Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
bermain piano


__ADS_3

Sesampainya di rumah, javanka langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah, sedangkan Alex hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.


" mba Nani, mba Nani "


panggil javanka dengan manja pada pengasuh nya


" iya nona, nona sudah pulang "


berjalan sedikit terburu buru menghampiri javanka yang sudah duduk di meja makan.


" udah, Avan mau cuci tangan telus makan "


jawab javanka sambil berjalan ke wastafel lalu dia mencuci tangannya sendiri.


" nona mau makan siang apa hari? "


tanya Mba Nani sambil mengelap tangan javanka.


" ehmmm.... apa aja deh mba, Avan udah laper "


ucap javanka dengan manja sambil memegang perutnya.


lalu mba Nani menyimpan makanan kesukaan javanka dan meletakkan di depan nya, tak lama Alex pun berjalan menuju putri nya.


" sayang makan apa? "


" makan enak pah "

__ADS_1


" oh makan enak yah, papah mau dong "


ucap Alex sambil menggoda putrinya.


lalu javanka pun menyuapi papahnya dengan makanan nya, dan Alex pun ikut makan bersama javanka.


setelah selesai makan, javanka bergegas mengganti bajunya karena guru les pianonya sudah menunggu.


Aldo yang baru sampai di rumah atasannya langsung bergegas masuk untuk memberikan berkas dan dokumen. ketika hendak menuju ruang kerja atasannya dia mendengar suara alunan piano langkahnya pun terhenti.


siapa yah yang memainkan piano seindah ini? membuatku penasaran saja, coba lihat sebentar gapapa kali yah.


bukannya masuk kedalam ruang dia malah mencari asal suara piano itu berasal, dan akhirnya dia melihat seorang gadis kecil yang sedang memainkan piano dengan di dampingi seorang wanita dewasa yang sedang membimbing nya.


wah... ini sih hebat banget, nona muda tidak hanya baik, pintar tapi juga pandai dalam memainkan piano.


tanya seorang diri belakang.


bukannya menjawab Aldo malah menyuruh orang yang ada di belakangnya untuk diam dan dia menghiraukannya, dia malah asyik melihat javanka yang bermain piano.


" ehmmm... sudah puas kau melihatnya "


suara yang terdengar tidak asing untuk nya.


dengan cepat Aldo berbalik menghadap suara yang tak lain adalah atasan nya, yang sudah berdiri dengan memeluk kedua tangannya.


" maafkan saya tuan, saya hanya penasaran ingin melihat siapa yang bermain piano, dan ternyata nona muda. saya benar-benar minta maaf tuan "

__ADS_1


ucap Aldo sambil sedikit menunduk kepalanya.


" sudah lah, mana berkas-berkas yang aku minta bawa "


ucap Alex sambil berdiri menuju ruang kerjanya di ikuti Aldo di belakangnya dengan membawa beberapa berkas dan dokumen di tangannya.


ahh... selamat aku


setelah menyaksikan semuanya Aldo pun pamit untuk pulang, Alex hanya menganggukkan kepalanya.


sambil berjalan keluar Aldo masih saja sempat-sempatnya mencari sosok gadis cantik yang tadi bermain piano yang tidak lain adalah javanka.


terlihat javanka yang berada di teras dekat kolam renang, sedang bermain dengan pengasuh nya, dia begitu terlihat lucu dan mengembangkan ketika tertawa lepas.


nona begitu menggemaskan sekali, melihat nona yang tertawa lepas seperti itu rasa lelahku hilang entah kemana. rasanya ingin ku culik saja.


malam harinya, Alex yang baru masuk kedalam kamar, dia mencari sosok gadis kecil kesayangannya terlihat javanka sedang bermain sendiri dia pun bergegas menghampiri javanka lalu memeluknya.


" sayang, papah kangen banget sama kamu"


ucap Alex sambil terus menciumi putrinya.


" kiss no, no, no... papah "


protes javanka yang tidak mau di cium oleh papahnya.


" akhhhhh... papah kan pengen isi energi papah dengan cara menciumi putri papah ini "

__ADS_1


masih terus menciumi tanpa menghiraukan perkataan putrinya. dan akhirnya javanka pun menyerah.


__ADS_2