
Akhirnya hari yang di nanti-nantikan
tiba, pagi-pagi sekali Mansion utama
sudah sibuk.
Para pelayan sudah hilir mudik, kesana kemari menyiapkan semua keperluan tuan dan nonanya. Tentu nya di bawah pengawasan
pak Rudi selaku kepala pelayan
Sedangkan sekertaris Aldo hanya duduk memperhatikan semua.
dengan di temani secangkir kopi,
sambil menunggu tuan muda nya.
Berbeda dengan di lantai lantai dua,
dimana Alex dan putri berharga nya.
Alex hanya menatap wajah putrinya
yang masih terlelap di balik selimutnya,
papah satu anak itu hanya tersenyum
sambil mengelus rambut putrinya.
Lalu Alex pun menggendong putrinya yang masih terlelap, turun ke lantai bawah.
Sepanjang menuruni anak tangga mata
Alex tertuju pada sekertaris nya yang
sedang duduk dengan santai nya.
" Sepertinya aku terlalu baik pada
mu, semua orang di sini sibuk dengan
tugas mereka masing-masing.
sambil menunjuk pada para pelayan.
" Sedangkan kau malah bermalas-malasan
di sini. sindir Alex sambil duduk
dengan angkuhnya di hadapan
hadapan sekertaris Aldo.
" Moning Om Aydo. sapa javanka
yang sudah bangun.
" Kamu sudah bangun sayang?
tanya Alex yang sedikit terkejut
melihat putrinya sudah terbangun.
Sekretaris Aldo hanya membalas dengan senyuman termanis yang dia miliki.
" Moning papah. ucap javanka
pada papahnya sambil tersenyum
lalu mengecup lembut pipi
__ADS_1
papahnya.
Lalu gadis kecil itu pun turun dari
pangkuan papahnya dan berlari
kembali naik ke lantai atas,
sambil mengedipkan matanya.
" Papah Avan takes a shower. teriaknya memberi tahu pada sang papah.
Alex dan sekertaris Aldo pun tersenyum
berbarengan karena gemas dengan
tingkah laku javanka.
" Apa yang kau lihat? kata
Alex dengan dingin nya, kala melihat
sekertaris nya tersenyum.
" Nona. jawab Aldo
" Jangan melihatnya terlalu
lama karena dia milikku. ucap Alex posesif terhadap putrinya.
Sekertaris Aldo hanya diam tidak
menjawab pertanyaan tuan mudanya.
Hah..... kekanak-kanakan sekali
Anda tuan muda, aku jadi mulai raga nona itu bener putri mu atau bukan sih.
jauh.
Sambil menunggu javanka Alex dan Aldo
pun menyempatkan waktu
mereka membahas tentang
proyek yang sedang mereka kerjakan.
Demi bisa berlibur dengan putrinya,
Alex sampai rela kerja lembur
selama hampir satu Minggu lamanya.
Tentunya sekertaris Aldo pun
turut serta dalam membantu pekerjaan
tuan mudanya.
.
.
.
Tak berselang lama javanka pun turun
dengan rambut yang sedikit basah
__ADS_1
dan di biarkan terurai,
diterpa angin.
" Papah. panggil javanka sambil
berjalan menghampiri papahnya.
" Sudah cantik sekali anak papah.
memeluk putrinya lalu menciumnya.
" Are you ready to go to the island? tanya
Alex dengan semangat pada putrinya.
" island, who will go to papah island? tanya javanka bingung.
Alex dan sekertaris Aldo pun bertukar pandangan, mereka seperti memiliki
perkiraan yang sama.
" Kamu, papah dan semua orang di rumah ini akan
pergi ke pulau sayang.
apa kamu lupa kalau hari ini kita akan pergi?
tanya Alex dengan lembut.
" Hemmmmmm......... Avan doesn't forget papah, Avan just thinks that papah is busy at work.
So Avan thinks we will have a vacation later after papah is not busy at work. jelas javanka,
Gadis kecil itu berpikir bahwa papahnya sibuk bekerja hingga akhir-akhir ini, sang papah selalu pulang larut malam dan berangkat pagi sekali ke kantor.
Sampai-sampai dirinya tidak sempat bertemu dengan sang papah.
Mendengar ucapan putri tercintanya,
Alex pun merasa bersalah karena
dia terlalu mengutamakan
pekerjaannya di banding perasaan putrinya.
" Maafkan sayang, papah sibuk karena
harus menyelesaikan
pekerjaan papah terlebih dahulu
sebelum kita pergi liburan.
kata Alex meminta maaf kepada putrinya
dan menjelaskan alasannya.
" don't worry papa Avan understands,
because Avan knows papah did all that for Avan too. jawab javanka sambil membalas pelukan papahnya dan mengelus-elus punggung papah.
" thank you for working hard papah,
And thank you for the holidays too. Avan really loves papah. bisik javanka di telinga papah.
*
*
__ADS_1
*
💐💐💐