Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Mayu dan Alex


__ADS_3

Mayu tampak sedang melamun sambil memainkan pulpennya.


Dia kepikiran dengan cerita Naura yang mengatakan kalau Alex nekad ingin mendekatinya meski dia tahu Mayu sudah punya pacar. Padahal Mayu sendiri ingin mendekatinya untuk dijodohkan dengan Naura.


Mayu tanpa sadar menghembuskan nafas kasar.


Mayu benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan? Jika Mayu memilih tetap melanjutkan rencananya, dia takut kalau Alex juga semakin nekad mendekatinya. Sementara Alga juga tidak bersamanya. Mayu tentu tidak mau Alga jadi salah paham. Disisi lain, Mayu juga takut kalau Alex itu bukan orang baik. Bagaimana kalau dia sengaja melakukan sesuatu yang bisa merusak hubungan Alga dan Mayu?


Mayu benar-benar tidak mau kehilangan Alga. Mayu sangat mencintai Alga dan dia juga sudah menemukan kenyamanan itu saat bersama Alga.


Mayu seketika tersadar dari lamunannya begitu mendengar ponselnya berbunyi.


Mayu buru-buru mengambil ponselnya. Mayu seketika tersenyum begitu melihat Algalah yang menghubunginya.


"Assalamualaikum Ay." ujar Alga begitu muncul wajah kekasihnya.


"Waalaikumsalam Kak."


"Apa kamu merindukanku?" tanya Alga.


"Kalau itu jangan ditanya lagi Kak, rasa rindu ini selalu besar untuk Kak Alga." ujar Mayu apa adanya membuat Alga tersenyum.


"Aku juga sama Ay. Kamu lagi apa Ay?"


"Lagi menunggu Kak Alga menghubungiku." ujar Mayu apa adanya membuat Alga lagi-lagi tersenyum.


"Maaf ya Ay, aku terlambat menghubungi kamu. Aku habis belanja di supermarket Ay." ujar Alga kemudian menunjukkan kantong belanjaannya.


"Belanjaannya banyak Kak." ujar Mayu begitu melihat ada 3 plastik kantong belanjaan Alga.


"Iya Ay buat setok selama seminggu. Aku malas belanja ke supermarket."


"Kenapa malas? Bukannya kata Kak Alga supermarket itu dekat kampus Kak Alga?"


"Ya memang dekat Ay, tapi aku malas memilih sayur apalagi buah. Maunya tinggal makan saja aku Ay." ujar Alga membuat Mayu tersenyum.


"Sabar ya Kak, akan ada saatnya Kak Alga tinggal makan saja. Lagian kalau Kak Alga mau tinggal makan juga gampang saja. Kak Alga bisa beli makanan. Aku yakin Kak alga tidak akan kekurangan uang."


"Ya aku memang tidak akan kekurangan uang Ay, tapi aku mau belajar mandiri sekaligus mau belajar jadi suami idaman. Suami yang bisa segalanya. Jadi misalkan nanti kamu lagi hamil besar, terus enggak sanggup lagi masak, nah aku bisa menggantikan memasak untuk keluarga kita." ujar Alga membuat Mayu seketika tertawa ngakak.


"Kak Alga, hayalannya kejauhan Kak." ujar Mayu dan masih ada sisa tawa di wajahnya. Alga juga ikut tersenyum.


"Enggak kejauhan dong Ay, hanya tinggal beberapa tahun lagi saja, dan aku benar-benar tidak sabar menunggunya Ay." ujar Alga lagi.


"Terserah Kak Alga saja. Ah iya Kak, Mayu mau cerita." ujar Mayu teringat hal penting yang ingin dia sampaikan pada Alga. Mayu pasti akan cerita apa pun yang dialaminya karena Alga juga melakukan hal yang sama.


"Cerita apa Ay?" tanya Alga.


"Beberapa jam yang lalu mas Alex datang ke sini Kak. katanya sih dia sekalian lewat. Aku sempat bicara sebentar dengannya dan setelah itu aku minta Naura untuk menemaninya, seperti yang sudah kita rencanakan kemarin. Hanya saja tidak lama setelah itu Naura kembali masuk ke rumah dan dia semakin kesal saja pada mas Alex itu. Aku jadi ragu deh Kak menjodohkan mereka, dan aku juga takut kalau Mas Alex itu bukan laki-laki yang baik." cerita Mayu dan soal Alex yang masih nekad ingin mendekatinya, tentu saja Alga tidak mau menceritakannya. Mayu pastinya enggak mau pacarnya jadi kepikiran.


"Benar juga ya Ay dan aku juga sudah berusaha mencari tahu soal dia. Dia itu 11 12 denganku. Dia sangat menjaga privasinya dan bisa dibilang dia lebih privasi lagi dari aku, apalagi soal asmara." jelas Alga.


