
Alga menatap cemburu sekaligus gemas pada keponakannya yang tengah asik bermain dengan Mayu. Padahal niatnya ingin melepas rindu dengan pacar tersayang, tapi apa lah daya sang keponakan malah tidak mau ditinggal, jadilah mereka membawa Rio main ke taman kompleks terlebih dulu.
"Bayon manyak Anti hihi ...." ujar Rio dengan bahasa cadelnya. Rio terlihat girang sambil memecahkan gelembung sabun yang Mayu tiup.
"Iya balonnya banyak ya? Rio mau tiup balonnya?" tanya Mayu.
"Nono, Lio pecah." ujar Rio masih sibuk memecahkan gelumbung sabun yang berterbangan di atas kepalanya. Wajahnya terlihat begitu bahagia walau hanya main sederhana.
"Ok, kalau begitu biar Aunty saja yang tiup balonnya." ujar Mayu kembali meniup gelembung sabun yang banyak. Mayu juga sambil berlari.
Rio mengejarnya dengan semangat dan tawanya terdengar semakin keras. Mayu sampai ikut tersenyum mendengarnya. Dia suka mendengar suara tawa Rio dan dia juga sangat menikmati saat-saat bermain dengan Rio.
Alga yang semula menatap cemburu pada mereka, lama-lama ikut tersenyum. Ada perasaan bahagia di hatinya melihat calon istri dan keponakannya sekompak itu. Melihat mereka berdua sebahagia itu Alga jadi berpikir jauh, rasanya pasti akan lebih menyenangkan lagi kalau Mayu bercanda dengan anak mereka kelak. Alga benar-benar tidak sabar menunggu hari itu tiba.
"Oom toyong! Toyong Lio hihi ...." ujar Rio minta tolong sambil tertawa begitu Mayu mengangkat tubuh gembulnya dan membawanya berputar.
"Siap Rio!" ujar Alga dan berlari mengampiri mereka. Walau Alga tidak begitu mengerti bahasa keponakannya kali ini Alga masih cukup mengerti kalau Rio minta tolong padanya.
"Hihi ...." Rio tertawa dengan bahagianya begitu Alga menangkap tubuh gembulnya dari Mayu kemudian memeluknya erat.
"Rio senang?" tanya Alga sambil menggendong keponakannya.
"Cenang dong." ujar Rio mantap.
"Senangnya pakai dong ya?" tanya Alga.
"Yes dong," ujar Rio lagi membuat Mayu dan Alga tersenyum.
"Kenapa pakai dong Rio?" tanya Alga lagi.
"Bial acik dong," ujar Rio membuat senyum Alga makin mengembang.
"Hehe ...." Rio juga ikut tertawa kecil membuat Alga makin gemas padanya.
"Anti bayon yagi!" pinta Rio pada Mayu.
"Siap Rio. Rio pecahkan balonnya sama uncel Alga ya!" ujar Mayu.
"Yes!" semangat Rio dan langsung dihadiahi kecupan gemas dari Alga dan Rio hanya memamerkan senyumnya. Senang dia main sama Alga dan Mayu.
Mayu kembali meniup gelembung sabunnya dan kali ini mereka bertiga lebih heboh lagi. Rio bahkan sampai cekikan karena Mayu mempermaikan gelembung sabunnya.
Selesai main gelembung sabun mereka masih lanjut main bola kaki membuat Rio semakin bahagia saja dan tidak kenal kata capek sama sekali. Padahal tubuhnya lumayan gembul.
"Rio mainnya udahan dulu ya, capek Uncle." ujar Alga setelah dia rasa cukup. Alga tidak mau keponakannya jatuh sakit karena kebanyakan main.
"Nono Oom, Lio au ain agi!" ujar Rio sambil menggengga erat bolanya.
"Apa katanya Ay?" tanya Alga yang tidak begitu mengerti.
"Rio masih mau main katanya Kak," jawab Mayu membuat Alga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tolong bantu bujuk dong Ay, takutnya dia kelelahan kalau kebanyakan main. Apa lagi ini cuacanya juga sudah mulai panas." pinta Alga.
"Baiklah," ujar Mayu setuju dengan Alga. Dia kemudian jongkok di depan Rio.
"Rio mau beli balon enggak? Balon yang besar itu loh. Ada balon pesawat, ada bolon upin ipin, ada baby shark." ujar Mayu berusaha mengalihkan perhatian Rio. Mayu juga sangat tahu kalau Rio sangat suka balon karakter.
