Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Salah Duga


__ADS_3

"Maksud kamu apa berkata seperti itu? Apa istri saya terlalu cantik untuk saya?" kesal Alga tidak hanya Naura yang kesal, Alga juga tidak kalah kesalnya. Dia tidak terima istrinya ditatap remeh seperti ini.


Perempuan itu bukannya menjawab tapi malah tersenyum pada Alga membuat Alga dan yang lainnya menatap aneh padanya termasuk Mayu. Apa perempuan di depannya ini punya kepribadian ganda?


"Saya hanya bercanda Alga. Saya mengerti sekarang kenapa kamu sangat dingin pada saya begitu juga pada teman-teman perempuan kita yang lain, ternyata kamu ada hati yang harus kamu jaga. Istri kamu sangat cantik Alga dan terlihat tulus juga cocok dengan kamu yang tidak banyak tingkah." ujar Vira dan itu tulus.


Alga dan yang lainnya tampak lega mendengarnya terutama Mayu, hampir saja Mayu ngambek pada suaminya.


Alga beralih merangkul istrinya.


"Tentu saja istri saya sangat cantik juga tulus karena itu saya langsung mengikatnya karena saya tidak mau dia direbut oleh laki-laki lain." ujar Alga dengan bangganya dan Mayu tentu saja tersenyum mendengarnya.


"Kamu benar Alga dan saya salut dengan keputusan kamu. Hanya saja saya mau protes pada kamu, kenapa kamu tidak mengundang kami. Kamu bahkan keluar diam-diam dari group." ujar Vira lagi.


"Oh Itu ...." ujar Alga berhenti untuk sejenak.


Sebenarnya Alga tidak ada niatan keluar dari groupnya tapi karena ada satu teman perempuan mereka seangkatan Vira suka sekali mengirim pesan pada Alga dan pesannya itu sungguh mengganggu Alga. Tidak hanya kata rayuan yang dia kirimkan tapi foto s*ksinya juga. Jelas-jelas Alga sangat terganggu dan kalau Mayu melihat Mayu bisa salah paham. Alga juga sudah memblokirnya, tapi karena karena nomor Alga masih ada di grup dia kembali menghubungi Alga dengan nomor yang lain. Itu juga alasanya kenapa Alga memilih keluar diam-diam, Alga tidak mau membuat keributan.


"Saya hanya malas saja sama orang iseng. Namanya manusia pasti ada saja yang iseng dan saya cukup terganggu karena dia. Untuk itu saya memilih pergi saja. Lagian saya juga tidak ada niatan menetap di London karena itu saya memilih pergi." ujar Alga.


"Oh itu, saya sangat tahu orang iseng yang kamu maksud, tidak apa-apa Alga saya mengerti, tapi kan kamu bisa chat pribadi." ujar Vira lagi dan kali ini Alga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Alga jarang sekali mau menyimpan nomor teman-teman ceweknya. Kecuali nomor Naura, Lora dan teman-teman Mayu yang lainnya yang sudah ada pasangan tentunya. Alga malas saja berurusan dengan para gadis-gadis itu. Alga tukut ada yang khilaf lagi.


"Jangan bilang kamu tidak menyimpan nomor saya Alga? Kamu ini jahat sekali Alga. Apa istri kamu ini yang melarangnya?" tanya Vira lagi seakan tahu apa yang dipikirkan Alga.


"Tentu saja bukan, Mayu tidak pernah mau kepo soal ponsel saya, karena itu saya juga berusaha menjaga kepercayaannya. Saya hanya kurang menyukainya saja karena cukup sering dapat pesan tidak jelas." ujar Alga apa adanya.


"Ternyata kamu sebucin itu pada istri kamu Alga. Pantas saja, Ya sudah tidak apa-apa. Saya mengerti." ujar Vira akhirnya.


"Terima kasih pengertiannya Vira, tapi kalau kamu tidak keberatan di sini saya dan istri mengundang kamu dia acara resepsi kami yang akan diadakan besok di tempat ini." ujar Alga.


