
"Sayang," ujar Alga sambil mengulurkan tangannya begitu Mayu keluar dari mobil.
Mayu tersenyum dan langsung menyambut uluran tangan kekasihnya. Seperti biasa, mereka jalan sambil bergenggaman tangan ke arah ballroom hotel.
Mayu tanpa sadar menarik nafas pelan begitu mereka mau sampai di pintu masuk ballroom. Mayu sedikit gugup mengingat, ini pertama kalinya dia akan datang ke pesta pernikahan yang sangat meriah dan mewah. Yang mana tamu-tamunya hampir rata-rata dari kalangan pebisnis, pejabat dan ada beberapa artis juga. Bahkan keluarga pratama juga sengaja mengundang beberapa penyanyi papan atas untuk menghibur para tamu undangan mereka.
"Kamu gugup Ay?" tanya Alga begitu melihat perubahan wajah kekasihnya.
"Sedikit Kak hehe ...." ujar Mayu berusaha bersikap sebiasa mungkin tapi susah.
Alga menghentikan langkahnya dan menatap wajah kekasihnya. Dia cukup mengerti dengan kegugupan Mayu.
Alga kemudian meraih kedua tangan Mayu kemudian menggenggamnya.
"Kamu enggak usah gugup, biasa saja. Ingat ada aku yang akan selalu berada di samping kamu dan menggenggam tangan kamu. Lagian melihat penampilan kamu yang sekarang, kamu tidak ada bedanya dengan para tamu yang hadir, dan kamu juga sangat serasi denganku. Jadi kamu harus tetap percaya diri, ok! Aku saja sangat percaya diri jalan bersama kamu." ujar Alga berusaha meyakinkan kekasihnya.
"Iya Kak, aku akan berusaha." ujar Mayu berusaha meyakinkan dirinya.
"Bagus, kalau begitu, ayo kita masuk!" ujar Alga.
Mayu menganggukkan kepalanya, sedangkan Alga, dia hanya melepaskan satu tangan Mayu kemudian membawa Mayu melangkah masuk ballroom.
Begitu mereka sampai pintu masuk, Alga hanya menganggukkan kepala pada para panita yang menyambut kedatangan tamu. Panita sudah kenal Alga. Ditambah lagi Alga juga sudah beberapa kali keluar masuk tempat acara karena ada keperluan. Sedangkan Mayu, dia berusaha tersenyum pada para panitia untuk menghilangkan rasa gugup gugupnya.
Mayu tampak lega saat para panitia membalas senyumnya. Walau ada satu dua yang langsung berbisik-bisik begitu melihat tangannya yang digenggam erat Alga. Mayu berusaha cuek dan kembali menatap fokus ke depan.
Mayu kembali tidak bisa menyembunyikan perasaan kagumnya begitu melihat mewahnya ballroom hotel. Dan ini lebih mewah dan lebih luas dari acara lamaran waktu itu. Begitu juga dengan tamu undangannya. Hampir semua meja sudah dipenuhi para tamu yang hadir, dan sudah pasti penampilan mereka tidak jauh dari kata elegan dan gelamor.
"Kamu mau kita kemana dulu Ay, mau langsung makan atau mau duduk dulu saja?" tanya Alga.
"Kita duduk dulu saja Kak," ujar Mayu. Mayu tak ingin jadi bahan omongan hanya karena begitu dia datang, dia langsung makan. Ditambah lagi acaranya juga belum mulai. Pengantinnya saja masih pada bersiap-siap.
"Ya sudah kalau kamu maunya begitu, ayo kita cari meja yang kosong." ujar Alga.
Mayu menganggukkan kepalanya dan mereka kembali melangkahkan kakinya.
"Itu ada meja yang kosong Ay, ayo kita ke sana!" ujar Alga lagi begitu melihat ada meja yang kosong.
"Iya Kak," nurut Mayu.
Sepanjang jalan menuju meja itu, ada banyak pasang mata yang menatap pada mereka. Baik Mayu atau Alga sebisa mungkin bersikap biasa saja.
Alga juga sengaja mengeratkan genggaman tangan mereka supaya kekasihnya tetap merasa nyaman.
"Alga!"
Alga menghentikan langkahnya begitu mendengar namanya dipanggil, dan Mayu juga melakukan hal yang sama.
Baik Alga atau Mayu, sama-sama menoleh ke arah si pemilik suara.
"Pak," ujar Alga dan langsung memperlihatkan senyumnya. Mayu juga ikutan tersenyum meski dia tidak kenal pada orang itu.
__ADS_1
Alga kembali menatap ke kakasihnya.
"Ay, kita ke Pak Arya sebentar ya. Dia direktur pemasaran di Pratama Group." ujar Alga memperkenalkan orang yang memanggil namanya.
Alga tahu ada acara keluarga, dan sudah sepantasnya menyapa para tamu-tamu mereka. Selain itu, ini kesempatan bagus untuknya untuk memperkenalkan Mayu pada orang-orang sekitarnya.
