
"Usaha baru Mayu. Dia sudah punya brand pakaian dalam sendiri sekarang." jawab Dira.
Naura tampak terkejut mendengarnya. Ini karena mereka sedang libur kuliah dan Naura juga sibuk liburan, dia jadi tidak terlalu tahu soal perkembangan Mayu.
"Pasti itu hanya brand asal-asalan saja Tante alias brand murahan. Naura yakin itu. Enggak mungkin banget seorang Mayu bisa membuat brand mahal. Jangankan modal, skill saja dia tidak punya. Tujuannya pasti biar terlihat keren saja itu." ujar Naura meremehkan Mayu.
"Semula Tante juga mikirnya begitu Naura. Hanya saja setelah melihat persiapan mereka yang begitu mateng, Tante mulai ragu, karena yang membantu Mayu tidak hanya teman-temannya saja, tapi ada Rangga dan Yudha juga. Kemampuan Rangga itu tidak bisa dianggap enteng karena dari dulu dia itu termasuk saingan Alga kalau soal prestasi. Dia juga selalu seriius jika mengerjakan sesuatu. Begitu juga dengan Yudha, walau dia lebih pendiam, tapi dari kecil, dialah yang paling kreatif, bila dibandingkan dengan Alga dan Rangga. Nah si Mayu itu juga, dia sudah sangat paham kalau soal pakaian dalam. Jika mereka bertiga disatukan, Tante rasa hasilnya tidak mungkin asal-asalan." jelas Dira.
"Ini Tante serius kalau Kak Rangga dan kak Yudha ikut membantu Mayu?" tanya Naura lagi.
"Tentu saja sangat serius, dan Tante juga baru tahu kalau mereka sudah merencanakan soal Maga Wear itu dari lama, dan bukan baru-baru ini saja."
Naura seketika lemas mendengarnya. Jika Mayu berhasil sudah pasti Alga akan semakin kagum padanya, dan semakin sulit saja baginya untuk merebut Alga dari Mayu.
"Kalau begitu kita harus mengacaukan mereka Tante. Maga Wear itu tidak boleh berhasil." ujar Naura dan kembali menegakkan tubuhnya.
"Itu dia yang sudah Tante pikirkan juga rencanakan. Makanya Tante mengajak kamu bicara. Kita harus bekerja sama. Untuk onlinenya, Tante sudah menyuruh orang suruhan Tante untuk mengacaukan akun sosial media mereka. Hanya saja untuk saat ini mereka belum bergerak karena Mayu dan teman-temannya juga belum posting apa-apa di akun mereka. Kemungkinan mereka akan bergerak besok saat acara launching itu. Sekarang tinggal offlinenya saja dan Tante rasa kamu pasti bisa melakukan itu." jelas Dira lagi.
Naura menganggukkan kepalanya mantap.
"Tentu saja bisa Tante, kalau soal itu serahkan saja pada Naura dan teman-teman Naura. Kami pasti bisa membuat acara launching Maga Wear hancur berantakan." jawab Naura mantap.
"Nah ini dia yang tante inginkan Naura. Tante tunggu kabar baik dari kamu Naura."
"Ok Tante."
Dira tersenyum puas dalam hatinya.
'Lihat saja Mayu, aku pastikan kamu tidak akan berhasil dengan Maga Wear kamu itu. Kamu akan rugi besar hingga kamu putus asa dan frustasi. Sampai kamu tidak bisa bangkit lagi.' batin Dira.
***
Keesokan harinya, Mayu bangun dari tidurnya tepat jam satu malam. Mayu tidak tahu kenapa hatinya tiba-tiba merasa gelisah. Dia selalu kepikiran soal launching itu dan berbagai pikiran negatif selalu menghantui dirinya. Padahal persiapan mereka sudah benar-benar mateng dan tinggal menunggu pelaksanaan saja, tapi entah kenapa dia masih saja suka kepikiran.
Mayu menarik nafas pelan dan membuangnya dengan perlahan.
'Sebaiknya aku sholat tahajud saja.' batin Mayu.
Sebelum turun dari kasurnya Mayu menoleh ke samping kanannya. Tampak nenek Iroh sedang tertidur dengan nyenyaknya.
Mayu tersenyum tipis melihat wajah tenang neneknya. Mayu kemudian merapikan selimut neneknya. Mayu juga menyempatkan mengecup pelan pipi neneknya yang sudah keriput.
Mayu kemudian turun perlahan dari kasurnya. Mayu melangkah ke arah rak tempat dia menyimpan sajadah dan mukena. Mayu ingin sholat di luar kamar saja biar lebih tenang.
Sampai di luar Mayu meletakkan sajadah dan mukenan setelah itu dia mengambil wudhu.
Lebih dari setengah jam Mayu sholat tahajud. Mayu benar-benar mencurahkan semua kegelisahan hatinya dan Mayu juga minta pada sang pencipta, supaya acara lunching Maga Wear dilancarkan.
