
Mendengar ucapan putri tercintanya, Alex pun tak sampai hati di buatnya sampai-sampai air matanya berlinang di pelupuk matanya.
Alex cukup sadar bahwa akhir-akhir ini
dirinya, sangat lah sibuk.
tapi dia melakukan nya
pun karena alasan untuk membuat putri berharganya bahagia.
Sampai-sampai dia tidak sadar telah mengabaikan putrinya, yang selalu menunggu sampai larut malam hanya untuk sekedar bertemu dengan dirinya.
" Maafkan papah sayang, jika akhir-akhir ini papah selalu sibuk sampai-sampai tidak bisa mengajak mu bermain bersama.
Tapi, untuk satu Minggu ini papah pasti akan bermain bersama mu. Sampai kamu puas papah akan menemani mu nak. ucap Alex panjang lebar, sambil mengecup seluruh wajah putrinya.
Javanka pun hanya mengangguk dan tersenyum manis,
gadis kecil itu pun membiarkan papahnya menciuminya karena sejujurnya dirinya juga sangat merindukan sosok papahnya.
Berbeda dengan sekertaris Aldo pria itu terlihat sedikit kesal,
karena rencananya mereka hanya berlibur sekitar empat hari.
Dan sekarang tuan mudanya seenaknya memutuskan sesuatu tanpa memberikan tahu dirinya terlebih dahulu.
Hah............ Mengapa engkau selalu
seenaknya saja sih, tuan muda
kalau sudah seperti ini aku juga
kan yang repot.
Sekertaris Aldo hanya bisa mengelus dadanya dan menarik nafasnya panjang.
__ADS_1
" come on papa we have to leave now for the airport, Avan can't wait to get to the island because Avan really wants to play in the water and look for crabs. ucap javanka sambil menarik-narik tangan papah dengan penuh semangat.
.
.
.
Setelah beberapa saat akhirnya Alex, Aldo, pak Rudi, mba Nani dan juga si kecil javanka pergi menuju bandara.
Sebagian pelayanan sudah di berangkatkan sehari
lebih awal, untuk menyiapkan semua keperluan tuan muda dan nonanya selama berada di pulau.
Di sepanjang jalan Javanka terus berceloteh menunjukkan semua yang dia lihat,
dan bertanya pada sang papah.
Tentunya, dengan sabar dan semangat Alex menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh putrinya.
persis seperti cacing kepanasan.
Alex hanya tersenyum manis melihat,
dia hanya memperhatikan dari jauh
Sambil mengobrol dengan sekertaris Aldo dan juga pak Rudi.
Tanpa sadar, sedari tadi bahaya tengah mengitai putri sedari jauh.
Melihat Alex dan juga yang lain terlihat lengah bahaya itu pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Seorang wanita muda dengan cepat membius gadis kecil itu, lalu dengan cepat dia membawa kabar gadis kecil itu.
Sedangkan Alex dan juga sekertaris Aldo terlihat sedikit berdebat.
__ADS_1
" Memang apa masalahmu kalau aku libur lebih lama dari rencana awal? tanya Alex pada sekertaris nya, Alex tidak terima kalau sekertaris nya mengatainya dengan sebutan plin-plan.
" Masalahnya mau tidak mau saya harus mengatur ulang jadwal anda, tuan muda.
jawab sekertaris Aldo dengan nada sedikit emosi.
" Itu sudah menjadi tugas mu,
lagi pula buat apa aku menggaji mu dengan besar kalau kau tidak bisa mengerjakan tugas seperti itu saja.
ucap Alex tidak kalah emosinya.
" Satu hal lagi, yang perlu kamu catatan ini baik-baik mau selama apapun aku tidak pergi ke kantor itu urusanku bukan urusanmu.
ucap Alex dengan tegas lalu berjalan meninggalkan sekertaris nya.
lagi pula siapa yang mau berkerja dengan iblis seperti mu, tuan muda.
aku pun sebenarnya sudah tidak sanggup menghadapi mu.
Namun aku tidak ingin mengecewakan ayah dan juga mendiang tuan besar yang menitipkan mu pada ku.
Sekertaris Aldo hanya bisa
membuang nafas panjangnya frustasi,
Pak Rudi yang sedari tadi hanya diam saja, pun menepuk punggung Aldo.
Seperti memberi semangat pada sekertaris Aldo.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