Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 101


__ADS_3

Sesampainya di Mansion Alex langsung ke luar dari mobil begitu mobil berhenti, dia berlari masuk ke dalam rumah.


Pak Rudi yang mendengar suara deruma mobil milik tuan mudanya pun bergegas untuk menyambut tuan mudanya, namun Alex sudah lebih dulu berlari ke arah beliau.


" Avan dimana pak? tanya Alex yang sudah berdiri di depan pak Rudi, dengan raut wajah yang begitu khawatir.


" Di kamar tamu tuan muda, nona sudah dapat tindakan pertama dari dokter yang menjaga nona. jawab pak Rudi memberi tahu tuan mudanya.


Mendengar ucapan sang kepala pelayannya tanpa bertanya kembali Alex pun bergegas menuju kamar tamu, Pak Rudi pun mengikuti tuan mudanya dari belakang.


Sementara Caca, David dan juga sekertaris Aldo pun mengikutinya. Mereka bertiga masih tidak tahu apa yang telah terjadi pada Javanka.


Alex langsung masuk ke dalam kamar itu, terlihat putrinya sudah tidak sadarkan diri dengan jarum infus yang sudah terpasang di tangannya.


Dokter yang sedari tadi menjaga dan merawat Javanka pun langsung berdiri kala melihat kedatangan Alex, lalu berjalan sedikit menjauh agar Alex memiliki waktu untuk putrinya.


Caca pun menghampiri dokter yang di tugaskan untuk merawat Javanka, dia langsung menarik dan bertanya.

__ADS_1


" Apa yang terjadi? tanya Caca dengan serius pada rekannya.


" Tadi pukul 19:30 tiba-tiba nona menjerit memanggil-manggil nama seseorang, tak sampai di situ nona juga bergumam mengatakan bahwa dirinya adalah penyebab kematian seseorang. Namun aku tidak bisa mendengar dengan jelas kalimat selanjutnya karena beliau hanya bergumam lalu jatuh pingsan. jawab sang dokter menceritakan tentang kejadian tadi.


Caca yang mendengar jawaban dari temannya pun sontak terkejut, dia tidak menyangka bahwa kejadian ini akan terbuka kembali.


Caca hanya mengacak-acak rambutnya sendiri, dia bingung harus berbuat apa. Dia juga tidak memprediksikan bahwa kejadian ini akan terjadi.


flas black


Dua jam belum nya, setelah mba Nani meninggalkan Javanka sendiri. Gadis kecil itu pun tertidur pulas lalu dia bermimpi melihat seorang wanita cantik yang sedang duduk di sebuah ayunan.


" Ternyata kamu sudah besar nak. ucap wanita itu lalu memeluk Javanka dengan hangat.


Javanka yang terkejut pun hanya diam saja, walaupun dia tidak mengenal sosok wanita yang sedang memeluknya dengan erat ini. Gadis kecil itu tidak ingin mendorong wanita itu pergi, malah sebaliknya dia amat sangat nyaman dalam pelukan wanita itu.


Rasanya hampir mirip dengan pelukan papahnya namun ini lebih terasa hangat dan menyejukkan hatinya.

__ADS_1


" Aku selalu memperhatikan mu setiap detik dari atas sini, kamu tumbuh dengan sangat baik. Kamu pun sangat cantik sekali dan kamu juga pandai bermain piano. ucap wanita itu sambil menggendong Javanka, gadis kecil itu hanya diam dan mendengarkan ucapan si wanita.


" Setiap saat aku selalu ingin sekali memelukmu seperti ini, mendongeng dan menyanyikan lagu pengantar tidur sampai kamu terlelap. Tapi aku tidak bisa melakukannya semua itu, jadi aku hanya bisa melihat dan memperhatikan pertumbuhan mu setiap harinya. ucap si wanita itu sambil menitikkan air matanya.


Melihat wanita yang ada di hadapannya menangis tanpa sadar Javanka pun ikut menangis, Javanka dan juga wanita pun menangis dan berpelukan bersama.


" Putri tercintaku memang hebat, lekas sembuh lah nak. Kasih papahmu nak beliau sangat menghawatirkan keadaan mu sayang. ucap wanita itu lagi sambil menghapus air mata Javanka.


" Ma.... mami...... panggil Javanka lirih.


" Iya sayang, aku mami mu. jawaban tersenyum manis lalu menciumi wajah Javanka.


" Mami..... go anywhere ? Avan really misses mami. ucap Javanka lalu menangis dengan sangat keras.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2