
"Apa benar ini rumahnya Mayuki atau Mayu?" tanya orang yang memencet bel rumah Mayu.
"Iya saya sendiri yang bernama Mayu." jawab Mayu.
"Mbak Mayu, ada kiriman bunga untuk Anda dan silahkan tanda tangan untuk tanda penerimanya!" ujarnya lagi.
"Iya Mas. Mas kalau boleh tahu ini bunga kiriman dari siapa ya?" tanya Mayu sambil tanda tangan.
"Saya kurang tahu Mbak, tapi di sini nama pengirimnya ditulis MM, hanya itu saja." jawabnya lagi.
Mayu seketika menutup mulutnya dan tampak haru di wajahnya. Ternyata kiriman bunga itu dari Daddynya. Daddynya ternyata tepat janji soal bunga itu.
'Terima kasih Dad,' batin Mayu.
"Mbak ini bunga dan papan bunganya mau diletakkan dimana?" tanya masnya lagi.
"Buketnya banganya bawa sini saja Mas dan untuk papan bunganya letakkan di samping pintu ini saja!" suruh Mayu.
Khusus untuk hari toko sembako mereka tutup karena ingin fokus pada launching Maga Wear.
"Baik Mbak," ujarnya.
"May MM itu siapa? Serius deh May, gue benar-benar tidak menyangka kalau kita akan dapat kiriman papan bunga. Ini benar-benar surprise untuk gue." ujar Shinta masih dengan wajah berbinar senangnya.
Mayu mendekatkan mulutnya ke telinga Shinta.
"MM itu daddy gue, tapi ingat ini rahasia!" bisik Mayu.
Shinta kembali terkejut dan menutup mulutnya.
"Ya ampun May, ini lebih dari surprise lagi. Ternyata diam-diam daddy lo itu sangat perhatian pada lo ya May. Aih selamat ya May!" seru Shinta lagi.
Mayu mengangguk dan memberi kode pada Shinta supaya tidak menyebut daddynya.
"Ah iya maaf May, ini karena gue benar-benar excited May hehe ...." ujar Shinta.
Mayu juga ikut tersenyum.
"Ini ya Mbak buket bunganya. Saya mewakili Karangan Bunga Jakarta mengucapkan selamat atas Maga Wearnya. Semoga Maga Wear sukses dan tokonya semakin banyak." ujar masnya sambil memberikan buket bunganya pada Mayu.
"Iya Mas, terima kasih banyak Mas."
__ADS_1
"Sama-sama Mbak, permisi Mbak." ujarnya lagi.
"Iya Mas hati-hati!"
Mayu dan Shinta masih berdiri di tempatnya dan menunggu sampai mobil itu pergi.
Mayu dan Shinta kembali saling tersenyum sebelum mereka masuk rumah kembali.
"Eh sebentar May, itu kayaknya ada mobil yang bawa papan bunga lagi deh." ujar Shinta dan refleks menahan Mayu saat Mayu mau masuk rumah.
"Benar Shin, kira-kira itu papan bunga untuk kita bukan ya?" ujar Mayu penasaran.
Benar saja papan bunga yang datang selanjutnya masih untuk Maga Wear, dan itu dari Wijaya group atau lebih tepatnya teman Alga yang punya bisnis properti.
Mayu tidak menyangka kalau mereka mengirimkan bunga untuk Mayu, padahal Mayu baru 2 kali bertemu dengan teman Alga itu.
Mayu lebih tidak menyangka lagi kalau masih ada papa bunga selanjutnya dan itu dari Pratama group, bahkan dari Vivi dan calon suaminya juga ada. Mayu sampai tidak bisa berkata-kata lagi melihat semua itu. Mayu tidak tahu bunga itu ditujukan padanya atau pada Rangga dan Yudha mengingat mereka kenal dekat dengan keluarga Pratama, tapi Mayu benar-benar senang dan merasa terharu.
Papan bunga yang datang tidak hanya sampai di situ saja, masih ada lagi dari teman-teman Rangga dan Yudha. Bahkan ada satu dari youtuber terkenal di Indonesia, yang saat ini sedang kuliah di UI dan satu angkatan dengan Rangga dan Yudha. Dia juga yang akan meliput acara launching Maga Wear hari ini dan memasukkannya ke dalam konten Youtubenya.
Mayu dan teman-temannya lagi-lagi merasa surprise juga terharu. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau mereka akan mendapat perhatian sebanyak itu, padahal sebelumnya memikirkannya saja mereka tidak pernah. Ternyata mereka tidak salah dalam memilih patner kerja sama.
"Acara peluk-pelukannya sudah dulu. Sudah saatnya kita melajutkan ke tahap selanjutnya! Ayo masuk!" ujar Rangga.
"Iya Mayu sama-sama dan muji sayanya biasa saja! Lihat itu orang yang disebelah kamu, wajahnya langsung berubah. Jangan sampai acara launcing kita jadi berantakan karena ada yang cemburu berat." ujar Rangga.
Mayu seketika menoleh dan refleks menutup mulutnya dengan tangannya.
"Upss! Piss Kak Alga. Kak Alga juga enggak kalah hebatnya Kok. Mayu juga sangat bangga pada Kak Alga dan bagi Mayu, Kak Alga adalah pacar yang paling best. Enggak ada duanya pokoknya." ujar Mayu mengacungkan jempolnya.
Alga tersenyum dan mengacak gemas rambut kekasihnya.
