
"M-mbak Naura Mas," ujar Ibunya pelan.
Yudha dan yang lainnya tampak terkejut mendengarnya kecuali Lia.
"Kalian yakin yang menyuruh kalian adalah Naura?" tanya Alga begitu tersadar dari keterkejutannya.
"Yakin Mas, dia yang meminta kami melakukan itu pada kalian. Dia juga memberi kami bayaran yang cukup besar." jawabnya lagi.
Alga terdiam dan menatap pada Mayu, Rangga, Yudha dan berhenti pada Lia.
"Kali ini mereka tidak bohong Al, gue memang melihat Naura melakukan negosiasi dengan ibu-ibu ini." ujar Lia membuat Alga seketika mengepalkan tangannya.
"Naura!" gumam Alga menahan amarahnya. Dia benar-benar marah pada gadis itu. Apa salah Mayu dan yang lainnya hingga dia setega itu melakukan ini pada Maga Wear?
"Gue juga melihat mobil yang dipakai Naura, dari tadi parkir tidak jauh dari toko Maga Wear Al, gue yakin Naura masih mengawasi toko Maga Wear dari dalam mobilnya." ujar Lia lagi.
"Benarkah? Kalau begitu ayo kita temui dia!" ujar Alga cepat.
"Gue setuju Al!" ujar Rangga tidak kalah cepatnya. Dia juga sangat marah pada gadis itu. Seharusnya kalau pun dia marasa kesal pada Mayu, tidak seharusnya dia menyerang Maga Wear karena Maga Wear itu tidak hanya Mayu saja, tapi melibatkan banyak orang di dalamnya termasuk Rangga dan yang lainnya. Padahal sebelumnya Rangga sempat berpikir kalau orang yang berusaha menghancurkan bisnis mereka adalah saingan mereka.
"Gue juga setuju, tapi alangkah lebih baiknya kalau kita tidak langsung menyerang ke arah mobilnya, tapi kita melakukannya dengan cara diam-diam sampai dia tidak bisa melarikan diri lagi." ujar Yudha.
"Setuju!" kompak Mayu dan yang lainya.
Sementara itu di dalam mobilnya Naura tampak mulai panik campur kesal. Dia melihat orang suruhannya itu dibawa masuk oleh Alga dan yang lainnya, dan dia juga sudah mendengar dari salah satu pengunjung kalau mereka itu ketahuan fitnah Maga Wear.
"Aahh! Jangan sampai mereka mengaku kalau akulah yang sudah menyuruh mereka! Lagian mereka itu bodoh banget sih bisa-bisanya buat finah begitu saja tidak becus!" kesal Naura.
"Aduh, bagaimana ini? Kak Alga bisa marah besar kalau tahu akulah dalangnya." ujar Naura lagi sambil memukul stir mobilnya.
"Telepon tante Dira saja Nau dan minta solusi padanya!" suruh Ira.
"Benar juga, tante Dira juga harus tahu ini." ujar Naura kemudian mengambil ponselnya dan langsung mencari nama Dira.
Tut tut tut
"Hallo Naura. Gimana, apa kalian sudah berhasil mengacaukan acara launchingnya Mayu?" tanya Dira begitu sambungan teleponnya terhubung.
"Sebelumnya kami sudah berhasil Tante, tapi enggak tahu kenapa tiba-tiba orang suruhan Naura ketahuan dan ada pengunjung lain juga yang diam-diam mengambil video mereka. Jadi mereka enggak bisa ngelak lagi. Sekarang mereka sudah dibawa masuk ke rumah Mayu, dan sepertinya mereka sedang diadili. Naura harus gimana Tante? Naura takut mereka ngaku kalau Naura yang sudah menyuruh mereka." ujar Naura.
"Gimana sih orang suruhan kamu itu, bisa-bisanya masalah gampang begitu saja ketahuan. Ya sudah kamu lebih baik pulang saja, dari pada kamu ketangkap Alga, Alga bisa makin marah nanti! Nanti kita pikirkan lagi caranya." suruh Dira.
