
"Kamu itu jangan terlalu percaya diri Mayu, saya mau bantu bukan berarti saya cinta. Saya tidak semudah itu jatuh cinta, apa lagi sama perempuan seperti kamu. Tidak ada dalam diri kamu yang bisa buat saya jatuh cinta. Dada rata sama kulit kusam begitu." kesal Alga.
"Hehe .... saya hanya bercanda Kak Alga, jangan terlalu serius ngapa? Hidup itu harus dibawa santai Kak, supaya kita bisa awet muda. Lihat ini Mayu sudah umur 19 tahun tapi kelihatan seperti 18 tahun 12 bulan." ujar Mayu sambil menujukkan wajah imutnya.
"Itu sama saja 19 tahun Mayu." kesal Alga.
"Hehe ... sama ya? Mayu pikir karo(bahasa Jawa)."
"Itu juga sama saja Mayu!" seru Alga geregetan.
"Haha ...." Mayu tertawa ngakak sambil menunjukkan jari salam damainya pada Alga.
Alga melirik sekilas pada Mayu, kemudian menggelengkan kepalanya.
Ini Mayu bersikap seolah tidak ada masalah dan begitu mudahnya dia tertawa ngakak. Alga saja yang hidupnya mendekati sempurna jarang tertawa selepas itu.
"Eh Kak Alga sebentar deh, Mayu ada ide." ujar kemudian mengambil ponselnya.
"Kamu mau ngapain?" tanya Alga cepat.
"Ambil foto kita, Kak." ujar Mayu dengan santainya.
"Jangan!" seru Alga cepat.
"Kenapa jangan Kak Alga? Kak Alga tenang saja saya tidak akan membawa foto Kak Alga ke dukun kak. Saya bukan tipekal orang yang mau pelet orang, walau orangnya segateng Kak Alga. Gini-gini Mayu ini rajin sholat Kak. Saya hanya mau mengupload fotonya di instagram saya, supaya semua orang semakin yakin kalau kita itu beneran pacaran, dengan begitu saya juga tidak perlu sering-sering stor muka ke ruang bem." jelas Mayu.
Mayu malas bertemu dengan orang-orang yang sudah membuat hidupnya sengsara itu.
"Tetap saja jangan Mayu. Saya hanya butuh para mahasiwa di kampus kita tahu, kamu itu pacar saya. Di luar itu, saya tidak mau karena kamu bukan pacar sungguhan saya."
"Follower saya tidak banyak kok Kak, tidak sampai seribu." ujar Mayu tetap berusaha.
"Tetap saja, yang follow kamu ada orang lain dan bukan hanya teman kampus kita saja."
"Oklah kalau Kak Alga tidak Mau. Hanya saja saya masih penasaran nih Kak. Kenapa Kak Alga mau para mahasiswa kampus kita tahu, kalau Kak Alga pacaran dengan saya?"
"Ya tentu saja biar mereka tidak ngejar-ngejar saya lagi. Saya capek dikejar-kejar mereka terus, saya hanya mau kuliah dengan tenang."
"Tapi gara-gara Kakak, masa kuliah saya yang jadi tidak tenang Kak." ujar Mayu menyuarakan isi hatinya.
"Ya itu derita kamu." ujar Alga tidak berkeprimanusiaan.
"Dasar manusia kejam dan egois!" gumam Mayu pelan dan melirik kesal pada Alga.
"Kamu bilang apa?" tanya Alga melirik ke arah Mayu. Dia tidak mendengar jelas apa yang dikatakan Mayu.
"Bukan apa-apa." ujar Mayu dan langsung mengalihkan pandangannya.
Alga memilih diam dan kembali fokus pada setirannya.
__ADS_1
"Ah iya Kak, saya mau tanya satu hal lagi pada Kak Alga, boleh tidak kak?" ujar Mayu lagi begitu teringat dengan kejadian yang menimpanya harinya ini.
"Iya," ujar Alga malas.
"Apa kak Lia dan kak Rani menyukai Kak Alga?" tanya Mayu langsung to the poin.
Alga kembali melirik sekilas pada Mayu.
"Iya," jawab Alga singkat padat dan jelas.
"Serius Kak? Kakak tahu dari mana mereka suka sama Kak Alga? Apa mereka pernah nembak Kak Alga?"
"Dari grak grik mereka Mayu dan mereka masuk BEM juga karena saya."
"Pantas saja." ujar Mayu. Terjawab sudah teka teki hari ini.
"Pantas apa?" tanya Alga tanpa menoleh.
Mayu menarik nafas pelan.
"Pantas saja mereka kesal sama saya. Merekalah yang sudah mengempeskan ban motor saya dan melarang para orang bengkel itu melayani saya. Mereka ternyata sejahat itu. Saya jadi ingin membalasnya. Menurut Kak Alga, wajar tidak kalau saya membalas perbuatan jahat mereka?"
"Itu urusan kamu bukan urusan saya. Saya tidak mau ikut campur." ujar Alga dengan cueknya.
"Ya urusan Kak Alga juga dong. Mereka sampai berbuat jahat begitu kan karena Kak Alga. Kak Alga harusnya ikut bertanggung jawab." ujar Mayu tidak mau kalah.
"Kenapa saya harus bertanggung jawab? Saya tidak melakukan apa-apa. Salah saya kalau mereka suka sama saya?" ujar Alga tidak terima.
