Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Saling Iri


__ADS_3

"Coklat panas untuk ayang tersayang biar cepat gemuk." ujar Alga sambil meletakkan dua gelas coklat panas di meja belajar Mayu, satu untuknya dan satu untuk Mayu.


Mayu yang sedang sedang asik mengetik refleks menoleh dan tersenyum pada Alga.


"Terima kasih Kak Alga. Kak Alga pacar yang sweet deh."


"Tentu saja, pacarnya Mayu gitu loh." ujar Alga membuat senyum Mayu semakin melebar.


"Bisa saja Kak Alga."


Alga juga ikut tersenyum dan mengusap sayang rambut panjang Mayu.


"Wangi rambut kamu beda Ay dan lebih lembut juga, kamu habis perawatan di salon?" ujar Alga beralih merapikan rambut Mayu yang berantakan.


"Enggak Kak, aku hanya habis pakai masker rambut dan vitamin rambut yang Naura berikan padaku. Apa Kak Alga suka suka wanginya?" jawab Mayu dan balas bertanya.


"Iya Ay, aku suka wanginya. Naura itu semakin perhatian saja ya sama kamu, aku jadi iri padanya." ujar Alga membuat Mayu kembali menatapnya dan mengangkat alisnya satu.


"Kenapa gitu Kak Alga iri padanya? Pikirannya jangan aneh-aneh saja deh Kak."


"Enggak aneh Ay, tapi aku memang benar-benar iri padanya. Dia yang baru dekat dengan kamu tapi tahu apa saja yang kamu butuhkan. Termasuk untuk hal kecil sekali pun dia tahu, tidak seperti aku." jelas Alga.


Mayu kembali terseyum kemudian meraih tangan Alga dan memainkan jarinya.


"Wajar saja Naura sangat tahu apa yang aku butuhkan Kak, Naura kan perempuan sama seperti aku. Jadi otomatis barang-barang kebutuhan Naura ya sama dengan kebutuhaku."


"Benar juga dan aku enggak mungkin tahu skincare atau makeup apa yang bagus untuk kamu."


"Nah itu dia, ngomong-ngomong soal skincare, kami rencananya mau membuat skincare Maga Wear juga loh Kak." ujar Mayu dan beralih mengambil coklat panasnya.


"Yakin kamu Ay, kamu kan enggak terlalu mengerti soal skincare dan enggak terlalu hobby juga pakai skincare?" ujar Alga menatap kekasihnya. Dia sangat tahu pribadi Mayu yang cukup cuek soal skincare, dan itu karena dari kecil Mayu enggak terbiasa memakai skincare.


"Aku memang enggak ngerti tapi kan Naura sangat mengerti, Kak. Soal skincare itu usul dari Daddy juga sih kemarin. Katanya untuk skincare biar menjadi tanggung jawab Naura dan dia juga siap membantu Naura, tapi itu nanti ya Kak, setelah bikini resmi launching. Soalnya kan membuat produk skincare itu juga enggak mudah. Harus konsultasi sama ahli dulu, harus diuji kelayakannya juga, harus ada BPOM dan halalnya juga dan lain sebagainya." jelas Mayu.


"Iya kamu benar Ay, membuat produk skincare itu tentunya lebih sulit dari membuat pakaian dalam. Hanya saja untuk peminat pasarnya juga skincare itu lebih menjanjikan dari pada pakaian dalam." ujar laki-laki berparas tampan itu.


"Itu juga yang dibilang daddy kemarin Kak. Terlebih untuk Naura sendiri kan memang hobby sekali skincarean, makanya kata daddy sayang kalau hobbynya itu tidak dimanfaatkan. Terlebih lagi modalnya juga sudah ada, mau menunggu apalagi. Mumpung Naura juga lagi semangat-semangat belajar bisnis dan jualan." jelas Mayu lagi.


"Benar itu Ay, dan aku juga sangat mendukung usul om David. Om David memang daddy best dan tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya."


"Iya dong, daddynya Naura dan Mayu." ujar Mayu dengan bangganya.


Alga hanya tersenyum dan mengacak gemas rambut Mayu. Alga juga tidak lupa meninggalkan satu kecupan di pelipis Mayu. Selanjutnya Alga juga meminum coklat panas buatannya.


"Ah iya Kak, tadi sore Rahel datang ke sini." ujar Mayu membuat Alga monoleh padanya dan gelas minumannya tertahan di depan mulut.


