Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 188


__ADS_3

Lalu acara pun terus berlanjut melihat-lihat sekeliling taman, para orang-orang yang mencari perhatian dan penjilat terus mengelilingi Alex.


Sementara Javanka hanya berjalan perlahan mengikuti bersama dengan sekertaris Aldo, David dan juga Caca. Gadis imut itu tampak terlihat ceria, sesekali terdengar suara tawa kecil nya karena ulah jail Caca.


" Uncle pewnah yeat cabun mandi? tanya Javanka pada ketiga pria dewasa itu.


" Pernah lah, karena dia adalah teman setia kami saat mandi. jawab Caca.


Sementara sekertaris Aldo dan David hanya mengangguk dengan wajah serius.


" Hemmmm...... bagaimana meweka mandi uncle? tanya Javanka dengan wajah polosnya.


" Bodo amat.... ucap Caca yang merasa di kerjain oleh gadis kecil.


Sementara sekertaris Aldo dan juga David hanya tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Javanka.


" Sekarang uncle tanya, di jalan kan selalu ada yang namanya polisi tidur, jadi pernyataan nya kapan itu polisi akan bangun? tanya Caca pada Javanka.


Sekertaris Aldo dan David pun tergeletak mendengar pertanyaan dari Caca, lalu mereka pun membantu Javanka.


" Anti kayo bangun cewem uncle, hi....hi...hi..... jawab Javanka sambil tertawa kecil.


David pun memberikan dua jempol pada ponakannya itu, sambil tertawa terbahak-bahak mengejek Caca yang kalah telak.


Sementara sekertaris Aldo hanya tertawa kecil mendengar jawaban nonanya.


Caca pun memajukan mulutnya tanda dia merajuk, lalu Javanka pun menghibur uncle nya yang sedang merajuk itu.


" Sudah lah sayang, biarkan saja dia. lebih baik kita makan eskrim saja, Avan mau? ucap David pada ponakan nya.

__ADS_1


" Emang Avan boyeh mamam es kwim? tanya Javanka dengan wajah serius.


" Boleh nak, asal jangan berlebihan? jawab David sambil menyentuh ujung hidung Javanka.


" Howe...... asyik..... ucap Javanka kesenangan sambil bertepuk tangan.


" Ayo. ajak David lalu menggandeng tangan mungil Javanka menuju tempat es krim.


Sementara Caca dan sekertaris Aldo mengikuti di belakangnya.


" Kau kenapa sih? masa begitu saja kau marah pada nona. ucap sekertaris Aldo pada Caca.


" Aku tidak marah pada Avan, aku hanya kesal saja mendengar suara tawa kalian berdua yang seakan-akan mengejek dan mengatai ku bodoh. jawab Caca yang kesal dengan Aldo dan David.


" Ha..... ha...... ha..... bukannya kau memang bodoh. ucap Aldo sambil tertawa keras mendengar ucapan Caca.


" Sialan kau do. maki Caca pada Aldo.


Semua masyarakat yang ada di sekitar terus memperhatikan gadis kecil yang sedang duduk itu, Javanka benar-benar berbaur dengan masyarakat umum tentunya dengan pengawasan ekstra dari sekertaris Aldo, Caca, David dan juga beberapa pengawal yang selalu mengikuti Javanka dari jarak aman.


" Bukankah gadis kecil itu putri tunggal tuan muda Alex yang tadi ada di podium. ucap salah satu masyarakat yang berada tak jauh dari Javanka.


" Iya bener, itu dia. ucap yang satu nya.


" Waaahhhhhh....... jika melihat dari sini beliau benar-benar terlihat mencolok, dari banyak nya orang di sini kita bisa dengan mudah menemukan beliau. Sahut yang lain.


" Beliau benar-benar manis, imut dan menggemaskan yah. Apa lagi saat tersenyum seperti itu. ucap yang lain kala melihat Javanka tersenyum pada David sambil menerima satu kap es krim.


Dan masih banyak lagi kata-kata masyarakat yang memuji kecantikan dari Javanka, namun mereka tidak berani mendekatinya karena melihat beberapa orang tinggal besar yang selalu berjaga di sekeliling gadis kecil itu.

__ADS_1


" thank you Uncle. ucap Javanka sambil tersenyum senang pada David.


" Iya sayang, tapi kok kamu duduk di sini sih, di sini kan kotor? kata David yang khawatir pada ponakannya.


" Enda kotoy uncle, Avan mau duduk-duduk cini aja. ucap Javanka pada pamannya.


" Baiklah kalau begitu. akhirnya David pun ikut duduk di samping Javanka.


" Coba tebak kenapa papah Avan menamai taman ini dengan danau biru? tanya David di sela-sela mereka menikmati es krim.


Javanka melihat kearah David dan mengangkat bahunya, tanda dia tidak mengetahuinya.


" Dulu di tempat ini papah bertemu dengan mendiang mami untuk pertama kalinya di sini. jawab David mengingat kembali pertemuan Alex dan sepupunya.


" Tewus napa di kacih nama biwu-biwu. tanya Javanka penasaran.


" Karena kedua bola mata mendiang mami Avan berwarna biru seperti danau ini, dan Avan pun mewarisi nya. jawab David sambil tersenyum manis dan mengelus lembut kepala Javanka.


" Kalau Avan penasaran dengan cerita selanjutnya lebih baik Avan tanyakan pada papah langsung oke. kata David lagi yang tahu jika gadis imut yang ada di hadapannya akan bertanya kembali.


Javanka pun mengangguk mengerti, sekertaris Aldo dan Caca pun ikut bergabung setelah mendapatkan es krim.


Lalu tak berselang lama Alex pun menghampiri putrinya, dia pun langsung menggendong dan mengajak pulang putrinya.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2