"Ini serius kamu mau ngundang saya, terpaksa tidak nih?"


"Tentu saja tidak Vira, iya kan Ay?" ujar Alga beralih pada istrinya.


Mayu yang sedari tadi diam menganggukkan kepalanya.


"Iya Mbak, kami tentu saja dengan senang hati mengundang Mbak. Datang ya Mbak!" ujar Mayu ramah.


"Siap nyonya Alga. Ternyata kamu selain cantik, ramah dan tidak sombong juga. Pantas Alga enggak bisa berpaling dari kamu." ujarnya memuji Mayu.


"Terima kasih Mbak."


"Sama-sama. By the way selamat atas pernikahan kalian, langgeng sampai maut memisahkan dan secepatnya diberi momongan." ujarnya lagi.


"Amin." kompak Alga dan Mayu.


Mayu benar-benar lega ternyata gadis yang berdiri di depannya orang baik dan bukan calon pelakor.


Begitu juga dengan Naura, dia tidak jadi marah pada Vira. Vira ternyata bukan seperti yang dia kira.


***


Mayu dan Naura sudah selesai didandani. Mereka terlihat sangat cantik dengan gaun ping pastel yang mereka kenakan, gaun yang hampir sama modelnya. Mayu dan Naura sengaja melakukannya karena mereka ingin terlihat seperti anak kembar.


Sama halnya dengan Alga dan Alex mereka juga sama-sama memakai jas hitam yang pas di badan membuat mereka semakin tampan.

__ADS_1


Sementara para tamu undangan mereka juga memakai dresscode berwarna putih dan hitam kecuali untuk bidesmaid dan Groomsmen mereka yang memakai warna abu-abu.


Alga dan Alex tampak sudah siap menunggu di kursi pelaminan mereka, sedangkan Naura dan Mayu masih menunggu di panggil MC. Sementara para tamu sudah menunggu di kursi masing-masing.


"Untuk mempelai wanita silahkan memasuki tempat acara!" ujar MC membuat Mayu dan Naura menatap pada David yang berdiri diantara kedua anak perempuannya dan berdiri menggandeng lengannya.


"Kalian sudah siap?" tanya David.


"Siap Dad." kompak Mayu dan Naura.


"Bagus. Ayo!" ujar Davin dan disambut dengan anggukan Mayu dan dan Naura.


Mereka bertiga kemudian memasuki tempat acara.


Para tamu bertepuk tangan begitu melihat mereka masuk. David benar-benar membuat iri para tamu yang hadir. Menurut mereka David adalah salah satu ayah yang paling beruntung yang memiliki 2 anak yang cantik jelita, sukses dan yang paling membuat iri adalah kedua anaknya dinikahi oleh 2 laki-laki tampan yang tidak kalah suksesnya dan baik juga tentunya. Mereka tidak tahu saja kalau hidup David hampir dua puluh tahun lamanya jauh dari kata beruntung dan bahagia, biasa bertahan juga karena Naura semua berubah sejak kehadiran Mayu tentunya.


Lain dengan tamu lain juga dengan Alga dan Alex, mereka berdua menatap haru pada anak dan ayah itu dan mereka benar-benar merasa beruntung bisa menjadi bagian penting dari anak dan ayah itu.


Selain itu David adalah sosok panutan bagi mereka. Masa lalu David memang kurang baik tapi pengorbanan David untuk anak-anaknya patut diacungi jempol. Alex dan Alga juga ingin seperti David yang akan berjuang demi kebahagiaan anak-anak mereka.


"Lihatlah suami kalian itu, mereka tidak sabaran sekali." ujar David begitu melihat Alga dan Alex sudah melangkahkan kaki mereka dan mengulurkan tangan mereka masing-masing, menyambut istri mereka tercinta.