"Ngapain dia datang ke sini Ay?" tanya Alga dan meletakkan gelasnya kembali. Alga tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatirnya, takutnya Rahel mengatakan yang tidak-tidak pada Mayu.


"Dia hanya mau mengajak Mayu kerja sama Kak. Katanya dia mau membantu mempromosikan Maga Wear dan itu gratis, katanya itu sebagai tanda perkenalan kami." jawab Mayu.


"Terus kamu mau Ay?" tanya Alga cepat.


Mayu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Enggak Kak, menurutuku promo yang kami lakukan saat ini masih terbilang maksimal. Apalagi kami juga belum ada setokan. Bisa kewalahan kami kalau tiba-tiba banjir pesanan lagi. Aku enggak ingin tenaga kami terlalu diforsir Kak. Aku mau ada jeda untuk bersantai. Kasihan juga itu karyawanku kalau keseringan lembur. Mereka juga pasti ingin istirahat dan menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga mereka." jelas Mayu.


"Nah benar itu Ay, aku setuju dengan kamu."


"Iya Kak, selain itu aku juga enggak mau lah kalau dia bekerja sama dengan Kak Alga. Biar bagaimana pun, Kak Alga kan model cowok Maga Wear. Bagaimana kalau dia minta pemotretan dengan Kak Alga? Ya aku enggak ikhlas dong dan sampai mati pun aku enggak akan pernah ikhlas." ujar Mayu dan langsung disambut tawa Alga.


"Ay, gemesin banget sih kalau kamu lagi cemburu." ujar Alga dan kembali mengecup rambut kekasihnya.


"Hehe ... Eh tapi keputusanku udah benar kan Kak?"


"Tentu saja benar Ay. Aku pribadi juga enggak mau terlibat pemotretan bersama dia. Aku maunya pemotrtan bersama kamu saja." ujar Alga mantap.


"Ciyus mi apa?" tanya Mayu lebay.


"Mi cintaku padamu." ujar Alga tidak kalah lebaynya.


"Haha ...." mereka kemudian tertawa ngakak bersama. Alga membawa Mayu ke dalam pelukannya dan memeluk Mayu gemas, dan lagi-lagi Alga mengecup rambut Mayu.


"Kak Alga cium-cium rambut Mayu terus," ujar Mayu tapi tetap mampertahankan posisinya bersandar di dada bidang Alga.


"Habisnya wangi rambut kamu benar-benar enak Ay. Besok-besok kalau keramas pakai lagi ya!" pinta Alga.


"Ok Kak, tapi harganya mahal loh Kak, bisa-bisa kantongku jebol beli produknya. Belum lagi shampo dan conditionernya juga tidak kalah mahalnya." ujar Mayu membuat Alga tersenyum.


"Ini kamu berkata seperti ini, mau mengode aku atau gimana Ay?"


"Menurut Kak Alga sendiri gimana?"


"Menurutku kamu ngode aku." jawab Alga lagi membuat Mayu tersenyum.


"Tentu saja aku ngerti kode kamu. Lagian aku juga mau lah membelikan kebutuhan kamu. Aku enggak ingin jadi pacar yang hanya sekedar pacar pajangan saja. Aku mau jadi pacar yang bermanfaat." ujar Alga membuat Mayu lagi-lagi tersenyum.


"Bisa saja Kak Alga. Eh tapi kalau misalkan Kak Alga membeli itu semua untukku, kesannya aku jadi cewek matre enggak Kak?" tanya Mayu menegapkan kembali tubuhnya dan menatap Alga.


"Ya enggak dong Ay, enggak masalah lagi seorang pacar membelikan produk kebersihan atau produk kecantikan untuk pacarnya. Kalau mau punya pacar yang cantik, ya harus modal dong." ujar Alga dan langsung dapat acungan jempol dari Mayu.


"Setuju Kak," ujar Mayu semangat.


"Tumbenan kamu sesemangat ini Ay. Padahal biasanya kalau aku tawarkan pun kamu selalu bilang kalau kamu punya uang." ujar Alga dan kembali memainkan rambut panjang Mayu.


Mayu kembali tersenyum mendengar perkataan kekasihnya.


"Hambisnya terkadang aku iri juga sama Lora dan Shinta, Kak. Beberapa waktu lalu mereka dihadiahkan produk skincare sama pacar mereka masing-masing, ya Mayu juga ingin dong." jujur Mayu membuat Alga tersenyum.


