Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Baikan


__ADS_3

"Wow ... ini indah sekali. Air lautnya bersih sekali. Ikan dan pasirnya juga kelihatan." seru Mayu girang begitu mereka sampai di pulau macan kepulauan seribu.


Mayu sampai berputar-putar di atas speed boat menikmati indahnya ciptaan Tuhan.


Naura hanya menujukkan wajah malasnya, sedangkan David tersenyum tipis saja.


"Mayu katanya mau foto, jadi foto tidak?" tanya David.


"Jadi dong, Dad. Mayu mau foto di atas speed boat ya Dad!"


"Boleh. Naura sini kameranya cantik!" ujar David. David sudah terbiasa jadi fotografer dan itu karena Naura tentunya.


"Iya Dad," ujar Naura kemudian membuka tas ranselnya dan mengambil kameranya.


"Ini Dad," ujar Naura memberikan kameranya.


"Terima kasih Cantik. Naura enggak mau difoto juga?"


"Nanti saja setelah Mayu, Dad."


"Ok." ujarnya dan beralih pada Mayu.


"Mayu, bergaya yang cantik, biar kelihatan bagus di kamera!" suruh David.


"Siap Dad," semangat Mayu dan langsung bergaya semaksimal yang dia biasa.


"Heh Mayu, lo yakin mau foto dengan rambut berantakan begitu. Percuma dong pemandangannya sangat indah kalau penampikan lo berantakan." seru Naura.


Mayu refleks memegang rambutnya.


"Rambut gue sangat berantakan ya?" tanya Mayu.


"Baru sadar lo? Penampilannya jadi mirip kuntilanak tahu enggak." ujar Naura lagi.


"Berantakan banget dong. Mana gue enggak bawa sisir lagi. Lo punya sisir enggak Nau, pinjam dong!"


"Iya ada. Makanya lain kali kalau pergi jalan-jalan, sisir itu jangan sampai ketinggalan. Lagian punya rambut bagus kok diikat terus." ujar Naura malah mengomel tapi tetap saja dia memberikan sisirnya pada Mayu.


"Terima kasih Naura, sudah bilang rambut gue bagus. Rambut lo lebih bagus lagi, halus dan berkilau lagi. Mana lebat lagi." ujar Mayu sambil melepas ikatan rambutnya.


"Ya iya lah, perawatanya mahal. Heh itu rambut lo jangan diikat lagi. Biarkan saja tergerai. Biar fotonya terlihat cantik. Capek deh gue sama lo, gayanya kampungan banget." ujar Naura lagi-lagi mengeluarkan kata pedasnya. Hanya saja kali ini Mayu tidak marah, karena ada benarnya juga apa kata Naura.


"Iya Nau. Begini saja ya Nau?" tanya Mayu begitu selesai menyisir rambutnya.


"Ya. Seperti itu jauh lebih baik."


"Terima kasih Naura."


"Iya," ujar Naura kemudian turun dari speed boat kembali.


"Udah Mayu?" tanya David yang sedari tadi hanya jadi penonton setia kedua anak gadisnya.


"Iya sudah Dad. Dad fotonya yang banyakan ya, biar Mayu bisa milih, yang mana yang paling cakep." pinta Mayu.


"Iya, udah tahu Daddy. Sekarang kamu bergaya yang benar." ujar David. Udah biasa dia dengan kelakuan perempuan yang satu itu, karena Naura juga begitu.


"Siap Dad," ujar Mayu kembali bergaya.


"Heh Mayu, gaya apaan itu? Gaya fotonya yang elegan dong, biar hasilnya terlihat estetik! Nanti daddy lagi yang disalahkan, padahal lo yang enggak benar gaya fotonya." ujar Naura lagi-lagi mengomel.


"Gue enggak pintar bergaya Naura. Bantu arahin gue dong!" pinta Mayu.


"Iya. Itu dagu lo diangkat sedikit. Kakinya juga jangan berdiri tegak saja, kaki kanannya dimajukan sedikit lalu ditekuk! Ya bagus seperti itu." ujar Naura membantu Mayu.


"Udah Nau?"


"Belum, tangan lo juga yang manja dong! Ikuti gue!" ujar Naura kemudian melakukan beberapa gerakan dengan tangannya dan Mayu mengikutinya dengan senang hati.


"Mau gaya yang imut dong Nau!"


"Boleh. Itu kedua tangan lo dibawa ke pipi kiri dan kanan kemudian dibentuk love. Jangan lupa tersenyum ke arah kamera!" ujar Naura sambil mencontohkan dan Mayu dengan senang hati mengikutinya.


Ckrek ckrek

__ADS_1


David dengan senang hati mengambil semua foto Mayu. Dia merasa senang melihat kedua anak gadisnya mulai telihat akur, walau yang satunya ngomel-ngomel saja kerjanya.


"Gaya candid Mayu, pura-pura menoleh ke kanan!" suruh Naura lagi.


"Ok Naura." ujar Mayu dan lagi-lagi melakukan perintah Naura dengan senang hati.


"Begitu dong, kalau foto itu jangan terlalu kaku. Percuma pemandangannya sangat indah, kalau gaya foto lo sangat biasa." ujar Naura lagi.