Mayu dan Naura hanya tersenyum. Mayu dan Naura juga menyambut uluran tangan suami mereka dan melepas gandengannya pada David.


"Terima kasih daddy mertua." kompak Alga dan Alex.


"Sama-sama," ujar David kemudian kembali ke kursi di samping istrinya. Sindi menyambutnya dengan senyuman dan David juga melakukan hal yang sama.


Acara kembali mereka lanjutkan. Acara kali ini bukan sekedar salam-salaman tapi ada acara potong kue, dansa dan dance, hiburan dari penyanyi yang mereka undang, sambutan dari pengantin dan orang tua, kesan dan pesan dari para sahabat serta penyerahan kado juga untuk para bridesmaid dan groomsmen mereka.


Kedua pasang mempelai tampak begitu bahagia melakukan acara demi acara. Mereka juga terlihat sangat kompak membuat tamu mereka senyum-senyum melihatnya.


"Siap Dad," kompak mereka mantap. Mereka juga sudah membahas itu sebelumnya dan mereka juga saling berjanji kalau mereka akan berusaha menjaga komunikasi mereka, saling terbuka, agar tidak terjadi salah paham dikemudian hari, terutama untuk Mayu dan Naura yang notabennya adik kakak dan bekerja di tempat yang sama.


"Bagus." ujar David mengacungkan jempolnya. Sebagai orang tua tentu melihat anak dan menantunya akur adalah kebahagiaan yang utama baginya.


Dia akhir cara mereka melakukan sesi foto bersama dan dance bersama. Tampak bahagia di wajah mereka semua termasuk nenek Iroh juga tentunya walau dia hanya bisa duduk di kursi roda.


***


Pesta pernikahan sudah selesai dan sudah saatnya Alga dan yang lainnya kembali ke aktivitas masing-masing.


Tidak banyak yang berubah setelah Mayu menikah dengan Alga. Baik dulu maupun sekarang, sudah menjadi kebiasaan baginya menyiapkan serapan. Walau Dira juga tidak pernah menyuruhnya tapi tetap saja Mayu melakukannya.


Begitu juga dengan aktivitas sehari-hari Mayu, dia akan berangkat ke kantor bersama Alga dan pulangnya Alga akan menjemputnya. Yang paling banyak berubah hanya waktu kebersamaan mereka saja. Alga dan Mayu jadi semakin banyak waktu bersama terutama malam tentunya.


Selama mereka menikah belum pernah sekali pun mereka berantem kecuali berantem kecil saja dan itu juga karena Alga suka sekali mengganggu istrinya. Seperti yang sedang terjadi saat ini, Mayu yang masih harus menyelesaikan pekerjaannya, jadi terganggu karena Alga suka sekali mencuri cium di pipi atau lehernya. Konsentrasi Mayu jadi terganggu karena Alga.


"Cup!"


"Kak Alga!" protes Mayu cepat.


Alga hanya memamerkan senyumnya dan kembali naik ke atas kasur. Alga masih santai pekerjaannya dan dia juga tidak perlu lembur di rumah seperti Mayu.


Mayu menggelengkan kepalanya dan kembali fokus pada laptopnya.

__ADS_1


Melihat istrinya yang kembali fokus, Alga tersenyum penuh arti. Alga bangun perlahan dari kasurnya dan kembali menghampiri Mayu dengan langkah pelan-pelan.


"Cup!" kali ini pipi Mayu yang jadi sasarannya.


"Kak! Kapan selesainya ini?" seru Mayu mulai kesal. Kesabaranya kembali diuji sama suami gantengnya yang isengnya lagi kumat.


Alga kembali tersenyum dan melangkah cepat ke arah kasur mereka.


Mayu masih melirik pada suaminya.


"Makanya enggak perlu diselesaikan saja Ay! Kamu tidur saja sama aku!" ujar Alga dengan santainya. Alga sebeneranya tidak suka Mayu membawa pekerjaannya ke rumah. Mereka memang bertemu setiap hari, tapi kalau sudah di rumah, Alga inginnya fokus Mayu pada dia atau keluarga saja.


