
Setelah mendengar ucapan sekertaris nya, dengan semangat Alex menyelesaikan pekerjaannya. Selama ada secercah harapan untuk mengembalikan putrinya, dia akan melakukan apapun termasuk mengorbankan nyawa sendiri begitulah prinsip Alex.
Setelah memastikan semuanya pekerjaan dan semua berkas dia cek serta tanda tangan, Alex langsung ke luar dari ruangan nya.
Dua resepsionis yang ada di depan ruangan Alex pun dengan gelagapan langsung berdiri tegak kala melihat bos mereka ke luar ruangan.
Mereka menundukkan kepalanya tak berani melihat atau menatap langsung bosnya itu, Alex dengan gaya angkuhnya melenggang melewati pegawai nya menuju lift.
Pria itu pun menelepon sekertaris nya untuk ikut serta, sekertaris Aldo yang sudah memprediksi semuanya pun bergegas keluar dari ruangan nya.
Begitu Aldo keluar dia sudah melihat tuan mudanya berdiri di depan lift, dia pun bergegas menghampiri tuan mudanya.
Tanpa banyak bicara mereka turun menuju lobby utama dimana supir pribadi Alex sudah menunggu keduanya, dengan sigap Aldo membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya.
Alex pun masuk, lalu sekertaris Aldo pun ikut masuk. Namun dia duduk di samping kursi si sopir.
" Do kau duduklah di kursi belakang bersama ku, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. kata Alex sambil menatap ke arah luar jendela.
" Biak tuan muda. tanpa banyak bicara sekertaris Aldo pun mengikuti keinginan tuan mudanya, dia langsung pindah tempat duduk.
" Jalan pak. ucap Alex pada sang supir, setelah sekertaris nya masuk.
Sang supir pun mengangguk mengerti, dan mobil pun melaju meninggalkan kantor pusat milik Alex.
__ADS_1
" Saya sudah membuat janji dengan dokter Caca dan tuan David hari ini jam 19:00 di restoran xx untuk membicarakan tentang nona. ucap sekertaris Aldo yang melapor pada tuan mudanya.
" Baiklah, lakukan semua nya. Sepertinya apa yang kau rencanakan Do. jawab Alex dengan tenang sambil masih menatap ke arah luar jendela.
" Baik tuan. jawab sekertaris Aldo.
Sebelum menuju tempat pertemuannya dengan Caca, Alex dan juga sekertaris Aldo harus rapat terlebih dahulu.
Keduanya pun menuju tempat rapat untuk bertemu dengan para pemimpin yang mengelola anak-anak perusahaan milik Alex.
Sementara di Mansion yang indah dan mewah tanpa celah dan tanpa kekurangan apapun di dalamnya, duduk lah seorang gadis kecil di depan sebuah kolam ikan.
Gadis kecil itu hanya diam saja sambil memasukkan kedua kakinya ke dalam kolam ikan itu, sesekali dia melemparkan makanan ikan ke sembarang.
" Baiklah. jawab Javanka sambil tersenyum manis, dengan perlahan dia berdiri lalu berjalan sambil memegang tongkatnya.
Semenjak Javanka pulang gadis itu akan selalu mandi di kamar tamu yang ada di lantai bawah, agar mempermudah Javanka kecuali sang papah ada di rumah maka Alex akan membantu putrinya mandi di kamar pribadinya.
Javanka hanya diam saja selama pengasuhnya memandikan dirinya, mba Nani selalu mengajak putri tuannya berbicara dan melemparkan lelucon.
Namun masih saja tidak berhasil, Javanka hanya tersenyum kecil dan menjawab dengan singkat lalu dia kembali terdiam.
Sampai akhirnya gadis kecil pun selesai mandi dan berpakaian.
__ADS_1
" Nona mari saya antar ke meja makan. ucap sang pengasuh mengajak Javanka ke ruang makan.
" Avan not feeling hungry mba Nani, Avan bobo mau. ucap Javanka menolak dengan lembut, gadis kecil malah malah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Hemmm....... bagaimana jika nona makan terlebih dahulu, seperti itu nona boleh tidur deh. jawab mba Nani memberi saran dan merayu nonanya agar mau makan malam.
" No mba Nani. jawab Javanka sedikit merengek.
" Ya sudah, lebih baik mba bawa makanannya ke sini lalu mba suapi nona makan yah. masih berusaha membujuk nonanya.
Javanka masih saja menggelengkan kepalanya, masih kekeh dengan pendiriannya.
Mba Nani pun akhirnya menyerah juga.
" Baiklah, jika nona nanti merasa lapar tolong langsung beri tahu saya yah. ucap mba Nani lalu berjalan keluar kamar.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya mengerti, lalu dia pun menggulung tubuh mungilnya dengan selimut.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