
"Kak," panggil Mayu menatap kekasihnya. Saat ini mereka sedang di balkon rumah Naura. Mayu memang sengaja tidur di sana karena permintaan orang tuanya dan tentu saja biar bisa dekat dengan Alga.
"Kenapa Ay?" tanya Alga sambil mengusap sayang rambut kekasihnya. Akhirnya dia bisa mengusap rambut Mayu lagi setelah sekian lama. Dia masih sangat merindukan kekasihnya.
Mayu menegapkan badannya dan menatap Alga.
"Gimana ceritanya, Kak Alga bisa tiba-tiba ada di Indonesia dan kapan Kak Alga sampai di Indonesia?" tanya Mayu yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Alga tersenyum kemudian beralih mengusap anak rambut Mayu.
"Aku kan mau buat surprise untuk kamu Ay dan aku sampai di Indonesia tepat saat aku kirim pesan pada kamu. Itu pesawatku baru saja mendarat, makanya aku enggak mau telepon, takutnya kamu curiga." jelas Alga.
"Pantas saja dari kemarin Kak Alga sempat menghilang. Kak Alga tahu enggak, aku sempat kesal pada Kak Alga. Aku pikir Kak Alga melupakan hari pentingku." ujar Mayu.
"Aku enggak mungkin lah melupakan hari penting kamu Ay. Justru aku ingin membuat hari penting kamu jadi lebih berkesan lagi. Gimana apa kamu merasa terkesan dengan apa yang aku lakukan?" ujar Alga beralih mengusap pipi Mayu.
Mayu mengangguk mantap.
"Tentu saja aku sangat terkesan Kak dan aku juga sangat bahagia. Terima kasih Kak Alga." ujar Mayu dan ada senyum bahagia di wajahnya.
"Sama-sama Ay dan aku lebih bahagia lagi kalau kamu bahagia."
"Bisa saja nih Kak Alga. Eh tapi aku masih penasaran, kenapa Kak Alga dan Mas Alex barengan melamarnya?" tanya Mayu lagi.
"Kebetulan Ay. Awalnya aku menghubungi Alex soal kejutan yang ingin kubuat dan ternyata Alex juga ingin melamar Naura di hari yang sama. Ya sudah kami membuat rencana lamaran bersama saja. Kamu pasti sempat bingung ya, siapa yang mau dilamar?" ujar Alga dan Mayu mengangguk mantap.
"Iya Kak, tapi dari awal aku memang sudah menduga kalau mas Alex akan melamar Naura dan ternyata dugaanku benar. Terus nanti acara nikahannya apa dilakukan bersama juga?"
"Ya enggak lah Ay. Nanti kita akan bicarakan lebih lanjut lagi bersama Alex dan Naura, tapi kalau bisa sih waktunya berdekatan saja, biar resepsi keduanya nanti bisa barengan seperti yang aku katakan waktu itu." jelas Alga.
"Memangnya pestanya mau dilakukan berapa kali Kak?"
"Ya minimal 2 kali lah Ay, yang pertama di Jakarta dan yang kedua di Bali atau di tempat lain selain Jakarta."
"Kenapa harus 2 kali Kak, bukankah itu pemborosan namanya?" ujar Mayu yang sudah kebayang dengan biaya pestanya. Apalagi pesta orang Kaya, biayanya bisa sampai ratusan juta bahkan sampai milyaran.
"Pemborosan juga tidak masalah Ay. Toh yang membiayai mami dan papi, jadi biarkan saja. Lagian, aku ini anak terakhir yang belum menikah dan anak laki-laki satu-satunya lagi. Mami dan papi juga pastinya tidak masalah membuat pesta besar-besaran. Apalagi calon menantunya adalah calon menantu idiaman." ujar Alga membuat Mayu tersenyum.
"Apaan sih Kak. Aku tidak seidaman itu, justru Kak Alga lah calon menantu Idaman dan daddy David beruntung memiliki calon menantu seperti Kak Alga." ujar Mayu dan kali ini gantian Alga yang tersenyum.
"Jadi yang beruntung om David saja, kamu enggak Ay?" goda Alga.
"Tentu saja aku juga sangat beruntung dan seperti menang lotre yang hadiahnya triliunan." ujar Mayu dan mereka akhirnya sama-sama tersenyum.
Alga kembali menarik Mayu kepelukannya dan memeluknya kekasinya erat.
"Aku benar-benar merindukan momen seperti ini bersama kamu Ay."
"Aku juga Kak." ujar Mayu dan balas memeluk erat kekasihnya. Untuk beberapa detik mereka hanya saling berpelukan menikmati hangatnya pelukan masing-masing.
Alga melepas pelukannya dan menatap calon istrinya penuh cinta. Mayu juga melakukan hal yang sama dan mayu refleks memejamkan matanya begitu Alga mengecup dalam kening dan pipinya.
"Sabar ya Ay, sebentar lagi, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita." ujar Alga.
Mayu mengangguk pelan.
"Iya Kak, aku pasti akan selalu sabar. Kak Alga berapa hari di Indonesia?" tanya Mayu membuat raut wajah Alga seketika sedih.
