
"Apa Mayu? Kenapa kamu diam?" tanya Alga.
Mayu kembali menarik nafas pelan. Sungguh hati Mayu merasa berat mengatakannya.
"Jadi begini Kak, bagaimana kalau perjanjian kerja samanya kita sudahi sampai di sini saja? Jujur banget Kak, Mayu lelah menjalin hubungan bohongan seperti ini, yang endingnya kita sudah tahu pasti, tidak akan bisa bersatu. Mayu juga ingin memiliki pacar sungguhan Kak, yang bisa menjadi teman dalam suka dan duka Mayu, yang bisa menjadi teman curhat dan tempat Mayu bermanja Kak. Kak Alga jangan marah ok Kak. Ini Mayu berusaha jujur saja Kak. Tolonglah mengerti keadaan Mayu, Kak Alga!" ujar Mayu yang tidak sepenuhnya bohong dan tidak mengatakan kalau itu permintaan dari mami Alga.
Mayu memang ingin memiliki pacar tapi tidak sekarang, nanti kalau kehidupan Mayu sudah lebih baik dari sekarang.
Alga menatap Mayu kemudian menarik tangan Mayu pelan dan menggenggamnya. Mayu seketika melotot dan jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.
Mayu sampai menelan ludah gugup saat Alga menatap dalam padanya.
"Ok Mayu, saya sangat mengerti keadaan kamu dan bagaimana kalau keinginan kamu kita kabulkan sekarang juga?" ujar Alga berusaha bersikap biasa padahal jantungnya juga sedang berdebar dengan cepatnya.
"Maksudnya Kak?" tanya Mayu cepat.
"Ya kita pacaran sungguhan seperti keinginan kamu. Saya bersedia menjadi teman dalam suka dan duka kamu, saya juga bersedia menjadi tempat curhat kamu dan saya juga sangat bersedia memanjakan kamu." ujar Alga mantap dan tanpa ada rasa ragu sama sekali.
Mayu melotot mendengarnya.
"Kak Alga jangan bercanda Kak Alga! Ini saya sedang serius!" protes Mayu cepat dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alga. Hanya saja genggaman tangan Alga tertalu erat, jadi tangan Mayu tidak bisa lepas.
"Saya juga sangat serius Mayu. Saya benar-benar ingin menjalin hubungan sungguhan dengan kamu dan menjadikan kamu pacar saya yang sesungguhnya." ujar Alga sungguh-sungguh dan mengeratkan genggamannya pada tangan Mayu.
Deg deg deg
Jantung Mayu semakin berdebar dengan cepatnya. Mayu sampai terdiam dan bingung harus berkata apa lagi pada Alga.
"Ok Mayu supaya kamu tidak bingung, saya ingin membuat pengakuan pada kamu. Saya mulai tertarik pada kamu dari saat kita belum pergi ke puncak. Saya suka kagum pada semangat kamu, keberanian kamu, kasih sayang kamu yang begitu tulus pada nenek Iroh dan sebagainya. Hanya saja saat itu saya masih bisa berpikir jauh, dan saya sangat tahu resiko jika saya memilih kamu, maka jalan kita untuk bisa bersatu, pasti akan sangat sulit dan penuh liku, karena itulah saya minta pada kamu kalau kita tidak boleh saling jatuh cinta. Saya juga sengaja menjaga jarak dengan kamu supaya bisa melupakan perasaan saya pada kamu. Sayangnya semuanya gagal total Mayu, semakin saya berusaha melupakan kamu, bayang wajah kamu itu semakin medekat, hingga membuat saya semakin sulit untuk melupakan kamu. Karena itu saya putuskan membiarkan perasaan saya tumbuh Mayu, dan saya ingin kamu tahu kalau saya sudah jatuh cinta pada kamu." ujar Alga mengakui perasaannya dan menatap tulus pada Mayu.
__ADS_1
Deg deg deg
Debar jantung Mayu semaki berdebar dengan cepatnya dan tanpa sadar tangan Mayu yang sebelumnya ingin melepas genggaman tangan Alga malah beralih menggenggam tangan Alga erat.
Apa yang Alga katakan benar-benar tidak pernah terpikir sedikit pun oleh Mayu. Perasaan Mayu benar-benar campur aduk mendengarnya dan ada satu sisi dari dalam dirinya yang tidak bisa mengelak kalau dia suka dengan apa yang dikatakan Alga. Hanya saja sisi pikiran Mayu langsung menolak cepat. Ini tidak bisa ini, jelas-jelas dia dan Alga bagaikan bumi dan langit, mereka tidak mungkin bisa bersatu. Ditambah lagi Dira sudah terang-terang melarangnya dan tidak suka padanya.
Mayu menggelengkan kepalanya.