"Au Anti, au bayon pawat Lio!" semangat Rio.
__ADS_1
"Iya kita akan balon yang pesawat untuk Rio. Balon pesawat yang bisa terbang. Ayo kita let's go!" seru Mayu.
"Et go!" semangat Rio dan langsung di hadiahi kecupan sama Mayu.
"Good boy. Sini bolanya biar Aunty yang bawa!" ujar Mayu sambil mengulurkan tangannya.
"Nono Anti, anti ain agi." ujar Rio sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya nanti kita main lagi tapi kan Rio susah jalan kalau bawa bola. Tangan Rio juga bisa capek. Mau Rio tangannya capek dan enggak bisa main bola lagi?" bujuk Mayu lagi.
"Nono Anti, ain boya Lio!"
"Iya nanti Rio main bola lagi, makanya sini bolanya biar Aunty saja yang bawa. Kasihan Rio kalau tangannya capek."
"Yes Anti, nono apek Lio." ujar Rio kemudian memberikan bolanya membuat Mayu. Sedangkan Alga hanya tersenyum sambil mengacungkan jempol pada kekasihnya. Kagum dia dengan kemampuan Mayu dalam mengartikan bahasa bayi.
"Good. Ini baru Rio ganteng dan mantap." ujar Mayu mengacungkan jempolnya.
"Yes, Lio anteng antap hihi ...." ujar Rio senang dan Mayu kembali mengecup pipinya gemas.
***
"Akhirnya ya Ay, kita bisa berduaan juga." ujar Alga begitu mereka menghantar Rio pulang.
"Padahal kalau ada Rio tambah seru loh Kak, aku suka main denhan Rio." ujar Mayu apa adanya.
"Aku tahu Ay, aku juga senang main dengannya. Hanya saja saat ini bukan waktu yang tepat. Waktu kita tidak banyak dan aku ingin menghabiskan waktu berduaan dengan kamu. Aku masih rindu Ay dan aku juga mau membuat setokan sebanyak-banyaknya sebelum kita berpisah lagi." ujar Alga dan langsung mendapat pukulan gemas dari Mayu.
"Setokan apa itu Kak, jangan aneh-aneh saja deh! Kita ini bukan produk Maga Wear." ujar Mayu dan ada senyum di wajahnya.
Alga juga tersenyum dan balas menarik tangan Mayu kemudian menggenggam.
"Memangnya ada gitu setokan cinta?" tanya Mayu.
"Ada dong Ay, kamu enggak usah pura-pura enggak tahu deh. Ah iya kamu mau kita jalan-jalan kemana?" ujar Alga dan kembali fokus pada setirannya.
Mayu menatap bingung pada kekasihnya.
"Bukannya Kak Alga yang ngajak? Kenapa jadi tanya Mayu?" ujar Mayu balas bertanya.
"Iya Ay memang aku yang mengajak. Tadinya aku ingin mengajak kamu berlibur ke tempat tenang dan indah seperti kepulauan seribu. Hanya saja ini sudah terlalu siang. Aku takutnya kita capek di jalan saja." jelas Alga.
"Benar juga ya Kak, kami sudah pernah ke sana dan perjalanannya cukup makan waktu. Hanya saja semua terbayarkan begitu melihat pemandangannya yang indah dan tempatnya yang tenang karena pengunjungnya tidak seramai di pantai ancol." ujar Mayu.
"Itu dia Ay. Terus ini, kamu ada saran enggak? Asal bukan ke mall, aku pasti setuju." ujar Alga.
Mayu tampak berpikir dan dia juga enggak ada niatan jalan-jalan ke mall. Mall tempat untuk belanja bukan tempat pacaran.
"Gimana kalau ke ragunan saja Kak?" ujar Mayu dan Alga langsung menatap pada kekasihnya.
"Kamu ngapain ke ragunan, mau melihat monyet?"
"Ya gitu deh Kak, aku belum pernah ke sana dan aku penasaran saja." ujar Mayu apa adanya.
"Ya sudah kalau kamu inginnya ke sana, tapi kalau di sana itu parkirannya cukup jauh Ay dan depan pintu masuknya itu cukup ramai. Kecuali kalau kamu siap jalan jauh ya ok saja." ujar Alga.
"Kalau jauh jangan deh Kak, kasihan Kak Alga. Kita cari yang tempatnya enggak jauh dari parkiran saja."
