
" Yes, Avan has taken a shower papah. jawab Javanka lagi.
" Aduhhhh..... pengertian dan pintar sekali yah putri papah. kata Alex yang menyanjung putrinya.
" Papah haven't brushed your teeth yet? tanya Avan dengan hati-hati.
" Iya, kan papah baru bangun. Kenapa mulut papah bau yah? tanya balik Alex.
Javanka hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya menjawab dengan kebohongan.
" Masa sih? ucap Alex, karena penasaran dia pun mencium bau mulutnya sendiri.
" Ihhhhhhhh........ ternyata bau banget, kamu bohongin papah yah? kata Alex pada putrinya yang tertawa-tawa.
" yes Avan lied papah, so that papah can smell his own breath. jawab Javanka jujur dengan masih tertawa.
" Hemmmm...... mulai berani yah kamu mempermainkan papah. ucap Alex lalu dia pun langsung menggelitik tubuh putrinya.
Avan pun tertawa terbahak-bahak karena kegelian sambil guling-guling di atas sofa, Alex terus menggelitik tubuh putrinya sampai putrinya meminta ampun padanya.
" Sudah deh, nanti kamu capek lagi. ucap Alex mengakhiri.
Javanka pun kembali lagi ke posisi duduknya.
" Papah gosok gigi dulu yah nak. ucap Alex pada putrinya.
" Becih-becih pah. ucap Javanka sedikit mengeraskan suaranya, karena papah sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Lalu gadis kecil itu pun duduk diam menunggu papahnya keluar dari kamar mandi, sambil menunggu dia merapikan rambut panjang yang berantakan karena berguling-guling tadi.
__ADS_1
Alex yang baru keluar dari kamar mandi pun langsung membantu putrinya yang sedang kesulitan merapikan rambut panjangnya seorang diri.
" Sini biar papah bantu nak. ucap Alex lalu mengambil sisir dan menyisir rambut panjang putrinya.
" Papah potong-potong wambut Avan boyeh? tanya Javanka yang ingin rambutnya dipotong.
" Memangnya kenapa harus di potong? tanya balik Alex.
" Cucah, icet-icet papah. jawab Javanka yang mengatakan jika rambutnya harus selalu di ikat. Karena jika tidak di ikat rambut panjangnya akan kemana-mana apa lagi kalau sudah tertiup angin.
" Jangan, tidak boleh. Jika kamu ingin di ikat bilang saja pada mba Nani atau yang lainnya, pokoknya jangan di potong. tolak Alex.
Javanka hanya diam dan menganggukkan kepalanya mengerti, lalu Alex pun sudah selesai mengikat rambut putrinya.
" Sudah selesai sayang. kata Alex memberi tahu.
" thank you papah. ucap Javanka berterima kasih pada sang papah.
Javanka pun menggelengkan kepalanya,
melihat itu pun mata Alex langsung menajam.
" Kok bisa? tanya Alex terkejut sekaligus kesal dengan semua pelayan nya yang membiarkan putrinya belum sarapan sedari tadi.
" Avan eat with papah jawab Javanka jujur.
" Ya ampun. tepuk jidat deh Alex.
Ternyata bukan karena para pelayannya yang tidak perhatian pada putrinya, tapi dirinya lah penyebab utama putrinya terlambat sarapan.
__ADS_1
" Ya sudah, Ayo turun kita sarapan. ucap Alex pada putrinya sambil menggendong putrinya.
Javanka hanya diam saja dan ikut saja.
Pak Rudi yang melihat tuan muda dan nonanya pun langsung memberikan arahan kepada pelayannya untuk menyajikan sarapan nya di meja makan.
Alex pun berjalan sambil menggendong putrinya dengan santai, dia menaruh putrinya di kursi lalu dia pun duduk di samping putrinya.
" Kamu mau makan apa sayang? tanya Alex pada putrinya.
" woti bacay papah. jawab Javanka dengan semangat.
Lalu Alex pun mengambil roti bakar dan menaruhnya di piring milik putrinya, sementara Javanka tengah asyik meminum susu hangatnya.
" Rotinya di makan dulu nak, nanti susunya boleh di minum lagi. kata Alex pada putrinya.
Javanka dengan patuh menaruh gelas yang berisi susu itu dengan perlahan, dengan cepat Alex pun mengambilnya agar mempermudah putrinya.
Gadis kecil itu pun mulai meraba-raba piring yang ada di hadapannya, lalu dia pun mulai memasukkan roti bakar ke dalam mulutnya.
" Enak? tanya Alex pada putrinya.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis, karena mulutnya penuh dengan roti.
Alex pun ikut makan sambil sesekali dia menyeka coklat yang ada di sekitaran mulut putrinya, entah karena terlalu suka atau lapar Avan meminta roti bakar lagi dan Alex pun dengan senang memberikan nya pada putrinya.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