Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Mayu, You Dead!


__ADS_3

Mayu memarkirkan motornya di tempat biasa. Mayu kemudian melangkah dengan semangat. Mayu sudah siap menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Mayu tidak sabar jadi sarjana. Padahal baru masuk kuliah, tapi Mayu sudah kebayang wisuda saja.


Buk!


Mayu seketika menghentikan langkahnya saat ada yang dengan sengaja menabrak bahunya.


Mayu menoleh.


Mayu menarik nafas pelan saat melihat Naura lah pelakunya.


Naura menatap mengejek padanya.


"You! Dead! Eek!" seru Naura. Dia menujuk Mayu, kemudian membawa tangannya ke leher dan menjulurkan lidahnya.


"Haha ...." Naura tertawa mengejek, kemudian pergi meninggalkan Mayu dan melangkah dengan sombongnya.


Mayu hanya mengerutkan keningnya. Maksudnya Naura apa, apa maksudnya Mayu akan mati gitu?


Ya tentu saja Mayu akan mati, tidak hanya Mayu, tapi Naura juga akan mati dan semua orang akan mati, karena satu-satunya yang tidak bisa dihindari oleh manusia adalah kematian. Mau sehebat dan sekaya apa pun dia, ujung-ujungnya pasti mati.


'Apa Naura sedang merencanakan sesuatu lagi? Tahu ah, enggak perduli aku.' batin Mayu kemudian mengangkat kedua bahunya.


Mayu kembali melanjutkan langkahnya. Lagi-lagi langkah Mayu terhenti begitu melihat Alga dan kedua temannya.


Alga dan kedua temannya juga menghentikan langkahnya dan menatap pada Mayu.


Mayu tersenyum lebar.


"Selamat pagi 3 pria tampan, terutama kak Alga yang paling tampan. Selamat belajar dan semoga harinya menyenangkan." ujar Mayu dengan cerianya.


"Selamat pagi juga Mayu, dan semoga hari kamu juga menyenangkan." ujar Rangga mewakili Alga.


"Terima Kasih Kak, kalau begitu Mayu duluan ya Kak."


"Iya."


"Bye bye honey bunny sweety, emah." ujar Mayu kiss bye pada Alga kemudian melangkah dengan riangnya.


Alga hanya tersenyum tipis dan menatap kepergian Mayu. Sejak pulang dari dari acara makrab, Mayu benar-benar melakukan apa yang diminta Alga. Mayu jadi jarang menemuinya, mereka juga tidak pernah lagi makan bersama di kantin. Dia hanya akan bertemu Mayu disaat tidak sengaja berpapasan dan Mayu tetap melakukan tugasnya dengan baik. Mayu menyapanya ramah selaknya kekasih. Jadi para Mahasiswa juga percaya kalau mereka masih pacaran.


Apa yang terjadi antara Alga dan Mayu saat ini memang sudah pas pada porsinya, tapi Alga tidak bisa memungkiri kalau dia merasa ada yang hilang, dia rindu pada Mayu.


"Al! Hei Al, kenapa diam saja? Ayo jalan!" tegur Yudha menyadarkan lamunan Alga.


"Ah iya," ujar Alga kembali melangkah.


Sementara itu Mayu sudah sampai di kelasnya.


"Selamat pagi teman-teman semua. Calon orang sukses sudah datang." ujar Mayu menyapa teman-temannya dengan percaya dirinya.


"Pliss deh May, jangan terlalu lebay." protes Lora sambil memainkan poselnya.


"Gue enggak lebay Naura. Gue hanya berkata apa adanya. Ingat ucapan itu adalah doa dan tentunya dibarengi dengan usaha. Nah usaha pertama gue sudah berhasil, tadi gue ketemu honey bunny sweety di depan. Dia sudah ngetransfer sedikit demi sedikit kesuksesannya, gue tinggal mengumpukan saja. Nanti akan ada saatnya gue jadi orang sukses beneran seperti my honey bunny sweety." ujar Mayu dengan lebaynya.