"Tidak semudah itu Mayu, dan satu lagi, saya juga harus menjaga sikap saya. Saya juga tidak mungkin bersikap sombong, karena dengan melarang mereka menyukai saya, itu sama saja sombong namanya. Saya hanya mau mereka mundur secara perlahan, dan harusnya mereka mundur karena saya sudah punya kekasih." jelas Alga lagi.
Sebagai anak dari seorang pebisnis hebat, Alga sangat tahu kalau sikapnya itu selalu menjadi sorotan, dan Alga tentu tidak mau, karena dia papanya jadi dapat masalah.
"Ok, alasan Kak Alga bisa Mayu terima tapi Kak Alga salah besar kalau mereka akan mundur begitu saja, kalau lah tadi pacar Kak Alga itu sekelas Yuki Kato atau Prilly, mungkin mereka akan menyerah karena mereka sadar mereka tidak mungkin bisa bersaing, tapi ini kekasih Kak Alga hanya Mayu. Dari sisi manapun, Mayu tidak ada lebihnya bila dibandingkan dengan mereka Kak, terutama Naura. Kak Alga bisa mikir sampai ke situ enggak sih?"
Alga kembali menatap sekilas pada Mayu.
"Tentu saja saya mikir Mayu, saya bukan tipekal orang yang asal saja dalam membuat keputusan. Saya memilih kamu tentu saja banyak alasannya, dan kamu tidak perlu tahu alasannya. Sekarang lebih baik kamu diam, capek saya mendengarkan ocehan kamu!" tegas Alga.
Mayu hanya menatap kesal pada Alga. Susah menang dia kalau debat sama Alga.
***
"Loh Nak, kenapa naik mobil online, motor kamu kemana?" tanya Nenek Iroh begitu melihat Alga dan Mayu turun dari mobil.
Mayu seketika menahan tawa mendengarnya, sedangkan Alga hanya mengela nafas. Tega-teganya nenek Iroh menuduh dia supir mobil online. Lagian apa nenek Iroh tidak sadar dengan mobil yang dipakai Alga? Apa mungkin mobil audi R8 dipakai buat menarik penumpang. Kalau penumpangnya sekelas artis papan atas ya tidak masalah.
"Nak, supir sama mobilnya sama-sama keren ya Nak, jangan-jangan dia itu artis yang nyamar jadi supir lagi." ujar Nenek Iroh lagi.
"Haha ...." Mayu yang sudah tidak tahan akhirnya tertawa ngakak.
__ADS_1
"Nak, kenapa kamu ketawa? Beneran dia itu artis? Kalau dia beneran artis, Nenek boleh minta foto tidak?" tanya nenek Iroh lagi. Lumayan dia bisa foto sama artis, walau dia tidak kenal siapa artisnya.
Mayu melambaikan tangannya dan menutup mulutnya agar tawanya tidak semakin pecah.
"Enggak kok Nek, dia bukan artis dan bukan supir mobil online juga. Dia itu senior Mayu di kampus. Ban motor Mayu kempes dan Kak Alga kebetulan lewat, jadi Mayu nebeng sama dia." bohong Mayu setelah tawanya mereda.
Mayu tidak mungkin mengatakan siapa Alga sebenarnya.
"Oh senior kamu. Ganteng dan baik ya Nak?"
"Iya Nek," ujar Mayu tidak ikhlas. Baik dari mananya, gara-gara dia, Mayu jadi sering dapat musibah.
Mayu beralih pada Alga yang diam saja dari tadi.
"Kak Alga mau mampir dulu atau mau langsung pulang?" tanya Mayu.
"Kamu lupa, saya ada yang ingin dibicarakan sama kamu." ujar Alga mengingatkan.
"Ah iya saya sampai lupa Kak. Kalau begitu silahkan masuk Kak Alga! Maaf, hanya begini adanya rumah kontrakan Mayu."
"Iya." ujarnya dan sebelum masuk dia tersenyum juga menganggukkan kepalanya pada nenek Iroh. Walau sering bersikap dingin, Alga masih bisa berikap sopan pada orang yang lebih tua darinya.
Nenek Iroh juga balas tersenyum.
"Silahkan masuk Nak!"
"Iya Nenek, terima kasih."
Alga menatap sekeliling rumah kontrakan Mayu. Kontrakan Mayu benar-benar kecil, gudang di rumahnya saja lebih besar dari ini.
"Kak silahkan duduk Kak!" ujar Mayu sambil memberikan kursi pelastik pada Alga.
"Iya," ujar Alga menerima kursinya.
"Kak Alga mau minum apa?"
"Tidak usah."
"Kenapa tidak usah, Kak Alga jijik ya minum di rumah saya?"
Alga seketika menatap Mayu.
"Tentu saja tidak Mayu, saya hanya tidak mau merepotkan." ujar Alga apa adanya. Dia tidak sepenjijik itu.
"Cie yang tidak mau merepotkan Mayu. Kakak Alga enggak mau ya kalau Mayu sampai capek? Kenapa, apa karena Kak Alga sayang pada Mayu?" goda Mayu sambil mengengedipkan matanya lebay.
"Kamu ini, bisa tidak percaya dirinya dikurangi banyak!" kesal Alga.
"Hehe ... canda Kak Alga. Ah iya, Kak Alga mau bicara apa?"
__ADS_1
Alga menarik nafas pelan.