
Mayu dan Alga sudah berdiri diantara para wartawan. Di belakang mereka ada Naura, Shinta dan Lora yang setia menemani.
"Sekarang kalian sudah bisa bertanya, silahkan bagi yang mau bertanya!" ujar Alga.
"Saya Mas Alga," ujar wartawan A.
"Silahkan!" ujar Alga.
"Ini tentang gosip perselingkuhan itu Mas Alga. Dari video yang beredar terlihat kalau Mas Alga dan mbak Mayu terlihat sangat akrab dan itu tidak hanya sekali tapi berkali-kali. Banyak yang bilang kalau kalian memang sudah lama menjalin hubungan di belakang mbak Rahel, apa itu benar Mas Alga?" tanya wartawan itu.
"Baik saya akan jawab dan ini adalah jawaban jujur. Saya juga sangat berharap jangan ada yang sengaja memotong video ini hingga menimbulkan fitnah nantinya. Saya tidak suka seperti itu. Saya dan Mayu memang sering pergi bersama dan kami juga sudah lama menjalin hubungan atau lebih tepatnya sudah 7 bulan yang lalu. Status kami memang pacaran dan kami sama sekali tidak ada main di belakang Rahel atau selingkung dari Rahel, karena sebenarnya hubungan saya dan Rahel itu sudah berakhir dari beberapa tahun yang lalu atau lebih tepatnya dari 2 tahun 9 bulan yang lalu. Jadi enggak ada itu yang namanya selingkuh. Apa saya enggak bisa pacaran lagi kalau sudah putus? Orang yang sudah cerai saja masih bisa nikah lagi." ujar Alga tegas dan tanpa keraguan sama sekali membuat para wartawan terkejut.
"Ini Mas Alga serius kalau kalian sudah benar-benar putus? Kata Mbak Rahel kalian enggak pernah putus. Katanya kalian memang sempat LDR dan karena itu juga mbak Rahel memutuskan berkarir di Jakarta, biar bisa dekat dengan Mas Alga." ujar wartawan B.
"Enggak ada itu LDR, bahkan dia sendiri yang memutuskan hubungan kami waktu itu dan saya juga tidak tahu alasannya apa, kalau kalian ingin tahu, kalian tanya saja dia sendiri." ujar Alga lagi.
"Lalu kenapa Mas Alga memilih diam selama ini? Bukankah Mas Alga yang paling dirugikan di sini?" tanya wartawan C.
"Kamu benar saya memang paling dirugikan di sini dan temasuk pacar saya juga. Hanya saja karena gosip itu sudah melibatkan nama perusahaan, saya enggak mungkin tiba-tiba melakukan klarifikasi karena dampaknya bisa kemana-mana. Selain itu saya juga tidak setega itu menjatuhkan nama Rahel, sementara Rahel sedang gencar-gencarnya memberitahukan pada semua orang kalau kami sedang menjalin hubungan. Oleh karena itu saya sengaja memilih diam dan berharap gosipnya akan segera mereda. Hanya saja yang terjadi benar-benar di luar dugaan saya, saya dituduh selingkuh dan pacar saya malah di katai habis-habisan. Bahkan sampai ada yang mengatainya pe*acur dan kata tidak pantas lainnya. Saya tidak terima semua itu! Pacar saya enggak ada salah apa-apa. Justru dialah yang jadi korbannya dan kalian enggak sepantasnya mengatai Mayu seperti itu. Apa lagi kemarin ada yang melakukan teror ke sini hingga toko terpaksa ditutup. Itu benar-benar perbuat jahat. Apa kalian tidak tahu berapa orang yang mencari nafkah di Maga Wear? Jika mereka terpaksa berhenti bekerja, apa kalian bisa memberi mereka pekerjaan? Dan satu lagi ini yang terpenting, untuk yang melakukan teror kemarin wajah kalian sudah terpampang jelas di CCTV, kami tunggu itikad baiknya. Begitu juga dengan yang sudah komentar tidak pantas pada Mayu, nama kalian dan akun kalian sudah kami screenshoot, dan kami tunggu itikad baiknya. Saya beri waktu kalian 1×24 jam. Jika kalian tidak datang, kita bertemu di kantor polisi. Kalian tahu kan siapa saya dan saya sama sekali tidak main-main dengan apa yang saya katakan." jelas Alga.