"Baik Tante." ujar Naura kemudian mematikan sambungan teleponnya.
"Kata tante Dira kita pulang saja teman-teman." ujar Naura sambil menyimpan ponselnya kembali.
__ADS_1
"Kayaknya kita enggak bisa pulang deh Nau," ujar Yuli kemudian menundukkan kepalanya.
"Kenapa tidak bisa pulang?" tajya Naura bingung.
"Itu Nau(menunjuk ke depan), itu juga dan itu(menunjuk samping kanan dan kiri)." ujar Ira dari bangku belakang.
Wajah bingung Naura seketika berubah jadi melotot begitu melihat Alga berdiri depan mobil nya dan menatap tajam ke arah mereka. Begitu juga saat dia menoleh ke arah Kanan ada Rangga di sana dan di arah kiri ada Yudha.
Naura menjatuhkan badannya lemas.
'Maaf tante kami sudah ketahuan.' batin Naura.
***
Alga menatap marah pada Naura yang sedang duduk di depannya sambil menudukkan kepalanya dan tidak berani menatap Alga.
"Ma-maaf Kak Alga," ujar Naura pelan sambil menggenggam tangannya sendiri.
"Untuk apa kamu minta maaf?" tanya Alga dan tatapannya tidak lepas dari Naura.
"Untuk semuanya Kak, Naura salah Kak Alga."
"Jadi kamu sudah sadar kalau apa yang kamu lakukan itu adalah salah? Kalau kamu tahu salah kenapa kamu masih melakukannya? Saya benar-benar kecewa pada kamu Naura. Dan asal kamu tahu ya dengan kamu melakukan ini semua, saya justru semakin ilfil pada kamu dan jangan sampai semua laki-laki di luar sana juga ilfil pada kamu karena kelakuan tidak baik kamu. Apa kamu mau hidup sendirian selamanya atau kamu mau mendapat pasangan yang sama jahatnya seperti kamu, yang kerjaannya hanya membuat masalah, suka melakukan kdrt dan lain sebagainya?" seru Alga.
"Kalau tidak mau kenapa kamu suka berbuat jahat? Saya sebenarnya ingin membalas perbuatan kamu sekali saja biar kamu kapok, tapi karena saya tahu om David itu sangat sayang pada kamu, saya harus menahan diri. Saya tidak ingin membuatnya kecewa. Dan saya yakin kalau om David tahu apa yang kamu lakukan saat ini, dia pasti akan sangat kecewa pada kamu. Apa kamu mau membuat daddy kamu itu kecewa?"
Naura menggelengkan kepalanya.
"Enggak Kak."
"Yakin enggak mau?"
"Yakin Kak."
"Baguslah kalau kamu yakin, dan saya harap ini terakhir kalinya kamu berbuat jahat atau mengusik kehidupan Mayu. Jika kamu masih nekad melakulannya lagi, saya akan melaporkan semua kejahatan yang pernah kamu lakukan pada Mayu ke daddy kamu. Saya juga akan minta pada om David supaya mencabut semua fasilitas kamu dan memasukkan kamu ke asrama." ancam Alga.
Mata Naura seketika membesar dan menatap takut pada Alga. Dia juga langsung berlutut di kaki Alga.
"Jangan lakukan itu Kak, Naura tidak bisa hidup di asrama dan tanpa fasilitas dari daddy! Naura bisa sakit Kak." ujar Naura dan menatap memohon pada Alga.
"Saya tidak akan melakukan itu selama kamu berbuat baik dan tidak lagi mengganggu Mayu."
"Naura janji Kak, Naura tidak akan lagi mengusik kehidupan Mayu."
"Bagus dan saya harap kamu tidak akan melanggar janji kamu karena saya juga tidak main-main dengan apa yang sudah saya ucapkan."
__ADS_1
"Iya Kak."
"Sekarang kamu bisa minta maaf pada Mayu!" suruh Alga.
