Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Kejutan Alga dan Mayu


__ADS_3

Suasana di meja makan rumah Alga tampak hangat dan akrab. Tidak ada kecanggungan yang terlihat. Mereka juga makan dengan lahap.


"Ah Iya Ga, kalau tidak salah aku sempat melihat kamu dan Mayu di rumah sakit. Kalian ada apa datang ke rumah sakit?" ujar kakak ipar Alga membuat Alga dan Mayu saling menatap.


Mereka sama-sama bingung harus jawab apa. Mayu kemudian memberi kode pada Alga supaya Alga saja yang menjawab.


Alga beralih menatap Kakak iparnya. Harus jawab apa dia! Jangan sampai kejutan yang mereka aiapkan gagal gara-gara Alga salah jawab.


"Oh itu Kak, kami hanya mau konsultasi soal kesehatan Mayu sekalian mau beli vitamin Mas." ujar Alga dan itu berhasil membuat satu meja makan menatap padanya.


"Ada apa dengan Mayu, Al? Apa Mayu sakit?" tanya Sindi cepat.


"Oh enggak Mom. Ini gara-gara Alga terlalu sering mengajaknya begadang saja dan Alhamdulillah Mayu baik-baik saja kok." ujar Alga mantap.


"Gara-gara itu toh. Makanya Al, kalau minta jatah itu kira-kira dong! Jangan karena banyak yang minta cucu kamu main hajar terus." ujar Sindi lagi.


"Ya namanya juga usaha Mom, ya enggak apa-apa dong. Nanti kalau sudah berhasil, kalian juga kan yang senang." ujar Naura membela Alga.


"Benar itu, Nau. Giliran belum jadi dibilang kurang usaha, nah sekarang malah minta kira-kira. Serba salah memang kita di mata orang tua ini." tambah Alga. Diam-diam dia merasa lega karena berhasil menhalihkan pembicaraan.


"Setuju Kak. Naura juga kesal kadang." ujar Naura lagi.


"Jadi kamu kesal Naura kalau Mommy tanya soal itu pada kamu?" tanya Sindi menatap tidak terima pada anaknya. Apa yang Sindi tanyakan adalah sebagai bentuk perhatiannya pada anaknya.


"Tentu saja enggak Mom. Santai dong Mom! Ya walaupun kadang-kadang Naura suka kesal juga sih Mom. Secara ya kan, kami nikahnya baru hitungan bulan, kami masih menikmati waktu berduaan gitu loh Mom. Jika dikasih Allah ya Alhamdulillah tapi kalau belum dikasih juga syukur." jujur Naura.


"Setuju Mbak sama kamu Nau. Kadang pertanyaan itu hanya sekedar candaan saja bagi mereka tapi efeknya tidaklah sebercanda itu. Ada kalanya kita juga kepikiran dan itu pastinya akan mempengaruhi mood kita." ujar Vivi. Vivi juga sudah pengalaman dan dia juga pernah kesal karena pertanyaan itu. Padahal dia dan suaminya santai saja.


"Nah itu dia Mbak. Mbak Vivi memang paling pengertian." ujar Naura memuji Vivi.


"Tentu saja. Ngomong-ngomong kamu sudah ada tanda-tanda belum?" ujar Vivi sengaja menggodanya membuat Naura seketika memberikan tatapan protesnya.


"Mbak juga sama saja!" seru Naura membuat seisi meja makan tersenyum.


"Sabar ya Nak Naura!" ujar nenek Iroh.


"Iya Nenek, Naura pasti akan sabar Nenek. Nenek enggak ikut-ikutan mereka kan Nek?"


"Tentu saja enggak Nak Naura." ujar nenek Iroh lagi.


"Terima kasih Nenek, Nenek memang paling best pokoknya." ujar Naura mantap.


"Sama-sama Nak Naura. Hanya saja Nenek mau menyampaikan pertanyaan titipan saja. Nak Naura sudah terlambat datang bulan belum?"

__ADS_1


"Nenek!" seru Naura seketika dan itu membuat Mayu dan yang lainnya tertawa. Niat Naura membantu Alga, tapi ujung-ujungnya malah dia yang kena.


"Sabar Nau sabar!" ujar Mayu setelah tawanya mereda.


"Iya Mayu, lo juga."


***


Setelah makan malam mereka masih lanjut ngobrol di ruang utama. Obrolan mereka tampak santai saja, walau begitu tidak ada yang main ponsel karena mereka benar-benar ingin menikmati waktu kebersamaan mereka.


"Ehem! Mohon perhatian semua!" ujar Alga tiba-tiba dan bangun dari duduknya.


Alex dan yang lainnya menatap padanya.


"Ada apa Alga?" tanya Pratama.


Alga tidak langsung menjawab. Dia menarik nafas pelan dan memperlihatkan senyum terbaiknya membuat keluarganya bertanya-tanya.


"Begini, sebenarnya Alga mau menujukkan sesuatu pada kalian semua. Sebentar!" ujar Alga. Alga kemudian pergi ke arah pintu dan itu membuat keluarganya semakin bertanya-tanya lagi. Mereka sampai menatap Mayu dan Mayu hanya mengangkat bahunya seolah tidak tahu apa-apa.


