
"Gue minta maaf Mayu," ujar Naura terpaksa dan tidak mau menatap Mayu.
Tidak hanya Mayu yang menghela nafas tapi Alga juga. Padahal sudah diingat kalau minta maaf itu harus tulus tapi tetap saja Naura tidak mau melakukannya.
Entah kapan ini Naura bisa benar-benar berubah?
"Iya gue maafkan, tapi soal kolor dan bh yang sudah dirusak oleh orang-orang lo itu, lo harus ganti 100 kali lipat!" balas Mayu membuat Naura seketika memberikan tatapan protesnya.
"Seratus kali lipat? Gila saja lo! Enggak mau gue!" seru Naura tidak terima.
"Oh jadi lo enggak mau? Ok, gue akan umumkan di akun sosial media gue serta akun sosial media Maga Wear atas apa yang sudah lo lakukan hari ini. Biar semua orang tahu betapa jahatnya lo itu. Asal lo tahu ya Naura, gara-gara perbuatan lo, gue tidak hanya mengalami kerugian dalam hal materil, tapi tenaga gue dan teman-teman gue, serta waktu gue dan teman-teman gue, terbuang sia-sia gara lo. Harusnya sudah banyak hal yang bisa kami kerjakan, tapi gara-gara perbuatan jahat lo, semuanya jadi terhambat. Apa lo tidak tahu kalau waktu kami sangat berharga." balas Mayu membuat Naura seketika terdiam. Sedangkan Alga, Yudha dan Rangga diam-diam mengacungkan jempolnya. Cara Mayu membalas Naura boleh juga.
"Kenapa lo diam? Lo pilih ganti rugi atau gue umumkan di sosial media, cepat katakan! Jangan sampai ganti ruginya gue tambah lagi ya, lo tahu kan kalau waktu gue itu adalah uang." ujar Mayu lagi.
"Ganti Rugi, Mayu." ujar Naura pelan dan tidak ikhlas.
"Lo sepertinya tidak ikhlas gue lihat. Udah, lo enggak usah ganti rugi saja! Gue enggak mau menerima uang kalau pemberinya tidak ikhlas. Biar gue umumkan saja di sosial media, selesai. Lo boleh pergi sekarang! Gue juga mau lanjut jualan lagi." ujar Mayu lagi dan langsung membalikkan badannya.
"Enggak Mayu, gue ikhlas Mayu, gue akan transfer uangnya sekarang juga. Jangan umumkan di sosial media Mayu!" ujar Naura cepat dan langsung menahan tangan Mayu.
Naura beneran takut kalau sampai Mayu mengumumkan perbuatannya di sosial media, karena tidak hanya dia yang akan merasa malu tapi nama baik daddynya juga bisa jadi taruhannya.
"Baguslah kalau lo memang ikhlas, dan ingat ya kartu mati lo sudah ada di tangan gue. Awas saja kalau lo masih berani ganggu Maga Wear. Gue tidak akan segan-segan mengumumkan kejahatan pada semua orang. Ini gue enggak main-main." ancam Mayu.
Padahal sebenarnya itu hanya sekedar ancaman saja. Mana tega Mayu mengumumkan kejahatan Naura di sosial Media. Biar bagaimana pun Naura adalah adik tirinya dan Mayu juga tidak ingin daddynya dapat masalah gara-gara anak-anaknya. Mayu tentu tidak ingin daddynya merasa sedih karena dia dan Naura.
"Iya Mayu." ujar Naura pelan.
Menyesal Naura sudah mengikuti saran Dira, gara-gara Dira, dia jadi rugi banyak, dan itu tidak hanya rugi uang saja tapi dia juga jadi dicap tidak baik sama Alga. Begitu juga dihadapan Rangga dan yang lainnya. Hancur sudah harga dirinya.
***
"Mayu, kita untung banyak banget loh hari ini, dan ini semua berkat lo. Hidup Mayu!" seru Lora girang tapi tangannya tetap bekerja. Pesanan mereka masih banyak sekali yang harus dipacking.
"Hidup!" teriak yang lainya.
Mayu tersenyum lebar melihat kelakuan teman-temannya.
"Teman-teman jangan lebay deh." ujar Mayu sambil menumpuk pesanan yang sudah dia packing.
"Kami enggak lebay loh May, kami hanya berkata apa adanya saja. Eh tapi gue penasaran deh May, kok lo tiba-tiba kepikiran minta ganti rugi 100 kali lipat pada Naura. Lo kan kan bukan orang yang matre May, kalau tadi Lora yang minta, ya gue enggak kaget." ujar Shinta.
