
Setelah berbincang beberapa saat, akhirnya perawat itu pun pamit pada Javanka karena harus menjalankan kembali tugas dan tanggung jawab nya sebagai seorang perawat.
Dengan senyuman yang mengembang perawat itu pun keluar dari ruangan Javanka, namun senyuman itu tidak bertahan lama kala perawat itu melihat wajah Alex yang datar menatap kearah nya.
Dengan senyum kaku perawat itu pun berjalan melewati Alex sambil menundukkan kepalanya, dia masih merasa terauma dengan kejadian tadi.
Huhhh...... akhirnya bisa selamat juga....aku *tidak habis pikir bagaimana pria galak itu bisa mempunyai seorang malaikat kecil dalam hidupnya. Sungguh kasih hidup mu nak, kamu pasti sangat merasa tertekan mempunyai seorang papah seperti nya.
Rasanya aku ingin sekali mengadopsi mu, tapi itu sangat tidak mungkin karena papah mu sangat garang seperti macan yang siap menerkam.
tapi aku sangat menyukai anak perempuan itu, dia sangat menggemaskan dan hati nya pun sangat mulia. Akhhhh........ gimana dong ini*.....???
Perawat itu terus berperang dengan pikirannya sendiri, dia sangat menyukai Javanka. Tapi dia sangat takut pada papah nya yang statusnya bisa mengancam hidup dan mati nya.
_________________
__ADS_1
Di ruang Javanka sore hari, gadis kecil itu sedang menonton film kartun favoritnya di tempat tidur. Sedangkan Alex hanya duduk di sofa di dekat tempat tidur putrinya dia sibuk dengan ponselnya karena dia harus mengecek beberapa laporan yang masuk melalui email.
Tiba-tiba pintu ruangannya di ketuk, Alex pun mau tidak mau bangun dari duduknya untuk mengecek siapa yang datang berkunjung ke ruang rawat putrinya.
Alex pun membukakan pintu, dan akhirnya terlihatlah pak Rudi dan mba Nani yang datang dengan membawa keperluan nona dan tuan besar nya.
" Sayang lihatlah siapa yang datang? ucap Alex berjalan menghampiri putri sambil memasukkan ponselnya ke saku celananya.
" Mba Nani..... berteriak kegirangan karena melihat kedatangan pengasuhnya.
" Sam. panggil Javanka sambil tersenyum manis pada Sam.
" Nona bagaimana keadaan mu? apakah kamu baik-baik saja? apakah ada yang terasa tidak nyaman? pertanyaan pun Sam lemparkan berturut-turut pada nona nya, bocah kecil itu berjalan menghampiri Javanka. Alex yang mendengar itu pun mengerenyitkan dahinya.
Apakah dia cucu nya pak Rudi? yang waktu itu di rekomendasikan oleh beliau untuk menjadi teman putriku hemmmm...... kenapa harus seorang bocah pria sih, membuat ku sebal saja melihat nya.
__ADS_1
" Avan is fine Sam, maybe it won't be long Avan is in the hospital so we can play again. jawab Javanka sambil tersenyum meyakinkan bahwa dia baik-baik saja pada Sam, karena terlihat jelas bocah kecil itu sangat khawatir pada Javanka.
" Iya, nona harus cepat sembuh agar saya punya teman bermain lagi. kata Sam sambil memegang tangan mungil Javanka dan tersenyum manis.
Lalu mereka berdua pun bermain, menonton dan bercerita satu sama lain di temani oleh Mba Nani yang membuat suasana menjadi semakin ramai.
Tentunya semua itu tak lepas dari pengawasan Alex, walaupun Alex sedang mengobrol dengan pak Rudi mengenai laporan Mansion dan perkembangan kolam ikan yang di minta oleh Alex sendiri untuk Javanka.
Namun tatapan matanya tidak pernah lepas dari putrinya, bahkan wajah nya terlihat sangat marah dan sempat mengepalkan tangannya Kala melihat tangan putrinya di pegang oleh Sam.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