"Itu dia Kak. Terus ini gimana Kak, apa aku coba cari tahu lebih dalam tentang dia atau kita mundur saja?" tanya Mayu minta pendapat kekasihnya.


"Ya kalau menurutku biarkan mengalir apa adanya saja Ay. Misalkan dia kembali menemui kamu, ya kamu coba cari tahu lebih dalam tentang dia, tapi ingat ya Ay hanya sekedar mencari tahu, kamu harus tahu batasannya! Jangan sampai kami malah kepincut padanya!" ujar Alga mengingatkan.


"Ya kalau itu sudah pasti aku tahu batasannya Kak. Lagian aku tidak segampang itu jatuh cinta dan aku juga sangat sadar, ada hati yang harus aku jaga." ujar Mayu membuat Alga tersenyum.


"Nah itu dia Ay dan aku juga sama dengan kamu. Aku sangat paham ada hati yang harus aku jaga, makanya aku juga enggak pernah macam-macam di sini." ujar Alga mantap.

__ADS_1


"Beneran ya Kak?"


"Iya Sayang," ujar Alga lembut membuat Mayu kembali tersenyum.


"Sayangnya lagi Kak!" pinta Mayu yang sangat suka dengan panggilan sayang Alga, apalagi kalau nadanya lembut.


"Iya Sayang," ujar Alga menuruti keinginan pacarnya.


"Lagi! Lagi!" seru Mayu lagi.


"Iya Sayang ... Sayang ... Sayang." ujar Alga lagi dan diakhiri dengan tawa ngakak mereka berdua.


Begitulah kelakuan Alga dan Mayu setiap harinya, ada saja bahan obrolan mereka yang bisa mengikis perasaan rindu yang selalu tumbuh di dalam hati.


***


"Mayu!"


Mayu yang sedang memasukkan barang belanjaannya ke dalam mobil seketika menoleh. Sejak dia tidak lagi buka warung. Seminggu sekali Mayu pasti belanja untuk kebutuhannya dengan neneknya.


"Eh Mas," ujar Mayu begitu melihat kalau Alex lah pelakunya. Padahal Mayu cukup merasa tenang selama seminggu ini karena Alex tidak lagi menghubunginya atau mendatangi rumahnya.


"Kamu habis belanja?" tanyanya sambil membantu mengangkat barang belanjaan Mayu yang penuh satu troli.


"Iya Mas. Enggak usah Mas, biar saya saja!" ujar Mayu menahan Alex yang sedang membantunya.


"Tidak apa-apa Mayu, lagian saya juga laki-laki dan saya juga sudah biasa mengangkat barang, jadi kamu tidak perlu merasa tidak enak." ujarnya dan tetap membantu mengangkat barang Mayu.


Mayu akhirnya membiarkannya saja karena kalau pun dia melarang sepertinya percuma saja.


"Barang belanjaan kamu banyak sekali, ini untuk berapa bulan?" tanyanya lagi.


"Satu minggu Mas. Di rumah itu ada banyak orang dan suka kedatangan tamu juga."


"Tidak ada Mas, karyawan saya adanya tinggal di toko ketiga dan keempat."


"Wow sudah ada 4 toko kamu? Keren." pujinya.


"Biasa saja Mas dan saya yakin Mas Alex juga punya lebih dari itu."


"Enggak, saya tidak punya toko karena saya memang meneruskan apa yang ada saja. Makanya saya sangat kagum pada kamu. Kamu bisa sesukses ini dari usaha kamu sendiri dan bukan warisan orang tua kamu." ujarnya kembali memuji Mayu.


"Bukan usaha saya sendiri Mas, tapi usaha teman-teman saya juga dan tentunya dari bantuan modal dari daddy saya." ujar Mayu apa adanya.


"Ya saya tahu itu, semua pebisnis juga pastinya tidak akan bisa sukses kalau bekerja sendirian. Sudah pasti ada orang lain yang membantu mereka."


"Benar juga ya Mas."


"Tentu saja. Nomong-ngomong kamu sudah makan belum? Bagaimana kalau kita makan sebentar. Saya sudah lapar dan saya malas sekali makan sendirian." ujarnya.


Mayu refleks menatap Alex. Haruskah dia menerima atau menolak ajakan Alex?


"Gimana Mayu? Hanya sebentar saja kok Mayu. Selesai makan kita langsung pulang." ujar Alex lagi.


Mayu menarik nafas pelan.


"Baiklah," putus Mayu. Setelah berpikir, Mayu rasa ini kesempatan bagus untuk mencari tahu soal Alex. Lagian mereka juga hanya makan ini dan Mayu rasa tidak ada salahnya dia makan dengan Alex.


Alex tersenyum mendengar jawaban Mayu.

__ADS_1


"Keputusan yang tepat Mayu, kalau begitu ayo kita makan!" semangat Alex.


"Iya Mas," ujar Mayu.


