Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Frans kembali Berulah


__ADS_3

"Tolong apa Mas? Mas ada di mana?" tanya Naura khawatir.


"Aku juga kurang tahu tepatnya dimana By, yang jelas ini jalan ke arah Bogor. Alex yang membawaku ke sini dan ada banyak orang suruhannya di sini. Sebelumnya kami sempat berantem. Kamu susul aku ya By, ajak Rangga dan yang lainnya. Aku aktifkan GPSku By." ujar Alex lagi sepelan mungkin.


"Iya Mas, kami aka segera menyusul Mas. Mas jaga diri baik-baik. Mas enggak boleh terluka." ujar Naura tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatirnya.


"Iya Sayang," ujar Alex kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Mas Alex kenapa Nau?" tanya Mayu yang bisa melihat jelas perubahan wajah Naura.


"Mas Alex, May. Kita harus harus segera menyusulnya. Frans kembali membuat ulah. Gue takut banget terjadi sesuatu padanya." ujar Naura dan ingin menangis rasanya. Naura benar-benar takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kekasihnya.


"I-iya Nau, kita harus segera menyusulnya. Sebentar kita hubungi kak Rangga dan yang lainnya dulu. Lo telepon kak Rangga, gue telepon Irpan!" suruh Mayu dan langsung bagi tugas.


Naura mengangguk mantap dan langsung mencari nama Rangga.


Sementara itu di tempat persembunyiannya Alex sekuat tenaganya menahan diri agar tidak bersuara karena kalau sedikit saja dia bersuara, anak buah Frans yang berdiri dibalik pintu pasti mendengarnya.


Alex bukan tidak mampu melawan. Jika orang suruhan Frans hanya satu orang Alex pasti akan dengan mudah memberi perlawanan. Sementara, orang suruhan Frans ada banyak dan Frans tebak pasti lebih dari 5 orang karena sebelumnya Frans sempat melihat mereka.


Alex sangat menyasal karena lagi-lagi dia terjebak dalam permainan Frans. Sebelumnya mereka memang sempat ber*ntem hebat. Alex bahkan sempat mendapatkan beberapa luka di tubuhnya dan begitu juga dengan Frans dan itu karena Frans tiba-tiba menga*camnya dan minta Alex tanda tangan penyerahan jabatan.


Alex tentu tidak mau, dia masih sangat sehat juga mampu, jadi untuk apa dia menyerahkan jabatannya.


Frans tidak menyerah begitu saja, dia terus nantangin Alex, membuat emosi Alex semakin menjadi.


Alex juga sampai mengejar Frans yang sudah masuk dalam mobilnya. Alex ikut masuk mobilnya dan mengejar mobil Frans.


Terjadi aksi kejar-kejaran diantara mereka dan Alex benar-benar tidak sabar kalau Frans membawanya ke sebuah gudang tua. Alex juga tidak ada rasa curiga sama sekali karena yang ada dibenaknya ingin segera men*hajar Frans.


Alex buru-buru menghampiri Frans begitu Frans keluar dari mobilnya.


Mereka kembali berant*m, Frans bahkan sampai jatuh karena mendapat ten*angan dari Alex. Hanya saja saat Frans jatuh, dia menatap marah pada Alex kemudian menjentikkan jarinya. Tidak lama setelah itu keluar beberapa orang preman yang siap memberi pelajaran pada Alex.


Alex sangat terkejut melihat beberapa preman itu dan dia langsung sadar kalau Frans sudah menjebaknya.


Alex menatap marah pada Frans dan Frans membalasnya dengan tatapan mengejeknya.


"Sekarang lo boleh pilih, mau tanda tangan atau masuk rumah sakit dan pernikahan lo batal. Pilihan lo hanya 2! Gue enggak main-main." ujar Frans.


Alex menatap marah pada sepupunya, Frans benar-bebar licik dan beraninya main kroyokan. Dia bukannya membalas Alex dengan prestasi tapi malah dengan purbuatan yang tidak menyenangkan sama sekali.


"Cepat jawab Alex, gue enggak punya banyak waktu!" seru Frans lagi dan melangkah ke arah sepupunya.


Alex tetap diam saja dan tatapannya semakin marah.


"Alex! Jawab!" seru Frans lagi.


Alex mengepalkan kuat tangannya. Ini adalah pilihan yang sangat sulit baginya. Dia tentu tidak mau menyerahkan kursi kepeminpinannya kerena itu memang miliknya dan dia juga tidak mau masuk rumah sakit. Dia jelas tidak ingin rencana pernikahan yang sudah di depan mata, terpaksa batal karena dia. Alex benar-benar tidak mau kekasihnya kecewa karena dia. Sementara kalau Alex mau kabur juga pasti tidak akan bisa karena posisinya saat ini sudah terkepung.


