Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 68


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian, Javanka berlari ke arah kamar papahnya.


" Nona apakah nona tidak ingin makan siang terlebih dulu? atau makan siangnya saya antar kan saja ke kamar tuan bagaimana? tanya mba Nani dia sedikit khawatir karena nona nya belum makan siang, walaupun waktu makan siang sudah lewat sangat jauh.


" no, mba Nani Avan doesn't want to eat. jawab Javanka menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.


Mendengar jawaban nona nya, mba Nani pun tidak bisa berbuat banyak dan berkata-kata dia hanya mengantarkan nona nya ke kamar tuan besar.


" Mba Nani, thank you. ucap Javanka sambil tersenyum manis sebelum dia menghilang di balik pintu.


Mba Nani hanya tersenyum simpul dan mengangguk.


Setelah masuk ke dalam kamar papah nya, gadis kecil itu pun mencari keberadaan papah mendengar suara seseorang yang ada di dalam kamar mandi bisa di pastikan papah nya masih ada di dalam sana.


Sambil menunggu papah nya selesai mandi, Javanka pun naik ke atas tempat tidur lalu dia tidur di sana.


Setelah beberapa saat lamanya entah karena terlalu lama menunggu papah nya atau karena dia terlalu lelah bermain, gadis kecil itu sudah memejamkan matanya.

__ADS_1


Alex yang baru keluar dari ruangan pakaian pun sedikit terkejut kala melihat putrinya sudah ada di dalam kamar nya, yang membuat dia merasa heran kenapa putrinya bisa tertidur pulas secepat itu.


Alex pun berjalan menghampiri putrinya, lalu dia pun menyelimuti tubuh mungil putrinya tak lupa dia juga menyalahkan penghangat ruangan.


" Aduhhhh..... sayang nya papah pasti capek yah, selamat bobo yah sayang semoga kamu mimpi indah. ucap Alex sambil mencium puncak kepala putrinya.


Sepertinya akan lebih baik aku menyelesaikan semua pekerjaan ku yang tertunduk, sebelum aku pergi berlibur bersama dengan putriku.


Karena merasa tidak mengantuk, Alex pun keluar dari kamar nya setelah menata beberapa bantal di sekeliling putrinya seperti pembatas agar putrinya tidak terjatuh.


Tapi tetap saja pekerjaan nya terus saja berdatangan silih berganti, walaupun sudah di bantu oleh sekertaris Aldo untuk mengerjakan sebagian pekerjaan nya.


" Kau masih di sini rupanya? ucap Alex yang baru masuk kedalam ruang bacanya, kala melihat sekertaris nya masih dengan asyik bergulat dengan pekerjaannya.


" Iya tuan, mau bagaimana lagi sebenarnya saja juga ingin istirahat seperti seseorang tapi karena saya tidak memiliki pilihan lain mau tidak mau saya harus melakukan nya. jawab sekertaris Aldo panjang lebar dengan dimuati sindiran yang halus untuk atasannya.


" Ohhhh.... jadi kau melakukan ini dengan perasaan terpaksa begitu? tanya Alex yang sudah duduk di kursi kebesarannya, Alex merasa tersinggung dengan apa yang di katakan oleh sekertaris nya.

__ADS_1


" Tidak juga tuan, mau bagaimana pun ini memang sudah menjadi tugas saya. jawab sekertaris Aldo melanjutkan kembali pekerjaan nya, dia tidak ingin beradu argumen dengan atasannya karena dia tidak ingin membuang-buang energi nya sia-sia.


" Bagus lah kalau kau mengetahui posisi mu, lagi pula aku tidak mungkin berdiam diri saja selama aku libur aku tetap mengerjakan sebagian pekerjaan ku kok. kata Alex dengan jujur sambil menunjukkan beberapa pekerjaan nya yang dia sudah kerjakan.


*Untuk apa anda menunjukkan nya pada saya tuan, itu semua sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab anda kan sebagai CEO.


jadi anda tidak usah menyombongkan diri anda seperti itu, karena itu memang sudah menjadi yang seharusnya*.


Sekertaris Aldo tidak menanggapi ucapan atasannya dia hanya menghela nafas panjang, dengan rasa kelas dia kembali mengerjakan pekerjaan nya.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2