***


"Selamat makan Mayu!" ujar Alex begitu pesanan mereka sudah tersedia di depan meja.


"Iya Mas, selamat makan juga. Ngomong-ngomong Mas Alex ada tujuan apa datang ke mall, apa Mas Alex suka belanja juga?" tanya Mayu mulai mencari tahu soal Alex.


"Saya sengaja mengikuti kamu." ujar Alex santai tapi terdengar tidak santai di telinga Mayu. Untuk apa Alex mengikutinya? Alex tidak berniat jahat padanya kan?


"Mas Alex ngapain mengikuti saya?" tanya Mayu cepat.


"Santai Mayu, saya sampai mengikuti kamu bukan karena saya ada niat jahat pada kamu. Sebenarnya saya hanya ingin berkunjung ke rumah kamu dan kebetulan kamu mau pergi, jadi saya putuskan mengikuti kamu." jawab Alex seakan tahu apa yang dipikirkan Mayu.


Mayu cukup lega mendengar ternyata pikirannya salah dan semoga saja memang salah.


"Mas Alex ada tujuan apa datang ke rumah saya?" tanya Mayu lagi.


"Saya merindukan kamu Mayu." ujar Alex membuat Mayu seketika menghentikan mengunyah makanannya dan menatap Alex.


"Mas Alex, omongannya enggak lucu ah. Mayu enggak suka." protes Mayu dan itu benar-benar ungkapan dari dalam hatinya.


"Apa karena kamu sudah memiliki pacar?" tanya Alex.


"Tentu saja." jawab Mayu tanpa mikir.


"Sebesar apa rasa cinta kamu pada pacar kamu?" tanya Alex lagi.


"Tentu saja sangat besar dan lebih besar dari apa yang Mas Alex pikirkan. Saya memulai hubungan saya dengan pacar saya itu bukan mudah Mas. Begitu banyak rintangan yang sudah kami lewati bersama. Mulai dari kami yang tadinya tidak mendapat restu sampai kami mendapatkan restu itu. Perjuangan kami mendapat restu itu juga sangat berliku jalannya, tapi dengan kekuatan cinta kami, kami akhirnya berhasil melewati jalan yang penuh liku itu. Tentunya setelah berhasil melewatinya kami tidak akan menyia-nyiakannya. Jadi saya mohon pada Mas Alex, tolong jangan rusak hubungan saya dengan Kak Alga ya Mas. Saya sangat mencintai Kak Alga." ujar Mayu apa adanya membuat Alex terdiam.


"Satu lagi Mas, saya yakin Mas Alex adalah orang baik, jadi jangan rusak citra baik Mas Alex itu ya Mas!" ujar Mayu lagi.


"Tahu dari mana kamu kalau saya orang baik?"


"Kata hati saya yang mengatakan itu Mas, dan saya yakin kata hati saya tidak mungkin salah." ujar Mayu apa adanya.


"Bagaimana kalau kata hati kamu salah?" tanya Alex lagi dan menatap Mayu.


"Ya kalau saya salah, itu berarti sia-sia orang tua Mas Alex menyekolahkan Mas Alex sampai ke luar negeri sana." ujar Mayu membuat Alex tersenyum tipis.


"Sembarangan kamu. Saya ini berprestasi. Saya bahkan bisa menyelesaikan sekolah saya tepat waktu. Saya juga melakukannya sambil bekerja dan pekerjaan saya bukan di kantor atau sejenisnya, tapi di restoran sebagai tukang cuci piring atau jadi petugas kebersihan. Saya bahkan jarang minta uang kuliah pada orang tua saya. Walau orang tua saya juga sangat mampu." ujar Alex membuat Mayu menatap kagum padanya.


"Ini seriusan Mas? Mas Alex enggak bohong kan?" tanya Mayu cepat.


"Tentu saja Mayu dan untuk apa juga saya bohong pada kamu."


"Hebat dong."


"Hebat juga percuma saja, karena kamu enggak mau sama saya."


"Mas, udah deh ya, saya enggak ingin kita berantem gara-gara itu. Lagian ini karena tidak ada kak Alga saja di sini, kalau Kak Alga ada di sini, saya yakin Mas Alex tidak akan berani berkata seperti itu." seru Mayu.


"Kenapa tidak berani?"


"Mas Alex pasti segan lah. Kak Alga itu sangat baik loh Mas, dia juga sangat setia kawan. Mas Alex pasti nyaman berteman dengan dia." ubar Mayu memuji pajarnya.


"Kamu ternyata selain sangat mencintai pacar kamu itu tapi kamu juga sangat mengaguminya."

__ADS_1


"Tentu saja, karena itu saya akan berjuang sekuat tenaga saya, agar tetap setia padanya, sampai selamanya." ujar Mayu mantap.


"Lalu bagaimana kalau dia tidak setia?"


__ADS_2