"Amin." ujar Mayu mengakhiri doanya kemudian mengusap wajah dengan tangan tangannya.
Mayu menarik nafas pelan. Mayu tidak bisa memungkiri setelah melakukan sholat tahajud, dia merasa jauh lebih tenang dan bebannya juga berkurang banyak.
Mayu perlahan memejamkan matanya, rasa ngatuk tiba-tiba menyerangnya hingga tanpa sadar Mayu tidur masih memakai mukenanya.
"May! Mayu! Bangun Nak! Sudah saatnya sholat subuh." ujar nenek Iroh membangunkan cucunya. Sudah tidak heran dia melihat Mayu tidur masih menggunakan mukena. Mayu cukup sering melakukan itu, jika dia melaksanakan sholat tahajud.
"Iya Nenek. Selamat pagi nenekku yang paling cantik." ujar Mayu sambil mengucek matanya. Pagi ini Mayu merasa lebih baik.
"Pagi juga cucu Nenek yang paling cantik. Ayo bangun, kita sholat dulu!"
"Ok Nenek. Eh sebentar Nek, Mayu mau membangunkan Kak Alga dulu." ujar Mayu. Mayu kemudian membuka mukenanya dan melangkah ke arah kamarnya.
Nenek Iroh hanya menggelengkan kepala melihat tingkah cucunya. Nyawa belum kumpul juga tapi sudah ingat pacar saja.
Sementara itu Mayu sudah sampai di kamar. Mayu yang hendak menghubungi Alga tidak jadi karena ponselnya sudah berbunyi dan Algalah yang menghubunginya.
Tanpa menunggu berlama-lama Mayu menjawab video call dari Alga.
"Assalamualaikum Ay." ujar Alga dan langsung tersenyum begitu melihat muka bantal kekasihnya.
"Waalaikumsalam Kak. Kak Alga sudah bangun dari tadi ya?" ucap Mayu begitu melihat wajah Alga yang sudah terlihat segar.
__ADS_1
"Iya sudah Ay. Ini aku juga sudah mau berangkat ke masjid."
"Oh baguslah, kalau begitu Mayu juga mau ambil wudhu dulu Kak. Kak Alga hati-hati ya dan kabari Mayu kalau mau berangkat ke sini!"
"Iya Ay, setelah sholat aku, Rangga dan Yudha akan berangkat ke rumah kamu. Kamu juga tidak perlu masak. Kami yang akan membawa sarapan untuk kita."
"Ok Kak. Dah Kak Alga!" ujar Mayu sambil melambaikan tangannya.
"Dah juga Ay." balas Alga kemudian mematikan sambungan teleponnya.
Mayu menyimpan ponselnya kembali dan langsung menyusul neneknya yang sudah siap mau melaksanakan sholat subuh.
***
Ting tong ting tong
"Nek sepertinya Kak Alga sudah datang. Mayu mau buka pintu dulu." ujar Mayu dan langsung menghentikan mengaduk tehnya.
"Iya," ujar Nenek Iroh.
Mayu mempercepat kemudian membuka perlahan pintu rumahnya.
Mayu seketika tersenyum lebar, begitu dia membuka pintu, langsung muncul Alga yang sengaja menutup wajahnya dengan buket bunga mawar campur bunga lili.
"Kak Alga!" seru Mayu.
Alga menurunkan buket bunganya dan tersenyum manis pada kekasihnya.
"Assalamualaikum Ay,"
"Waalaikumsalam Kak." jawab Mayu.
"Spesial for you. Selamat ya Ay akhirnya Maga Wear sebentar lagi akan launching. I am so proud of you." ujar Alga sambil memberikan bunganya.
Mayu kembali tersenyum.
"Terima kasih Kak, bunganya sangat cantik."
"Ehem ehem ... Ini masih pagi ya Al, udah buat mupeng saja lo!" protes Rangga dari belakang Alga.
Alga menoleh ke belakang.
"Masih pagi-pagi juga udah sirik saja lo." balas Alga.
"Ye, gue enggak sirik ya, gue hanya mengingatkan. Iya enggak Lora?" ujar Rangga beralih pada Lora yang berdiri di sampingnya.
"Yoyoy." ujar Lora dan kembali menatap Mayu.
"Mayu, sweety! Selamat ya untuk kita, gue sangat bangga pada lo dan juga diri gue sendiri. Gue benar-benar enggak menyangka kita bisa sampai di titik ini." ujar Lora sambil merentangkan tangannya mau memeluk Mayu.
Mayu melangkah kemudian memeluk erat sahabatnya.
"Iya Lora, gue juga sama. Selamat ya untuk kita." ujar Mayu kemudian melepas pelukannya.
"Iya," ujar Lora dan mereka sama-sama tersenyum lebar.