"Iya Ay aku tahu. Ya sudah ayo kita masuk!" ujar Alga beralih merangkul kekasihnya.
"Ok Kak," ujar Mayu dan balas tersenyum pada kekasihnya.
Lain dengan Mayu, lain juga dengan apa yang dirasakan Dira. Dira sampai marah-marah pada suami dan anaknya sulungnya begitu medengar, apa yang dikatakan orang suruhannya.
"Papi, Vivi! Apa maksud kalian mengirim papan bunga pada Mayu hah?" kesal Dira dan menatap tajam pada Vivi dan Pratama.
Pratama terlihat santai saja dan tetap melanjutkan acara sarapannya dengan tenang.
__ADS_1
"Tentu saja kami tidak ada maksud apa-apa Mi, hanya sebagai dukungan saja. Lagian papan bunga itu tidak hanya ditujukan untuk Mayu saja tapi untuk Rangga dan Yudha juga. Ingat Mi, Rangga dan Yudha itu sudah lama sekalii bekerja untuk keluarga kita. Mereka juga sudah banyak sekali membantu Alga. Lalu apa salahnya kita membalas mereka. Lagian harga papan bunga juga tidak seberapa, tapi itu sangat berarti untuk mereka." ujar Pratama.
"Vivi setuju sama Papi, Mi. Papan bunga itu tidaklah berarti apa-apa bila dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan Rangga dan Yudha juga keluarga mereka, pada keluarga kita." tambah Vivi.
"Tapi saja, kalian tidak seharusnya mengirim papan bunga itu pada mereka. Mami benar-benar tidak setuju dengan apa yang kalian lakukan kali ini." ujar Dira lagi.
"Setuju tidak setuju, papan bunganya sudah sampai di rumah Mayu, Mi. Ya sudah kalau Mami mau, Mami ambil sendiri sana." ujar Pratama lagi dan kembali melanjutkan makannya.
"Mami enggak mungkin mengambilnya lagi. Pokoknya Mami kesal pada Papi!" seru Dira kemudian pergi dari meja makan. Dia harus menghubungi orang suruhannya lagi. Pokoknya Mereka harus bekerja maksimal kali ini. Dira tidak boleh kecolongan lagi.
Pratama menatap kepergian isterinya dan mengangkat bahunya.
"Ada-ada saja mami kamu itu. Hanya papan bunga saja dipermasalahkan padahal harganya juga tidak sampai sejuta." ujar Pratama.
"Vivi juga bingung dengan jalan pikiran Mami. Harusnya Mami itu bangga loh, calon menantunya sudah punya brand sendiri dan brandnya itu bukan asal-asalan. Vivi saja kagum padanya, dia benar-benar bekerja keras. Padahal usianya juga masih sangat muda. Vi-"
"Vivi diam kamu, Mami dengar apa yang kamu katakan dan Mami enggak butuh semua itu!" seru Dira lagi membuat Vivi seketika terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya. Bisa gawat kalau maminya semakin marah.
***
Mayu dan teman-temannya termasuk Alga juga 5 orang karyawan Maga Wear sudah siap dengan ponsel masing-masing. Mereka akan launcing via online terlebih dulu.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Rangga.
"Siap Kak!" seru Mayu semangat tapi ada rasa deg-degan juga.
"Ok, tepatnya tanggal 08 bulan 5 tahun 2023 jam 9 pagi produk Maga Wear siap dipasarkan!" seru Rangga lagi.
Mayu dan teman-temannya langsung sibuk dengan posel masing-masing. Semua foto profile mereka di sosial media langsung diganti dengan produk Maga Wear, selain itu mereka juga mengupload beberapa video peluncuran Maga Wear baik itu di Instagram, Tiktok maupun Youtube Maga Wear sendiri.
Mereka juga berlomba memberi like serta komen positif pada video itu dan tidak hanya mereka keluarga mereka dan teman-teman mereka yang sebelumnya sudah mereka infokan juga ikut membantu dari tempat mereka masing-masing.
"Aaa ... postingannya langsung ramai teman-teman." seru Lora bersorak senang.
"Pesananannya juga sudah ada yang masuk!" seru Shinta tidak kalah girangnya dan buru-buru membalas pesanan masuk itu. Untuk 50 pembeli online pertama mereka akan memberikan diskon 50 persen begitu juga dengan 50 pembeli offline pertama.
"Benarkah, dia pesan berapa?" tanya Mayu tidak kalah antusianya dan langsung mendekat pada Shinta.
"2 May hihi ...." ujar Shinta tanpa menoleh dia masih sibuk mengetik karena sudah ada pesanan baru lagi.
"Eh teman-teman sebentar deh, ini kenapa akun palsu Maga Wear tiba-tiba banyak. Foto profil dan isi kontennya juga sama, yang membedakan hanya nomor WA pemesanannya saja. Aduh gawat ini, bagaimana kalau pelanggan kita salah nomor pemesanan. Bisa-bisa kita dituduh penipu ini." seru Rangga mulai panik dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Kak, ini komentar-komentar di akun kita juga sudah mulai diserang sama komentar-komentar negatif dan kata teman saya akun instagram asli Maga Wear juga tidak bisa di follow lagi, sepertinya banyak yang melaporkan instagram Maga Wear." ujar Irpan yang tidak kalah paniknya.
Wajah senang Mayu, Lora dan Shinta seketika berubah dan ikutan panik. Apalagi saat melihat komentar negatif yang semakin menjadi, bahkan tidak jarang juga yang mengatakan mereka penipu.