Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 32


__ADS_3

Javanka dan Sam pun akhirnya bermain sepeda bersama-sama, walaupun wajah Javanka tampak murung tapi gadis kecil itu tetap bermain.


" Nona boleh kah aku bertanya? tanya Sam pada Javanka yang sedang duduk di atas sepeda nya.


Javanka hanya mengangguk.


" Apakah nona tidak senang berteman dengan saya atau ada hal lain yang nona tidak di sukai oleh nona dari diri ku? tanya Sam berterus terang tentang perasaannya yang mengganjal di hati nya.


Javanka sempat terdiam sejenak sebelum dia menjawab pertanyaan dari Sam, gadis kecil itu terlihat membuang nafas nya secara kasar.


" Avan it's not that he doesn't like Sam and there's nothing that makes Avan not like Sam, but Avan has his own difficulties in meeting new people. jawab Javanka lembut tanpa ekspresi dan memandang arah lain.


" I'm sorry Avan if Avan's attitude makes Sam feel uncomfortable, Avan will try harder to get used to it. kata gadis kecil itu lagi lalu menatap ke arah Sam dan tersenyum manis.


" Tidak perlu sampai minta maaf nona, seharusnya aku yang lebih mengerti keadaan nona dan harus nya aku tidak terlalu memaksakan nona. ucap Sam sambil tersenyum pada nona nya.


" Maafkan aku yah nona? sebelumnya aku terlalu memaksa nona. Tapi boleh kah untuk sekarang dan seterusnya aku menjadi teman nona? bertanya dengan serius sambil berdiri di hadapan Javanka.


Javanka mengangguk dan tersenyum manis.

__ADS_1


" Mari berteman nona, mulai sekarang kita teman. kata Sam sambil mengulurkan jari kelingkingnya ke hadapan Javanka di iringi senyuman yang menghiasi wajah nya.


" Friend. jawab Javanka membalas uluran jari Sam dan ikut tersenyum manis.


Dari situ mulai lah hubungan pertemanan antara Javanka dan Sam, Sam terus menemani nona nya bermain apa pun yang nona nya ingin mainkan.


Termasuk bermain salon-salonan yang mengharuskan dirinya menjadi bahan untuk di makeup oleh nona nya, awal nya Sam sempat menolak namun karena bujukan dari nona nya, akhirnya dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain hanya bisa pasrah.


" Kek, kemana perginya nona? tanya Sam pada sang kakek, sedari tadi setelah makan malam Javanka tidak terlihat sama sekali batang hidungnya.


" Nona sudah masuk kedalam kamar nya. menjawab dengan acuh tak acuh sambil menginstruksikan pelayan nya untuk merapikan meja makan.


" Oh begitu rupa nya. ucap Sam sambil manggut-manggut mengerti.


Sam pun berinisiatif untuk mengecek keadaan nona nya di kamar nya, tanpa mengatakan apapun pada sang kakek terlebih dulu.


Tok....tok....tok..... " Nona ini saya Sam, apakah nona ada di dalam? apakah saya boleh masuk nona? mengetuk pintu dengan tidak sabar dan bertanya dengan suara yang cukup keras.


" Nona, apakah nona sudah tidur? bertanya lagi karena tidak mendengar jawaban dari dalam kamar.

__ADS_1


" Sam apa yang kamu lakukan di sini? tanya pak Rudi yang sudah berada di belakang Sam.


" Eeehhhh..... kakek mengangetkan ku saja. memegang jantung nya karena terkejut.


" Apa yang kamu lakukan di sini? masih bertanya tentang pertanyaan yang sama.


" Aku hanya ingin memastikan keadaan nona saja kek, entah kenapa aku sedikit khawatir saja pada nona. jawab Sam jujur dengan rasa kekhawatiran nya.


Pak Rudi sempat mengerenyitkan dahinya, namun akhirnya beliau pun membuka pintu kamar nona nya. Karena sedari tadi sudah di ketuk namun tidak ada jawaban dari dalam.


Terlihat Javanka si gadis kecil itu sedang tertidur pulas di tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuh mungil nya, Tapi entah kenapa tubuhnya seperti menggigil dan keringat pun membanjiri seluruh kening nya.


Dan samar-samar terdengar gumaman-gumaman kecil yang keluar dari mulut nya.


" Kek, sepertinya nona sakit. kata Sam sambil menatap wajah pucat nona nya.


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2