
Alex kembali lagi ke kamar nya, dia memilih duduk di samping putrinya yang sedang tertidur pulas karena pengaruh obat tidur.
Alex hanya menatap wajah tenang putrinya yang sedang tertidur sambil tangannya terus menggenggam erat tangan mungil putrinya, seakan-akan dia tidak ingin di tinggalkan oleh putrinya.
Tak berselang lama Javanka pun bangun tidur tidur nya, gadis kecil itu mulai mengerjap-erjapkan matanya dan menatap ke arah sekeliling nya lalu berakhir pada sosok pria yang sedang duduk di samping nya dengan menundukkan kepalanya.
" Papah... panggil nya dengan suara serak khas bangun tidur.
Alex yang menundukkan kepalanya pun langsung mengangkat kepalanya lalu menatap ke arah suara itu berasal.
" Sayang kamu sudah bangun nak? apakah kamu ingin minum air? tanya Alex sambil buru-buru menyeka air matanya.
Javanka hanya mengangguk, lalu Alex pun mengambilkan segelas air putih di meja nakas samping tempat tidurnya.
" papah are you crying? tanya Javanka setelah selesai minum sambil menatap menyelidik ke arah papah nya.
" Siapa bilang papah nangis, tadi papah kelilipan sayang. jawab Alex berbohong.
" Hemmmmmmm..... do papah still feel pain? tanya Javanka lagi yang mempercayai kata-kata dari papahnya.
__ADS_1
" Tidak sayang, sudah tidak sakit kok. Tuh, kan gak sakit. jawab Alex dengan hebohnya dia menunjukkan matanya sambil mengedip-ngedipkan ke dua matanya ke hadapan putrinya.
" He....he...he.... Papa's eyes are like Avan's doll. ucap Javanka sambil tertawa kecil, karena merasa lucu dengan tingkah papah nya.
Alex pun tersenyum bahagia kala melihat dan mendengar tawa kecil yang keluar dari mulut putrinya dan wajah yang selalu dia rindukan.
" Hemmmm.... papah are we back home now? Or are we still in the hospital? tanya Javanka yang merasa bahwa ruang rawat nya berubah seperti kamar papah nya.
" Iya sayang, kita sudah pulang tapi dokter berpesan agar kamu tidak melakukan aktivitas kamu seperti biasanya atau nanti kamu akan kembali lagi ke rumah sakit. jawab Alex lagi-lagi berbohong pada putrinya, sejujurnya sih dia tidak ingin kalau kejutannya ketahui oleh putrinya sebelum waktunya.
Mangkanya dia berbohong pada putrinya seperti itu, jalankan bertemu dengan dokter di rumah sakit memberi tahu bahwa dia pulang pada satu perawat pun tidak dia lakukan.
" Nah gitu dong, itu baru anak kesayangan papah yang paling lucu. kata Alex sambil sedikit menarik pipi gembul milik putrinya.
" Oh, iya. Sayang besok kita pergi yuk, yuk? ajak Alex tiba-tiba pada putrinya.
" Where are we going papah? tanya Javanka dengan wajah serius nya, yang membuat Alex tertawa terbahak-bahak melihat wajah lucu putrinya.
" Papah.... memanggil dengan kesal karena papahnya tidak menjawab pertanyaan nya malah menertawai nya.
__ADS_1
" Ha...ha...ha abis kamu lucu sih kalau lagi serius gitu, papah kan jadi tidak tahan untuk tertawa. jawab Alex dengan masih saja tertawa.
Javanka hanya memilih untuk turun dari tempat tidur, lalu dia pun berjalan pergi meninggalkan papah nya. Melihat putrinya yang hendak pergi, dengan cepat Alex bergegas menarik tangan putrinya.
" Iya, Iyah sayang Papah serius nih. Papah gak akan ketawa lagi, papah janji tapi kamu jangan marah dong sama papah sayang. ucap Alex yang takut putrinya merajuk pada dirinya.
" Papah Avan just wanted to go to the bathroom. jawab Javanka sambil menahan rasa kebelet pipinya.
" Ohhh.... gitu, jadi kamu gak marah sama papah nih? tanya Alex memastikan kembali.
Javanka pun hanya menggelengkan kepalanya, lalu gadis kecil itu berlari masuk ke dalam kamar mandi karena sudah tidak tahan lagi.
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1