
" Apa yang terjadi pada putriku Ca? tanya Alex dengan panik sambil mengecek kondisi javanka.
" Dia mengalami hipotermia ringan akibat suhu tubuh yang tidak normal. jawab Caca sambil mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
" Pak, tolong nyalakan AC nya, semakin dingin semakin baik. Tolong minta pelayan untuk mengambilkan air dingin untuk mengompres dan jangan lupa tolong ambilkan handuk kecil bersih, satu lagi pak tolong ambilkan air minuman yang mengandung elektrolit. ucap Caca pada pak Rudi dengan sopan namun wajahnya tampak serius.
" Baik tuan. jawab pak Rudi lalu dengan cepat melakukan semua hal yang di perintahkan oleh Caca.
Lalu Caca pun beralih pada javanka, gadis remaja itu tampak seperti orang setengah sadar namun matanya seperti akan terpejam.
" Minggir Lex, aku harus membuat dia tetap bangun. ucap Caca menyuruh Alex untuk bangun.
" Lalu apa yang harus aku lakukan? tanya Alex frustasi dia apa yang harus dia lakukan untuk putrinya.
" Ajak lah dia mengobrol, jika matanya mulai terpejam tepuk pelan pipinya dengan handuk basah tadi. jawab Caca sambil memeriksa kondisi javanka dengan stetoskop.
Alex pun melakukan hal yang di katakan oleh Caca, setelah pemeriksaan Caca pun tiba-tiba membuka selimut yang menutupi tubuh mungil javanka.
" Apa yang kau lakukan pada putriku? tanya Alex dengan marah atas apa yang di lakukan oleh Caca.
" Diam lagi Lex, aku melakukan ini agar suhu tubuh Avan membaik. jawab Caca dengan serius sambil membetulkan piyama tidur javanka.
" Singkirkan tanganmu, biar aku yang melakukannya. ucap Alex dengan marah sambil menatap tajam ke arah Caca.
Caca hanya bisa narik nafasnya panjang, dia berusaha untuk tetap sabar dalam menghadapi Alex. Lalu dengan sabar Caca pun memberikan instruksi kepada Alex.
Pak Rudi pun datang dengan Bebe pelayan sambil membawa apa yang di inginkan oleh Caca, di ikuti oleh sekertaris Aldo dan David yang ikut masuk ke dalam kamar, mereka merasa bingung mengapa para pelayan begitu sibuk mondar-mandir.
" Avan kenapa Lex? tanya David dengan cemas.
" Demam. jawab Alex pendek.
" Sudah kau periksa kondisinya Ca? tanya David lagi yang kini di tunjukkan pada Caca.
" Sudah, demamnya juga sudah mulai turun kok. jawab Caca sambil mengelap keringatnya.
" Syukurlah kalau gitu. jawab David yang bernafas lega, sementara Aldo hanya membuang pandangannya kala melihat nonanya terbaring dengan mengenakan piyama tanpa di tutupin oleh selimut.
Alex pun dengan perlahan membantu javanka untuk meminum, dengan lunglai javanka pun meminum minuman yang di berikan oleh sang papah.
" Sudah papah. ucap javanka pelan kala Alex hendak memberi kembali minuman pada dirinya.
" Sedikit lagi saja. ucap Alex dengan lembut meminta putrinya untuk meminum kembali minuman nya.
Dengan pasrah javanka pun meminum kembali minuman itu, lalu setelahnya javanka pun mulai melihat ke arah sekelilingnya.
" Gimana sayang, apakah masih ada yang terasa tidak nyaman? tanya Alex masih merasa cemas.
__ADS_1
" Sudah tidak apa-apa papah. jawab javanka pelan sambil tersenyum simpul.
" Kamu mau apa? bilang sama papah? tanya Alex lagi pada putrinya.
Javanka hanya menggelengkan kepalanya.
" Uncle David. panggil javanka yang baru sadar dengan kehadiran David.
" Iya sayang. jawab David sambil berjalan menghampiri javanka.
" Kapan dateng uncle? tanya javanka masih dengan suara lemah, Javanka tidak tahu kapan David datang.
" Uncle tadi sore datang ke kantor papah mu, pas banget saat itu kamu sedang tidur. jawab David jujur sambil tersenyum dan mengelus kepala javanka.
Javanka pun mengangguk mengerti, lalu dia juga menanyakan kabar uncle itu. Tak lupa dia juga bertanya kabar pada Caca yang sedari tadi berada di sampingnya.
Lalu setelahnya beberapa saat lamanya, Alex pun menggendong putrinya turun ke lantai bawah untuk makan malam dan meminum obat.
Sejujurnya Alex, David dan Caca sudah melarang javanka untuk makan di ruang makan. Namun javanka bersikeras untuk makan bersama di ruang makan, javanka sangat mematuhi dan mengerti aturan tatakrama dalam menjamu tamu yang berkunjung.