"Iya Kak," ujar Mayu.
"Ayo," ujar Alga lagi.
Mayu menganggukkan kepalanya.
"Pak," ujar Alga lagi sambil menyalami pak Arya serta orang-orang yang satu meja dengannya, dan ternyata tidak hanya direktur pemasaran di sana tapi ada direktur keuangan juga beserta istri mereka masing-masing.
"Panggil om saja Alga, ini di luar kantor. Kamu tidak usah bersikap formal!" ujarnya lagi.
"Iya Om. Kenalkan Om, ini Mayu pacar Alga." ujar Alga dan langsung memperkenalkan kekasihnya.
"Ay, beri salam pada mereka!" suruh Alga lagi.
Mayu menganggukkan kepalanya dan dengan ragu-ragu dia mengulurkan tangannya.
Mayu bukan tidak ingin bersalaman dengan mereka, tapi Mayu takut salamnya tidak disambut, mengingat dia sering mengalami itu jika bertemu dengan orang-orang sekitar Alga.
"Hallo Om, Tante." ujar Mayu pelan.
"Hallo juga cantik," ujar istri pak direktur dan menyambut hangat uluran tangan Mayu. Mayu sampai tidak menyembunyikan senyumnya. Mayu tersenyum bukan kerana dibilang cantik, tapi karena sambutan hangat mereka. Ada perasaan senang di hati Mayu.
"Jadi ini pacar kamu yang sudah buat heboh satu kantor itu Alga. Cantik. Pintar kamu cari pacar." ujar direktur keuangan membuat Mayu seketika menatap padanya.
"Iya dong Om, Alga tidak mungkin asal dalam memilih pacar." ujar Alga dengan percaya dirinya.
"Tapi pacar kamu terlihat masih muda sekali, apa benar dia pemilik Maga Wear itu?" tanya pak Arya.
"Ya memang masih muda Om, umurnya saja belum ada 20 tahun dan dia adik tingkat Alga di kampus. Umurnya boleh muda Om, tapi semangat dan kerja kerasnya, kalah Alga, Om." ujar Alga malah pamer.
"Bagus itu, benar-benar tidak salah pilih pasangan kamu. Kalian memang pasangan yang cocok, dan Om yakin kalian pasti akan jadi pasangan yang hebat dan saling mendukung nantinya." ujarnya lagi.
"Terima kasih Om, itu lah yang Alga harapkan. Ya sudah Om, kami ke yang lain dulu. Mari Om, Tante." ujar Alga.
"Iya,"
Mayu juga tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebelum mereka pergi. Ada perasaan senang di hati Mayu seenggaknya ada yang memberi dukungan pada hubungannya dan Alga. Ini awal yang bagus untuk Mayu. Kerja kerasnya akhirnya mulai berbuah manis juga.
"Senyum-senyum saja kamu Ay. Udah mulai aman sekarang, enggak gugup lagi?" ujar Alga yang selalu memperhatikan raut wajah kekasihnya.
Mayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Iya Kak, Mayu senang. Akhirnya ada juga yang mendukung hubungan kita. Walau mereka sebenarnya hanya sekedar rekan kerja keluarga Pratama, tapi itu sangat berarti bagi Mayu. Seenggaknya karena mereka, rasa percaya diri Mayu mulai tumbuh lagi. Hanya saja Mayu penasaran, kok mereka bisa tahu soal Maga Wear, apa beritanya memang seheboh itu di kantor Pratama?" ujar Mayu penasaran.
Alga kembali menatap kekasihnya dan ada senyum di wajahnya. Dia merasa senang, melihat Mayu mulai percaya diri lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya awalnya itu tidak terlalu heboh Ay, tapi begitu mereka tahu pemilik Maga Wear adalah pacarku, jadilah beritanya makin heboh. Banyak yang penasaran pada kamu dan banyak juga yang mau bersaing dengan kamu katanya. Kalau untuk kalangan petinggi sendiri, itu bisa heboh karena om David." ujar Alga membuat Mayu seketika menatap padanya, tapi beberapa detik kemudian dia kembali menoleh ke depan karena tidak mau Alga jadi curiga.
"Kok bisa heboh karena om David? Dia papanya Naura kan?" ujar Mayu dan diakhiri dengan suara pelan.
"Nanti aku akan jawab Ay, sebaiknya kita duduk dulu saja." ujar Alga karena mereka sudah sampai di salah satu meja kosong.
"Ah iya Kak,"
"Silahkan duduk Ay!" ujar Alga lagi sambil menarik bangku untuk Mayu.
"Terima kasih Kak," ujar Mayu.
"Kak Alga sudah bisa jawab sekarang!" ujar Mayu tidak sabaran. Mayu juga sampai lupa dengan pandangan orang-orang sekitar mereka yang masih saja suka menatap pada mereka, terutama dari pihak keluarga Alga.