"Alex! Jangan buat kesabaran gue habis Alex!" marah Frans lagi dan siap menarik kerah baju Alex.

__ADS_1


Alex yang tidak punya pilihan lain, kembali memberi puku*an kerasnya pada Frans kemudian berlari secepat mungkin. Walau tidak mungkin bisa kabur tapi Alex belum mau menyerah. Dia haris memperjuangkan haknya.


"Alex kurang h*jar lo! Cepat kejar dia dan buat dia babak b*lur, tapi ingat jangan sampai mati!" seru Frans pada anak buahnya. Walau sangat marah, Frans tentu tidak mau sepupunya mati karena itu sama saja dia cari mati namaya.


Alex sudah berhasil masuk gedung tua itu dan buru-buru mencari tempat persembunyian. Beruntung Alex menemukan pintu penghubung dan buru-buru bersembunyi di balik pintu. Alex juga tidak lupa menghubungi kekasihnya untuk minta bantuan.


Ada sedikit perasaan lega di hati Alex karena sudah berhasil menghubungi kekasihnya, dan berharap Naura akan segera datang.


Alex sudah mulai kepanasan di tempat persembunyiannya, nyamuknya juga banyak dan Alex tidak mungkin memukulnya. Jangankan memukul nyamuk, bergerak saja dia tidak berani karena anak buah Frans masih ada di sekitarnya.


"Dimana dia?" seru Frans menatap anak buahnya garang.


"Kami kehilangan jejaknya bos," ujar salah satu dari anak buah Frans.


"Gimana mungkin kalian bisa kehilangan jejaknya? Bodoh kalian semua! Cepat cari dia sampai dapat! Dia pasti masih ada di sekitar sini!" marah Frans kemudian mene*dang keras kranjang tua yang ada disikitarnya.


Dia tidak boleh kalah lagi kali ini, Frans sudah menyiapkan semuanya sematang mungkin, dan Alex harus segera menandatangani surat penyerahan jabatan itu.


"Baik bos," seru mereka dan kembali berusaha mencari keberadaan Alex. Di setiap sudut mereka periksa begitu juga dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai, ada yang merka lempar dan ada juga yang mereka tend*ng.


Frans juga tidak mau diam saja, dia ikut mengedarkan pendangannya mencari keberadaan Alex.


Frans sampai berkacak pinggang begitu mereka belum juga menemukan keberadaan Alex. Gudangnya memang cukup luas dan ada banyak barang yang tidak terpakai, hanya saja pintu keluarnya itu hanya satu dan Alex tidak mungkin keluar dari pintu itu.


"Alex! Keluar lo!" marah Frans sambil men*ndang kuat pintu tempat persembunyian Alex.


"Ackh!" Alex tanpa sadar merintih kesakitan dan itu membuat Frans seketika menoleh ke arah pintu. Frans tersenyum sinis, dia yakin sekali kalau Alex pasti bersembunyi di sana. Sedangkan Alex dia buru-buru menutup mulutnya.


Frans kembali tersenyum sinis. Dia yakin sekali kalau Alex bersembunyi di sana.


Frans kembali mengambil ancang-ancang dan siap memberi tend*ngan lebih keras lagi.


"Ackh!" kali ini bukan Alex yang mengaduh kesakitan tapi Frans. Alex yang sengaja mendorong keras pintunya membuat te*dangan Frans terpental.


Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia buru-buru berlari kabur dari Frans.


"Alex! Cepat tangkap!" teriak Frans menatap marah pada sepupunya.


Anak buah Frans langsung mengepung Alex dan memberi pelajaran pada Alex. Alex sekuat tenaga memberi perlawaban tapi hanya sia-sia belaka. Lawannya ada 5 orang yang mana badannya juga lebih besar dari Alex.


"Ackh!" Alex kembali mengaduh kesakitan begitu tubuhnya jatuh ke lantai. Tubuhnya sudah babak bel*r dan mendapat banyak luka.


Frans menatap sinis pada sepupunya, itu akibatnya kalau masih berani melawan.


"By, tolong By!" lirih Alex yang sudah tidak berdaya. Dia bahkan sudah tidak sanggup mengangkat tubuhnya lagi.


"Ackh!" Alex lagi-lagi mengaduh kesakitan saat Frans dengan teganya menginjak jari tangan kirinya.


"Gimana, lo masih mau melawan atau mau tanda tangan?" ujar Frans menatap mengejak pada sepupunya.


Frans juga memberi koda pada anak buahnya supaya mengambil map yang sudah dia siapkan.

__ADS_1


Alex hanya diam saja. Sunguh dia tidak lagi sanggup berkata-kata. Sekujur tubuhnya merasakan sakit, terutama tangannya yang diinjak oleh Frans.


"Ini Bos!" ujar anak buah Frans menyerahkan mapnya.


