Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Permintaan Maaf David


__ADS_3

"Oom Aga ... Oom Aga hihi ...." seru Rio girang begitu Alga turun dari mobil.


Setelah selesai dengan urusan kampus serta foto preweednya, juga membawa Mayu jalan ke beberapa tempat, Alga dan yang lainnya memutuskan pulang. Mereka tidak mau terlalu lama di sana karena Mayu tidak bisa meninggalkan neneknya terlalu lama.


Alga tersenyum melihat antusias keponakannya. Dia kemudian menghampiri Rio yang tengah membawa satu buket bunga untuknya.


"Assalamualaikum Ganteng," ujar Alga begitu dia sampai depan keponakannya.


"Alekumcalam Oom Aga" balas Rio membuat senyum Alga mengembang. Dia kemudian mengecup gemas pipi Rio.


"Oom mamat atang agi umah." ujar Rio lagi sambil memberikan buket bunganya.


"Terima kasih Rio. Manis sekali ini ponakan Om." ujar Alga kemudian membawa Rio ke dalam pelukannya. Gara-gara Rio menyebutnya om terus, Alga putuskan menyebut dirinya om saja depan Rio.


"Iya dong, Lio itu loh." ujar Rio narsis membuat Alga tertawa kemudian mengecup gemas pipi keponakannya.


Rionya semakin banyak tingkah saja.


Alga kemudian beralih pada Mbaknya yang sudah tersenyum padanya sambil membawa satu kalung bunga.


Vivi kemudian mengalungkan bunganya pada Alga.


"Selamat ya untuk gelar barunya. Mbak sangat bangga pada kamu." ujar Vivi tulus.


Alga tersenyum kemudian memeluk erat mbaknya.


"Terima kasih Mbak." ujar Alga.


"Sama-sama. Maafkan Mbak yang enggak bisa hadir di hari spesial kamu." ujar Vivi lagi.


"Tidak apa-apa Mbak, aku sangat mengerti yang penting Mbak dan calon keponakanku baik-baik saja." ujar Alga pengertian. Vivi sedang hamil muda karena itu dia tidak bisa ikut ke London.


"Iya Alga, kamu baik-baik saja." ujar Vivi kemudian melepas pelukannya.


Mereka sama-sama tersenyum.


Alga beralih memeluk kakak Iparnya, Naura, David, Sindi dan para om dan tante Alga. Mereka semua memang sengaja menyambut kedatangan Alga, sekaligus membuat acara kecil-kecilan untuk perayaan keberhasilan Alga yang sudah menyelesaikan S2nya.


"Selamat datang di Indonesia kembali Nak Alga." ujar Nenek Iroh.

__ADS_1


Alga tersenyum kembudian membawa nenek Iroh ke dalam pelukannya.


"Terima kasih Nenek dan terima kasih juga Nenek tetap baik-baik saja selama Alga pergi. Alga sangat senang Nenek. Nenek harus tetap sehat-sehat ya, demi kami semua." ujar Alga kemudian melepas pelukannya.


"Iya Nak Alga. Nenek juga berharap hal yang sama. Terima kasih juga kamu sudah membuat bahagia cucu Nenek." balas nenek Iroh.


"Sama-sama Nenek." ujar Alga. Alga beralih pada Rangga, Yudha dah yang lainnya. Alga memeluk hangat.


"Selamat untuk lo Al, gue bangga pada lo. Lo memang panutan." ujar Rangga.


"Selamat juga untuk lo, lo juga tidak kalah hebatnya." balas Alga. Rangga dan Yudha juga sudah selesai menyelesaikan S2nya dan walau S2 di Indonesia, menurut Alga itu tidak kalah membanggakannya.


"Sama-sama Al." ujar Rangga.


Setelah menyapa mereka samua Alga dan yang masuk ke dalam rumah. Mereka makan bersama dan lanjut ngobrol. Mereka juga sekalian diskusi soal pernikahan Alga dan Mayu yang akan dilangsungkan sebentar lagi.


***


Hari yang ditunggu-tunggu Alga dan Mayu pun tiba waktunya. Sebelum hari pernikahan tiba, Alga dan Mayu menggelar pengajian di rumah David selaku orang tua Mayu.