"Lusa aku sudah harus balik Ay. Enggak apa-apa ya Ay?" ujar Alga berat.
"Enggak apa-apa Kak, aku sangat mengerti kesibukan Kak Alga. Lagian sebentar lagi aku akan nyusul ke sana dan kita akan pulang bersama. Pokoknya Kak Alga harus cepat-cepat selesaikan skripsinya, biar kita nikah." ujar Mayu dan Alga kembali tersenyum.
"Cie yang sudah tidak sabar ingin nikah sama aku. Aku juga sama kok Sayang dan ingin rasanya waktu aku putar cepat saja. Biar bisa berduaan terus dengan kamu. Ah iya Ay, aku inginnya kita sekalian prewed di London, kamu setuju enggak?" tanya Alga dan langsung disambut anggukan mantap Mayu.
"Tentu saja aku setuju Kak, tapi aku juga maunya kita prewed di kampus atau lebih tepatnya di belakang perpustakaan." ujar Mayu dan ada senyum malu-malu di wajahnya.
__ADS_1
"Benar juga itu Ay, sekalian mengenang tempat kita jadian dulu ya?" ujar Alga.
"Iya Kak."
"Ok Ay, aku setuju dengan ide kamu dan aku benar-benar tidak sabar."
"Sama Kak." ujar Mayu. Dia merasa senang karena apa yang jadi keinginannya langsung disetujui Alga dan tanpa ada perdebatan. Mayu berharap untuk seterusnya mereka bisa sepeti ini dan rencana pernikahan mereka bisa berjalan sesuai dengan yang mereka rencanakan.
***
"Selamat pagi calon pengantin, gimana tidurnya apakah nyenyak?" ujar David membuat Mayu tersenyum.
"Apaan sih Dad, masih lama juga." ujar Mayu.
"Enggk lama dong kan sudah dilamar. Apa kata Alga, kapan dia rencananya ingin menikahi kamu?" tanya David serius. David juga tentunya butuh persiapan.
"Kak Alga sih inginnya begitu pulang dari London langsung menikah Dad dan dia maunya sebelum dia masuk kerja biar bisa fokus mengurus pernikahan saja. Selain itu biar dia enggak perlu repot-repot mengurus cuti juga, apalagi dia baru masuk kerja kan enggak enak langsung ambli cuti panjang." jelas Mayu.
"Benar juga dan Daddy juga setuju dengan keputusan Alga. Kalian sebaiknya menikah mumpung dia belum masuk kerja saja karena kalau sudah masuk kerja kasihan kamu kalau Alga terlalu sibuk. Apalagi kamu juga tidak kalah sibuknya dengan Alga." ujar David.
"Itu dia Dad. Ah iya Dad, Mayu mau tanya pendapat Daddy, Mayu dan Naura kan sama-sama dilamar nih Dad, kalau menurut Daddy, baiknya kami menikahnya duluan yang mana?" tanya Mayu.
"Ya kamu lah Mayu. Kamu kan kakaknya. Lagian kamu juga sudah mau menikah, jadi Naura sebaiknya jangan melangkah. Kecuali kalau kamu belum ada calonnya, ya mau enggak mau kamu harus ikhlas dilangkah." jawab David.
"Begitu ya Dad? Mayu juga inginnya begitu sih Dad. Walau Mayu hanya tuaan beberapa bulan dari Naura, tapi Mayu juga enggak ingin dilangkah. Hanya saja Mayu juga ada rasa khawatir, takutnya Naura keberatan, mengingat mas Alex lebih dewasa dari Kak Alga. Selain itu Mayu juga takut keluarga mas Alex keberatan." ujar Mayu. Mayu tidak ingin bersikap egois dan Mayu juga tidak mau menghalangi kebahagiaan Naura.
"Soal itu kamu tenang saja, biar Daddy yang bicara pada Naura bila perlu pada orang tua Alex juga. Daddy sangat yakin Naura pasti mengerti dan begitu juga dengan Alex." ujar David meyakinkan anaknya.
"Begitu ya Dad, terima kasihnya Dad dan semoga saja Naura tidak mengatakan Daddy pilih kasih." ujar Mayu lagi.
"Tidak akan Mayu. Santai saja kali. Gue akan sabar menunggu lo nikah duluan. Begitu juga dengan mas Alex. Apalagi Mas Alex juga cukup sibuk akhir-akhir ini, kami maunya menyiapkan pernikahan kami juga santai saja." ujar Naura tiba-tiba membuat Mayu dan David tersenyum. Suka mereka milihat sikap dewasa Naura.
Mayu kemudian berlari menghampiri Naura dan memeluk Naura.
"Terima kasih pengertiannya Naura, lo memang adik yang paling best." ujar Mayu.
David diam-diam juga ikut tersenyum, senang dia melihat kedua anak gadisnya yang selalu kompak.
***
"Loh Kak Alga sudah di sini," ujar Mayu begitu melihat kekasihnya sudah duduk manis di ruang depan.
Alga tersenyum dan memberi kode pada Mayu supaya mendekat padanya.
Mayu yang sangat paham maksud kekasihnya langsung menghampiri Alga dan masuk ke pelukan Alga.