"Harusnya kalau kamu mau, enggak perlu iri juga Ay, kamu tinggal bilang saja padaku. Kamu kan tahu aku bukan playboy dan pengalamanku soal perempuan enggak banyak. Jadi aku juga enggak terlalu peka soal keinginan perempuan."


"Iya Kak, Mayu sangat mengerti dan Mayu juga tidak pernah mempermasalahkan itu. Mayu juga hanya kadang-kadang saja kok irinya." ujar Mayu lagi.


"Iya Ay tidak apa-apa, aku juga akan belajar lebih peka lagi karena aku juga ingin gadisku yang cantik ini, semakin bahagia lagi pacaran denganku." ujar Alga sambil mencolek dagu Mayu dan Mayu lagi-lagi tersenyum.


"Iya Kak, tapi Kak misalkan Mayu juga kalau kurang peka, bilang saja ya Kak! Mayu juga mau lah jadi pacar yang bisa membuat Kak Alga bahagia setiap harinya." pinta Mayu.


"Iya Ay, kamu sudah peka kok dan pengertian juga, dan cuma dalam satu hal saja kamu kurang peka." ujar Alga dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Apa itu Kak?" tanya Mayu.


Alga menujuk pipinya dan langsung disambut dengan pukulan gemas Mayu.


"Kamu sudah tahu kan Ay? Aku jarang sekali loh dapat vitamin kiss dari kamu. Padahal satu kiss saja dari kamu bisa membuatku bahagia sepanjang hari." ujar Alga membuat Mayu tersenyum malu.


"Kak Aga memang paling bisa ya modusnya. Harusnya Kak Alga minta saja kalau mau dikiss."


"Ya kalau aku minta mulu rasa bahaginya itu enggak pull loh Ay. Harusnya kamu inisiatif gitu, biar rasa bahagianya sampai ke hati."


"Iya Kak Alga, aku akan belajar lebih inisiatif lagi biar Kak Alga senang." ujar Mayu akhirnya.


"Nah gitu do-"


"Cup,"


Alga tidak jadi meneruskan kata-katanya karena dapat kecupan dari Mayu.


Alga refleks menyentuh pipinya dan senyumnya seketika mengembang. Mayu juga ikut tersenyum.


"Nah gitu dong Ay, mulai besok vitamin kissnya lebih sering lagi ya Ay!" ujar Alga.


"Iya Kak." jawab Mayu tanpa penolakan membuat rasa bahagia Alga sampai ke ulu hati. Rasanya banyak kupu-kupu berterbangan dalam perutnya. Pacarnya ini memang paling pintar membuatnya semakin cinta.


Alga kemudian membawa Mayu ke dalam pelukannya. Berkat Mayu, semua amarah Alga karena ulah maminya dan mantannya seketika hilang dan tanpa sisa.


Mayu juga memalas pelukan Alga tidak kalah eratnya. Dia selalu suka dipeluk Alga. Rasanya sama nyamannya dengan pelukan daddynya.


Tin tin


"Aiss ... ganggu saja!" gumam Alga dan Mayu hanya tersenyum.


Mayu sangat tahu siapa orangnya yang membunyikan klakson itu, dan siapa lagi kalau bukan Rangga. Rangga memang sengaja menghantar pacarnya pulang terlebih dulu dan kembali menjemput Alga.


Tin tin


"Iya Rangga iya! Enggak sabaran banget." ujar Alga kemudian melepas pelukannya pada Mayu.


"Ay ku pulang ya. Besok pagi aku datang lagi dan jangan lupa siapkan sarapan untuk kita. Kalau kamu malas, beli saja enggak apa-apa. Aku ingin sarapan bubur ayam Ay, sama sate telur puyuh." ujar Alga.


"Ok Kak, kalau hanya bubur ayam buat saja Kak. Enggak susah ini kalau hanya bubur ayam." balas Mayu.


"Iya Ay. Peluk lagi Ay!" ujar Alga dan kembali merentangkan tangannya.


Mayu tersenyum dan tanpa menunggu lebih lama lagi, dia langsung memeluk erat kekasihnya.


"Love you Kak."


"I love you too Ay. Selesai mengerjakan tugas langsung tidur ya dan jangan lupa memimpikanku!" ujar Alga membuat Mayu tersenyum.


"Siap Ganteng. Kak Alga juga Ya, sampai rumah langsung kabari aku dan lansung tidur!"


"Ok Cantik." ujar Alga.

__ADS_1


Alga dan Mayu melepas pelukan mereka dan sebelum pergi Alga menyempatkan mengecup kening kekasihnya.


__ADS_2