Alga benar-benar serius dengan apa yang dia katakan. Setelah pulang kemarin Alga, Rangga dan Yudha masih menyempatkan bicara dengan David soal rencana mereka. David tentu saja setuju, dan dia juga yang meminta supaya mereka memberi sedikit teguran pada orang yang sudah komentar negatif pada Mayu karena dia juga tidak terima anaknya dikatai seenaknya.
"Ini Mas Alga serius mau melaporkan mereka ke polisi?" tanya karyawan D.
"Tentu saja saya sangat serius, soal seperti ini saya tidak mungkin main-main karena ini menyangkut orang yang paling saya sayang." ujar Alga mantap membuat Mayu tersenyum.
__ADS_1
Para wartawan juga menatap ke arah Mayu.
"Ternyata Mas Alga sangat mencintai pacarnya ya, tapi banyak juga itu komentar yang saya lihat katanya Mas Alga sangat bodoh yang rela mencampakkan berlian demi batu krikil. Apa pendapat Mas Alga tentang komentar itu?" tanya wartawan E.
Alga tidak langsung menjawab tapi dia menoleh pada Mayu kemudian mengulurkan tangan kirinya. Mayu juga menyambut uluran tangan kekasihnya dan Alga menggenggamnya erat.
"Saya tidak masalah sama sekali soal apa yang mereka katakan tentang Mayu dan saya juga tidak mungkin memaksakan pendapat saya pada mereka karena pendapat saya tentu berbeda lagi. Pacar saya tampilan luarnya memang sangat sederhana, dia juga tidak populer, tapi dia punya hati yang luar biasa baik. Dia juga pekerja keras dan selalu bersemangat. Sedikit saja gambaran dari saya, biar yang mengatai pacar saya batu kerikil pikirannya bisa sedikit terbuka. Mayu adalah salah satu mahasiswa di universitas ternama Indonesia. Nilai IPKnya 3,52 sedikit saja di bawah saya. Di usianya yang belum genap 20 tahun dia bahkan sudah punya produk sendiri dan sudah punya 10 orang karyawan, dia juga mengajak teman-temannya untuk bisa sukses bersama dia. Bahkan dalam bulan ini dia akan buka cabang baru lagi dan tentunya akan menambah karyawan lagi. Selain itu dia dan Naura akan meluncurkan Maga Beauty. Dan sekarang yang jadi pertanyaan saya, apakah orang yang kalian sebut berlian itu sudah bisa melakukan lebih dari yang dilakukan oleh pacar saya? Saya acungkan jempol kalau dia bisa melakukannya. Untuk itu saya tekankan sekali lagi, jangan telalu gampang menilai orang hanya dari tampilan luarnya saja karena tidak semua orang itu suka memamerkan apa yang mereka punya, termasuk kecantikannya. Sampai di sini saya harap kalian semua mengerti maksud saya." jawab Alga lagi.
"Wow, berarti pacar Mas Alga termasuk hebat juga ya. Walau sibuk bekerja tapi pendidikan tetap nomor satu. Salut saya. Terus untuk mbak Rahel sendiri, apa Mas Alga ada niatan untuk menuntutnya? Bukankah itu berarti apa yang dia katakan selama ini adalah kebohongan belaka?" tanya wartawan B kembali.
"Saya tidak akan menuntutnya dan biarkan para netizen sendiri yang menilainya seperti apa, karena saya tidak ingin berurusan lagi dengannya. Pekerjaan saya sangat banyak, dan saya tidak ingin buang-buang waktu saya untuk mengurus hal yang tidak penting. Hanya saja jika dia datang pada saya dan meminta maaf, saya dan pacar saya pasti akan membukakan pintu maaf pada dia karena tidak ingin punya musuh. Punya musuh itu rasanya tidak nyaman walau hanya satu orang." jelas Alga lagi membuat para wartawan menatap kagum padanya.
Ternyata Alga tidaklah seperti yang mereka kira. Dia baik dan pemaaf, hanya saja dia akan berubah jadi garang jika menyangkut orang yang dia sayang. Dia benar-benar laki-laki idaman. Pantas saja itu mantan enggak bisa move on dan berusaha menarik perhatian Alga lagi.
"Baik Mas Alga. Terima kasih untuk waktunya Mas Alga." ujar para wartawan.
"Ya sama-sama." ujar Alga.