"Ah iya lo juga dapat buket bunga, dari siapa?" ujar Mayu begitu sadar dengan buket bunga yang dipegang Lora.
"Dari saya Mayu. Saya kasihan kan hanya Lora yang enggak punya ayang." ujar Rangga.
"Hai, Kak Rangga juga sama jomblo ya, sesama orang jomblo itu enggak usah saling menyindir." protes lora tidak terima.
"Oh saya juga masih jomblo ya? Saya pikir saya sudah punya ayang hehe ...." ujarnya sambil menunjukkan salam damainya pada Lora.
"Kak Rangga ini, masih muda juga udah pikun saja." ujar Lora lagi.
"Udah-udah debatnya ditunda dulu! Sebaiknya kita masuk. Rangga sini bawaan lo! Lo ambil sisanya di mobil." ujar Alga sambil mengulurkan tangannya.
"Ok," ujar Rangga sambil memberikan satu buket bunga dan satu kantong kresek berisi cake.
"Lora bantu saya!" ujarnya lagi.
__ADS_1
"Siap Kak." ujar Lora.
Barang bawaan mereka memang cukup banyak, tidak hanya sarapan dan cake saja tapi ada banyak buah juga. Alga yakin hari ini mereka akan bekerja keras, untuk itu mereka butuh asupan yang banyak biar tetap kuat dan semangat.
"Itu buket bunganya untuk siapa lagi Kak?" tanya Mayu sembari melangkah bersama Alga.
"Untuk nenek dong Ay. Nenek kan sudah ikut bekerja keras, jadi dia juga sudah sepantasnya diberi penghargaan." ujar Alga mantap membuat senyum Mayu semakin lebar. Gimana Mayu tidak makin cinta, Alga perhatian tidak hanya pada dia tapi pada neneknya juga.
"Terima kasih ya Kak," ujar Mayu tulus.
"Sama-sama Sayang." ujar Alga kemudian tersenyum pada nenek Iroh yang sudah lebih dulu tersenyum padanya.
"Nenek!" ujar Alga dan langsung mengulurkan tangannya seperti biasanya.
Nenek Iroh menyambutnya dengan senang hati.
"Ini Nenek, bunga spesial untuk Nenek!" ujar Alga memberikan buket bunganya.
Nenek Iroh kembali tersenyum dan menerima bunganya.
"Terima kasih Nak Alga. Kamu ini manis sekali."
"Tentu saja Nenek, kalau tidak begitu, cucu Nenek yang paling cantik ini tidak akan mau sama saya."
"Kamu ini, bisa saja." ujar Nenek Iroh dan lagi-lagi tersenyum.
"Ah iya Kak, Kak Yudha dimana?" tanya Mayu begitu sadar kalau pasukan mereka kurang.
"Jemput ayangnya dulu dia, sebentar lagi dia juga akan sampai. Sebaiknya kamu siapkan sarapan kita dulu saja Ay!"
"Siap Kak. Kak Alga minumnya apa, teh, kopi atau susu?"
"Teh saja Ay!"
"Ok,"
"Saya kopi, May." ujar Rangga sambil meletakkan barang bawaannya di atas meja.
"Siap Kak,"
"Gue susu putih ya May!"
"Ok." ujar Mayu mengacungkan jempolnya.
Tidak lama setelah itu Yudha, Shinta dan Irpan datang. Mereka kemudian sarapan bersama dengan penuh canda dan tawa.
***
Mayu dan yang lainnya sudah selesai bersiap-siap. Mereka sudah saatnya beraksi karena sebentar lagi acara launching Maga Wear akan dilangsungkan.
"Teman-teman sebelum kita melakukan aktivitas kita hari ini, alangkah lebih baiknya kalau kita berdoa terlebih dulu." ujar Rangga.
"Iya," kompak Mayu dan yang lainnya. Mereka kemudian saling bergenggaman tangan dan membentuk lingkaran.
Mereka berdoa bersama untuk kelancaran launching mereka hari ini.
"Amin." kompak mereka dan mereka kemudian mengulurkan tangan kanan masing-masing.
"Semangat! Semangat! Sukses untuk kita semua!" kompak mereka kemudian saling tersenyum.
Ting tong ting tong
Mayu dan yang lainnya kembali saling menatap. Baru juga mereka mau beraksi, sudah ada yang datang.
"Sebentar ya, Mayu buka pintu dulu!" ujar Mayu.
"Ikut May," ujar Shinta. Dia penasaran siapakah gerangan orang pertama yang datang itu? Pelanggan mereka atau keluarga atau jangan-jangan pacarnya Irpan?
Mayu mengangguk dan mereka kemudian melangkah bersama ke arah pintu.
"May!" seru Shinta antusias dan seketika menutup mulutnya dengan tangannya, begitu melihat apa yang tersaji di depannya.
__ADS_1