Tak heran memang mereka selalu jadi pusat perhatian, mengingat Alga adalah sang pewaris kerajaan bisnis Pratama group. Ditambah lagi Alga juga mulai terkenal dengan kebucinannya, membuat banyak orang penasaran, seperti apa gerangan gadis yang sudah berhasil menaklukan sang calon CEO itu.
Bagi yang sudah tahu siapa Mayu, khususnya keluarga terdekat Alga, mereka hanya memperlihatkan tatapan malasnya. Sedangkan bagi mereka yang belum tahu Mayu, mereka terlihat kagum pada Mayu. Terutama saat mereka melihat apa yang dikenakan oleh Mayu. Mereka yakin semua yang melekat dalam tubuh Mayu itu, harganya tidak ada yang murah, dan menurut mereka Mayu cocok dengan Alga.
Sepertinya usaha David yang ingin menaikkan derajat anaknya sudah mulai berhasil. Setidaknya untuk saat ini, tidak semua orang memandang anaknya dengan sebelah mata.
"Iya Ay, enggak sabar banget kamu. Baru juga duduk Ay." ujar Alga berusaha bercanda. Padahal Alga sangat pahan kenapa Mayu bisa sepenasaran itu, karena itu menyangkut daddynya.
"Hehe ... Mayu takut Kak Alga lupa," ujar gadis berparas cantik itu.
"Aku belum sepikun itu Ay, gemas deh aku sama kamu." ujar Alga dan hendak mencubit pipi kekasihnya tapi langsung ditahan sama Mayu.
"Banyak orang Kak," ujar Mayu mengingatkan.
"Ah iya, lupa aku."
"Tuh kan pikunnya sudah kelihatan," seru Mayu.
"Iya juga hehe ...."
Mayu juga ikut tersenyum melihat tingkah kasihnya.
"Sekarang Kak Alga bisa cerita, mumpung masih ingat!" ujar Mayu lagi.
"Iya Ayang. Jadi begini Ay, sebenarnya mereka-mereka itu para manager dan direktur banyak yang menolak saat ditawarkan hadiah Maga Wear. Ya aku maklum, apalah artinya Maga Wear untuk mereka, mengingat mereka biasanya dapat hadiah bonus yang nilainya puluhan bahkan sampai ratusan juta. Bahkan banyak juga yang menertawakan saat mau diberikan hadiah pakaian dalam. Nah kejadiannya awalnya itu saat kami baru selesai miting. Kebetulan hari itu om David memang membawaku miting bersama para petinggi perusahaan. Om David sepertinya sengaja bertanya padaku, kapan dia akan mendapatkan hadiah Maga Wear. Pertanyaan om David cukup mengundang perhatian yang lain. Om Arya bahkan langsung bertanya padanya, apa dia juga terdaftar sebagai penerima hadiah Maga Wear? Om Davin langsung menjawab iya dengan mantapnya. Om David bahkan berkata pada mereka, kalau dia pasti akan menghargai pemberian orang lain meskipun itu nilainya sangat kecil, dan masih banyak lagi yang om David katakan. Bahkan Om David juga dengan terang-terangan mengatakan kalau dia sangat mendukung hubungan kita Ay, dan mendoakan supaya Maga Wear sukses di pasaran." jelas Alga membuat Mayu ingin menangis rasanya.
Mayu baru tahu ini, dan Mayu benar-benar tidak menyangka kalau daddynya mau melakukan semua itu untuknya.
"Apa itu juga alasannya kenapa ada banyak pesanan susulan kemarin Kak?" tanya Mayu.
"Ya dan nama-nama yang terakhir aku berikan itu adalah nama-nama mereka yang tadinya enggak mau menerima hadiah Maga Wear, tapi begitu mereka tahu om David selaku pimpinan tertinggi perusahaan mau menerimanya, mereka juga akhirnya tidak mau ketinggalan." jelas Alga lagi.
Mayu sekuat mungkin menahan air matanya agar tidak terjatuh. Mayu benar-benar merasa terharu atas apa yang dilakukan oleh daddynya. Ingin rasanya Mayu berlari pada daddynya dan memeluk erat daddynya saat ini juga.
Alga pura-pura tidak tahu dengan raut wajah terharu Mayu. Alga tidak mau kekasih jadi curiga, kalau mereka ternyata saling kerja sama dalam misi rahasia mereka masing-masing.
"Eh Ay, itu om David datang Ay. Panjang umur sekali dia." ujar Alga begitu melihat David jalan mendekat pada mereka bersama dengan Naura.
__ADS_1
"Ah iya Kak," ujar Mayu dan langsung mengikuti arah pandang Alga.
Mayu kembali merasa terharu begitu melihat wajah daddynya. Hanya saja wajah haru itu bertahan beberapa detik saja, setelahnya Mayu menelan cepat ludahnya begitu melihat jelas Naura yang jalan di samping daddynya.