Begitu Alga selesai melakukan wawancara gosip soal Alga, Rahel dan Mayu semakin heboh, hanya saja kini keadaannya sudah berbalik. Banyak yang menyayangkan sikap Rahel, banyak juga yang merasa tertipu dan tidak jarang juga yang merasa kecewa pada Rahel. Mereka ingin menyerang Rahel hanya saja kolom komentar akun instagramnya sudah ditutup. Sepertinya dia sudah menebak apa yang akan terjadi. Sementara itu itu orang-orang yang tadinya menghujat Mayu sudah mulai was-was karena ancaman yang Alga berikan. Mereka takut, Alga benar-benar melaporkan mereka ke polisi.
"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Alga begitu para wartawan mau pergi meninggalkan rumah Mayu.
"Belum Mas, kami belum sempat sarapan." jawab wartawan B apa adanya dan itu karena mereka pagi-pagi sekali sudah ke rumah Mayu.
"Di depan Itu ada bubur ayam, dan di samping penjual sayur itu juga ada penjual nasi uduk dan lantong sayur, silahkan saja kalau kalian mau pesan. Nanti saya yang akan membayarnya." ujar Alga membuat para wartawan seketika menatapnya.
__ADS_1
"Ini beneran Mas?" tanya wartawan C antusias.
"Tentu saja beneran. Silahkan saja kalau kalian mau dan makan saja sepuasnya sampai kalian kenyang. Jangan sungkan-sungkan." ujar Alga lagi.
"Terima kasih Mas Alga, kalau begitu kami pesan sarapannya dulu ya Mas." ujar mereka lagi.
"Silahkan," ujar Alga.
Alga tentu saja tidak keberatan meneraktir mereka sarapan, karena ini kesempatannya biar para wartawan tidak lagi membuat berita yang tidak-tidak tentangnya. David ada berpesan padanya kalau dia harus pintar memanfaatkan keadaan.
***
Hasil klarifikasi Alga berjalan lancar dan hasilnya juga benar-benar di luar dugaan mereka. Alga yang semula sempat takut kalau dia akan dituduh membohong publik tidak terdengar sama sekali. Justru hanya pujian yang Alga terima. Banyak yang kagum dengan sikap sabar Alga, yang jelas-jelas sudah dimanfaatkan oleh mantan pacar tapi Alga tidak marah atau menuntut. Mereka juga suka sikap dewasa Alga dalam menghadapi masalah.
Sementara itu saham Pratama group juga tetap aman. David jadi tidak perlu melakukan konfrensi pers lagi, dan itu berkat Alga tentunya.
Begitu juga untuk orang-orang yang tadinya memberi komentar pedas pada Mayu. Disaat ada yang memberanikan diri datang ke rumah Mayu dan meminta maaf, Mayu dan Alga tidak mempermalukan mereka. Mereka hanya memberi teguran supaya jangan lagi melakukan hal serupa dan setelah itu mereka memberikan sembako dan itu cukup banyak, ada beras, minyak, gula dan lain-lain.
Apa yang dilakukan Mayu dan Alga sempat membuat heboh, dan karena itu mereka yang tadinya takut minta maaf malah berbondong-bondong datang ke rumah Mayu untuk minta maaf, dan sama seperti sebelumnya, Mayu dan Alga memberikan sembako, bahkan ada juga uang buat ongkos dan untuk makan di jalan.
Aksi Mayu dan Alga sampai FYP di tiktok dan tentu saja itu membawa keuntungan tersendiri untuk mereka. Follower Maga Wear meningkat drastis dan mereka juga kebanjiran pesanan. Tidak salah memang trik marketing mereka, dan benar apa kata David dalam berbisnis itu harus pintar-pintar mencari celah dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Sementara itu di tempat berbeda tampak Rahel duduk tenang di kursi malasnya dan tatapannya fokus pada ponselnya.
Untuk komen negatif yang ditujukan padanya, dia sudah bisa menebaknya, dan dia sudah ada cara jitu untuk membalasnya. Hanya saja soal Mayu yang akhirnya jadi kebanjiran pesanan benar-benar di luar prediksinya. Benar kata Alga, dia tidak akan bisa melakukan seperti apa yang Mayu lakukan. Padahal sebelumnya Mayu sudah dicaci, tapi kok masih bisa berbuat baik? Rahel akui dia tidak akan bisa seperti itu.
__ADS_1