"Tunggu dulu Al, gue masih penasaran apa tujuan Naura melakukan itu semua pada Maga Wear dan gue juga penasaran dengan akun-akun haters itu. Apa itu adalah ulah Naura juga?" ujar Rangga.
Naura menggelengkan cepat kepalanya.
"Enggak Kak, akun haters yang menyerang Maga Wear itu bukan ulah Naura. Naura tidak sejahat itu Kak, dan Naura juga tidak sepintar itu melakukan kejahatan. Akun-akun haters itu adalah ulah tante Dira dan dia juga yang sudah menyuruh Naura melakukan ini semua." ungkap Naura membuat Alga seketika mengepalkan tangannya.
Harusnya dari awal dia curiga kalau ini semua adalah ulah maminya.
"Nyonya Dira!" seru Rangga dan Yudha dan seketika menatap pada Alga. Begitu juga dengan Rani dan Lia, sedangkan Mayu dia hanya menundukkan kepalanya. Apa yang Mayu pikirkan tidak jauh berbeda dengan Alga.
"Iya Kak, tante Diralah dalang dari semuanya." ujar Naura.
Alga menarik nafas pelan dan menghembuskannya dengan cepat. Dia sadar dengan tatapan Rangga dan yang lainnya. Ada perasaan bersalah di hatinya, gara-gara maminya teman-temannya jadi dapat masalah. Padahal mereka semua tidak punya salah pada Dira dan masalahnya hanya dengan Mayu saja.
Alga balas menatap Rangga dan Yuda.
"Gue mewakili mami minta maaf teman-teman. Gue janji gue tidak akan diam saja, gue pasti akan bicara dengan mami setelah ini." ujar Alga.
Rangga juga ikut menarik nafas pelan.
"Tidak perlu minta maaf Al, kami cukup mengerti dan lo juga enggak perlu bicara dengan nyonya Dira. Kami tidak ingin hubungan lo dan mami lo jadi makin tidak baik karena masalah ini. Lagian masalahnya juga sudah berhasil kita selesaikan, dan anggap saja ini sebagai pemanasan untuk kami supaya ke depannya bisa lebih berhati-hati lagi." ujar Rangga bijak.
Rangga cukup mengerti posisi Alga dan dia tidak ingin menambah beban masalah Alga karna dia tahu posisi Alga juga pasti berat. Terlebih lagi, selama ini Alga juga sudah banyak sekali membantu mereka.
"Rangga benar Al, lo juga tidak perlu merasa tidak enak hati pada kami, karena kami tahu lo juga pastinya tidak ingin semua ini terjadi pada kami. Tetap semangat Al, dan tetap semangat juga untuk semua tim Maga Wear." ujar Yudha.
"Terima kasih teman-teman dan gue janji gua juga akan selalu ada di pihak kalian dan membantu kalian semaksimal mungkin." ujar Alga meski dalam hatinya dia pasti akan bicara dengan maminya. Dia tidak akan diam saja setelah apa yang dilakukan maminya karena apa yang dilakukan Dira kali ini sangat kelewatan. Ini tidak hanya menyangkut Mayu saja tapi menyangkut orang banyak termasuk Rangga dan Yudha yang sudah Alga anggap seperti saudara kandungnya sendiri.
"Iya Al sama-sama. Tetap semangat ya Al!" ujar Rangga.
"Iya Rangga, kalian juga. Berarti sekarang apa kita sudah bisa melanjutkan soal Naura?"
"Iya Al sudah." ujar Rangga mengacungkan jempolnya.
"Ok," ujar Alga dan kembali menatap Naura.
"Kamu bisa minta maaf pada Mayu sekarang Naura dan ingat minta maaflah dengan tulus!" ujar Alga.
Naura hanya diam dan menatap Alga. Dia tidak akan bisa minta maaf dengan tulus pada Mayu karena sampai saat ini, dia masih membenci Mayu.
"Naura!" tagur Alga lagi.
__ADS_1