"Gue juga tiba-tiba kepikiran saja mau membalas dia. Habisnya dia sudah membuat kekacauan tapi permintaan maafnya tidak tulus, ya gue enggak bisa terima dong, karena yang dirugikan di sini tak hanya gue saja, tapi kalian semua juga." jelas Mayu.
"Benar sekali May, memang itu Naura perlu dibalas sekali-kali biar dia kapok, dan semoga saja kapok sih karen kita sudah punya kartu matinya." ujar Shinta lagi.
"Nah itu juga yang gue harapkan." ujar Mayu dan itu adalah ungkapan dari lubuk hati terdalamnya. Biar bagaimana pun dia adalah kakak tirinya Naura dan dia ingin suatu saat nanti memiliki hubungan yang baik dengan Naura, walau itu rasanya sangat mustahil.
"Mbak Mayu, maaf ada kiriman makanan untuk Mbak Mayu." ujar Klara dari arah pintu penghubung.
"Iya Mbak Klara." jawab Mayu dan langsung meninggalkan pekerjaannya.
"Sebentar ya teman-teman gue ambil kirimannya dulu." ujar Mayu.
"Iya," kompak mereka.
Mayu keluar dengan santai dari arah tokonya. Para pembelinya sudah mulai sepi jadi dia bebas keluar masuk.
"Permisi Mbak, dengan Mbak Mayu?" ujar kurirnya.
__ADS_1
"Iya Mas, saya Mayu." jawab Mayu.
"Mbak Mayu ada kiriman makanan dari restoran Seribu Rasa. Silahkan tanda tangan, di bagian tanda penerima Mbak!" ujar kurirnya sambil memberikan tanda penerimanya.
"Maaf sebelumnya Mas, ini makanan kiriman dari siapa ya?" tanya Mayu. Soal makanan Mayu tidak akan asal menerima saja. Zaman sekarang ini banyak kejahatan melalui kiriman makanan, Mayu harus berhati-hati.
"Dari MM Mbak, dan Mbak tenang saja, makanan ini dijamin aman karena pengirimnya juga dari restorannya langsung. Restoran Seribu Rasa itu bukan restoran sembarangan Mbak, dan mereka tidak mungkin melakukan sesuatu yang bisa merugikan bisnis mereka." ujar kurirnya lagi seolah tahu apa yang dipikirkan Mayu.
"Iya Mas saya tahu." ujar Mayu. Mayu tahu bukan soal restorannya tapi dia tahu soal MM itu dan itu adalah daddynya, dan daddynya enggak mungkin mengirimkan makanan beracun padanya.
'Terima kasih Dad untuk makanannya. I love you Dad.' batin mayu sambil tanda tangan di bagian penerima.
"Mbak sekalian minta fotonya sebagai tanda terima, boleh?" ujar kurirnya lagi.
"Iya boleh Mas, mau foto di sini atau di mana?"
"Foto di depan makanannya saja Mbak!" ujarnya kemudian membuka pintu mobilnya.
Mayu sampai terkejut melihat kiriman makanannya dan itu lumayan banyak.
"Mas kalau boleh tahu makanannya ada berapa box?" tanya Mayu penasaran.
"Ada 40 pax Mbak." jawabnya.
Mayu mengangguk mengerti, daddynya sepertinya tahu saja kalau tamunya cukup banyak hari ini.
"Satu lagi Mas, kira-kira 1 box ini harganya berapa ya?" tanya Mayu lagi. Siapa tahu Mayu suatu saat ada rejeki yang berlebih, dia ingin berbagi makanan pada orang-orang kurang mampu.
"Kalau harga persatuan itu 125.000 Mbak, tapi karena dia ngambil yang paket, jadi semua ini seharga 5.500.000." jawabnya membuat Mayu mau pingasan saja rasanya. Lebih baik dia berbagi nasi Padang saja kalau begitu, rasanya juga tidak kalah enaknya dan dijamin kenyang lagi.
"Terima kasih Mas untuk informasinya."
"Sebentar Mas, biar saya panggil teman saya." ujar Mayu kemudian masuk rumahnya kembali.
"Mas Janu, Irpan tolong bantu angkat makanannya dong!" pinta Mayu.
"Siap May. Banyak memangnya makanannya May?" tanya Irpan.
"Lumayan, ada 40 box."
"Seriusan 4 puluh box May? ya sudah kami bantu angkat juga." ujar Rangga dan langsung menarik tangan Yudha.
"Lo sudah pesan makan siang untuk kita?" tanya Shinta.
"Bukan gue yang pesan, tapi my hero yang mengirimkannya." ujar Mayu dan ada senyum di wajahnya.