"Iya Naura, terima kasih banyak Naura." ujar Mayu kemudian menghampiri David.


"Mayu mau lihat hasilnya Dad!"


David mengangguk kemudian menunjukkan hasil fotonya pada Mayu.


"OMG keren sekali fotonya, mana gue cantik banget lagi di sini. Kok bisa ya fotonya secantik ini. Berasa selebgram gue." ujar Mayu memuji dirinya sendiri.


"Norak norak!" ujar Naura.


"Biarkan napa Naura, orang lagi senang juga. Terima kasih sekali lagi Naura, lo memang adik yang bisa diandalkan. Kalau lagi begini, aura lo jadi terang deh."


"Sudah jelas.Terbukti kan sekarang, aura siapa yang lebih terang." ujar Naura dengan wajah sombongnya.


"Iya Naura, aura lo lebih terang. Eh Naura, lo mau foto dengan gue enggak?"


Naura menatap Mayu dan tampak berpikir.


"Boleh deh." ujarnya dan langsung disambut senyuman Mayu dan David.


"Siap Naura. Dad fotokan kami!" ujar Mayu semangat.


"Ok Mayu," ujar David.


David senyum-senyum saaja saat mengambil foto kedua anaknya. Dari yang semula gaya tom dan jerry, lama-lama jadi terlihat kompak . Mereka bahkan sudah mau saling merangkul dan sama-sama tersenyum ke arah kamera.


"Good job Mayu, Naura." ujar David.


Mereka masih lanjut foto dan tak hanya dengan Naura saja, Mayu juga foto dengan David dan ada foto mereka bertiga juga. Mereka bertiga jadi terlihat kompak dan bahagia juga tentunya.


***


Naura masih saja suka ngomel-ngomel tapi dia juga enggak akan nolak saat Mayu minta diajari ini dan itu.


"Makanya Mayu, lo itu jangan rajin cari uangnya saja, tapi ambil les renang juga dong!" seru Naura.


"Benar kata Naura, Mayu. Enggak ada salahnya kamu ambil les renang, karena kalau mau terjun di dunia bisnis itu, kamu harus menguasai banyak hal. Selain itu, untuk alasan keselamatan juga. Kita tidak pernah tahu apa yang akan kita alami ke depannya tapi kalau misalkan kamu jatuh ke sungai atau ke kolam, seenggaknya kamu bisa ada pertahanan dan menyelamatkan diri kamu sendiri." ujar David.


"Iya Dad, setelah ini, Mayu akan atur jadwal Mayu supaya bisa ikut les renang seenggak seminggu sekali."


"Bagus. Ah iya Daddy ada jadwal berenang seminggu sekali, kalau kamu mau kamu bisa belajar sama Daddy. Hitung-hitung ini untuk menebus kesalahan Daddy yang enggak pernah mengajarkan apa-apa pada kamu. Nanti Naura juga bisa ikutan, biar kalian juga makin kompak." usul David.


Mayu menganggukkan kepalanya antusias.


"Mau ... Mau Dad," ujar Mayu menahan rasa harunya.


"Ok, nanti kita cocok saja jadwalnya. Naura juga mau kan mengajari Mayu berenang?" tanya David beralih pada anak bungsunya.


"Iya mau Dad," ujar Naura pelandan langsung dapat acungan jempol dari David.


"Good, ini baru anak gadis Daddy yang super cantik. Sekarang kalian tos dulu dong!" suruh David.


Naura dan Mayu saling menatap, walau tidak ada wajah senyum diantara mereka, tapi mereka tetap saja mau melakukan tos.


"Mantap!" seru David lagi dan mengacak gemas rambat kedua anaknya.


Naura dan Mayu hanya tersenyum tipis.


"Apa sekarang sudah bisa lanjut snorkelingnya?" tanya David lagi.


"Iya Dad sudah." kompak Mayu dan Naura.


"Ok. Ayo kita let's go!" ujar David lagi.


Mereka kemudian berangkat bersama ke tempat snorkling.

__ADS_1


"Dad, Naura kita melompat bersama ya!" pinta Mayu. Rasa takut Mayu belum sepenuhnya hilang tapi dia juga sangat penasaran.


"Iya Mayu, lo pegang gue saja." ujar Naura.


"Terima kasih lo baik deh. Jangan bosan jadi orang baik ya." ujar Mayu.


"Giliran ada maunya saja lo bilang gue baik." protes Naura.


"Ya itu juga kan sudah lumayan Naura, dari pada tidak sama sekali." ujar Mayu tidak mau kalah.


"Terserah lo saja!"


"Cie cie yang sudah mau mengalah," goda Mayu sambil menujuk Naura.


"Mayu, gue lempar lo ke laut Ya!" ancam Naura tidak serius tapi karena tangannya refleks mendorong Mayu, Mayu jadi kehilangan keseimbangannya.


"Naura!" seru Mayu berusaha bertahan dan menarik tangan Naura.


"Eh Mayu! Mayu!" seru Naura tampak tampak khawatir dan berusaha menarik Mayu, sayangnya dia tidak berhasil, mereka berdua jatuh dari perahu yang mereka naiki.


