Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Musibah Membawa Rejeki


__ADS_3

"Ini tentang acara makrab yang akan diadakan hari sabtu nanti. Saya sudah dapat info dari Rangga katanya kamu tidak ikut. Apa itu benar?"


"Iya benar Kak. Saya tidak bisa ikut, saya tidak mungkin meninggalkan nenek saya sendirian. Kak Alga bisa lihat sendiri bagaimana kondisi nenek Saya. Saya takut terjadi sesuatu padanya saat saya tidak ada." jujur Mayu.


Alga mengangguk mengerti.


"Jika saya suruh seseorang untuk menjaga nenek kamu selama kamu pergi, apa kamu mau ikut?"


"Enggak Kak, enggak usah. Saya tidak mau merepotkan Kak Alga." ujar Mayu cepat.


"Enggak merepotkan Mayu. Justru kalau kamu enggak ikut akan semakin merepotkan saya. Kamu belum tahu aja bagaimana agresifnya Naura itu. Saya hanya enggak mau saja saat kamu enggak ada, dia nekad masuk kamar saya dan masalahnya akan semakin rumit nantinya. Belum lagi kalau Lia dan teman-temannya mencoba mendekati saya." ujar Alga apa adanya.


Alga juga sudah bisa membayangkan jika tidak ada Mayu, maka dia akan sulit menolak keingunan Naura. Ditambah lagi Naura juga senang sekali mengadu pada maminya. Hingga membuat Alga tidak akan bisa menolaknya kalau alasannya tidak jelas. Padahal di lubuk hati terdalam Alga dia masih menyimpan amarah pada Naura, karena Nauralah penyebab utama Alga putus dengan pacar yang sangat dicintainya.


Mayu menatap Alga tidak percaya.


"Seriusan Naura bisa nekad masuk kamar begitu Kak? Kak Alga jangan ngaco ah! Kayaknya itu enggak mungkin banget. Jelas-jelas kalau dia masuk kamar Kak Alga dan kalau sampai terjadi sesuatu padanya, maka dia yang akan rugi."


"Rugi dari mananya? Justru itu yang diinginkannya, karena kalau sesuatu yang tidak diingikan itu terjadi, maka saya akan terpaksa menikahinya."


"Benar juga ya. Eh tapi kan Naura itu sangat cantik Kak, dia juga sangat kaya, sepadanlah sama Kak Alga. Kalian akan jadi pasangan yang perfect jika kalian bersatu.


"Kalau hatinya secantik parasnya kamu benar, tapi sayangnya hatinya tidaklah secantik parasnya, dan saya lebih membutuhkan perempuan berhati cantik dari pada berparas cantik. Paras cantik itu bisa dibeli dengan uang tapi kalau hati yang cantik tidaklah bisa dibeli dengan uang." tegas Alga.


Mayu tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


"Benar sekali Kak, Mayu ini juga sebenarnya sangat cantik loh, mirip yuki kato lagi, sayangnya Mayu enggak punya ada uang saja buat perawatan." ujar Mayu dengan percaya dirinya.


"Saya tidak perduli kamu itu cantik atau enggak Mayu, yang saya perdulikan itu hanya masalah makrab, dan saya mau kamu ikut bersama saya, itu saja!"


Mayu terdiam dan menghembuskan nafasnya kasar. Dia benar-benar bingung, satu sisi dia tidak tega meninggalkan neneknya tapi sisi yang lain dia juga takut Naura dan teman-temanya merencanakan sesuatu pada Alga. Mayu jadi semakin mengerti sekarang kenapa Alga lebih memilih memiliki kekasih bayaran dari pada kekasih asli. Kasihan kekasih aslinya kalau harus berhadapan dengan Naura. Bisa-bisa dia langsung minta putus. Siapa juga yang mau pacaran kalau ujung-ujungnya menderita, iya kan? Masa pacaran itu seharusnya bisa buat bahagia, bukan menderita. Jika saat pacaran saja kita menderita, gimana saat berumah tangganya nanti? Penderitaannya akan semakin banyak lagi.


"Kamu tenang saja Mayu, orang yang menjaga nenek kamu itu adalah orang yang bisa dipercaya dan baik. Dia adalah ibu Tuti, ibu kandungnya Rangga. Jadi saya sangat tahu seperti apa dia karena dia sudah puluhan tahun kerja di rumah saya." ujar Alga lagi seakan mengerti kebimbangan Mayu.

__ADS_1


"Seriusan Kak, mamanya kak Rangga? Kak Alga tidak membohongi saya kan?" tanya Mayu seakan tidak percaya. Dia tidak menyangka kalau Rangga adalah anak seorang pembantu.


"Serius Mayu, kalau masalah seperti itu saya tidak mungkin bohong pada kamu."


"Baiklah Kak, kalau memang ada yang bisa menjaga nenek saya, saya mau ikut, tapi mamanya kak Rangga punya handphone enggak Kak? Selama di puncak saya juga mau komunikasi dengan nenek saya dan memastikan dia baik-baik saja."


Alga menatap Mayu dan menarik nafas pelan. Dia tidak menyangka Mayu sesayang ini pada neneknya. Alga akui untuk yang satu ini, dia memberi nilai lebih pada Mayu. Zaman sekarang ini, begitu banyak anak atau cucu yang menelantarkan orang tua mereka tapi Mayu tidak melakukannya. Apa yang dilakukan Mayu patut diacungi jempol.


"Kalau soal handphone kamu tenang saja. Handphone si mbok jauh lebih canggih dari handphone kamu yang jelek itu." ujar Alga dan kata-kata sadisnya kembali keluar.


