Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Fhotoshoot


__ADS_3

"Tentu saja ada Al. Mayu masih ada tabungan seratus juta lagi kan May?" ujar Rangga beralih pada Mayu.


Mayu menganggukkan kepalanya mantap.


"Kalau ada kenapa enggak bayar model saja?" ujar Alga. Dia sebenarnya tidak keberatan jadi model Maga Wear hanya saja, Alga enggak akan ikhlas melihat Mayu foto pakai kolor dan bh saja, begitu juga dengan dengan dia. Alga tidak sepercaya diri itu foto pakai kolor saja. Lagian maminya juga bisa ngamuk besar kalau melihat itu.


"Begini Al, lo kan tahu ini masih permulaan bagi kami. Tentu kami juga harus sebisa mungkin menghemat biaya produksinya. Supaya produk yang mau kami jual, bisa diperjualbelikan dengan harga murah. Walaupun kami tahu kualitas Maga Wear sudah sekelas dengan pakaian dalam bermerek lainnya. Kami harus pintar-pintar menarik perhatian para konsumen Al, nanti kalau pelanggannya sudah mulai banyak dan untungnya sudah mulai terlihat, ya kami bisa menaikkan harga sedikit demi sedikit untuk membayar model dan yang lainya. Satu lagi kenapa kami memilih lo, ya karena lo ganteng dan memiliki nilai jual. Lo juga bisa mengajak karyawan Pratama group supaya beli pakaian dalam Maga Wear." jelas Rangga.


"Satu lagi Al, lo juga enggak perlu khawatir untuk fotonya. Kita tidak akan mengambil foto kalian yang menggunakan pakaian dalam saja. Lo dan Mayu tetap akan berpakaian lengkap. Hanya saja Mayu akan membuka beberapa bajunya dan menurunkan sedikit celananya. begitu juga dengan lo. Lo hanya perlu memamerkan ABS lo dan membuka sedikit kancing celana lo, itu saja. Kalian juga nanti fotonya tidak vul*ar tapi sweet dan hott. Keren sih kalau menurut guu, hitung-hitung ini sebagai pengalaman baru untuk lo dan Mayu juga." tambah Yudha.


"Kalau fotonya hanya seperti itu sih gue mau, dan gue bersedia membantu kalian. Gue juga siap bantu promosi nantinya." putus Alga akhirnya.


"Mantap Alga, ini baru teman gue. Berarti udah deal ya Al kalau modelnya adalah lo dan Mayu. Dan ingat ya Al ini gratis, jangan sampai lo menuntut kami di kemudian hari." ujar Rangga.


"Iya Rangga. Enggak mungkin juga gue menuntut kalian. Tapi kalau misalkan nanti Mayu selingkuh atau enggak mau menerima lamaran gue, ya gue tuntut kalian semua!" ujar Alga sambal menahan tawanya.


"Hei! Kenapa jadi Mayu?" protes Mayu cepat membuat Alga seketika ngakak, sedangkan Rangga dan yang lainnya tersenyum lebar.


"Bercanda Sayang," ujar Alga sambil mengacak gemas rambut kekasihnya.


Mayu juga ikut tersenyum. Dia tahu kalau Alga tidak serius mengatakan itu.


"Terus kapan rencana fhotoshootnya?" tanya Alga lagi.


"Hari minggu saja Al. Lo libur kan hari minggu? Gue juga sudah buat janji sama fotografernya hari minggu ini." jawab Yudha.


"Iya gue libur. Gue juga bisa bantu kalian jualan nanti." ujar Alga mantap.


"Terima kasih kak Alga," ujar Mayu tersenyum manis.


"Sama-sama sayang, anything for you." ujar Alga tidak kalah manisnya membuat Irpan dan yang lainnya seketika bersorak. Bahkan nenek Iroh juga ikut senyum-senyum mendengarnya. Dia merasa muda lagi kalau sudah ngobrol dengan Mayu dan teman-temannya.


***


"Nek, Mayu berangkat dulu ya. Doakan fhotoshootnya berjalan dengan lancar." ujar Mayu sambil salim.


"Iya Nak, Nenek pasti akan selalu mendoakan kamu." ujar nenek Iroh kemudian mengecup pipi cucu kesayangannya.


"Terima kasih Nenek." ujar Mayu kemudian beralih pada Irpan yang sedang membereskan barang. Walau hari minggu, mini agen mereka tetap buka, Mereka benar-benar kejar target, apalagi setelah melihat hasil penjualan yang makin hari makin naik, Irpan jadi makin bersemangat.


"Pan, gue berangkat dulu ya. Enggak apa-apa kan kalau lo sendirian yang membereskan barang dagangannya?"


"Iya May enggak apa-apa, santai saja. Sebentar lagi Riana juga mau datang. Dia mau bantu kita katanya."


"Baguslah kalau begitu. Gue pergi ya!"