"Naura! Mayu!" seru David dan langsung nyebur juga membantu kedua anaknya.


Naura buru-buru memakai kaca matanya serta alat bantu pernapasannya. Sedangkan Mayu, dia hanya memperlihatkan wajah takutnya tanpa tahu harus berbuat apa. Dia terlalu panik, padahal dia tidak akan tenggelam karena sudah pakai alat bantu.


Naura yang sudah aman, langsung membantu Mayu memakaikan kaca mata Mayu dan tak lupa juga alat bantu pernapasan Mayu.


Mayu sudah mulai tenang dan menatap Naura.


Naura mengacungkan jempolnya. Maksudnya menanyakan Mayu apa sudah ok?


Mayu balas mengacungkan jempolnya.


Naura menganggukkan kepalanya.


David yang sudah berhasil mencapai kedua anaknya juga mengacungkan jempolnya dan dibalas dengan acungan jempol dari Mayu dan Naura.


Berhubung semua sudah ok mereka lanjut menyelam. Mayu semula masih memegangi tangan Naura dan David tapi begitu melihat keindahan dasar laut, perlahan tapi pasti dia mulai melepaskan genggamannya. Dia sangat kagum dan juga bahagia. Apa yang dia lihat saat ini jauh lebih indah dari yang pernah dibayangkannya.


'Terima kasih Daddy, Naura, aku tidak akan pernah melupakan hari ini.' batin Mayu.


Setelah puas snorkling, mereka memilih pindah ke pulau yang lain dan tentunya sambil menaiki speed boat yang sudah disewa oleh David.


Mayu lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan perasaan kagumnya dan Naura juga sudah mulai terbiasa dengan kelakuan norak Mayu.


"Nau, temani gue sebentar ko toilet dong!" pinta Mayu setelah mereka selesai makan.


"Ok, gue juga mau ke toilet. Dad kami ke toilet sebentar ya!"


"Iya," ujar David. David lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat Mayu dan Naura yang semakin kompak. Mereka bahkan tidak segan-segan lagi saling bergandengan tangan. Ini benar-benar awal yang bagus menurut David. Tidak sia-sia dia membawa kedua anaknya pergi liburan.


David refleks bangun dari duduknya begitu melihat ada beberapa pemuda yang menggoda kedua anaknya.


"Apa lo suit suit? Adik gue ini. Gue adukan daddy gue tahu rasa lo. Noh daddy kami ada di belakang dan dia seorang kolonel tni. Nanti ditembak tahu rasa lo semua." seru Mayu galak kemudian menunjuk David yang sudah berkacak pinggang.


Para pemuda itu mengikuti arah yang ditunjuk Mayu.


"Beneran guys, ayahnya sangat gagah dan galak, kabur!" seru ketiga pemuda itu.


Mayu dan Naura seketika saling menatap kemudian tertawa ngakak bersama.


"Pembohong lo!" seru Naura disela-sela tawanya.


"Enggak apa-apa, bohong demi kebaikan, itu dihalalkan." ujar Mayu kemudian mengacungkan jempolnya pada David.


David mengangguk dan kembali ke tempat duduknya semula.


Tawa Mayu dan Naura tidak hanya berhenti sampai di situ saja, saat mereka bermain jetski melawan David, mereka juga sering sekali tertawa dan begitu bersemangat ingin mengalahkan David. Sayangnya David terlalu tangguh untuk dikalahkan. Mayu dan Naura bahkan sampai terjatuh dari jetski.


Naura yang tahu Mayu gampang panik kalau menyangkut air, dengan cepat membantu Mayu dan selanjutnya mereka terawa ngakak bersama. Tanpa mereka sadari hubungan mereka benar-benar semakin dekat. Tidak ada lagi tatapan marah juga benci di sana.


"Terima kasih banyak ya Naura, lo selalu sigap dalam membantu gue. Gue benar-benar merasa terharu Naura dan gue sangat berharap hubungan kita bisa lebih baik lagi setelah ini. Gue juga minta maaf kalau perkataan gue selama ini sering membuat lo kesal. Gue janji gue akan berusaha jadi kakak yang lebih baik lagi." ujar Mayu tulus begitu dia sudah berhasil naik ke atas jetski kembali.


"Iya Mayu, gue juga minta maaf untuk semua kelakuan jahat yang pernah gue lakukan pada lo. Mulai hari ini gue juga janji, kalau gue akan belajar lebih baik lagi dan jadi adik yang baik untuk lo." ujar Naura dan kali ini dia tulus mengatakannya.

__ADS_1


"Iya Naura. Kalau begitu kita baikan?" ujar Mayu sambil menunjukkan jari kelingkingnya.


"Kayak anak kecil saja lo. Ya sudah kita baikan." ujar Naura kemudian mengaitkan jari kelingkingnya dengan Mayu. Mereka kemudian saling tersenyum dan senyum itu menular pada David tentunya. Melihat kedua anaknya yang saling akur, tentu itu adalah kebahagian yang sesungguhnya bagi dia.


__ADS_2