
Javanka membentur-benturkan kepalanya sendiri berulang kali, sambil mengucapkan kata-kata. Mamah forgive Avan because Avan mamah left.ucap Javanka berulang kali, gadis kecil itu terus menerus menyakiti dirinya sendiri sambil meneteskan air matanya.
Dengan cepat Alex mengambil putrinya lalu membawa ke lantai atas, lalu masuk ke dalam kamar pribadi nya.
Alex langsung mengikat kedua tangan dan juga kedua kakinya putrinya, agar putrinya tidak bisa pergi kemana-mana dan juga tidak akan menyakiti dirinya sendiri lagi.
Setelah itu Alex langsung mengobati luka di kepala putrinya, dengan penuh kelembutan dia mengobati nya.
" Sayang dengarkan papah, kamu tidak bersalah dalam hal ini. Ini semua adalah kuasa dan kehendak yang maha kuasa sayang. ucap Alex sambil mengobati luka putrinya.
Javanka hanya diam saja tidak berkata apa-apa, pandangan nya hanya kosong tidak tentu arah. Setelah selesai mengobati luka nya, Alex pun menggantikan baju putrinya dan mengelap-elap tubuh mungil putrinya.
Tak berselang lama dokter dan psikolog pun datang, Alex pun mempersiapkan mereka masuk untuk mengecek keadaan putrinya.
Alex hanya duduk diam di luar kamar dia tidak sanggup melihat putrinya, tubuh nya bergetar hebat seakan-akan dia tidak sanggup lagi menopang berat badan tubuh nya.
Dalam diam Alex menangis tersedu-sedu, sambil terus memanggil nama istrinya sambil meminta maaf karena tidak bisa menjaga buah hati yang di titipkan istrinya.
__ADS_1
Flash back off
Setelah kejadian Javanka sangat sensitif terhadap kata-kata mamah mungkin akan terasa asing di telinga gadis kecil itu.
Alex pun menyuruh semua pelayan nya untuk tidak menyinggung tentang seputaran masa lalu putrinya atau tentang istrinya di hadapan putri semata wayangnya.
Dan karena alasan itu pula Alex melarang putrinya untuk bergaul dengan anak seusianya, Alex sangat takut sesuatu yang dia takutkan terjadi lagi.
Akhirnya yang dia takut-takut kan pun terjadi lagi pada putrinya, sekertaris Aldo yang mendengar itu pun hanya bisa menatap sedih pada nona nya.
maafkan saya nona, saya memang harus lebih banyak belajar dan mencari tahu tentang nona,
si bunga matahari yang selalu tersenyum manis*.
Sesudah menceritakan semua kejadian yang menimpa putrinya, Alex hanya diam saja begitu pula dengan Aldo dia hanya bisa konsentrasi dengan kemudiannya.
Sesampainya di Mansion Alex langsung masuk ke dalam rumah sambil menggendong putrinya. " Do tolong kau kirimkan pesan pada dokter sikholog putriku. ucap Alex pada Aldo sebelum dia menghilang di balik pintu.
__ADS_1
" Baik tuan. jawab sekertaris Aldo sambil menundukkan kepalanya, dia langsung menghubungi dokter pribadi nona nya.
Sesampainya di kamar Alex langsung membaringkan tubuh mungil putrinya, lalu dia pun mengikat tangan dan kaki putrinya. Agar saat putrinya bangun putrinya tidak menyakiti dirinya sendiri.
Ya Tuhan.... cobaan apa lagi yang engkau berikan kepadaku, aku sudah ikhlas dengan kepergian istri tercinta ku. Tapi tolong jangan kau ambil juga putri semata wayang ku ini Tuhan.
Alex hanya bisa duduk diam di hadapan putrinya, dia hanya menatap putrinya yang sedang tertidur sambil menitikkan air mata nya.
Dengan tangan yang terus menggenggam tangan putrinya kuat-kuat.
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1