Mayu tidak bisa menyembunyikan perasaan harunya melihat semua keluarganya yang turut hadir malakukan pengajian bersama. Baik itu saudara David yang di Jepang, London dan di beberapa negara lainnya semuanya ikut hadir. Begitu juga dengan saudara Sindi yang tinggal jauh, semuanya ikut serta dan tidak ada yang ketinggalan. Dan itu semua karena jarak pernikahan Mayu dan Naura hanya beda seminggu.


Naura dan Mayu memang sengaja melakukan itu supaya semua keluarga besar mereka bisa ikut menyaksikan hari bahagia mereka. Sekaligus supaya bisa merayakan pesta kedua bersama dan akan dilangsungkan di Bali.


"Thank you Aunty, thank you uncle." ujar Mayu begitu mereka mengucapkan doa-doanya untuk Mayu. Mayu benar-benar bahagia bisa bertemu dengan mereka. Mereka semua sangat baik pada Mayu dan menerima Mayu selayaknya Naura.


"Yes Mayu," ujar mereka dan kembali ke tempat duduknya semula.


"Apa Mayu bahagia?" tanya David menghampiri anaknya.


Mayu mengangguk mantap.


"Sangat bahagia Dad, terima kasih Daddy sudah membuat pernikahan yang sangat sempurna untuk Mayu." ujar Mayu tulus.


"Sama-sama Mayu, Daddy lebih bahagia lagi kalau kamu bahagia. Daddy juga sangat berharap pernikahan ini akan menjadi pernikahan pertama dan yang terakhir dalam hidup kamu." ujar David.


"Iya Dad, Mayu juga berharap hal yang sama. Doakan Mayu ya Dad."


"Itu sudah pasti Mayu. Daddy pasti akan mendoakan semua yang terbaik untuk kamu."

__ADS_1


"Terima kasih Dad."


"Sama-sama. Mayu!" panggil David lagi.


"Kenapa Dad?


"Maafkan Daddy ya," ujar David membuat Mayu mengerutkan keningnya.


"Maaf untuk apa Dad?" tanya Mayu.


"Maafkan Daddy yang enggak bisa menjadi wali nikah kamu." ujar David. Ada perasaan bersalah di hatinya dan dia juga ingin sekali jadi wali nikah Mayi, tapi dia tidak mungkin melakukannya mengingat Mayu anak di luar nikah.


"Tidak apa-apa Dad, Mayu sangat mengerti. Jadi Daddy tidak perlu minta maaf." ujar Mayu sangat mengerti perasaan Daddynya karena Mayu juga berharap hal yang sama tapi apa boleh buat, mereka harus mengikuti peraturan yang ada.


"Iya Mayu, terima kasih untuk pengertiannya."


"Iya Dad,"


"Mayu!" panggil David lagi.


"Iya Dad,"


"Jika kamu sudah jadi istri. Jadilah istri yang baik ya! Harus hormat juga pada suami dan hargai keputusannya!" ujar David.


"Iya Dad, Mayu pasti akan ingat pesan Daddy. Terima kasih Dad." ujar Mayu.


"Sama-sama. Peluk dulu sini!" ujar David sambil merentangkan tangannya.


Mayu mengangguk dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Mayu masuk ke pelukan daddynya. Tidak ada perasaan sedih di hati Mayu, yang ada hanya perasaan haru saja dan itu karena setelah dia menikah, dia bukan meninggalkan David, tapi dia justru tinggal lebih dekat dengan David.


"Ehemm! Pelukannya gantian dong!" seru Naura tiba-tiba.


Davin melepas pelukannya dan menoleh pada Naura. Tidak hanya Naura di sana tapi ada Alga juga.


"Enggak boleh!" ujar David tiba-tiba membuat Naura mengerutkan keningnya.


"Maksudnya enggak boleh apa nih Dad?"


"Enggak boleh kalau Alga juga ikutan meluk. Belum saatnya, harus nunggu sah dulu!" ujar David membuat Mayu dan yang lainnya tersenyum.

__ADS_1


"Alga bukan mau ikutan meluk kok Om. Alga masih sabar menunggu. Alga hanya mau mengajak foto saja." ujar Alga.


"Kalau itu boleh" ubar David lagi membuat Mayu dan yang lainnya tersenyum. Bisa saja ini David.


__ADS_2