
Singkat waktu kini Javanka sudah di izinkan ke luar ruangan, gadis kecil itu sedang duduk di luar balkon ruang rawatnya sambil menikmati hangatnya sinar mentari pagi.
Sementara sang papah sedang sibuk mengerikan rambut putrinya dengan handuk, dengan perlahan dan lembut Alex melakukan nya.
" Papah. panggil Javanka yang tiba-tiba tertarik melihat sesuatu.
" Yes sayang. jawab Alex yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
" Napa di cana banyak-banyak flower papah, tewus tuyis-tuyis nama Avan? tanya Javanka sambil menunjuk rangkaian bunga yang di letakkan begitu saja di parkiran rumah sakit.
" Oh itu, jadi waktu kamu bangun tiba-tiba ada yang mengirimkan banyak sekali rangkaian bunga, karena papah takut ada sesuatu yang berbahaya di dalamnya jadi papah menyuruh sekertaris Aldo untuk meletakkan nya di situ saja. Lagi pula orang yang mengirim nya tidak meninggalkan nama di bunga ini, dan di tambah untuk bunga sebanyak itu mau di letakkan di mana coba? ucap Alex menjelaskan pada putrinya, sambil terus mengerikan rambut panjang putrinya.
Javanka pun mengangguk mengerti, dia hanya tersenyum manis menatap tumpukan buang yang sudah layu itu.
" Sudah selesai sayang. kaya Alex memberi tahu putrinya.
" Tewima kacih papah. ucap Javanka sambil tersenyum manis pada sang papah.
" Sama-sama sayang. kata Alex sambil membalas senyuman putrinya. " Kita masuk yuk, sepertinya sudah waktunya untuk sarapan. ucap Alex lagi mengajak putrinya masuk.
Lalu Javanka dan papahnya pun sarapan bersama, sambil makan dia juga menyuapi putrinya.
Setelah selesai sarapan, Alex mengajak putrinya berjalan-jalan di sekitar taman yang ada di rumah sakit. Dia tahu jika putrinya sudah merasa jenuh berada di dalam rumah sakit, namun karena Alex lah gadis kecil itu berusaha bertahan.
" Sayang kalau kamu sudah sembuh, nanti kita akan pergi piknik yuk. ucap Alex sambil mendorong kursi roda putrinya.
" where to picnic papah? tanya Javanka dengan senang.
__ADS_1
" Ada deh, pokoknya kamu bakalan suka. jawab Alex yang berusaha sok misterius pada putrinya.
" Ohhhhh....... Ok Avan will definitely try to recover quickly papah. kata Javanka dengan penuh semangat.
Alex yang melihat putrinya senang pun tersenyum simpul, dari kejauhan sekertaris Aldo berjalan menghampiri tuan mudanya.
" Tuan, tuan muda. panggil sekertaris Aldo.
Alex pun menoleh ke belakang dan menghentikan langkahnya.
" Ada apa? tanya Alex singkat.
" Alatnya sudah jadi tuan muda. ucap sekertaris Aldo dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
" Apakah kau membawa nya? tanya Alex pada sekertaris Aldo sambil kembali berjalan.
Sementara Javanka hanya diam dan melihat-lihat sekeliling nya, gadis kecil itu sama sekali tidak terlihat tertarik dengan obrolan sang papah dan sekertaris nya itu.
Aldo pun menyerahkan pada tuan mudanya, dan Alex pun menerimanya.
" Kau pegang dulu ini, dan terus dorong dengan perlahan. perintah Alex yang meminta sekertaris nya mendorong kursi roda putrinya.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo lalu mengambil alih lalu mendorong kursi roda itu.
Alex pun berjalan beriringan sambil berusaha membuka kotak yang di berikan oleh sekertaris nya.
" Ini yang khusus kan dan seri pertama nya kan? tanya Alex pada sekertaris nya.
__ADS_1
" Iya tuan muda, ini yang paling pertama dan paling lengkap. Karena di dalamnya sudah ada JPS agar kita mudah melacak keberadaan nona, jika terjadi sesuatu pada nona. Dan gelang ini sudah langsung terkoneksi dengan ponsel dan juga laptop tuan muda, agar tuan muda mudah untuk mengecek kondisi nona, jika tuan muda atau nona sedang ada di luar. jawab sekertaris Aldo dengan lugas.
Alex hanya mengangguk-angguk kepalanya mengerti, lalu mereka pun berhenti di sebuah taman. Alex pun berjalan menghampiri putrinya lalu berjongkok di hadapan putrinya.
" Sayang mau duduk sini tidak? tanya Alex dengan lembut pada putrinya.
Javanka hanya mengangguk dan tersenyum, Alex pun menitipkan gelang nya pada Aldo. Lalu dia pun mengangkat putrinya dan memindahkannya ke kursi kayu.
" Sayang kamu mau pakai ini kan? tanya Alex menunjukkan gelang yang di berikan oleh sekertaris nya pada putrinya.
" what is papah? tanya Javanka dengan mengerenyitkan kening nya.
" Ini gelang khusus untukmu sayang, papah sengaja membuatnya sendiri untuk mu. jawab Alex penuh perhatian. " Kamu mau pakai kan nak? tanya Alex pada putrinya sambil melihat ke arah Javanka.
Javanka pun mengangguk mengerti lalu dia memberikan tangan kirinya ke hadapan sang papah, dengan lembut Alex memegang tangan mungil putrinya. Lalu memasangkan nya pada pergelangan tangan putrinya.
" Jangan pernah melepas nya yah sayang, mau kamu sedang mandi sekali pun. kata Alex memperingati pada putrinya.
" If you don't take it off, the lights will die when they hit the water papah. ucap Javanka yang khawatir jika gelang nya akan rusak terkena air.
" Gelang ini tidak akan pernah rusak, jika kamu tidak melepaskan nya diri tangan mu. jawab Alex dengan santai sambil mengelus lembut kepala putrinya.
Javanka pun mengangguk sambil memperhatikan gelang yang berwarna gold di pergelangan tangannya, dengan lampu menyala-nyala yang bergambar hati yang berkedip-kedip.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