Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 57


__ADS_3

Kedua pria itu pun masuk setelah melihat sang dokter sudah selesai memeriksa kondisi Javanka, kedua nya menghampiri sang dokter.


" Bagaimana keadaan putriku/nona? tanya Alex dan sekertaris Aldo berbarengan, kedua nya saling berpandangan beberapa saat.


" He....he....he..... ternyata kalian sudah terlihat seperti sepasang suami istri yang sedang menghawatirkan putri kalian. ucap dokter Caca dokter yang menangani Javanka dan orang yang tidak lain adalah sahabat bagi kedua orang yang ada di hadapannya.


" Diam kau, dan cepat jawab pertanyaan ku? pekik Alex dan sekertaris Aldo yang masih saja berbarengan.


Dengan kejadian itu terulang kembali, pecah lah tawa dokter Caca yang menggema di seluruh ruangan itu.


Alex yang merasa kesal pun menendang kaki panjang milik dokter Caca, yang membuat dokter Caca mengaduh kesakitan dan berhenti tertawa.


" Sakit Lex, kau benar-benar tidak pernah berubah. Kau baik pada ku kalau aku ada gunanya saja, dan kalau kau sedang membutuhkan ku kau benar-benar Lex. merajuk dengan kesal sambil mengusap lembut kakinya yang tadi di tendang oleh Alex.


" Sudah kau jangan terlalu lebay, aku menendang mu tak terlalu keras kok dan akan ku pastikan itu tidak akan meninggalkan bekas. jawab Alex tidak memperdulikan ocehan sahabat nya.

__ADS_1


" Dasar centong nasi, kau sama sekali tidak memperhatikan perasaan ku sama sekali. masih dengan mode merajuk nya.


" Sudah lah, cepat katakan pada ku bagaimana kondisi putriku? tanya Alex yang tidak sabar dan tidak memperdulikan kata-kata dari sahabat nya.


" Kau jahat Lex, Do tolong lah kau yang paling baik di sini tolong bela aku sahabat mu yang teraniaya ini oleh manusia itu. ucap Caca memelas pada sekertaris Aldo sambil merangkul pundak Aldo berharap Aldo membela diri nya.


" Cepat lah kau jawab pertanyaan dari tuan? ucap sekertaris Aldo dengan dingin, sejujurnya dia juga pernapasan dengan keadaan nona nya.


" Hiks....hiks....hiks..... kalian benar-benar jahat pada ku, lebih baik aku pergi saja. ucap Caca pura-pura menangis sambil berlaga akan pergi.


" Hey .... kalian benar-benar yah, kalian sama sekali tidak menghentikan ku. berbalik dengan marah karena kedua sahabatnya tidak menghentikan langkahnya.


Alex hanya diam saja sambil mengelus lembut kelapa putrinya, begitu pula dengan sekertaris Aldo hanya bisa menatap dengan lembut pada nona nya.


" Sudah-sudah biarkan putri/nona kalian istirahat, kalian ikut dengan ku. Ada yang harus ku beritahu pada kalian. ucap dokter Caca lalu menarik Alex maupun sekertaris Aldo keluar dari kamar.

__ADS_1


Dokter Caca membawa kedua sahabatnya duduk di sofa menghadap taman di lantai dasar, Pak Rudi pun mengantarkan minuman beserta camilan nya untuk tamu tuan besar nya.


" Apakah kalian tidak haus atau lapar, kita bicara santai saja. ucap dokter Caca sambil menyeruput secangkir teh lalu dia pun mencomot camilan yang ada di hadapannya.


Alex hanya memutar bola matanya malas kala melihat kelakuan sahabat nya, namun dia juga ikut serta menyeruput secangkir kopi milik nya.


Sedangkan sekertaris Aldo hanya diam saja sambil memasukkan makanan ke mulut nya, sejujurnya dia belum sarapan sedari pagi namun karena khawatir pada nona nya dia pun menekan rasa laparnya.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2