"Iya Kak Alga Iya, saya tahu handphone saya jelek, tapi enggak usah diperjelas juga. Sekarang udah selesai kan? Kak Alga sudah bisa pulang!"


"Kamu ngusir saya?" ujar Alga menatap Mayu tidak suka.


"Bukan ngusir Kak Alga, saya masih harus lanjut jualan lagi. Jika saya ikut itu berarti saya tidak akan ada pemasukan lagi selama 2 hari. Uang tabungan saya bisa habis. Jika uang tabungan saya habis, kami mau makan apa? Saya tidak masalah makan sehari sekali tapi saya tidak mungkin membiarkan nenek saya makan sehari sekali. Bagi saya, lebih baik saya menahan lapar dari pada nenek saya tidak bisa makan." ujar Mayu.


Jika Mayu tidak bisa jualan di pinggir jalan, maka dia mau jualan di tiktok saja seperti biasanya.


Alga kembali menarik nafas pelan, sekeras-kerasnya hatinya, ada terselip perasaan tidak tega juga, melihat keadaan Mayu dengan neneknya. Dan kali ini Alga harus kembali mengakui kelebihan Mayu yang lain, dibalik penderitaan yang dihadapinya, Mayu tetap semangat juga strong. Dan itu jarang dia temukan pada perempuan seusia Mayu, yang mana kebanyakan dari mereka lebih memilih jalan pintas, dan itu dengan menjadi perempuan yang tidak benar.


Mayu menatap takjub motornya yang baru saja dikirim oleh orang bengkel. Motornya jadi terlihat jauh lebih bagus dari sebelumnya.


Motor Mayu tidak hanya diservice saja, tapi oli juga diganti, begitu juga dengan jok, kaca spion dan kedua bannya. Ini benar-benar musibah membawa rejeki. Mayu jadi tidak perlu keluar uang banyak untuk memperbaiki motornya.


Mayu tanpa sadar tersenyum, dan lagi-lagi dia bisa merasakan kalau Alga itu tidaklah jahat, dia masih punya rasa perduli pada orang kecil seperti Mayu.


Mayu kemudian mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana.


[Terima kasih banyak Kak Alga untuk bantuannya, sekarang motor Mayu jadi jauh lebih baik, tapi ini semua gratis kan Kak?] Isi pesan Mayu. Takut juga Mayu kalau setelah ini dia disuruh bayar.


Tidak sampai semenit sudah ada balasan dari Alga.


[Iya.]

__ADS_1


Senyum Mayu mengembang.


[Terima kasih honey bunny sweety, Kak Alga memang terbaik. Mayu juga janji Kak, akan lebih maksimal lagi jadi kekasih bayaran Kak Alga.] tulis Mayu mantap. Jika biasanya dia setengah hati melakukan tugasnya, kali ini Mayu mau sungguh-sungguh melakukannya. Mayu tidak mau membuat Alga kecewa. Alga sudah baik padanya jadi dia juga harus membalasnya.


Tin tin


Mayu menoleh begitu mendengar suara klakson yang sangat dekat dengannya.


"Eh ada Kang Mas Irpan. Baru pulang kamu Pan?"


"Iya May, aku nongkrong dulu tadi sama teman." ujar Irpan.


Mayu mengangguk mengerti, walau dia sendiri belum pernah merasakan nongkrong bersama teman-temanya. Dia terlalu sibuk cari uang dan uang. Hanya saja Mayu tidak sedih, dia akan jauh lebih sedih kalau tidak bisa kerja cari uang untuk dia dan neneknya.


"Ah iya May, ini aku ada beli ayam bakar lebih. Diambil ya May buat makan malam kamu dengan nenek." ujar Irpan memberikan perhatiannya sambil memberikan satu kantong keresek pada Mayu.


Alis Mayu terangkat.


"Kamu dapat uang dari mana Pan, jangan bilang kamu minta uang jajan tambahan lebih sama tante?"


"Ya enggaklah May. Satu bulan ini aku cukup banyak pesanan untuk jasa edit cover dan video, makanya aku bisa teraktir kamu dan orang rumah." jujur Irpan.


Walau orang tuanya berkecukupan tapi Irpan tetap berusaha mencari tambahan, sekaligus untuk melatih bakat dan kemampuannya. Sayang ilmunya juga kalau tidak digunakan.


"Oh begitu ceritanya. Kalau begitu ayam bakarnya aku ambil ya Pan, terima kasih banyak Pan, dan semoga pesanannya semakin banyak lagi." ujar Mayu semangat. Hari ini dia dapat banyak rejeki.


"Iya May, Amin. Eh, ini motornya perasaan ada yang baru, kamu habis dari bengkel May?" tanya Irpan begitu sadar ada yang berbeda dengab motor Aimee.


Mayu refleks tersenyum tipis.


"Bukan Pan, motornya dibawa ke bengkel sama kak Alga, dan dialah yang mengganti ban, jok dan sebagainya." ujar Mayu apa adanya.


Irpan seketika menatap Mayu. Seriusan itu semua Alga yang melakukannya, tapi kenapa? Apa itu berarti dia sudah mulau jatuh cinta sama Mayu? Membayangkannya saja sudah membuat hati Irpan kembali sakit. Dia benar-benar tidak menyangka seorang Alga memiliki rasa perduli setinggi itu pada Mayu. Dan Pada akhirnya perhatiannya tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan perhatian yang diberikan Alga.

__ADS_1


Irpan tiba-tiba menggelengkan kepalanya, walau perhatiannya kalah kali ini, tapi dia tetap tidak akan menyerah. Dia akan terus berjuang demi Mayu.


__ADS_2