"Iya May. Eh May tunggu, kalau lo sempat sekalian belanja vocher kuota dan isi saldo ya! Saldonya tinggal sedikit."


"Siap. Lo WA gue saja, vocher apa saja yang mau dibeli!"


"Ok May, setelah selesai ini gue WA lo."


"Siap, gue tunggu ya!" ujar Mayu kemudian melangkah ke arah tangga.


"Kak Yudha, kami pergi dulu!"


"Iya May, hati-hati!" jawab Yudha dari lantai 2.

__ADS_1


"Ok Kak. Kak kalau sudah selesai kerjaannya, bantu Shinta dan teh Klara jualan online ya!"


"Siap May, tinggal sedikit lagi ini. Setelah ini saya langsung turun."


"Ok Kak. Semangat Kak!"


"Siap May."


Mayu juga tidak lupa pamitan pada Shinta, Klara dan Hana. Klara dan Hana adalah karyawan baru Mayu untuk bagian penjualan, mereka tetap masuk di hari minggu. Beda halnya dengan 3 karyawan Mayu di bagian konveksi. Mereka liburnya setiap hari minggu.


"Bye bye semua, kami pergi!" ujar Mayu sambil melambaikan tangannya.


Sampai di luar Mayu langsung disambut oleh Alga yang sudah membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.


"Silahkan masuk bu bos!" ujar Alga membuat Mayu seketika menoleh padanya.


"Apaan sih Kak? Mayu enggak bos Kak." ujar Mayu.


"Kata siapa kamu enggak bos, karyawan kamu yang sudah jelas saja ada 6 loh Ay, belum lagi teman kerja kamu. Apa coba namanya kalau bukan bos? Iya nggak Ngga?" ujar Alga kemudian ikut masuk menyusul Mayu.


Mereka duduk di belakang, sedangkan Lora dan Rangga duduk di depan.


"Alga benar May, kamu itu sudah sah jadi bos loh. Alga kalah sama kamu." ujar Rangga sambil menyalakan mobilnya.


"Iya sekarang memang kalah, tapi begitu Kak Alga jadi bos, Mayu langsung kalah karena karyawan Kak Alga langsung ribuan orang." ujar Mayu lagi.


"Kalau menurut saya, tetap saja kamu enggak kalah May, meski karyawan kamu itu nantinya enggak sebanyak Alga. Bagi saya kamu tetap ibu bos yang best, dan saya pribadi benar-benar berterima kasih karena sudah diajak bergabung. Ilmu saya benar-benar terpakai dan saya juga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga." ujar Rangga sambil menjalakan mobilnya.


"Setuju Kak, bagi saya juga Mayu adalah ibu bos yang hebat. Dia tetap rendah hati meski posisinya sudah di atas dan dia juga tidak punya sifat sombong sama sekali. Perlakuannya pada kita juga tetap sama dan tidak ada yang berubah. Bagi saya pribadi, sosok seperti itulah yang pantas disebut bos sejati." tambah Lora.


"Ini kalian berdua tidak sedang berusaha menjilat pacar saya kan?" ujar Alga membuat Mayu seketika tersenyum dan memukul lengannya.


"Benar sekali Kak," ujar Lora mantap dan ada senyum di wajahnya.


Alga dan Mayu juga ikut tersenyum.


***


Alga dan yang lainnya sudah sampai di studio foto.


Alga dan Mayu sedang bersiap-siap sedangkan Rangga dan Lora juga sibuk membatu mereka.


"Gimana perasaan lo Al saat memakai produk Maga Wear, apa lo ada merasa kurang nyaman atau gimana? Jawab jujur saja Al, ini biar kami tahu kurangnya dimana dan kami akan memperbaikinya lagi. Mumpung produksinya juga belum banyak?" tanya Rangga begitu Alga keluar dari ruang ganti.


"Gue merasa nyaman juga adem, dan gue juga cukup suka dengan modelnya. Kerja bagus, gue pribadi akan jadi langganan kalian." ujar Alga apa adanya.


"Ini lo enggak bohong kan Al? Lo berkata seperti ini bukan untuk menyenangkan gue kan?"


"Tentu saja gue enggak bohong Rangga. Untuk apa juga gue bohong. Sampai sejauh ini gue cukup puas dengan produk Maga Wear. Kalian tinggal kerja keras sedikit lagi saja, gue sangat yakin produk Maga Wear pasti bisa bersaing dipasaran." ujar Alga mantap.


"Terima kasih Al, dan gue pribadi juga pasti akan lebih bekerja keras lagi. Gue akan mengerahkan semua kemampuan gue untuk Maga Wear." ujar Rangga tidakkalah mantapnya.


"Bagus." ujar Alga mengacungkan jempolnya.


"Tentu saja. Rangga gitu loh!"


"Kak Rangga ngobrolnya udahan dulu! Itu fotografernya udah siap. Kak Alga harus bersiap. Biar Kak Alga duluan yang ambil foto!" ujar Lora sambil membantu mempersiapkan perlengkapan mereka.