Selama makan malam berlangsung Caca yang baru sadar dengan pakaian yang di kenakan oleh javanka membuatnya salah tingkah, dia dan juga Aldo merasa bingung harus melihat ke arah mana.
Aku tahu jika javanka sudah tumbuh menjadi gadis remaja, tapi aku tidak tahu jika perkembangan tubuh begitu.... Ahhhhhh..... sudahlah singkirkan pikiran kotor mu itu Caca. kata Caca dalam hati kecilnya.
Lalu datang lah seorang pelayan membawakan kain untuk menutupi tubuh javanka, dengan sigap Alex membantu putrinya.
" Baiklah, tapi susunya harus di minum sampai habis yah. jawab Alex lembut sambil memberikan segelas susu hangat pada putrinya.
Lalu perlahan-lahan javanka pun meminumnya, sementara yang lainnya masih menghabiskan makanannya.
" Sayang. panggil Alex pada putrinya, setelah dia selesai menghabiskan makanannya.
" Iya pah. jawab javanka sambil menatap wajah papah nya.
" Hmmmmmmmm........ cukup lama Alex diam dengan memperhatikan wajah cantik putrinya.
" Ada apa pah? tanya javanka lalu mengulurkan tangannya memegang tangan sang papah.
" Papah bingung harus bagaimana mengatakannya padamu. ucap Alex yang sebenarnya tidak tega mengatakan bahwa dirinya harus pergi meninggalkan putrinya yang sedang sakit.
" Papah mau pergi yah? tanya javanka yang seakan sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh papahnya.
" Bagaimana kamu tahu? tanya balik Alex yang terkejut.
" Apa papah lupa jika papah meminta lukisan ku untuk di pajang di kantor cabang yang belum di resmikan. ucap javanka yang menginginkan papahnya.
Alex pun menepuk jidatnya baru menyadari jika kala itu dia sudah mengatakan pada putrinya prihal kepergian nya.
__ADS_1
" Tapi sayang papah perginya cukup lama lho. kata Alex dengan serius.
" Memangnya berapa lama? tanya javanka dengan tenang.
" Kurang lebih dua Minggu. jawab Alex.
Javanka pun mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Kalau begitu pergi lah pah, selesaikan tanggung jawab papah. Agar papah bisa cepat kembali, aku di sini akan baik-baik saja kok. ucap javanka pada sang papah sambil tersenyum manis.
" Sebenarnya papah tidak ingin meninggalkanmu yang sedang sakit seperti ini, tapi papah benar-benar tidak bisa merubah jadwalnya. ucap Alex yang merasa bersalah terhadap putrinya.
" Tidak apa-apa papah, aku pasti akan baik-baik saja setelah beristirahat. jawab javanka berusaha menyakinkan papahnya.
" Baiklah papah percaya padamu, tapi ingat kamu harus selalu ingat makan teratur dan tidur harus tepat waktu oke. kata Alex lagi memperingati putrinya untuk menjaga kesehatannya.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis lalu memeluk papah nya.
" Papah juga yah, jangan terlalu memaksakan diri. Kalau sudah lelah istirahat makan dan tidur papah pun harus tatap teratur juga kalau papah sakit Avan sedih nanti. ucap javanka dengan manja memperingati papahnya untuk tidak terlalu gila dalam bekerja.
" Iya sayang, nanti selama papah tidak ada uncle David akan tinggal di sini untuk menemani dan menjaga kamu. kata Alex memberi tahu putrinya.
" Baik papah. javanka dengan patuh.
Lalu Alex pun mengajak putrinya untuk tidur, sementara Aldo, David dan juga Caca memilih untuk bermain game di ruang tengah.
Singkat waktu pada pukul 3 pagi Alex sudah terbangun dia sedang bersiap-siap, javanka yang mendengar suara yang sedikit berisik pun terbangun dari tidurnya.
" Papah. panggil javanka dengan suara serak khas bangun tidur.
" Kamu terbangun karena papah berisik yah? maaf yah sayang. ucap Alex lalu menghampiri putrinya.
Javanka pun mengambil air minum lalu meminumnya, Alex hanya duduk di samping javanka sambil mengelus lembut rambut javanka.
" Bobo lagi yah, masih pagi soalnya. kata Alex pada putrinya sambil mengambil gelas yang di pegang oleh putrinya.
" Gak, Avan mau antar papah sampai pintu depan. jawab javanka sambil mengucak matanya.
" Hammmmmm....... baiklah, tapi setelah papah berangkat kamu langsung bobo lagi yah. ucap Alex sambil memegang tangan putrinya yang sedang mengucak mata.
Javanka hanya mengangguk, lalu Alex pun membawa putrinya keluar dari kamar dan turun menuju lantai bawah yang ternyata sudah ada sekertaris Aldo, David, pak Rudi dan beberapa pelayan yang sudah bangun.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐💐