
Di sepanjang jalan kembali ke Mansion Javanka terus tertawa-tawa kecil, walaupun gadis itu tidak bisa melihat dia tetap senang karena setelah sekian lama dia pun kembali ke Mansion nya.
" Papah, Avan really miss the servants at home mba Nani juga Miss Avan. ucap gadis kecil itu pada sang papah.
" Oh iya, terus sama papah rindu tidak? tanya Alex lalu membawa putrinya ke dalam pangkuannya.
" Hemmmm..... Miss papah, uncle Aydo, doktel Caca and uncle David. Avan Miss semua-semua people. jawab Javanka sambil menunjuk ke sembarang arah dan menghitung siapa saja.
" Kalau rindu kok kamu gak kiss papah sih nak? kata Alex lagi pada putrinya.
Mendengar ucapan papahnya sontak gadis kecil itu pun bangun dari duduknya, lalu meraba-raba mencari wajah sang papah. Tentunya Alex pun sambil memegangi putrinya karena khawatir jika putrinya terjatuh.
Setelah menemukan wajah sang papah gadis kecil itu pun menciumi pipi hidung dan dagu Alex, Alex yang dicium putrinya itu hanya tertawa kecil.
" Papah potong beard beyon yah? tanya Javanka yang merasa geli karena mencium janggut papahnya.
" Ha ha ha..... kok kamu tahu sih nak? tanya balik Alex sambil tertawa melihat tingkah putrinya.
" Avan sick with beard papah. jawab gadis kecil itu dengan polosnya dia mengusap-usap bibirnya.
" Aduh..... aduh..... anak papah kesakitan yah nak? maafin papah yah sayang. kata Alex meminta maaf pada putrinya sambil memeluk putrinya gemas.
__ADS_1
" Papah please don't hug Avan. tolak Javanka yang tidak mau di peluk oleh sang papah.
" Kenapa sih? kan tadi kamu yang bisa rindu sama papah terus papah peluk dong, tapi kenapa sekarang kamu gak mau di peluk papah nak. protes Alex sambil terus memeluk putrinya, sementara itu Javanka hanya mendorong papahnya sebisa mungkin.
Javanka terus berceloteh di kursi belakang meminta papahnya agar berhenti memeluk dirinya, namun Alex tidak membiarkan putrinya pergi dia terus memeluk putri kecilnya yang dia sayangi itu.
Sekertaris Aldo yang melihat itu hanya tersenyum simpul, entah kenapa ada rasa tenang dan lega yang menyeruak di dalam hatinya.
*Akhirnya.... terimakasih nona sudah kembali untuk kami.... dan terimakasih juga sudah membuat tuan muda tersenyum kembali, saya akan berusaha secepat mungkin menemukan pendonor agar nona bisa kembali melihat seperti dulu.
Untuk sekarang tolong bersabar lah nona, saya akan berusaha sekeras mungkin*.
" Selamat datang nona Javanka. ucap para pelayan berbarengan kala Javanka turun dari mobil.
Gadis kecil itu pun menitikkan air matanya sambil tersenyum manis, walaupun dia tidak bisa melihat tapi dia bisa merasakan betapa tulusnya para pelayan.
Lalu mba Nani selaku pengasuh Javanka pun berjalan menghampiri nonanya sambil menangis di depan nonanya.
" Nona selamat datang di rumah, kami semua sangat merindukan nona. ucap sang pengasuh dengan diiringi suara tangisnya.
Javanka yang mendengar itu pun melepaskan tangannya dari sang papah, lalu gadis kecil itu meraba-raba mencari pengasuhnya.
__ADS_1
" Mba Nani Avan back home. jawab Javanka lalu memeluk pengasuhnya dan menangis.
Semua yang berada di situ pun ikut menitipkan air mata termasuk pak Rudi selaku kepala pelayan yang memang tahu semua kejadian yang telah terjadi.
Mereka semua bersuka cita atas kembalinya nona mudanya, bagi mereka Javanka sudah seperti cahaya yang terang benderang di dalam Mansion yang sepi dan gelap ini.
Ketika cahaya itu diambil maka semua akan menjadi gelap, suram dan sangat hampa. Begitu pula dengan hari-hari yang telah lewat tanpa adanya kehadiran Javanka.
Ketika berita nona mudanya di culik semua orang sangat khawatir, bahkan mereka sampai berpikir apakah nona mereka baik-baik saja.
Dan keadaan Mansion saat itu pun sangat kacau di tambah Alex uring-uringan karena tidak bisa menemukan putrinya.
Sampai akhirnya Javanka di temukan dan kembali ke Mansion ini lagi, dan semua orang kembali normal seperti sedia kala.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1