
Javanka sudah berdiri di hadapan sang papah, entah apa yang akan di lakukan gadis kecil itu. Papah nya hanya diam dan memperhatikan.
Cup..... kecupan lembut mendarat di pipi kiri Alex.
" celamat pagi papah. suaranya ceria namun terdengar seperti sudah sangat jengkel pada orang yang ada di hadapannya.
" pagi sayangnya papa, kok ciumannya cuma sebelah nanti yang sebelah lagi iri lho. jawab Alex dengan masih menggoda putri kecilnya.
Mendengar ucapan sang papah javanka terdiam sejenak, entah apa yang sedang di pikirkan oleh bocah kecil itu. Lalu dia pun bergegas mencium pipi sebelah kanan.
" nah, gitu dong sayang. Kalau gini kan, mereka tidak akan bertengkar. Alex hanya tersenyum puas karena berhasil mempermainkan putrinya.
" papah boyeh Avan mau nonton itu... sudah menunjukkan televisi yang terhalang oleh sang papah, berharap kalau sang papah mengerti maksud nya.
" boleh dong sayang, tapi kamu harus temani papah sarapan dulu, oke. sudah menggendong putrinya kecilnya tanpa meminta persetujuannya terlebih dulu.
" tapi Avan nonton mau pah.... sudah mulai memasang wajah masamnya.
__ADS_1
" iya, nonton nya nanti lagi bisa sayang, tapi sekarang kita sarapan dulu. ucap Alex sudah duduk di hadapan meja makan sambil.
" tapi... belum sempat Javanka menyelesaikan ucapannya.
" tidak usah banyak tapi sayang, kamu lupa semalam siapa yang turun untuk makan. Lagi pula ini sudah waktunya sarapan sayang. kata Alex yang sudah mulai meninggikan intonasi suara, agar putrinya tidak membantah nya kembali.
" baik pah, boyeh Avan duduk sendili aja. sudah menyerah dengan keadaan seperti ini.
" tidak bisa sayang, kamu harus berada di pangkuan papah. kalau kamu tidak ingin papah gak jadi ke kantor nih. sudah mulai mengancam putrinya dengan berbagai cara agar putrinya mau mendengarkan katanya.
Sekertaris Aldo yang sudah datang sedari tadi, dan diam berdiri tak jauh dari atasnya, tiba-tiba memicingkan matanya ketika mendengar ucapan atasnya.
Javanka memilih untuk diam, sampai akhirnya mereka berdua menyelesaikan sarapan nya. Tentu nya di pihak ini Alex lah yang paling bahagia. Javanka hanya diam dan memajukan bibirnya.
" rasanya papah tidak ingin pergi ke kantor deh, kalau melihat wajah putri papah yang seperti tidak ingin di tinggalkan oleh papah. goda Alex kembali pada putrinya yang tengah merajuk.
" papah, papah kantoy aja. Avan just fine, tuh take a look Om Aido. sudah mulai panik mendengar ucapan sang papah buru-buru tersenyum secerah mentari pagi hari ini.
__ADS_1
" kenapa dengan Aldo? bertanya sambil melirik kearah dimana Aldo berdiri.
" Om Aido has come a long time ago, So hurry up and go to the office papah. sudah mulai mendorong tubuh kekar Alex dengan tangan mungilnya.
" kamu mengusir papah. sudah memegang tangan mungil milik putrinya.
" no pah, tapi another time Avan ikut papah kantoy, I promise. sudah mencium pipi papahnya dan tersenyum sejuta Watt.
" baiklah, kamu sudah jadi yah. Kalau begitu papah ke kantor dulu yah sayang, kamu di rumah baik-baik yah. Kalau ada apa-apa beritahu pada mba Nani atau yang lainnya. sudah mencium seluruh permukaan wajah putrinya.
Akhirnya Alex dan Aldo pun pergi juga, kini Javanka berlari masuk kedalam rumah di susul oleh pak Rudi ( kepala pelayan ).
pak Rudi hanya memperhatikan nona kecilnya yang kembali nonton, sambil menunggu guru les privat datang.
*
*
__ADS_1
*
💐💐💐