__ADS_1


Walau Mayu dan Alga sudah jarang bertemu tapi Mayu tidak pernah lupa menyebut nama Alga dengan panggilan sayangnya. Ini bukan karena rindu, tapi karena tugasnya sebagai kekasih bayaran Alga.


"Prettt ... jangan mimpi deh lo. Jualan lo saja hanya kolor dan bh, mana bisa sukses itu. Udah gitu kolor dan bh murahan lagi. Kalau mimpi itu jangan ketinggian, nanti tidak kesampaian gila lagi. Orang seperti lo kan berobat di rumah sakit jiwa saja tidak mampu, kecuali pakai BPJS." ujar Naura mengejek Mayu.


"Haha ...." Naura dan teman-temannya tertawa mengejek Mayu.


"Wah Shin, kayaknya tadi ada suara tikus deh. Hati-hati Shin, nanti kaki lo digigit tikus lagi." balas Mayu.


"Bukan tikus May, tapi cacing, ih jijik." ujar Shinta lebay membantu temannya.


"Iya ihh jijik ... haha ...." Mayu dan teman-temannya balas tertawa mengejek Naura.


Tawa di wajah Naura memudar dan digantikan dengan wajah sangat kesal.


"Mayu! You dead!" seru Naura, melakukan seperti apa yang dilakukannya saat di parkiran.


Naura benar-benar sudah tidak tahan lagi kali ini, Mayu harus diberi pelajaran sama orang yang sudah ahli.


'Tunggu saja pembalasan gue, Mayu. Kita lihat saja setelah ini apa lo masih bisa tertawa?' batin Naura menatap sinis Mayu.


Mayu dan teman-temannya hanya terus tertawa. Sedangkan teman sekelas mereka hanya menggelengkan kepalanya saja. Sudah tidak aneh melihat geng Naura dan geng Mayu saling mengejek.


***


"Terima kasih Mang," ujar Mayu pada mamang yang sudah membantu mengangkat meja dan rak gantungan peralatan dagangannya. Setelah selesai kuliah dan belanja, kini saatnya Mayu berjuang mengumpulkan rupiah demi rupiah. Ini masih tanggal Muda biasanya jualan ramai sampai malam. Lumayan kalau dapat omzet lebih.


"Sama-sama Neng Mayu. Laris ya Neng jualannya!" ujar mamang tulus.


"Terima kasih Mang, bayarannya nanti ya Mang."


"Siap Mama, Mayu jualan dulu."


"Ok."


Mayu kemudian mengeluarkan kolor dan bh dari dalam karungnya. Alasan lainnya Mayu lebih memilih jualan kolor dan bh itu karena satu karung saja, isinya sangat banyak.


"Yuk yuk mari yuk! Kolor kolor, bh bh, dijamin buat nyaman dan anti masuk gigi!" seru Mayu sambil menata barang dagangannya.


"Mayu, seenggaknya pajang dulu dagangannya yang benar Mayu! Baru panggil pembeli." tegur penjual sandal karet di samping Mayu.


"Hehe ... vis Mamas tampan." ujar Mayu tesenyum lebar dan kembali menata barang dagangannya. Mayu yang sudah terbiasa menata barang dagangan, bisa bekerja cepat dan hasilnya juga rapi.


"Yuk yuk mari yuk! Kolor kolor, bh bh, dijamin buat nyaman dan anti masuk gigi pokok e. Murah lagi, dan kualitasnya ada harga ya ada kualitas dong." seru Mayu lagi menjajakan barang dagangannya.


"Suaranya masih kurang keras Mayu!" teriak pedagang depan Mayu.


"Masih kurang keras ya Pakde? Siap Pakde, Mayu siap triak lebih keras lagi!" ujar Mayu mantap.


"Yuk yuk mari yuk! Kolor kolor, bh bh, dijamin buat nyaman dan anti masuk gigi. Ibu-ibu, bapak-bapak, mbak-mbak semuanya ... Ayo mari beli kolor, sama neng Mayu yang cantik jelita." ujar Mayu lagi, yang awalnya teriak malah berakhir bernyanyi.