"Gimana kalau ke TMII saja Ay, di sana tempat parkirnya banyak dan tempatnya juga tidak kalah bagusnya."
__ADS_1
"Setuju!" jawab Mayu cepat membuat Alga seketika menatap padanya.
"Semangat banget kamu Ay."
"Habisnya aku belum pernah ke sana Kak, aku juga penasaran seperti apa bentukannya. Katanya kita bisa keliling Indonesia kan disana?"
"Iya Ay bisa. Semua propinsi ada di sana. Berartu kita kesana saja?"
"Ia Kak," jawab Mayu mantap.
***
"Apa kamu senang?" tanya Alga setelah dia membawa Mayu keliling TMII walau hanya dari mobil saja.
"Iya Kak sangat senang, ternyata TMII memang sangat luas ya Kak dan sangat beragam lagi. Belajar sejarah bisa dan tempat bermain pun banyak. Kalau mau bersantai saja juga bisa. Banyak tempat nongkrongnya." ujar Mayu sambil menikmati minumannya. Saat ini meraka sedang duduk lesehan di dekat danau buatan.
"Baguslah kalau kamu senang, aku senang kalau kamu senang." ujar Alga dan ikut minum minuman yang diminum Mayu.
"Selalu deh jawabnya begitu." ujar Mayu dan beralih membuka snack yang mereka beli.
"Ya faktanya memang begitu Ay, ya aku hanya jawab sesuai fakta saja." ujar Alga dan pindah duduk ke samping kekasihnya kemudian merangkul Mayu.
"Iyain aja deh, biar Kak Alga senang." balas Mayu membuat Alga tersenyum dan merebut cepat snack yang hendak Mayu makan.
"Kak kebiasaan deh!" protes Mayu.
"Habisnya makan dari tangan kamu rasanya lebih enak Ay, beneran deh." ujar Alga dan lagi-lagi merebut makanan Mayu. Mayu sampai melotot dan Alga balas tersenyum senang. Senang dia bisa menggoda Mayu lagi.
"Jangan melotot dong Ai, ini aku balikin." ujar Alga dan balas menyuap kekasihnya. Pelototan Mayu langsung berganti jadi senyum sungringah, senang dia kalau Alga peka.
"Minumnya lagi dong Kak!" pinta Mayu.
"Siap ayang-ayangku." ujar Alga lebay membuat Mayu tertawa ngakak. Ini pacar tersayangnya memang paling bisa buat dia bahagia.
Alga juga ikut tersenyum.
"Suka banget aku mendengar kamu tertawa Ay, harus tetap seperti ini ya Ay. Ini benar-benar ungkapan isi hati Ay, aku lebih bahagia melihat kamu bahagia." ujar Alga tulus sambil mengusap pipi kekasinya.
"Iya Kak dan aku juga akan berusaha agar Kak Alga lebih bahagia lagi." ujar Mayu mantap.
"Nah gitu dong, ini baru calon istriku." ujar Alga membuat Mayu lagi-lagi tersenyum. Dipanggil calon istri sama Alga rasanya ada manis-manisnya gitu.
Alga juga balas tersenyum. Dia kemudian menarik Mayu supaya bersandar padanya.
"Eh!" kaget Mayu dan langsung melirik sekitarnya.
"Santai saja kali Ay, kita juga hanya sekedar pelukan ini bukan melakukan hal yang aneh-aneh." ujar Alga.
"Ya kan enggak enak saja gitu loh Kak. Takutnya ada yamg viralin." ujar Mayu dan langung mendapat kecupan gemas dari Alga.
"Kita bukan artis Ay, ngapain juga mereka viralin kita. Lagian kalau itu sampai terjadi aku pasti akan menuntut pelakuknya karena itu jelas-jelas mengganggu privasi kita."
"Wow, sejak kapan Kak Alga jadi kejam?"
"Aku tidak kejam ya Ay, tapi kalau itu menyangkut kamu dan privasi kita, ya aku bisa jadi singa." jawab Alga mantap.
"Uu takut," ujar Mayu lebay dan mereka sama-sama tersenyum.
Alga mengeratkan rangkulannya dan ikut menyengerkan dagunya di kepala Mayu. Dia benar-benar nyaman dengan posisi mereka saat ini dan ingin rasanya Alga menghentikan waktu untuk mereka berdua.
__ADS_1