"Enggak Kak Alga, jangan jatuh cinta pada Mayu Kak Alga. Mayu benar-benar tidak pantas untuk Kak Alga. Mayu ini hanya orang miskin kak Alga dan kak Alga sangatlah kaya. Perbedaan kita terlalu jauh Kak Alga. Ditambah lagi mami kak Alga sudah pasti menentang keras hubungan kita." lirih Mayu dan dengan nafas lebih cepat dari biasanya.
"Saya tahu Mayu, dan dari awal juga saya sangat sadar akan itu, dan akan saya terima apa pun resikonya. Saya juga sangat tahu kalau mami saya sedang berusaha menghancurkan kamu kan? Dia membuat para pelanggan kamu tidak mau lagi belanja pada kamu. Dia juga membuat kamu diusir dari tempat kamu jualan, dia juga yang mempengaruhi penonton online kamu supaya tidak lagi nonton dan belanja di kamu. Saya tahu semuanya yang dilakukan mami saya pada kamu Mayu." jelas Alga.
Mayu lagi-lagi menatap Alga.
"Ba-bagaimana Kak Alga bisa tahu semua itu?" tanya Mayu pelan.
Tes
Air mata Mayu jatuh tanpa bisa dia cegah. Hati Mayu benar-benar merasa tersentuh atas apa yang Alga katakan. Seumur hidup Mayu baru kali Ini ada laki-laki berkata setulus itu padanya.
"Ta-tapi Kak kita tidak mungkin bi-"
Ucapan Mayu seketika terhenti saat Alga tiba-tiba memeluknya erat.
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Mayu selama kita tetap berusaha dan melakukannya dengan tulus. Saat ini hati saya sudah mantap Mayu, kalau saya ingin melangkah bersama kamu dan siap menghadapi jalan yang penuh liku itu. Jadi Mayu apakah kamu bersedia melangkah bersama saya dan bersama-sama kita menghadapi setiap rintangan itu?" ujar Alga memotong ucapan Mayu.
Mayu hanya diam dan memejamkan mata. Mayu benar-benar bingung. Satu sisi di hatinya mengatakan mau tapi sisi lain mengatakan takut. Mayu juga takut endingnya berakhir sia-sia dan hasilnya hanya akan membuatnya kecewa.
Alga melepas pelukannya dan menatap dalam Mayu.
__ADS_1
"Mayu kenapa kamu diam saja, apa kamu ragu dengan apa yang saya katakan?" tanya Alga.
"Bu-bukan begitu Kak. Mayu takut endingnya hanya akan membuat Mayu kecewa." ujar Mayu kemudian menundukkan kepalanya.
Alga menarik nafas pelan dan membuanya dengan perlahan.
"Mayu, Saya tidak berani berjanji kalau endingnya tidak akan membuat kamu kecewa tapi saya berani berjanji kalau saya akan berjuang sekuat tenaga saya akan tetap mempertahankan kamu di samping saya Mayu, saya juga akan menjaga kamu dan akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu. Saya juga rela kehilangan semuanya demi kamu Mayu." ujar Alga lagi.
Mayu kembali melotot mendengarnya.
"Kak Alga jangan berkata seperti itu Kak. Kak Alga adalah anak laki-laki satu-satunya dan harapan satu-satunya om Pratama. Kak Alga enggak boleh membuat om Pratama kecewa Kak." ujar Mayu cepat dan tidak setuju dengan kata-kata terakhir Alga.
"Kalau masalah itu kamu tidak usah khawatir Mayu, saya pasti akan tetap berusaha supaya saya layak menggantikan posisi papi saya. Untuk perusahaan saya tidak mungkin main-main. Lagian Papi saya juga tidak pernah ikut campur masalah asmara saya, karena umur saya juga masih muda. Bagi Papi saya yang penting nilai saya tidak turun dan saya mau belajar tentang perusahaan itu saja." ujar laki-laki berparas tampan itu.
"Syukurlah kalau begitu Kak."
"Iya Mayu. Jadi apakah kamu sudah bersedia Mayu, kita hadapi dunia bersama, terutama menghadapi mami saya?" tanya Alga kembali memastikan.
"Saya benar-benar bingung Kak." ujar Mayu apa adanya.
"Kenapa kamu bingung, apa kamu tidak percaya pada saya dan meragukan apa yang saya katakan?"
"Bu-bukan itu Kak. Ini masih terlalu tiba-tiba untuk saya."
"Saya tahu Mayu, dan kalau saya boleh saran Ikuti saja kata hati kamu Mayu! Percaya pada saya Mayu, kamu tidak akan kecewa jika memilih saya, karena saya bukan laki-laki pengobral janji dan saya setia jika menjalin suatu hubungan." ujar Alga mantap.
Mayu kembali menatap Alga dan menarik nafas pelan. Pertanyaan Alga selain begitu tiba-tiba juga sangat sulit untuk Mayu jawab.
"Mayu!" seru Alga lagi masih setia menunggu jawaban Mayu.
__ADS_1