Mayu menghembuskan nafasnya kasar. Mayu juga kalau bisa ingin menemani Alga saja, tapi pekerjaannya juga tidak kalah pentingnya dan dia harus menyelesaikannya malam ini juga.


"Kak, aku tidak mungkin membiarkan pekerjaanku, sementara pekerjaan ini sangat penting. Bisa-bisa gajian karyawanku terpaksa diundur jika ini tidak selesai malam ini juga. Untuk itu Kak, aku mohon pengertiannya malam ini saja. Alu janji mulai besok sebisa mungkin aku tidak lagi membawa pekerjaanku ke rumah." mohon Mayu seakan tahu isi pikiran Alga.


Gantian Alga yang menghembuskan nafasnya kasar. Melihat Mayu sampai memohon membuatnya seketika luluh.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu kamu lagi, tapi ingat mulai besok jangan lagi bawa pekerjaan ke rumah. Kamu kerjanya dari pagi sampai sore loh Ay, belum lagi kamu masih harus melayaniku. Aku tidak ingin kamu kelelahan dan jatuh sakit. Kamu itu manusia bukan robot, Ay!" ujar Alga akhirnya memilih mengalah dan tidak lupa mengingatkan istrinya.


"Iya Kak, aku janji." ujar Mayu.


"Istri pintar. Ya sudah kamu lanjut kerja lagi!" ujar Alga.


Mayu mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Alga menatap istrinya yang kembali serius. Kali ini tidak ada tatapan julit atau senyum penuh arti. Alga sudah janji dan Alga harus menepati janjinya.


Alga mulai bosan dan rasa ngantuk juga sudah mulai menyerang tapi Mayu belum selesai juga.


Alga melirik jam dinding kamarnya, ini sudah jam sepuluh malam tapi Mayu belum selesai juga.


Alga kembali menghebuskan nafas kasar. Melihat jam yang sudah tengah malam, ingin rasanya Alga mengambil laptop istrinya dan menyuruh Mayu tidur, sayangnya Alga sudah janji dan Alga tidak mungkin mengingkari.


Alga akhirnya membiarkan Mayu saja dan mencoba menunggu Mayu dengan tenang.


Alga sampai menguap berulang kali karena bosan menunggu dan sayangnya Mayu belum ada tanda-tanda mematikan laptopnya.


Alga akhirnya memejamkan matanya sebentar. Dia akan memberi Mayu waktu 15 menit lagi. Selesai atau tidak selesai tepat jam 11 nanti Mayu harus tidur.


Tepat jam 1 pagi Mayu baru selesai dengan pekerjaannya kemudian mematikan laptopnya.


Mayu melirik ke arah jam dinding dan tampak terkejut. Dia benar-benar tidak sadar kalau ini sudah pagi.


Mayu buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah kasur dan terlihat Alga sudah tertidur dengan pulasnya.


"Maaf Kak," gumam Mayu. Ada perasaan bersalah di hatinya karena membiarkan Alga menunggu sampai ketiduran.


Mayu akhirnya memilih bangun dari duduknya.


"Eh!" ujar Mayu dan refleks memejamkan matanya saat rasa pusing tiba-tiba menyerangnya.


Mayu memijat pelipisnya. Pasti ini karena kelamaan duduk depan loptop dia jadi pusing.


Mayu kembali berusaha bangun dari duduknya. Walau rasa pusing masih ada dia membiarkannya saja, Mayu lebih memilih menghampiri Alga.

__ADS_1


Mayu menarik selimut di kaki Alga dan menyelimuti suaminya. Setelahnya dia juga naik ke kasur dengan hati-hati karena tidak ingin Alga terbangun.


Mayu tidur di samping suaminya dan memeluk Alga. Mayu juga ikut memejamkan matanya.


__ADS_2