"Ini adalah pagi terbaikku setelah sekian lama Ay," ujar Alga membuat Mayu tanpa sadar tersenyum.
"Sama Kak hehe ...." ujar Mayu kemudian duduk di samping Alga dan Alga beralih merangkul Mayu.
"Aku ingin mengajak kamu jalan-jalan Ay? Apa kamu mau?" tanya Alga dan langsung disambut antusias oleh Mayu.
"Tentu saja." jawab Mayu mantap dan langsung disambut senyum sumringah Alga.
"Kita akan jalan-jalan kemana Kak?" tanya Mayu.
"Kemana saja yang penting kita berdua senang."
"Benar juga sih, tapi jalan-jalannya enggak usah ke tempat jauh ya Kak. Kasihan Kak Alga, kalau kecapekan." pinta Mayu.
"Siap Ay, senang deh kalau diperhatikan sama calon istri. Jadi enggak sabar ingin cepat-cepat halalin." goda Alga dan langsung mendapat senggolan dari Mayu. Bisa saja ini ayangnya buat Mayu salah tingkah.
Senyum Alga memgembang, dia kemudian menarik Mayu kepelukannya dan memeluk Mayu gemas.
"Ehem-ehem yang lagi kangen-kangenan, pelukan terus deh, buat iri saja." seru Naura sambil melipat tangannya.
__ADS_1
Alga melepaskan pelukannya dan mereka menoleh ke arah siempunya suara.
"Sirik saja kamu Naura. Panggil Mas kamu sana!" seru Alga.
"Dia masih ada kerjaan dan belum bisa datang." balas Naura.
"Kasihan," ujar Alga lagi.
"Enggak juga, kami kan bisa kangen-kengenan tiap hari, enggak kayak kalian, hanya sehari doang bisanya. Kasihan," balas Naura lagi
Mayu dan Alga hanya tersenyum mendengarnya.
"Ah Iya Nau, gue mau jalan-jalan sama kak Alga, gue titip nenek ya!" pinta Mayu.
"Ok Mayu, lo tenang saja kalau soal Nenek. Dia pasti aman di sini. Lo bisa nikmati waktu lo bersama Kak Alga, mumpung dia masih di sini!" ujar Naura mantap.
"Terima kasih Naura."
"Sama-sama Mayu."
"Kalau begitu kamu bisa, bersiap-siap Ay!" suruh Alga.
"Siap Kak," ujar Mayu mantap.
***
Alga dan Mayu keluar bersama dari rumah Naura. Tangan mereka saling bergenggaman dan wajah mereka juga terlihat senang. Kelihatan sekali kalau mereka sedang bahagia. Walau besok harus berpisah lagi, tapi itu bukan halangan bagi mereka untuk menikmati kebahagiaan mereka.
Tin tin tin
Alga yang hendak membuka pintu gerbang rumahnya seketika menoleh begitu mendengar suara klalson.
"Anti antik!" seru Rio sambil melambaikan tangannya.
Mayu tersenyum dan balas melambaikan tangan.
"Hallo Rio," ujar Mayu.
"Au Anti Au!" seru Rio yang sudah mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil dan mengulurkan tangannya pada Mayu.
"Nanti ya kalau mobilnya sudah masuk. Kak sebaiknya gerbang dibuka!" ujar Mayu beralih pada Alga.
"Ah iya Sayang," ujar Alga dan buru-buru membuka gerbang rumahnya.
"Anti!" seru Rio lagi begitu mobilnya sudah jalan dan meninggalkan Mayu.
"Iya Rio, ini Aunty datang." seru Mayu dan berlari kecil menghampiri Rio. Mayu juga membantu Rio turun dari mobilnya.
"Lio lindu Anti, lindu belat." ujar Rio. Rio yang usianya sudah mau 3 tahun semakin pintar saja bicaranya.
"Anti juga rindu Rio. Sama unclenya enggak rindu?" ujar Mayu menunjuk Alga.
"Yes. Oom anteng, Lio lindu." ujar Rio beralih mengulurkan tangannya pada Alga yang tengah berlari menghampirinya.
Alga tersenyum mendengarnya. Ponakan satu-satunya ini tetap bersikukuh memanggil dia om, walau sudah diajari memanggil uncle.
"Hallo Rio, uncle juga rindu. Salim dulu dong!" ujar Alga sambil mengulirkan tangannya. Tanpa disuruh dua kali Rio langsung salim.
"Pintar ini ponakan Om," ujar Alga lagi.
"Yes, Lio itu loh. Cemat boi." ujar Rio dengan percaya dirinya membuat Mayu dan Alga tersenyum.
"Iya Rio memang smart boy. Ya sudah, Rio masuk dulu ya! Itu oma, rindu Rio juga katanya." ujar Alga berusaha mencari alasan, biar bisa pergi.
"No, Lio au Anti," ujar Rio sambil memeluk leher Mayu.
__ADS_1
"Auntynya mau pulang dulu Rio, nanti dia datang lagi ke sini."
"No, itut Lio, beyik beyik Lio." ujar Rio lagi membuat Alga seketika menepuk keningnya dan Mayu hanya tersenyum.