
Setelah memastikan kepergian pak Rudi si kepala pelayan, manajer itu langsung masuk ke dalam ruangan pemantauan guna melihat apa yang sebenarnya terjadi pada karyawannya dan pak Rudi.
Kala video di putar itu di putar betapa terkejutnya dia beberapa karyawan yang mengetahui hal itu pun hanya terdiam, sementara si manajer membeku untuk sesaat.
" pak saya mohon, jangan pecat saya? ucap si karyawan itu memohon pada sang manajer.
" Apa yang kamu lakukan ini memang pantas kamu dapat, aku tidak akan mempertahankan karyawan yang tidak bisa menghargai siapa pun. kata si manajer dengan tegas.
" Tapi pak, tolong saya. Saya mohon pak, jangan pecat saya karena kesalahan paham yang sepele ini. kata nya dengan arogan masih tidak merasa dirinya bersalah.
" Kau bilang sepele, apakah kau tahu siapa orang yang sudah kau singgung itu? tanya si manajer yang sudah mulai marah.
Si karyawan hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
" Beliau adalah kepala pelayan dari Mansion tuan muda Alex Mahendra si pemilik mall ini, kau tahu karena kesalahan yang kau buat hampir saja tokoku ini akan di tendang dari mall ini. kata si manajer dengan sangat marah pada karyawannya.
" Mulai hari ini kamu saya pecat, jangan pergi datang lagi ke sini. kata si manajer lagi pada karyawan nya itu.
Sementara si karyawan hanya berdiri membeku, dia tidak percaya kalau dia akan di pecat begitu saja.
Di sisi lain Javanka yang sudah sampai di Mansion pun langsung meminta tolong pada beberapa penjaga laki-laki untuk membuat barang belanjaannya ke ruang tengah.
Gadis cantik itu pun langsung duduk dan meminum air putih yang sudah di bawah oleh pak Rudi, dengan nafas yang tidak beraturan dia menghabiskan air itu.
__ADS_1
Sejujurnya selama dia di mall, Javanka tidak berani minum minuman atau makan makanan sembarangan walaupun itu dari restoran. Karena dia selalu di ajari oleh papahnya seperti itu.
" Jangan minum dan makan sembarang sayang, kecuali atas izin dari papah. begitu lah kira-kira perkataan Alex yang selalu Javanka ingat dan tertanam di dalam hatinya.
Gadis cantik itu pun meminta semua pelayan, penjaga, pengawal dan semua orang yang bekerja di Mansion itu untuk berkumpul di ruangan itu. Sambil menunggu gadis kecil itu melahap buah yang sudah ada karena memang dia sudah lapar.
Para pelayan, pengawal, penjaga dan semua orang yang bekerja pun akhirnya berkumpul sesuai keinginan nonanya. Walaupun merasa bingung mereka tetap mengikuti keinginan nonanya.
" Cemua-cemua udah hadil. kata Javanka sambil mengunyah buah yang ada di dalam mulutnya.
" Sudah nona. jawab pak Rudi dengan sopan.
" Oke, kalau gicu cemuanya bawis. Avan anggil satu-satu yah telus anti maju. kata Javanka menginstruksi.
Semua orang pun patuh berbaris dengan rapih tanpa banyak bertanya, lalu Javanka pun mulai memanggil satu persatu para pekerjanya dan dia memberikan dua paper bag yang besar dan kecil pada setiap orang.
" Cemua-cemua udah dapet? tanya Javanka pada semua orang, gadis kecil itu ingin memastikan jika tidak ada seorang pun yang tidak kebagian.
" Sudah nona. jawab mereka serentak.
" Tapi ini apa nona? tanya salah satu dari mereka.
" Itu surprise untuk cemuanya dari Avan. jawab Javanka sambil tersenyum manis.
__ADS_1
" Apa! semua orang pun terkejut dan senang mendengarnya.
" Buka di tempat macing-macing yah, cemoga belmanfaat. Tewus jangan bilang papah oke. kata Javanka dengan gaya menggemaskan sambil mengedipkan matanya dan menaruh jari telunjuknya di bibirnya.
Semua orang pun hanya bisa tersenyum senang dan mengatakan terima pada nonanya, lalu satu persatu dari mereka pun pergi ke masing-masing tempat mereka.
Kini tinggal Javanka pengasuh dan juga pak Rudi lalu Javanka pun memberikan paper bag yang berbeda untuk pak Rudi dan juga pengasuhnya.
" Ini buat bapak, yang ini mba Nani. ucap Javanka memberikan pada pak Rudi dan juga pengasuhnya sambil tersenyum manis.
" Terima kasih nona. ucap si pengasuh, lalu pergi karena Javanka meminta untuk beristirahat.
Sementara pak Rudi dengan perasaan tidak enak pun menerimanya karena paksaan dari nonanya itu, setelah itu Javanka pun makan siang lalu mengganti baju dan tidur siang.
Semua yang di lakukan Javanka terpantau oleh sekertaris Aldo, tidak ada celah sedikitpun yang pria itu lewatkan termasuk kejadian yang ada di mall.
Kini Alex dan juga sekertaris Aldo sudah ada di perjalanan kembali ke Mansion, karena Alex sudah berjanji pada putrinya jika dirinya akan kembali lebih awal.
Alex tidak tahu sama sekali jika hari ini putrinya pergi dari Mansion dan berbelanja di mall, karena sekertaris nya merahasiakan hal itu darinya.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