
Tidak, aku tidak mau jadi gelandangan. Aku tidak mau sampai di ejek oleh teman-teman arisan ku, tidak aku tidak mau kehilangan semua yang aku miliki sekarang.
Susah payah aku mendapatkan semua ini, aku tidak mau kehilangan rumah dan posisi ku di perusahaan, tidak mau.
Pikir pak Sunjaya dan Susi, yang tidak mau kehilangan apapun yang mereka miliki sekarang.
" Tuan saya mohon jangan lakukan hal itu, bagaimana nasib keluarga saya nanti. Jika saya kehilangan pekerjaan saya tuan, saya benar-benar mohon maaf. ucap pak Sanjaya memohon pada Aldo.
" Hah, jika aku memberimu perintah pada mu sekarang apakah kau mau membersihkan sepatu ku sampai bersih dengan lidah mu? tanya Aldo dengan menyeringai jahat.
Mendengar ucapan pria yang ada di hadapannya, sontak pak Sanjaya pun mematung.
" Sudahlah kalian hanya membuang-buang waktu ku saja, aku minta besok lusa kalian sudah angkat kaki dari rumah ini. Mobil dan semua pasilitas kantor akan di tarik, dan kau juga di pecat. ucap sekertaris Aldo lalu langsung berdiri dan berjalan meninggalkan rumah sisi.
Mendengar ucapan sekertaris Aldo seketika pak Sanjaya pun langsung syok, pria itu tidak menyangka jika hal seperti ini akan terjadi padanya dan keluarga nya.
Sementara susi langsung jatuh pingsan begitu mendengar ucapan sekertaris Aldo, sisi hanya bisa menangis takut jadi gelandangan.
Sedangkan Miss isyka di pecat dari sekolahan itu, dan juga mendapatkan surat yang membuat dirinya akan kesulitan mendapat pekerjaan.
Di tempat yang berbeda Alex masih dengan setia menunggu di depan pintu ruangan putrinya, pria itu tidak pernah beranjak dari tempatnya.
Caca, Aldo dan David sudah berusaha membujuk Alex untuk istirahat. Namun pria itu kekeh dengan pendiriannya, dia telah ingin menemani putrinya yang terbaring tak sadarkan diri di dalam ruangan itu.
Entah kenapa Alex begitu cemas dengan kondisi putrinya saat ini, ada rasa takut yang menyelimuti hati dan pikiran nya. Rasa takut itu sampai mengalahkan rasa lelah dan kantuknya.
__ADS_1
Sudah hampir dua Minggu Javanka koma, gadis kecil masih saja betah memejamkan matanya. Sementara papahnya sudah seperti mayat hidup yang selalu menunggunya.
Sesekali Caca menyuntikan obat tidur pada Alex dan memasukkan infus pada nya, agar Alex bisa beristirahat sejenak. Namun setelah bangun dia akan langsung berjalan menuju ruangan putrinya, dia akan terus berdiri tanpa melakukan hal apapun.
Semua orang akan menangis diam-diam, kala melihat Javanka dan juga Alex. Pak Rudi selaku kepala pelayan di Mansion, hanya bisa diam saja dan dengan setia menemani tuan mudanya.
" Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. ucap Caca yang merasa frustasi dengan kondisi Javanka dan di tambah Alex.
David hanya diam-diam menangis telungkup memeluk lututnya, dia benar-benar merasa terpukul saat mendengar kabar Javanka yang tiba-tiba ini. Di tambah Alex yang seperti itu.
Sementara sekretaris Aldo akan mondar-mandir ke rumah sakit dan ke perusahaan tanpa rasa lelah sedikit pun, terkadang pria tangguh itu diam-diam menangis merasa bersalah atas apa yang menimpa tuan muda dan nonanya.
" Perkiraan Javanka akan koma dalam waktu yang panjang, akibat tekanan mental dan fisik nya. ucap Caca lagi bergumam, namun semua orang yang ada di situ dapat mendengar nya dengan jelas.
" Caca, apakah Alex benar-benar tidak boleh masuk ke dalam ruangan itu? tanya David yang khawatir dengan kondisi Alex.
" Sebenarnya itu sangat dilarang, kecuali kita dapat izin dari dokter. jawab Caca sambil menatap ke arah Alex berada.
" Coba kau minta izin pada dokter yang menangani Javanka, agar Alex bisa masuk dan menemani Javanka di dalam. ucap David menyuruh Caca berbicara dengan dokternya Javanka.
" Bukan aku tak mau berbicara dengan rekan ku, tapi masalahnya jika Alex masuk dia akan langsung memeluk putrinya dan menangis sejadi-jadinya. ucap Caca sambil membayangi kejadian beberapa waktu lalu.
" Biar aku yang berbicara pada Alex, agar dia tidak melakukan hal ceroboh itu. Aku benar-benar khawatir dengan kondisi nya sekarang, siapa tahu dengan bertemunya dia dengan putrinya dia akan kembali semangat menjalani hidup. ucap David berharap apa yang dia pikirkan akan terwujud.
" Hemmmmmm........... baiklah aku ku coba. jawab Caca akhirnya menyetujui usulan David, dia pun bergegas pergi ke ruangan dokter yang bertugas menjaga Javanka.
__ADS_1
" Lex, kau dengar aku kan? tanya David berdiri di samping Alex.
" Jika kau mendengar nya, tolong dengarkan ini baik-baik. Caca sedang berbicara dengan dokter, agar mengizinkan mu masuk ke dalam, tapi kau harus berjanji jangan melakukan hal yang membahayakan untuk Javanka, kau cukup diam dan menemaninya. kata David pada Alex memberi tahu pria itu.
Mendengar ucapan David, Alex pun langsung beraksi. Dia langsung mengangguk seperti anak kecil, melihat Alex yang respon ucapan nya, David pun tersenyum senang.
Tak berselang lama Caca pun datang dengan rekannya, lalu sang dokter pun membawa Alex untuk berganti pakaian khusus agar bisa masuk ke dalam ruangan Javanka.
" Kau sudah mengatakan nya? tanya Caca pada David.
" Sudah, dan dia merespon nya dengan baik. jawab David dengan senang.
" Sepertinya apa yang di katakan oleh mu, benar adanya, lihatlah dia tampak begitu hidup kala masuk ke dalam ruangan itu. ucap Caca yang melihat Alex masuk ke dalam ruangan Javanka dengan wajah yang begitu bahagia.
Pria itu pun langsung duduk di samping putrinya sambil menggenggam tangan putrinya, bulir-bulir air matanya mengalir begitu saja. Tak ada lagi sosok Alex yang angkuh dan menyeramkan, kini yang ada hanya pria menyedihkan dan sangat rapuh yang sedang menangis.
Caca, David dan juga pak Rudi yang melihat itu hanya bisa menundukkan kepalanya dengan sedih, mereka semua berharap dan berdoa agar badai yang sedang menerjang keluarga kecil itu cepat berlalu.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1