Tidak sampai 2 menit Alga kembali masuk rumah sambil membawa kotak yang sudah disiapkanya dan di atasnya ada buket bunga.


"Apa ini Al?" tanya Dira begitu Alga meletakkan kotaknya di atas meja.


"Itu adalah hadiah dari Alga dan Mayu, Mami dan yang lainnya boleh membukanya!" jawab Alga.


"Apaan sih Al, kamu buat penasaran saja deh. Kami buka ya Al!" ujar Dira Lagi yang sudah sangat penasaran dibuat anaknya.


"Silahkan Mi!" ujar Alga sambil mengeratkan gengaman tangannya dengan Mayu.


Dira mengambil buket bunganya dan tidak ada yang spesial dengan buket bunga itu karena tidak ada tulisan di dalamnya hanya bunga saja.


Dira meletakkan buket bunganya di atas meja dan beralih membuka kotaknya. Perhatian semua keluarganya fokus pada Dira termasuk Alga dan Mayu.


Alga dan Mayu tampak tidak sabar melihat reaksi Dira dan keluarganya.


Sementara itu kening Dira tampak berkerut begitu melihat kertas yang memiliki logo rumah sakit.


Dira kemudian membuka perlahan kertasnya dan membaca isinya.


Kening Dira yang berkerut berubah menjadi senyum antusias membuat keluarga mereka semakin penasaran.


"Ya ampun ini beneran Alga, Mayu?" tanya Dira menatap antusias pada anak dan menantunya.

__ADS_1


"Itu dari rumah sakit loh Mi dan sudah terbukti keasliannya." jawab Alga mantap.


"Aa! Terima kasih Alga, Mayu!" Seru Dira dan langsung menghampiri Mayu. Dia memeluk erat Mayu dan mengecup seluruh permukaan wajah Mayu.


Dira benar-benar bahagia, akhirnya dia akan nambah cucu lagi. Pantas saja ada yang aneh dengan Mayu dan Alga belakangan ini.


Dira juga memeluk erat Alga dan mengecup pipi anak bungsunya itu.


"Mami senang?" tanya Alga.


"Tentu saja sangat senang Alga. Kamu memang anak Mami paling best." ujar Dira dengan wajah bahagianya.


Tidak hanya Dira yang senang, rapi Pratama dan yang lainnya juga tidak kalah senang begitu mereka mengetahi isi dari kertas itu.


"Mayu, Alga sini Nak! Nenek mau peluk!" ujar nenek Iroh sudah berkaca-kaca. Dia benar-benar merasa terharu dengan kabar bahagia yang disampaikan oleh cucu dan cucu menantunya.


Mayu dan Alga mengangguk, mereka kemudian menghampiri nenek Iroh dan meluk nenek Iroh erat.


"Terima kasih Nak, Nenek sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Mayu. Selamat ya, sebentar lagi kalian akan jadi orang tua. Nenek doakan semoga Mayu selalu diberi kesehatan. Calon bayi kalian juga tumbuh dengan baik dan persalinannya dilancarkan. Nenek sangat bahagia Nak." ujar nenek Iroh.


"Iya Nek, kami juga sangat bahagia. Nenek harus sehat-sehat terus ya. Biar nanti bisa gendong cicitnya." ujar Mayu.


"Iya Nak, Nenek pasti akan lebih sehat lagi. Nenek benar-benar tidak sabar ingin melihat wajah cicit Nenek, pasti dia ganteng dan cantik." ujar nenek Iroh dan mendapat tatapan protes dari Alga.


"Ganteng ya ganteng saja Nek, begitu juga sebaliknya. Alga tidak ingin anak Alga ganteng dan cantik Nek, nanti dia bingung jenis kelaminnya lagi." ujar Alga.


"Benar juga, salah Nenek. Maafkan Nenek ya."


"Enggak apa-apa Nek, santai saja." ujar Alga lagi.


"Hore! Sebentar lagi Naura akan jadi Aunty, yey!" seru Naura dengan bahagianya membuat Mayu dan yang lainnya tersenyum.


David dan yang lainnya juga memberi pelukan pada Alga dan Mayu. Mereka sangat senang dengan kabar baik itu. Alga dan Mayu benar-benar sudah berhasil membuat kejutan untuk keluarganya.


"Selamat ya Alga, Daddy sangat bangga pada kamu. Daddy sudah mengerti sekarang kenapa kamu enggak ingin cepat-cepat diangkat jadi CEO. Kamu pasti ingin menjaga Mayu dan membantu merawat anak kamu kan?" ujar David.


"Iya, Dad. Alga ingin menikmati peran Alga jadi suami dan ayah. Apalagi ini anak pertama kami, Alga enggak ingin Mayu yang berjuang sendirian Dad. Alga mau berjuang bersama-sama dengan Mayu." ujar Alga mantap.


"Kamu memang sosok suami yang sangat bisa diandalkan Alga." uhar David lagi.


"Terima kasih Dad. Berarti udah deal kan Dad, Alga diberi waktu bersantai 5 tahun lagi."


"Iya Alga, tapi ingat jangan terlalu santai juga. Kamu harus tetap mempersiapkan diri kamu supaya layak jadi peminpin Pratama group." ujar Pratama mengingatkan menantunya.

__ADS_1


"Siap Dad!" ujar Alga mantap.


__ADS_2