"Kaj Alga kan maksudnya May?" ujar Riana.
"Ya enggak dong, my hero gue yang sesungguhnya itu bukanlah kak Alga." ujar Mayu apa adanya.
"Ihh parah lo May, di sini ada kak Alga loh. Kak Alga bisa cemburu, nanti kalian berantem lagi. Ingat May, banyak sekali cewek-cewek di luar saba yang menunggu lo putus dengan Kak Alga." ujar Noni.
Riana dan para cewek lainnya menganggukkan kepalanya sedangkan Mayu dan Alga hanya tersenyum saja.
"Saya tidak akan cemburu pada heronya Mayu Noni. Saya tahu dia dan saya juga sangat mendukung apa yang dilakukannya." ujar Alga.
"Begitu ya Kak? Hehe ... Habisnya saya enggak ingin Kak Alga putus dengan Mayu. Saya sayang kalian berdua." ujar Noni lagi.
"Hati-hati ada penjilat May!" seru Riana lagi membuat yang lainnya tertawa.
__ADS_1
"Hei teman-teman, makanannya dari restoran seribu rasa dong. Asik asik akhirnya bisa makan makanan dari restoran mahal." ujar Lora girang begitu melihat box makanan yang dibawa Irpan.
"Serius? Mau banget gue kalau dari restoran seribu rasa." ujar Lely teman Riana.
"Gue juga mau. Makan restoran guys, enggak akan nolak gue." ujar Shinta.
Mayu hanya tersenyum melihat tingkah teman-temannya. Mayu senang melihat antusias mereka.
Mayu kemudian menoleh ke arah Rani dan yang lainnya.
"Kak Rani, Kak Lia, Kak Jerry maaf ya kalau teman-teman saya bersikap norak." ujar Mayu.
"Tidak apa-apa Mayu, santai saja tapi kami juga kebagian kan?" ujar Jerry.
"Tentu saja kebagian dong Kak, makanannya banyak ini."
"Terima kasih Mayu."
"Sama-sama Kak."
***
Mayu diam-diam tersenyum melihat antusias tim dan teman-temannya saat menikmati makan siang mereka. Mayu merasa senang setelah semua masalah yang dihadapinya akhirnya berakhir indah juga sesuai dengan yang diharapkannya.
Mayu refleks menoleh saat ada yang mengambil udangnya.
Alga sang pelaku hanya tersenyum lebar pada kekasihnya.
"Bagi ya Ay!" ujar Alga kemudian memakan udangnya.
"Harusnya minta dulu baru diambil Kak, bukan diambil dulu baru diminta." protes Mayu.
"Kalau buat kamu itu sama saja Ay, kamu kan spesial." ujar Alga membuat Mayu juga ikut tersenyum.
"Kak Alga bisa saja."
"Iya dong. Ak dong Ay!" ujar Alga sambil membuka mulutnya.
Mayu menggelengkan kepalanya.
"Tadi Kak Alga udah nyomot ya, sekarang minta ak lagi, rakus benar ini Kak Alga." protes Mayu lagi, tapi tetap saja menyuapi Alga.
Alga kembali tersenyum dan mengunyah makanannya dengan lahap.
"Habisnya makan dari piring kamu itu rasanya jauh lebih enak Ay." goda Alga membuat Mayu lagi-lagi tersenyum.
"Kak Alga memang paling bisa."
"Tentu saja, ayangnya Mayu gitu loh." ujar Alga dengan pecaya dirinya, dan Mayu lagi-lagi tersenyum melihat tingkah kekasihnya.
"Eh Kak, boleh Mayu bertanya sesuatu?" ujar Mayu menatap Alga.
"Silahkan Ay, apa itu?"
"Dari tadi aku memperhatikan Kak Jerry dan Kak Lia cukup akrab, apa mereka sedang pendekatan?" tanya Mayu pelan membuat Alga tersenyum dan menganggukkan mantap kepalanya.
"Ya benar sekaki Ay, dan Ranggalah yang mengenalkan mereka. Itu juga alasannya kenapa Lia dan Rani bisa bisa datang ke sini. Selain mereka ingin memberi dukungan pada Rangga dan Yudha, dia juga mau menemani Jerry kerja." jelas Alga.
Mayu menganggukkan kepalanya mengerti, terjawab sudah rasa penasarannya, kenapa Lia akhirnya tidak lagi membencinya, dan Mayu kembali merasa senang setelah mendengar kabar terbaru itu. Perlahan tapi pasti orang-orang yamg dulu membencinya karena Alga, kini mulai memberi dukungan padanya.
__ADS_1