
Walaupun tidak mengerti apa yang putrinya inginkan Alex tetap mendorong kursi roda dan membawa putrinya keluar sesuai keinginan putrinya, namun langkah terhenti kala melihat pintu di buka.
" Selamat pagi My princess, bagaimana tidur mu nyenyak tidak. ucap Caca dengan riang yang baru saja masuk ke dalam ruangan Avan. " Mau dibawa kemana My princess? tanya Caca dengan galak pada Alex kala melihat Avan sudah duduk di kursi roda.
" Sepertinya dia bosan berada di dalam ruangan terus menerus, aku ingin mengajaknya berjalan-jalan ke luar. jawab Alex dengan santai dan bersiap akan mendorong kursi roda dan tiang infus.
" Biar ku periksa My princess terlebih dulu, baru setelahnya kau boleh mengajaknya ke luar. ucap Caca lalu berjalan menghampiri Javanka, Alex pun mempersilahkan untuk sahabatnya mengecek kondisi putrinya itu.
Caca pun memeriksa keadaan Javanka dengan sangat teliti, tak lupa dia juga mengecek ingusannya berjalan lancar atau tidak. Setelah itu dia memindahkan ingusannya ke tiang yang bisa menempel di kursi roda, agar bisa memudahkan Alex.
" Selesai, semuanya bagus dan normal. kata Caca setelah menyelesaikan pemeriksaannya.
Tanpa berkata-kata Alex pun membawa putrinya keluar dari ruang rawat, dia terus mendorong kursi roda itu sambil mengajak ngobrol putri tercintanya sedangkan dokter Caca mengikuti keduanya dari belakang sambil mendengarkan semua yang di ucapkan Alex pada putrinya.
Karena merasa ada yang mengikuti di tambah seperti di perhatikan Alex pun membuang pandangannya ke arah belakang, melihat Caca yang ada di belakangnya dan cengengesan melihat dirinya Alex pun hanya bisa mengumpat dalam hati.
Melihat sahabatnya yang menatapnya dengan sinis Caca pun berjalan mensejajarkan diri dengan Alex lalu dia pun merangkul sahabatnya itu.
" Di pagi hari yang cerah ini mengapa kau memasang wajah kecut seperti itu, cepat singkirkan wajah jelek mu itu, sangat menganggu hariku saja. kata Caca pada Alex, padahal Caca tahu alasannya mengapa Alex memang wajah seperti itu, yang tak lain karena dirinya yang mengikuti Alex.
__ADS_1
Alex hanya mendengus kesel, dia pun kembali melanjutkan langkahnya. Dia tak mau hari yang indah bersama putrinya hancur karena kesal dengan Caca. Jadi dia memilih untuk mengabaikan sahabatnya itu, Caca pun terus membuntuti Alex dan putrinya itu.
Setibanya di kantin, tanpa rasa malu sedikit pun Caca memesan makanan yang dia inginkan. Alex hanya menatap tajam ke arahnya Caca sambil sedikit bergumam memaki Caca.
Tak berselang lama makanan yang mereka pesan pun datang, dengan semangat Caca pun bergegas mengambil sendok dan garpu.
" Sayang papah bantu suapi yah? tanya Alex pada putrinya, dia khawatir jika putrinya kesulitan.
Avan hanya diam saja, melihat putrinya diam saja Alex pun mengambil alih piring yang berisi makanan putrinya itu. Namun tiba-tiba Avan mengambil kembali.
" Sudah biarkan saja, mungkin Avan ingin makan sendiri Lex. Kau makan lah makanan mu saja. ucap David yang baru saja datang.
" Kalau dia tidak bisa dia pasti akan meminta bantuan padamu. jawab David lalu duduk di sebelah Caca.
Avan pun mulai meraba-raba piring lalu dia pun memegang roti bakar pisang coklat kesukaan itu, perlahan-lahan roti itu pun masuk ke dalam mulutnya.
" Hemmmm....... seperti makanan pakai tangan pun tidak masalah, melihat My sweet heart makanan dengan lahap uncle jadi ingin sarapan juga. celetuk David memecah ketegangan diantara Alex dan Caca yang terus memperhatikan gadis kecil itu.
Mendengar ucapan David Javanka pun menyodorkan piringnya yang masih terisi setengah roti bakar.
__ADS_1
" Serius ini buat uncle? memang kamu kenyang dengan makan setengah roti. ucap David lagi sambil menarik piring yang di sodorkan oleh Avan, namun dengan cepat Alex memukul tangan itu.
" Itu milik putriku, jangan kau ambil. ucap Alex dengan ketusnya sambil memasang wajah sinis nya.
" Aduh sakit Lex, kalau kau tidak mengijinkan kau cukup katakan saja padaku jangan kau pukul tanganku. kata David yang tidak terima dengan perlakuan sahabat nya itu.
Alex pun tak menjawab dia malah mulai memakan makanannya sambil terus mengawasi putrinya, melihat Pei yang ada di hadapannya David pun mengambil dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
" Itukan makananku kenapa kau yang memakainya. pekik Caca yang baru menyadari jika pesanannya di makan oleh David.
" Kau jangan makan terlalu banyak, itu tidak sehat. jawab David dengan santai sambil terus makan.
Akhirnya mereka berempat pun sarapan bersama, sesekali mereka mengobrol menanyakan dan berbicara tentang pekerjaan masing-masing.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