__ADS_1


"Iya Lora. Ayo Al!"


Alga mengangguk.


Tidak butuh lama bagi Alga untuk mempersiapkan dirinya, dan setelah itu dia melakukan pengambilan foto terlebih dulu.


"Wow bagus Al. Tatapan lebih tajam lagi Al! Mantap Al. Dahinya lebih ditonjolkan lagi Al! Good Al. Tatapannya mengarah kamera Al, samping kiri dan samping kanan!" ujar sang fotografer sambil mengambil foto Alga.


Walau Alga baru kali ini melakulan fotoshoot tapi gayanya sudah cukup ok, dan itu karena dia sudah belajar sebelumnya dan mencari banyak foto untuk bahan refrensi.


"Gayanya lebih hot lagi Al! Ya mantap Al pertahankan posisi itu. Absnya juga lebih diperlihatkan lagi Al! Good Al." suruh fotografernya lagi membuat Mayu dan Lora yang sedang menontonnya seketika saling menatap.


"Pacar lo ternyata hot banget May aihh! Beruntung banget sih lo May." ujar Lora gemas sendiri. Sedangkan Mayu, dia sampai tak bisa berkata-kata lagi. Hari ini Mayu seakan melihat sisi Alga yang lain, dan Mayu tidak bisa memungkiri kalau dia semakin kagum saja pada kekasihnya. Alga begitu totalitas dan kharismanya semakin jelas terlihat.


Sementara Rangga yang sedari tadi memperhatikan Alga juga tampak puas di wajahnya. Alga terlihat begitu profesional. Tidak salah memang dia memilih Alga sebagai model mereka.


Setelah Alga selesai, selanjutnya Mayu yang mendapat giliran foto. Mayu juga cukup pintar, dan cepat tanggap juga melakukan setiap gerakan yang disuruh fotografer dan asistennya.


"Heh punya gue itu!" protes Alga cepat sambil menutup mata Rangga daat Rangga menatap Mayu tanpa kedip.


"Hehe ternyata Mayu memang secantik dan sehot itu ya Al, pantas saja lo sebucin itu padanya." ujar Rangga.


"Sembarangan lo, bagi gue itu hanya nomor kesekian. Gue bisa sebucin ini pada Mayu karena suka sama kepribadian, semangatnya, tulusnya dia dan kebaikannya. Cantik dan hot itu bisa dibeli pakai uang tapi pribadi yang baik juga hati yang tulus itu tidak bisa dibeli dengan uang." ujar Alga mantap dan Rangga langsung mengacungkan jempolnya. Dia setuju dengan apa yang dikatakan Mayu.


"Alga, gabung dengan Mayu!" suruh sang asisten fotografer.


"Ok," ujar Alga mengacungkan jempolnya.


Alga dan Mayu refleks saling tersenyum begitu mereka sudah berdekatan.


"Kita ambil foto romantis cute terlebih dulu!" ujar fotografernya.


Mayu dan Alga mengangguk semangat.


Alga dan Mayu sama-sama menahan senyumnya saat mereka harus foto dengan mesra. Mereka merasa lucu. Terkadang pipi Mayu sampai merona saat Alga berbisik mesra padanya.


"Fokus! Fokus!" seru fotografer saat Alga dan Mayu malah tertawa.


Alga mengacungkan jempolnya dan berusaha fokus kembali, tapi saat mereka melakukan foto hot, Alga dan Mayu kembali senyum-senyum. Apalagi saat sang asisten fotografer dengan teganya menyuruh Mayu menarik pelan celana Alga dan pura-pura mengintip isi celana Alga, itu membuat suasana riuh seketika.


"May, ingat ya May, pura-pura diintip saja dan tidak perlu membayangkan isinya!" seru fotografer membuat mereka kembali tertawa. Dan walaupun mereka banyak tertawa dan bercandanya tetap saja hasil hasil fotonya sesuai dengan yang diharapkan. Tidak salah memang mereka memilih potografer yang handal dan sangat mencintai pekerjaannya.


Setelah selesai melalakukan pengambilan foto mereka melakukan sesi pelukan. Mereka cukup puas atas hasil kerja keras mereka hari ini.


"Terima kasih Kak Alga sudah membantu kami." ujar Mayu sambil menatap tersenyum pada kekasihnya.


"Sama-sama Sayang, tapi sebaiknya fotoshootnya jangan sering-sering dilakukan ya Ay!"


"Kenapa Kak? Kak Alga tidak suka foto dengan Mayu?"


"Bukan tidak suka Ay, tapi aku takut khilaf. Takutnya aku membawa kamu ke kamar setelah foto." ujar Alga menatap menggoda pada kekasihnya.


"Kak Alga!" protes Mayu gemas.


"Haha ...." Alga hanya tertawa ngakak kemudian mengecup pipi Mayu.


"I love you Ay,"

__ADS_1


"I love you too Kak."


__ADS_2