"Mantap May, goyang May!" Seru pedagang yang lain.


"Asiap ... ibu-ibu, bapak-bapak semuanya, mari beli, beli kolor dan bh sama Mayu yang cantik jelita. Dijamin buat nyaman dan anti masuk gigi ea ea ea!" ujar Mayu sambil bergoyang.

__ADS_1


"May Budhe beli kolor buat anak ibu deh May, kasihan Budhe, masih muda tapi kok sudah belajar stres." ujar istri pedagang depan Mayu.


"Hehe ... boleh banget Budhe, mau yang kualitas biasa, sedang atau bagus?" ujar Mayu semangat.


"Kualitas bagus tapi harga murah May."


"Ada Budhe, tapi kalau belinya lebih dari 3, biasa budhe, lebihkan sedikit untuk Mayu. Mantap Budhe, ok Budhe!"


"Iya Budhe paham, Budhe juga mau beli 3 ini biar dapat murah."


"Mantul Budhe, Mayu pilihkan barangnya ya Budhe." ujar Mayu semangat.


"Iya May."


"Mbak, ada bra sport Mbak?" tanya salah satu pembeli yang baru datang.


"Ada Mbak Cantik. Ada banyak pilihan warna dan ukuran. Itu Mbak Cantik, ada dibagian tengah, silahkan pilih saja atau mau saya bantu pilih juga bisa. Soal harga tenang saja, murah-murah saja Mbak, tapi kalau yang kalitas ok, ya lebih mahal sedikit lah. Hanya sedikit Mbak enggak pakai banyak." ujar Mayu ramah seperti biasanya.


"Iya Mbak, saya pilih sandiri saja ya Mbak."


"Silahkan Mbak Cantik. Budhe ini kolornya Budhe. Mau Mayu pilihkan atau Budhe yang pilih." ujar Mayu pada pembeli pertamanya.


"Kamu saja yang pilihkan May, anak Budhe selalu suka pilihan kamu."


"Siap Budhe, untuk Ashila kan Budhe?"


"Iya May, ukuranya yang lebih besar dari waktu itu saja May. Anak Budhe sudah lebih besar, May."


"Siap Budhe." ujar Mayu mantap.


Mayu terus melayani pembelinya dengan ramah, dan kalau tidak ada yang beli, dia akan kembali teriak memanggil para pembeli. Mayu selalu semangat kalau jualan.


Mayu juga tidak perduli dengan tatapan sekitarnya, karena niatnya hanya jualan saja bukan yang lain.


"Lihat deh Nau, Mayu benar-benar memalukan, tapi kok Kak Alga mau ya, sama orang kampungan seperti itu. Gue saja iyuh banget." ujar Ira yang sedari tadi memperhatikan Mayu dari kejauhan. Mereka sedang ada misi.


"Namanya juga dipelet Ra, ya kak Alga pasti maulah. Kak Alga kan enggak sadar sama apa yang dilakukannya." ujar Naura sambil mengambil beberapa foto dan video Mayu.


"Benar juga, dan itu jualannya juga pasti pakai pengelaris itu. Hanya jualan kolor dan bh murahan begitu kok bisa banyak yang beli." ujar Yuli.


"Udah pasti itu. Makanya ini gue mau memberi pelajaran pada cewek tidak tahu diri itu, supaya dia sadar dia itu siapa, dan orang seperti dia tidak pantas berada di samping Kak Alga." ujar Naura.


"Setuju Nau. Apa fotonya sudah dapat banyak?" tanya Ira.


"Sudah dong, videonya juga dapat banyak gue. Tinggal selangkah lagi, maka itu cewek kampungan akan segera mendapatkan balasannya."


"Dan gue paling tidak sabar menunggu akan hal itu Nau." ujar Ira senang.


"Sama gue juga." ujar Ira tidak kalah senangnya.


"Tos dulu dong!" ujar Naura sambil mengangkat tangannya.


"Tos!" semangat Ira dan Yuli.

__ADS_1


"Mayu, you dead!" seru Naura menatap sini Mayu.


__ADS_2