukan itu, wajar sekali menurut Mayu. Toh keluarga mereka tidak akan mempermasalahkannya dan bisa dibilang sangat mendukung. Namanya juga pengantin baru, sangat halal melakukan itu dan bisa dibilang wajib juga.


Mayu tanpa sadar menarik nafas dalam dan karena asiknya dengan pikirannya Mayu sampai tak sadar kalau Alga sudah selesai mandi.


"Ay, bajuku mana?" tagih Alga sambil membuka sedikit pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Ah Iya Kak," ujar Mayu buru-buru bangun dari duduknya dan memgambil baju Alga.


Alga menatap heran pada istrinya tidak biasanya Mayu melupakan keperluannya. Bahkan biasnya tanpa meminta pun Mayu langsung menyiapkannya. Ada apa dengan istrinya.


Alga juga ikut-ikutan menggelengkan kepalanya. Tidak seharusnya dia berpikir yang tidak-tidak tentang istrinya. Toh istrinya hanya manusia biasa, sah saja kalau kelakuannya berbeda dari biasanya.


"Kak mau pakai baju santai atau baju apa?" tanya Mayu.


"Baju santai saja Ay. Kita tidak kemana-mana ini. Rumah kita juga tinggal nyebrang." ujar Alga.


"Ok," ujar Mayu kemudian mengambil celana santai Alga serata baju kaos.


"Ini Kak," ujar Mayu memberikan baju suaminya.


"Terima kasih Ay. Jangan ngintip Ay, takutnya kamu ingin lagi." ujar Alga menggoda istrinya seperti biasanya.


Jika biasanya Mayu akan tersenyum malu atau salah tingkah, kali ini jadi berbeda. Pikiran Mayu malah semakin jauh lagi. Kalau pun Mayu ingin sangat wajar bukan dan Alga harusnya senang.


Mayu kembali menghembuskan nafasnya dalam.


'Semoga apa yang aku pikirkan tidak benar ya Allah.' batin Mayu.


Mayu benar-benar tidak bisa membayangkan kalau apa yang dia bayangkan benar. Tidak hanya Mayu yang kecewa tapi orang tuanya juga pastinya karena mereka tentu mengharapkan ada generasi penerus dari Alga.


"Kamu lagi mikirin apa sih Ay?" ujar Alga yang sudah berdiri di belakang istrinya dan memeluk Mayu dari belakang. Alga lagi-lagi mengecup pipi Mayu dan kali ini lehernya juga kebagian.


Mayu masih membungkus rambutnya dengan handuk tentu itu memudahkan Alga.


"Bukan apa-apa Kak. Ah iya kita mau makan malam di sini atau di rumah kak Alga?" tanya Mayu dan langsung mendapat tatapan protes dari Alga.


"Bukan rumahku Ay, tapi rumah kita. Ingat kamu sudah sah jadi bagian dari rumah itu." ujar Alga mengingatkan.


"Maaf Kak," ujar Mayu.


"Aku maafkan asal kamu memberikan ini!" ujar Alga sambil menunjuk bibirnya.


Mayu tanpa sadar tersenyum tipis, bukan Alga namanya kalau tidak pintar modus. Hanya saja itu lagi-lagi menggu pikiran Mayu. Aga memang sering sekali minta kiss, bahkan sehari saja lebih sepuluh kali mereka melakukannya, namanya pengantin baru, tapi kenapa Alga tidak pernah meminta lebih?


"Ay kamu lagi mikirin apa sih?" ujar Alga yang sudah duduk di kasur dan membawa Mayu duduk dipangkuannya.


"Tidak memimikirkan apa-apa Kak," bohong Mayu. Mayu masih belum berani menanyakan hal itu pada Alga. Mayu takut suaminya merasa tersindir atau lebih parahnya Alga sampai marah.


"Kalau tidak memikirkan apa-apa, kenapa belum kiss juga? Hari ini kita baru 4 kali loh Ay melakukannya dan itu masih sangat kurang." ujar Alga dan kembali membuat Mayu berpikir. Jika sudah begitu Alga sangat normal bukan? Tapi kenapa hanya bibir? Kenapa tidak pernah lebih dari itu.


"Kamu kelamaan Ay?" ujar Alga dan tanpa menunggu lagi, Alga langsung menyatukan bibir mereka.


Tidak ada yang berubah dari c*uman Alga selalu panas dan menutut. Bahkan bisa dibilang dia semakin pintar dan itu memuat Mayu kewalahan tapi dia juga menyukainya.

__ADS_1


Alga melakukannya sampai berulang kali seperti biasanya dan lagi-lagi betakhir dengan Alga yang memeluk erat istrinya dan tidak ada niatan melakunan lebih dari kiss. Bahkan tangannya saja tetap setia berada di pinggang Mayu dan tidak kemana-mana.


__ADS_2