"Bagus," ujar Frans kemudian menyerahkan mapnya di depan Alex.


"Cepat tanda tangan!" ujarnya menatap tajam pada sepupunya.


Alex menatap mapnya sambil menahan rasa sakitnya. Alex sudah tidak tahan, tapi dia juga tidak ingin memberikan tanda tangannya. Frans terlalu arogan jadi peminpin dan bagaimana nasib perusahaan keluarganya nanti kalau dipimpin oleh Frans? Alex tidak yakin perusahaan yang sudah berdiri puluhan tahun itu masih bisa berdiri kokoh jika peminpinnya seperti Frans.


"Cepat tanda tangan Alex!" seru Frans lagi sambil memberikan pulpennya pada Alex. Tangan Alex sampai gemeteran memegang pulpennya.


'By, kamu dimana cepat bantu aku By!' bantin Alex.


Uwiu uwiu ....


Alex yang hendak tanda tangan seketika menghentikan niatannya, sedangkan Frans dan anak buahnya sangat terkejut begitu mendengar suara mobil polisi itu. Anak buah Frans bahkan langsung berlari melarikan diri. Mereka tidak mau masuk penjara.


"Tunggu!" seru Frans tapi anak buahnya tidak mau mendengarkannya. Mereka tetap pergi.


"Sialan," ujar Frans dan kembali menatap Alex.


"Cepat tanda tangan!" serunya dan masih sempat-sempatnya memaksa Alex. Alex yang sudah mendengar penyelamat datang tentu saja tidak mau. Dia sudah bertahan sampai sejauh ini, tentu dia tidak akan menyerah begitu saja.


Frans ingin kembali memberi pelajaran pada sepupunya tapi dia urungkan katena suara mobil polisi itu semakin dekat. Berhubung pintu keluar hanya satu, Frans buru-buru berlari ke arah pintu keluar tapi sebelumnya dia mengambil cepat mapnya. Bahaya kalau map itu sampai di ditangan polisi.


"Hei tunggu!" seru Rangga dan buru-buru turun dari mobilnya begitu melihat Frans berlari. Frans melirik sebentar dan kembali mempercepat larinya.


Rangga tidak diam saja, dia langsung mengejar Frans dan begitu juga dengan Yudha, Irpan serta seorang polisi temannya Irpan yang sengaja mereka minta bantuan. Sementara Mayu dan Naura buru-buru berlari masuk gudang.


"Mas Alex!" seru Naura dan langsung histeris begitu melihat keadaan Alex yang dipenuhi banyak luka. Naura semakin mempercepat larinya dan langsung menghampiri kekasihnya.


"Mas!" seru Naura lagi dan berusaha membantu kekasihnya.


"Mas harus bertahan Mas!" ujar Naura dan air matanya sudah jatuh membasahi pipi mulusnya.


"Aku pasti bertahan By," ujar Alex lirih.


Sedangkan Mayu, dia juga sangat syok melihat keadaan Alex. Hanya saja Mayu kembali berlari keluar gudang dan memanggil Rangga atau siapa pun itu. Alex harus segera dibawa ke rumah sakit karena keselamatan Alex lah yang lebih penting saat ini.


***


Alex sudah mendapat perawatan medis dan Naura dengan setia menemanin kekasihnya. Beruntung Alex tidak mendapat luka serius di bagian kepala, hanya dibagian badannya saja yang mendapat luka yang cukup serius. Untuk itu Alex harus mendapatkan perawatan untuk beberapa hari ke depan.


Sementara itu Mayu dan yang lainnya memilih mengurus Frans terlebih dulu. Walau teman Irpan yang polisi ikut membantu, tapi mereka sengaja tidak langsung membawa Frans ke kantor polisi. Mereka mau menunggu keputusan Alex, takutnya kakau sudah sampai di kantor polisi, masalahnya akan semakan besar. Selain itu status Alex dan Frans juga tidak hanya saudara tapi mereka juga peminpin perusahaan besar. Jika mereka ketahuan berantem itu bisa menjadi sekandal prusahan dan tentunya akan sangat merugikan perusahaan.


"Lepaskan saya, kalian tidak ada urusannya dengan saya!" seru Frans berusaha melepaskan dirinya. Saat ini Mayu dan yang lainnya sengaja menyekapnya di suatu ruangan.


"Kata siapa tidak ada? Mas Alex itu adalah salah satu saudara kami, jadi siapa pun yang berani mengusikanya, maka kami tidak akan diam saja. Lagian Mas Frans ini kenapa jahat sekali sih? Ingat Mas, Mas Alex itu adalah adik sepupunya Mas Frans." seru Mayu.


"Bukan urusan kamu!" serunya membuat Mayu geregetan. Benar-benar menyebalkan ini sepupunya Alex.

__ADS_1


__ADS_2